Sherlock Holmes Academy [Chap’8B] protéger

Image

 

Author: Park JeByung

Tittle: Sherlock Holmes Academy   

 

Chapter: 8B

Lengt: Series

Rating: T.

Genre: Mystery, Romance, School Life

Cast: Choi Sooyoung, Park Chanyeol, Kang Jiyoung, Baro, Xi Luhan, Kris Wu, Byun Baekhyun

Other Cast: Oh Sehun, Huang Zi Tao, Kim Jonghyun, Krystal Jung, Bae Suzy, Lee Taemin, Choi Minho, KaEun, Kwon Yuri , and other

Warning: Typo bertebaran dimana mana’-‘

Author Note’s: No Bash, No Plagiat. Ini fanfic asli buatan aku loh yang dikejar tugas /curhat dikit/ Keep RCL >w<

 

 

Annyeong~ Aku update lebih cepat dari sebelumnya bukan?;;) Aku mau curhat pas belajar IPS di sekolah serem banget :”” apalagi ntar ada sundo sama indo, horor beud:”(

Dah ah gituaja. Selamat membaca~

 

 

***SHERLOCK HOLMES ACADEMY***

“Itu tidak akan berguna. Petunjuk ini kurang dan kita belum bisa memastikan. Tunggulah sampai Festival malam. Dan kita akan mulai beraksi.” Ucap Sooyoung mengeluarkan smirk khasnya membuat yang lain bergidik ngeri.

Mereka kembali ke kamar masing masing di villa. Mengambil peralatan yang dibutuhkan untuk nanti malam. Sooyoung menyarankan membawa senter, sarung tangan karet, jaket, dan memakai sepatu kets. Entah apa yang dipikirkan bocah penggila misteri itu.

Matahari mulai terbenam. Guru guru menyuruh mereka berkumpul di kuil pukul 5 sore. Anggota Holmes ditambah Minho dan KaEUn menjadi 9 orang. Seharusnya mereka 10 orang, tapi karena Yuri hingga saat ini belum ditemukan, maka mereka hanya berkumpul seadanya.

“Kaja. Kalian sudah membawa apa yang kukatakan bukan?” Tanya Sooyoung dengan wajah datar namun terlihat raut muka semangat yang ia sembunyikan diam-diam.

“Tentu saja.” Jawab yang lain kecuali Minho yang hingga kini masih gelisah kehilangan yeojachingu-nya.

Saat mereka hendak keluar dari villa terdengar teriakan histeris dari kamar dekat lobby. “AAAA!!”

Sooyoung memutar badannya dan berlari kearah suara itu. Yang lain hanya mengikuti saja dengan enggan dan wajah penasaran.

Sampailah mereka di kamar asal suara itu terdengar. Sooyoung mengetuk ngetuk pintu geser dan bertanya tanya, “ADA APA DIDALAM?”

BRAK! Pintu geser dibanting dengan kasar. Munculah seorang wanita tua dengan wajah pucat. Ia berhamburan keluar dan menabrak Jiyoung hingga terjatuh.

“Halmeoni waeyo?” Tanya Jiyoung mengguncang badan halmeoni itu.

“Suamiku!” Teriaknya histeris lalu terisak. “DIBUNUH!”

Dengan gerakan cepat Sooyoung dan Luhan sunbae memasuki ruangan itu. Namun kosong dan tidak ada siapa siapa.

“KAMAR!” Teriak halmeoni masih terisak. Jiyoung menenangkan halmeoni itu dibantu KaEun dan Baro. Sementara Minho, Kris, Chanyeol, dan Baekhyun ikut memasuki ruangan dengan takut takut.

Dibukalah pintu kamar yang dimaksud halmeoni. Terpampang mayat seorang harabeoji yang sangat mengenaskan. Tubuhnya bagaikan di gores gores samurai dan darah masih mengalir dari tubuhnya. Matanya terbuka lebar juga mulutnya yang menganga. Sebuah samurai tergeletak disamping mayat harabeoji itu.

“ARGH!” Pekik para namja yang baru pertama kali melihat mayat yang dibunuh dengan cara sadis seperti ini.

