Poems For You

A story by Soshinism

—–

Genre: Romance

Rating: PG 15

Length: Ficlet

Cast: Choi Sooyoung, Wu Yifan

—–

I wish you a happy reading

—–

Play this

          First poem for you

Aku tidak pernah tahu caranya menulis puisi

Yang aku tahu hanya ada dua jenis puisi di dunia

Puisi lama dan puisi baru

Aku menulis sebuah puisi baru untukmu

Tak ada kata-kata indah dalam puisiku untukmu

Tak ada kalimat-kalimat bermajas dalam puisiku untukmu

Bahkan tak ada sebuah ke-konstan-an rima dalam puisiku untukmu

Tapi, aku tetap berharap kau akan menampakkan senyummu saat membaca puisi ini

Second poem for you

Kau terlihat cantik setiap hari

Aku bahkan tak bisa menahan otot-otot di wajahku agar tak tersenyum saat melihatmu

Terkadang ada sebuah rasa seperti saat listrik menyengat tubuhmu ketika aku melihatmu tertawa atau tersenyum

Dua hal itu juga mampu membuat sesuatu dalam dadaku berdetak kencang

Hari ini aku tak menulis banyak untukmu

Tapi, kupikir kau akan tetap tersenyum membaca puisiku ini

          Third poem for you

Kau mengucapkan kata itu padaku

‘Halo,’ begitu katamu

Kau mengucapkan kata itu sambil tersenyum padaku

Aku tahu

Mungkin kau merasa aneh dengan sikapku

Sikapku yang selalu memandangimu dari kursi rodaku

Aku tahu

Mungkin kau juga merasa aneh karena aku akan tersenyum sendiri ketika memperhatikanmu dari jauh

Tapi, nyatanya, kau tidak merasa begitu

‘Awalnya iya. Namun, lama kelamaan tidak juga. Mungkin sudah terbiasa,’ itu kau ucapkan saat aku bertanya padamu tadi

Aku senang akhirnya aku mengetahui namamu

Sooyoung?

Benar-benar nama yang indah

Kau sangat pantas dinamai Sooyoung

          Fourth poem for you

Aku harus mengucapkan syukur pada Tuhan

Sejak kau berkata ‘Halo’ saat itu, kita sering bertemu

Sayangnya, mengapa aku harus bertemu denganmu saat di rumah sakit?

Mengapa aku harus bertemu denganmu saat keadaanku seperti ini?

Aku terkadang kesal pada Tuhan

Mengapa Dia tidak memberiku tubuh yang sehat?

Tapi, kau menyadarkanku

Manusia tidak bisa menyalahkan Tuhan

Aku sangat mengingat kata-katamu saat itu

Lalu, aku bersyukur aku menyukai seorang gadis sepertimu

Terima kasih, Choi Sooyoung

         Fifth poem for you

Aku mencintaimu

Aku tidak menyukaimu

Tapi, aku mencintaimu

Aku tidak tahu mengapa mulutku terasa kaku saat ingin mengatakannya

Aku tidak tahu, Choi Sooyoung

Aku harus mengatakannya padamu

Tapi entah mengapa, sampai saat ini aku belum mengatakannya padamu

Jika terus seperti ini

Bagaimana aku bisa tahu perasaanmu padaku?

         Sixth poem for you

Bodoh

Bodoh

Bodoh

Bodoh

Bodoh

Bodoh

Wu Yifan memang seorang yang bodoh

         Seventh poem for you

Aku tidak tahan lagi!

Hari ini aku harus mengatakannya padamu

Harus

Tunggu aku, Choi Sooyoung

Sooyoung menggigit bibir bawahnya dengan kuat saat ia selesai membaca tujuh puisi itu. Tangannya basah bagaikan baru saja tercebur kubangan air. Sambil bergetar, ia meletakkan ketujuh kertas tak terlalu putih itu di meja. Kemudian ia berbaring di kasurnya.