 

Sooyoung POV

 

Tunggu, sepertinya aku pernah melihat harabeoji ini tapi dimana ya? AH! Ini kan harabeoji berotot yang memiliki tattoo di lengannya itu. Tapi mengapa ia bisa dibunuh dengan cara mengenaskan seperti ini?

“Telepon ambulans dan polisi!” Titahku. Aku langsung mengenakan sarung tangan karetku dan mendekati mayat itu.

 

Kamar ini begitu menyeramkan dan berantakan. Goresan goresan samurai bertebaran dimana mana. Terutama pada tubuh korban. Terdapat pecahan pecahan gelas yang biasa dipakai untuk minum minuman keras di dekat samurai itu. Perkiraan tadi ada yang berkunjung kemari dan mengajaknya minum.

 

Tercium bau alkohol dari mulutnya membuatku sedikit terpengaruh dan pusing. Namun kuabaikan pengaruh alkohol itu. Aku memegang denyut di lehernya. Perkiraan ia sudah terbaring disini 1 jam atau 2 jam yang lalu.

“Panggil halmeoni.” Titahku lagi. Tak lama kemudian halmeoni datang dan aku memulai investigasi.

 

“Halmeoni apakah tadi ada yang berkunjung?” Tanyaku. Ia mengangguk

 

“Panggil halmeoni.” Titahku lagi. Tak lama kemudian halmeoni datang dan aku memulai investigasi.

 

“Halmeoni apakah tadi ada yang berkunjung?” Tanyaku. Ia mengangguk

 

“Eo, tadi 3 orang temannya datang berkunjung. Satu seorang jurnalistik temannya saat ia masih di universitas, satu seorang pemain bilyard teman lama suamiku, dan satu lagi pembuat peta terkenal.” Jawabnya.

 

Aku mengangguk, “Bisakah kau menghubungi mereka dan kembali kemari secepatnya?”

 

Halmeoni meng-iyakan dan segera menghubungi ke-3 teman yang berkunjung. Tak lama kemudian polisi datang juga ambulan. Sehun Oppa dan Tao Oppa juga datang seperti biasanya. Lama kelamaan aku mulai bosan bertemu dengan mereka.

Sehun Oppa merangkul pundakku, “Jadi apa yang kautemukan kali ini adik kecil?”

“Berhenti memanggilku seperti itu.” Aku melepaskan rangkulannya. “Harabeoji ini meninggal antara 2 jam sampai satu jam yang lalu. Ada bau alkohol dari mulutnya tandanya ia habis minum minum dengan teman temannya. Tidak lama setelah itu perkiraan si pembunuh mengambil pajangan samurai di kamar ini dan menusuk jantung korban dan menggores gores samurai itu dengan kasar. Tak lama kemudian ia keluar lewat jendela.”

“Jadi siapa yang dicurigai kali ini?” Tanya Tao Oppa. Aku memutar mata dan mendapati beberapa tersangka yang sudah datang.

Aku menunjuk kearah tiga tersangka kali ini, “Mereka”

“Mari kita periksa alibi mereka.” Tao Oppa dan Sehun oppa meninggalkanku bersama Chanyeol, Luhan sunbae, Baro, Kris, dan Minho. KaEun dan Jiyoung menunggu diluar bersama Halmeoni.

Apa itu? Noda darah di kayu dekat kepalanya aneh. Seperti membentuk sebuah lambang yang pernah kulihat sebelumnya.

Aku mengangkat kepala harabeoji itu dan betapa terkejutnya aku mendapati lambang kapal marine dan tulisan dalam bahasa Prancis. ‘morte’ yang artinya Mati.

Tidak, ini tidak mungkin. Pelakunya tidak hanya satu orang. Butuh dua orang atau lebih untuk melakukan hal sekeji ini. Satu orang pertama bisa menusukan pisau biasa ke dalam jantung harabeoji, orang kedua memakai samurai pajangan untuk mencabik dan mengobrak abrik kamar ini, tidak lama setelah itu kemungkinan mereka berdua atau satu orang terakhir membuat lambang ini.

Tapi siapa? Deg! Tibatiba otakku berpikir tentang pembalasan dendam arwah itu. Namun kutepis semua pemikiran itu. Aku tidak akan percaya padahal seperti itu. Hanya orang bodoh yang akan mempercayainya.

“Sooyoung aku menemukan ini.” Aku memalingkan kepalaku dan mendapati Kris yang memberikan sedotan lancip yang biasa ujungnya dipakai untuk menusuk plastik atau tutup dari minuman.

“OMO! Lihat ini!” terdengar pekikkan dari suara Luhan sunbae. Ia menunjuk nunjuk tembok. Aku mendekatinya dan mendapati tulisan morte lagi menggunakan darah.

Aku mendapatkan petunjuk besar. Sebuah kesalahan kecil yang bisa mengakibatkan si pelaku langsung ketahuan. Tapi jika si pelaku benar benar cerdik, ia pasti sudah menggantinya dan yang sebelumnya ia simpan disuatu tempat.

“Sooyoung  kemarilah.” Panggil Sehun oppa.

“Mwo?”

“Jadi begini, alibi seorang ahjussi bertopi hitam dan berkumis yang bernama Go HyunSeok, saat pertama ia kemari ia sudah mendapati harabeoji tengah mengobrol dengan Yang JiSoo. Jisoo ahjussi itu yang memakai kemeja abu dengan rambut pirangnya itu. Mereka tengah membicarakan tentang pembalsan dendam arwah pulau ini. Sementara itu HyunSeok hanya melihat lihat koleksi koleksi harabeoji di kamar ini. Tidak lama setelah itu datanglah Ahn JongHyuk, JongHyuk ahjussi membawa beberapa wine untuk diminum bersama. Tidak lama setelah itu mereka pulang bersama sama dengan arah yang berbeda beda. Saat keluar dari villa, HyunSeok ahjussi melewati arah Utara, sedangkan JiSoo ahjussi  melewati arah barat dan JongHyuk ahjussi melewati arah Timur.” Jelas Sehun Oppa panjang lebar.

“Apa pekerjaan mereka?”

“Go HyunSeok seorang jurnalis terkenal di Jepang. Yang JiSoo seorang pemain Bilyard dan Ahn JongHyuk seorang pembuat peta yang terkenal dan sudah berkeliling dunia sejak ia kecil.”

“Arra. Eo! JiSoo ahjussi, tanganmu kenapa?” Tanyaku saat melihat luka di Jari jempol JiSoo ahjussi.

Ia dengan santai menjawab, “Terluka saat aku bermain Bilyard. Kau tahukan nak? Bermain bilyard itu menggunakan jempol kiri sebagai tumpuan tongkat.”

“Kalau HyunSeok ahjussi bagaimana? Itu Pipimu terluka.”

“Ah ini, ini bekas terkena lemparan mainan anakku. Ia begitu nakal melempar lempar mainannya sendiri, dan tak kusangka ada mainan yang memiliki ujung yang tajam dan bagian itu yang mengenai pipiku.” Jawab HyunSeok ahjussi. Saat aku melirik JongHyuk ahjussi, ia tidak memiliki luka dimanapun

Aku menemukan pelakunya. Tidak salah lagi, aku tahu dia pelakunya. Tapi aku masih belum tahu siapa yang bersengkongkol dengannya.

“Kau menemukan sesuatu?” Tanya Tao Oppa. Aku mengangguk dengan pasti, namun ada sedikit keraguan yang menggerogoti hatiku. Keraguan pelaku kedua.

“Aku sudah menemukan pelakunya.” Jawabku singkat. Sehun oppa dan Tao oppa menepuk nepuk punggungku dengan bangga.

“Keahlian kakekmu benar benar terwariskan padamu. Kami bangga. Jika kau sukses jangan lupa bawa nama kami berdua.” Kata Sehun oppa dengan bangga dan membusungkan dadanya.

“Jangan harap tuan tuan.” Balasku.

“Harap tenang dan dengarkan analisis dari detektif kecil kita,” Sekali lagi kau berkata kecil, kubunuh kau Sehun oppa!