Sooyoung menarik selimut hingga menutupi lehernya. Ia mengusap satu-dua tetes air yang jatuh dari kelopak matanya. Tangannya yang masih bergetar kemudian mulai mendekati tumpukan kertas tadi. Diraihnya satu kertas terakhir yang ia belum baca, lalu tangisannya bertambah keras.

          Eighth poem for you

Para ahli mengatakan bahwa sebuah puisi bebas itu artinya bebas

Kau bisa mengekspresikan emosimu dengan puas

Kau bisa menulis tanpa ada halangan-halangan tertentu

Kau bahkan bisa menulis satu bait puisi yang mempunyai 500 baris atau lebih

Lalu, dengan sesuatu yang baru aku tahu itu, aku menulis puisi ini untukmu

Hal pertama yang ingin dan harus kukatakan padamu adalah, maaf

Maafkan aku

Aku mengingkari janjiku untuk bertemu denganmu

Pasti kau sudah menunggu di sana sangat lama, iya kan?

Kumohon maafkan aku

Sesuatu yang tidak pernah kusenangi terjadi hari ini

Kondisiku melemah

Eomma bilang aku pingsan saat di perjalanan menemuimu

Jadi aku dibawa kembali ke rumah sakit

Eomma bilang aku sempat koma selama seminggu

Apa itu benar?

Itu artinya aku tidak melihat wajahmu selama seminggu

Aku sungguh menyesal

Maafkan aku yang terlalu lemah, Sooyoung

Kumohon maafkan aku

Lalu aku ingin kembali bertemu denganmu

Tapi dokter melarangku

Dia bilang kondisiku masih tidak baik

Ah, sungguh mengesalkan

Choi Sooyoung

Ini hal kedua dan terakhir yang mau kusampaikan padamu

Kau harus tetap kuat ya

Kau harus tetap sering tersenyum

Karena aku sangat suka melihat senyum dan tawamu

Di saat kau tertawa seperti itu

Aku bisa melihat sebuah kepolosan anak kecil di matamu

Itu lucu, kau tahu

Aku tidak tahu kau datang dari mana

Tapi, sepertinya aku tahu jawaban dari pernyataan itu

Kau itu malaikat

Malaikat yang Tuhan langsung kirimkan padaku

Kau bisa membuatku tersenyum setiap hari

Kau bisa membuatku bahagia setiap hari

Itu termasuk tugas malaikat kan?

Ah, Choi Sooyoung

Andai kondisi tubuhku tidak lemah

Andai aku lebih memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanku padamu saat itu

Pasti sudah sejak kemarin-kemarin aku menjadi namjachingumu

Tapi, semua sudah terlambat

Aku hanya perlu menunggu beberapa hari lagi sampai kondisiku kembali sehat

Kemudian aku berjanji aku akan menemuimu saat itu

Aku berjanji

Dan ketika hari itu datang, aku akan mengatakan

Aku mencintaimu

Sooyoung membalik kertas terakhir itu. Sebuah catatan kecil terlihat di sana.

P.S.: Aku tahu ini lebih seperti surat ketimbang puisi. Tapi toh, tak ada salahnya kan? Aku menulis sebuah puisi baru untukmu, puisi yang tak memiliki batas. Puisi yang bisa kau isi semaumu. Sooyoung, saat kita bertemu nanti, katakan padaku bagaimana puisi-puisi ini menurutmu!

 

 

Sudah memasuki hari ketiga semenjak kematian Wu Yifan. Wu Yifan-lah seseorang di balik puisi-puisi itu. Wu Yifan-lah lelaki yang tak pernah tahu bagaimana cara menulis puisi sampai ia bertemu dengan gadis tinggi dan kurus di taman rumah sakit. Wu Yifan-lah lelaki yang mengagumi tiap aktivitas atau raut wajah Sooyoung dari kursi rodanya. Wu Yifan-lah lelaki yang tak kunjung menyatakan cintanya pada seorang gadis yang selama ini selalu menarik perhatiannya. Wu Yifan-lah seorang lelaki yang begitu mencintai Sooyoung hingga akhir hayatnya.