Aku duduk dibangku kayu dan mulai berbicara, “Tepat dua jam sampai satu jam yang lalu, korban terbunuh disini dengan luka luka cabikan yang mengerikan yang diduga duga dari samurai. Disini terdapat samurai yang tergeletak di samping tubuh korban yang diduga samurai pajangan di kamar ini. Itu artinya si korban adalah pengoleksi barang barang antik dan yang lainnya.”

“Awalnya  JiSoo ahjussi datang pertama kemari dan mengobrol dengan korban, tak lama setelah itu datanglah HyunSeok Ahjussi. Karena merasa tidak dianggap dan tidak mengerti pembicaraan, ia melihat lihat koleksi barang barang milik korban. Tak lama kemudian datanglah JongHyuk ahjussi, ia datang membawa beberapa wine dan di habiskan disini. Merasa sudah cukup berkunjungnya, mereka bertiga memutuskan untuk pulang dengan arah yang berbeda beda.”

“Saat pulang, JiSoo ahjussi melewati arah barat yang berarti melewati tangga kuil. HyunSeok ahjussi melewati arah utara yang berarti menuju pantai, dan JongHyuk ahjussi melewati arah timur yang melewati pertokoan kecil.”

Terdengar protesan dari JiSoo ahjussi, “Ayolah cepatlah, siapa pelakunya?”

“Kalau kau bertanya siapa pelakunya, tanyalah pada dirimu sendiri.” Jawabku. Semua mata tertuju pada JiSoo ahjussi. Pelaku pertama terungkap~

“Ne? Maldo andwe! Bagaimana caranya aku membunuh dia?” Protesnya.

“Arah barat. Jika kau melewati arah barat, kau bisa saja memutar melewati hutan kecil dimana letak kamar harabeoji mengahadap hutan itu, yaitu arah barat. Tidak lama setelah itu kau membuka jendela dan menemukan harabeoji tengah mabuk terduduk di kursi yang membelakangi jendela. Kau mengambil samurai dan mencabik-cabik tubuhnya dan kamar ini     

Belum sempat aku melanjutkan kata-kata, JiSoo ahjussi kembali protes, “Tapi nak, aku tidak bisa bermain samurai.”

Aku menghela nafas. Pernyataan JiSoo ahjussi sangat bodoh di pendengaranku, “Kau memang tidak bisa, tapi bukankah kau seorang pemain bilyard? Menggunakan jempol kiri yang artinya memakai tangan kiri sebagai tumpuan. Bukankah jika bermain samurai menggunakan tangan kiri di depan dan tangan kanan di belakang? Awalnya kau mungkin salah memegang sehingga jarimu tergores.”

Ia tertegun mendengar penjelasanku.

“Awalnya kau memukul leher belakang harabeoji dan membuatnya jatuh di lantai, saat harabeoji setengah sadar, ia berusaha melawan dengan mengambil sedotan yang berada di atas meja. Mungkin karena harabeoji tidak sadar sepenuhnya, ujung sedotan itu tidak mengenaimu. Ketika ia terjatuh kau menebas punggungnya. Ia terkapar dan kau mencari kesempatan mencabik cabik harabeoji dan ruangan ini agar terlihat seperti ada pertarungan disini antara kedua samurai profesional.”

Begitulah penjelasanku. Sehun oppa dan Tao oppa menghampiri JiSoo ahjussi dan meminta penjelasan lebih lanjut.

“Tapi bagaimana kau menjelaskan tentang tulisan itu?” bisik Chanyeol.

Gomawo Chanyeol, kalau kau tidak mengingatkanku mungkin aku akan lupa tentang tulisan itu.

“ah~ Gomawo. Siapapun tolong panggilkan halmeoni itu kemari.” Titahku. Dengan malas Kris memutar badannya  dan berjalan keluar ruangan.

Tak lama kemudian halmeoni datang. Wajahnya tampak tegang dimataku.

“Ada yang ingin kutanyakan pada halmeoni.” Kataku. Terlihat halmeoni tampak menegak ludahnya.

“Bukankah kau sedang keluar saat terjadi pembunuhan?”

“Nde.”

“Lalu apa yang kau lakukan setelah kembali?”

Ia mendongakkan kepalanya menatapku, “Memasuki kamar.”

“Halmeoni, kau berbohong.” Ucapku. Ia terkejut bukan main.

“A..Apa?”

“Kau memang pergi, pergi kebelakang jendela menunggu JiSoo ahjussi datang dan bersengkongkol denganmu.”

Ia memicingkan mata sipitnya, “Apa buktinya gadis muda?”

Huuuh~ “Buktinya dari sepatu hak-mu yang berada di tanah dekat jendela. Ada jejak kaki besar dan jejak kaki ber-hak. Mana mungkin seorang namja memakai sepatu layaknya perempuan?”

Ia meyipitkan matanya

“Sunbae, tolong ambilkan alas kaki milik halmeoni.” Entah mengapa aku jadi sering menyuruh orang-orang

Luhan sunbae pergi dan kembali dengan sendal ber-hak milik halmeoni. Dia bawahnya terdapat tanah basah yang menempel.

Aku tersenyum puas dengan hasil analisisku kali ini.

“CUKUP!” Tibatiba halmeoni membentak keras keras membuat semua perhatian tertuju padanya. “BALAS DENDAM! ITU YANG KUMAU! HAHAHAHAHAHA!”

Apa maksudnya? Halmeoni ini tidak waras?

“AKU AKAN MEMBALASKAN DENDAM LELUHURKU. AKU ADALAH KETURUNAN RED MARINE YANG BERMUSUHAN DENGAN KETURUNAN SUAMIKU, BLUE MARINE. AKU MENIKAHINYA UNTUK MEMBALASKAN DENDAMKU. SELAMA INI IA TIDAK TAHU SIAPA DIRIKU SEBENARNYA.HAHAHAH”

“SEDOTAN ITU KUPAKAI UNTUK MENUSUK JANTUNGNYA DAN MENULISKAN MORTE DI DINDING DENGAN DARAHNYA YANG MASUK KEDALAM SEDOTAN. AGAR TIDAK KETAHUAN, AKU MENCUCI SEDOTAN ITU DAN MELETAKANNYA DI DEKAT MAYAT SUAMIKU!”

Suaranya yang tinggi dan bergetar layaknya halmeoni tua bergema di ruangan. Jujur saja saat ini aku masih terkejut dengan suaranya yang menusuk telinga itu.

Tao oppa mendekati halmeoni dan memborgol tangannya.

“TAHAN DULU!” Cegah halmeoni membuatku terkejut lagi saat hendak meninggalkan ruangan.

“Pembalasan ini tidak berakhir sampai disini. Anak muda, kubertahu saja, di kuil terdapat bom yang akan meledak dalam waktu 5 menit dari sekarang. Jika kau tidak segera menemukan bom itu dan mematikannya, teman temanmu akan tewas. HAHAHA! LELUHURKU AKAN SENANG MELIHAT PERTUMPAHAN DARAH DIMANA MANA!”

Aku menggertakan gigi. Amarahku naik hingga ke ubun-ubun.

Aku mendorong halmeoni itu dan memegang erat pundak halemoni yang masih terlihat segar itu.

“KATAKAN DIMANA BOM ITU?” Bentakku mengguncangkan badannya. Ia hanya terdiam dan tersenyum sinis padaku. “SIALAN!”

Saat aku hendak meninju mukanya, sebuah tangan besar menahan lenganku.

“Hentikan. Ini tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih baik kita segera mencari bom itu. Jiyoung dan KaEun sudah berada di kuil sejak tadi. Mereka meninggalkan kita karena bosan menunggu dan takut melihat korban.” Ujar Chanyeol. Ia menarik tanganku dan berlari keluar ruangan.

TIDAK! Kumohon Tuhan, selamatkanlah kedua yeoja itu.

Aku dan Chanyeol berlari bergandengan. Keringat dingin bercucuran di pelipis wajahku. Aku panik, dan aku belum pernah sepanik ini.

Kulirik jam yang menghiasi pergelangan tangan kananku. 3 menit lagi bom itu akan meledak.

Sampailah kami di depan kuil. Terlihat beberapa polisi mengevakuasi orang-orang dan menyuruh mereka pergi dari kuil. Tapi hingga kini aku masih belum bisa menemukan Jiyoung dan KaEun.