“Wu Yifan..” Suara itu lebih terdengar seperti cicitan tikus daripada suara manusia. Sooyoung kembali tenggelam dalam selimutnya. Kertas terakhir yang baru saja ia baca itu basah akibat keringatnya yang terus menerus keluar. Sooyoung menangis. Badannya bergetar. Matanya berair bagaikan sungai. Hidungnya memerah. Dan bahkan hatinya terasa sangat sakit.

Semua itu pasti sia-sia. Yifan-nya tidak akan pernah kembali. Yifan-nya sudah bersama Tuhan. Yifan-nya sudah tak perlu lagi merasakan sakit yang amat sangat ketika kondisi tubuhnya melemah. Yifan-nya sudah tak perlu lagi repot-repot menemuinya di tempat mereka membuat janji. Yifan-nya sudah tenang saat ini. Yifan-nya sudah pergi dari sisinya. Bahkan lelaki itu pergi sebelum sempat mengatakan bahwa ia mencintai Sooyoung. Ia pergi sebelum Sooyoung sempat membalas perasaan Yifan untuknya. Yifan sudah pergi. Selamanya.

Sooyoung mengeratkan matanya yang masih berair. Kemudian, kala ia membuka mata, sosok Wu Yifan yang sangat ia rindukan ada di sampingnya. Sedang duduk di lantai sambil menggenggam erat tangan kecil nan kurus milik Sooyoung. Yifan terlihat sangat sehat dan bahagia.

“Kau hanya perlu hidup dengan bahagia, Sooyoung,” bisiknya pada gadis itu. Kemudian Sooyoung mengangguk.

“Tidurlah. Kau kelelahan..” ujar Yifan lagi dengan suara yang sangat lembut.

“Aku mencintaimu, Sooyoung.”

“Aku mencintaimu, Wu Yifan.” Kemudian gadis itu terlelap. Sebuah perasaan lega mengantar tidurnya kali ini.

***

Kita tidak pernah tahu kapan jiwa ini akan diambil kembali. Sebelum itu terjadi, pastikan kau sudah melakukan hal-hal berharga dalam hidupmu. Termasuk menyatakan perasaanmu  pada gadis yang kau cintai.

END

Halooooo! Annyeonghashimnikka. Nae ileum-un, Mutia! Atau kalian bisa panggil aku dengan alter-ego ku, Soshinism hehe. Ini ff pertama aku di wordpress ini. Gimana menurut kalian? Aku lagi semangat banget waktu bikin ff ini. Entah kenapa excited aja gitu rasanya. Oh iya, aku minta maaf ya kalo ceritanya ngga sesuai sama yang kalian pengen. Tapi inilah ide yang ada di otakku waktu aku bikin ff ini. Maaf banget karena ff ini sad ending😦 Tapi aku janji, untuk ff-ff yang selanjutnya, aku bakal bikin happy end hehe. So, tell me whaddaya think about my story! xD

Oh iya, jangan panggil aku eonnie atau kak ya bagi kalian yang umurnya 15 ke atas😀

26 thoughts on “Poems For You

  1. kenianurasha September 14, 2013 / 10:00 PM

    daebak banget ffnya (y)
    ternyata akhirnya sad ending T.T

    • Soshinism September 14, 2013 / 10:22 PM

      Thanks ya udah mampir sekedar untuk baca dan komen dan bahkan kamu nge-like ff aku😀

  2. Anna Choi September 14, 2013 / 10:24 PM

    sad ending :‘(
    Tapi overall tetep suka😄
    ff lainnya ditunggu dengan soo-pairing yang lain juga😀