“Kau cari Jiyoung dan Kaeun juga yang lainnya. Soal bom serahkan padaku dan petugas yang lain.” Ujarku. Saat aku hendak berlari meninggalkan Chanyeol, ia menahan lenganku.

“Kumohon jangan.”

Kumohon Chanyeol, jangan menahanku. Aku tidak bisa berpikir jernih jika kau menatapku seperti itu, membuatku sulit untuk pergi.

“Dengarkan aku. Tidak ada jalan lain. Aku mengandalkanmu dan selamatkan yang lain. Saranghae.” Entah mengapa badanku bergerak sendiri dan memeluk tubuhnya dengan singkat lalu pergi meninggalkannya.

Kumohon Tuhan. Beri aku kesempatan untuk menolong orang-orang yang kusayangi. Kini aku sudah mengerti apa artinya kehangatan dan orang yang disayangi.

 

Sooyoung POV End

Author POV

 

Sooyoung berlari dengan gontai menuju tempat di kuil yang biasanya di pakai untuk melemparkan logam dan berdoa disana.  Sesekali ia melirik jam tangannya yang menunjukan bahwa waktu hampir habis.

Ia terus memohon do’a pada Tuhan agar segera menemukan bom itu.

Dengan panik ia mendengar sesuatu di dalam tempat kumpulan uang logam yang terkumpul itu. Tempat logam itu berbentuk seperti sumur dangkal yang atasnya di tutupi kayu berlubang (garis) yang hanya bisa dimasuki uang logam.

Tik…Tik..Tik.. Begitulah bunyi yang Sooyoung dengar dari dalam sana.

“ARGH!” Ia mengumpulkan tenaganya pada tangannya dan memukul papan kayu itu dengan tangan kosong.

Namun nihil, usahanya sia sia. Papan kayu berlubang itu begitu kuat hingga kekuatan pukulannya tidak dapat menembus kayu tersebut. Dengan bercucuran keringat ia sekali lagi memutar otaknya mencari cara untuk membongkar papan ini.

Ia ingat bahwa sesungguhnya  ia membawa senter dan sarung tangan. Dengan tergesa-gesa ia membungkus senter itu dengan sarung tangannya.

“Hyaaa!” Pekiknya mulai memukul papan itu dengan senter dan tangannya sekuat tenaga. Terdengar retakan dari papan itu. Sekali lagi ia memukulnya. Papan itu masih belum retak dengan sempurna.

Ia kehabisan akal. Dengan panik ia melemparkan senter itu ke lantai marmer kuil. Ia menghirup udara dan menghela nafas memusatkan kekuatannya pada tangannya.

“Kumohon..” Gumamnya. Dengan satu hentakan ia meninju papan itu.

BRAKK!!

Papan kayu hancur berkeping keping. Terlihat bom waktu yang menunjukkan waktu 20 detik lagi. Otak dan tenaganya benar benar sudah terkuras habis. Dengan sisa tenaga yang Sooyoung miliki, ia mengambil bom itu dan berlari menuju hutan.

Lima         –

Empat        —

Tiga       –

Dua     –

Satu            –

 

 

TBC!

 

Gimana readeers? Absurd yah?;( nah aku bingung nih,
kan habis ini teh aku rencana nya mau bikin last part, nah menurut kalian udah tamat atau the end di part selanjutnya atau terus lanjut ke mister lainnya? dimohon jawabanya ya;;) RCL please~ gomawo annyeong!

21 thoughts on “Sherlock Holmes Academy [Chap’8B] protéger

  1. yuniasoo September 30, 2013 / 6:27 PM

    aigooo eonnii…
    pendekk sekali. masih penasaraaann

    • shafaaazamzammm September 30, 2013 / 6:34 PM

      ngehehe mian, ini teh ngebut nyampur tugas naskah b.indo sama ngapalin buat lomba pmr;(( gomawo udah komen^^

  2. Cho Soohyun September 30, 2013 / 6:27 PM

    Moga2,soo eon slamat,tpi kok halmeoni tdi tga bnuh suaminya sendiri,ckck
    Daebak !!

    • shafaaazamzammm September 30, 2013 / 6:35 PM

      gomawo, nanti aku jelasin di part selanjutnya;;) gomawo udah komen^^

  3. jisoobin September 30, 2013 / 6:47 PM

    Wah jinjja.. petualangannya seru.. serasa ikutan mecahin masalahnya(?) Wkwkwk.. lanjut yah :)) kalo bisa aga panjangin biar puas kekekee.. jangan “the end” dulu.. ditunggu yah klanjutannya..😀 figthing!! Jjang!!😀

  4. hyeritao September 30, 2013 / 7:37 PM

    Waaahhh…
    Akhirnya d post juga..
    Chingu tau gak, pas dnger ff ini dah d post part slanjutnya sya dah kya orng gila teriak2 gaje.. maklum sya sneng bnget sma nih ff…

    Wuu.. tmbah menegangkan dehh ptualangan.y sooyoung ^^
    Ppalli di lnjutin gk sbar lagi nih *kekekeke (terdapat unsur pemaksaan dalam kalimat ini)^^

  5. yeni swisty September 30, 2013 / 8:47 PM

    Chingu, ini ada sebagian part yg di ambil dari komik conannya(?)

    Semoga Soo eon selamet🙂
    Next part di tunggu, jangan lama 2 ya thor😀

    • shafaaazamzammm October 1, 2013 / 6:39 AM

      Ne chingu. Aku ambil yg samurai aja. Tapi yg lainnya jauh berbeda. Hehe gomawo udah komen

  6. WINTERCHAN September 30, 2013 / 8:47 PM

    Aaaa itu bomnya gimanaa? Jadi meledak apa ngga(?)
    pendek nih, lanjutannya panjangin ya🙂 hwaiting! ^^

    • shafaaazamzammm October 1, 2013 / 6:42 AM

      Yabegitulah tunggu saja kelanjutannya eon. Gomawo udah komen^^

  7. elisayoonaddict October 1, 2013 / 5:45 AM

    Seru…🙂

    oh ya kasus cerita-nya diambil dari Komik Kindaichi
    atau Conan?

    • shafaaazamzammm October 1, 2013 / 3:08 PM

      dari komik conan. tapi cuma dikit da. cuma yg samurai nya aja^^ gomawo eon~

  8. miss_sooyoungster October 1, 2013 / 3:07 PM

    Woaahh….
    Kisahnya tmbh seruuu

    Ahhh…gimana itu Sooyoung nya????
    Gk meledak gara2 bom kann????
    AAA….
    Penasarannnnnn

    Chapter selanjutnya cepet yaaaaa

    F.I.G.H.T.I.N.G.!.!.!

    • shafaaazamzammm October 1, 2013 / 3:10 PM

      iyaya sooyoungnya ntar gimana0.0 #authorbaka.
      makasiih chinguu muah;*

  9. wufanneey October 1, 2013 / 7:51 PM

    bomnya itu gimana bomnya aaaa! /paniksendiri/
    terus itu si halmoni gila psikopat tega bunuh suaminya sendiri u.u serem…
    berasa ngerasain petualangannya sooyoung dkk deh, makin seru..
    kira-kira ada berapa chappie lagi ini? moga-moga masih lama ya tamatnya, kekeke ^^

    • shafaaazamzammm October 2, 2013 / 6:25 PM

      ngahahah, entahlah. Kl komennya menipis aku bakal cepetin tamatinnya.😐 /author sadis/ hehe, gomawo udh komen eon

  10. Nadya October 2, 2013 / 4:47 AM

    Yah thor ini mah masih pendek
    Aigoo soo eonn, Jangan mati #Lebay

    Kalo menurut aku sih, terserah author aja mau end dipart selanjutnya atau nanti

    Ditunggu kelanjutannya
    Fighting

    • shafaaazamzammm October 2, 2013 / 6:26 PM

      iya pendek soalnya aku buru buru:|
      okesip, gomawo udah komen^^

  11. rifqoh wafiyyah January 24, 2014 / 11:40 PM

    Jngn smpe soo unnie kna bom andwe…!!
    Soo unnie cpet bnget mchin mslh’a..
    Daebak…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s