    • Soshinism September 15, 2013 / 7:28 AM

      Iyaa maaf yaa😦
      Makasi udah baca dan komen😀
      Siap! xD

  3. safira faisal September 15, 2013 / 12:28 AM

    yaa sad ending :”( . Ff nya kereeen, ternyata kris penyakitan. Sooyoung sakit juga ya? Tapi sakit apa? Ko ga dikasih tau, kris meninggal karna sakit apa juga ga dikasih tau

    • Soshinism September 15, 2013 / 7:29 AM

      Makasi udah baca dan komen yaaa!
      Eh sumpah kata-kata kamu jleb banget (baca: penyakitan)-___-
      FF ini emang sengaja nggak aku perjelas detailnya, memang biar kaya gitu hehe^^

  4. syaffinhumaira September 15, 2013 / 6:30 AM

    aa bagus bagus >.<😀
    mau mewek tapi gabisa thor T_T
    lanjutin ya thor, nice ff🙂

    • Soshinism September 15, 2013 / 7:30 AM

      Kenapa mau mewek tapi nggabisa?-_- Udah mewek aja~
      Makasi yaa udah baca dan komeen😀
      Oke siap! xD

  5. Nadya September 15, 2013 / 8:15 AM

    Sad ending😥

    Ku kira Sooyoung Pov semua. Ternyata Kris Pov semua

    Ahhhh keren
    Nice FF

    So, pasti ditunggu banget nih FF karya Author lainnya. Terutama cats-nya sookris. Hehe
    Fighting!!!

    • Soshinism September 15, 2013 / 8:49 AM

      Iyaa maaf yaaa😦
      Itu sebenernya Author POV semua sih, bukan kris atau sooyoung pov._.
      Makasiyaa udah baca dan komen🙂
      Oke, fighting! xD

  6. shafaaazamzammm September 15, 2013 / 10:56 AM

    huaaang ffnya bikin aku nangis:””” keren banget thor huks huks:”” ditunggu ff lainnyaa~ ff author kece badaiii :”))) /masih nangis/ fighting!!!^o^ /usap ingus/

    • Soshinism September 15, 2013 / 12:51 PM

      Waaa maaf yaa bikin kamu nangis sampe pas komen aja masih nangis hehe. Makasi yaa udah baca dan komen. Siap! xD

  7. wufanneey September 15, 2013 / 2:52 PM

    omaigawd kris ngenes banget hidupnya,
    dia keburu pergi padahal dia belum tau perasaan sooyoung ke dia😥

    • Soshinism September 15, 2013 / 5:53 PM

      Haloo haha kesian banget ya Kris sakit gituan
      Makasi udah baca dan komen yaa🙂

  8. anita sy September 15, 2013 / 7:51 PM

    bner2 nyesek…..hiks2.daebak chingu..

    • Soshinism September 27, 2013 / 4:42 PM

      Waa makasi ya udah sempet baca🙂
      Maaf bikin nyesek kamu hihi😀

  9. faramochi September 16, 2013 / 3:42 PM

    Omegat,daebak :3
    Kasian deh😦,ditunggu ff lainnya

  10. shin hyun young September 16, 2013 / 9:34 PM

    aahhhh nangis… sad ending.. but nice ff

    • Soshinism September 27, 2013 / 4:44 PM

      Waaa maaf bikin kamu nangis😦
      Makasi ya udah baca🙂

  11. Choi_Reni407 September 17, 2013 / 10:34 PM

    Sedih.. Tp ceritanya bagus kok. Daebak saeng

  12. thelittleshikshin September 18, 2013 / 8:19 PM

    FF ini…… FF ini….. sukses bikin aku nangis *cry a river*

    huweeeee <– (anggep aja ini mewek) sedih ;___; but it such a nice story authorssi, two thumbs up for you ;___;)b

    • Soshinism September 27, 2013 / 4:45 PM

      Huaaa maaf ya bikin kamu nangis gituu😦
      Makasi udah baca hehe xD

  13. andryani July 25, 2014 / 6:05 PM

    ahhh sad ending :’)
    kenapa kris nya harus mati😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s