Unexpected Love [OneShoot]


exo_m___luhan__snsd___sooyoung_by_anna06i-d4xt6ud

Cast : Choi Sooyoung, Xi Luhan
Other Cast : EXO and SNSD Member
Length : Oneshoot
PG : Semua umur
Disclaimer : Castnya milik Tuhan dan orang tua mereka masing-masing, author cuman minjem

LET’S GO READ !

-All this Story is Sooyoung POV-
Hai, namaku Choi Sooyoung, salam kenal semuanya. Sekarang aku duduk dibangku SMA kelas 10 atau kelas 1 bisa dibilang ini adalah awal aku masuk SMA, SMA favorit yang memang sudah aku idam-idam kan selama ini.

Aku memiliki kisah cinta yang tidak diduga alias Unexpected Love, dan mungkin bisa dibilang menyedihkan, mengharukan, romantis di masa-masa SMA ini, sampai sekarangpun aku tidak bisa memahami dengan benar kisah cintaku ini. Aku mempercayai bahwa semua ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Dimulai dari sinilah berawal semuanya..

Awalnya aku menyukai kakak ketua MPK di sekolah ku, namun itu tak berkunjung lama, karena aku sadar aku menyukai kaka itu karena fisiknya saja, dan aku juga sadar bahwa aku hanya mengaguminya saja. Namanya Kim Suho.

“cepat dek!! Jangan lelet! Udah jam berapa ini hah?! Gak punya jam dirumah ya?!” teriak senior yang kini sedang meneriaki juniornya

“cepet dek! Lelet banget ya ampun!” timpal salah seorang lagi Aku berlari sangat cepat ketika mendengar suara teriakan para senior yang sekarang sedang memberikan azab bagi aku dan teman-teman seperguruanku.

Yah, aku sekarang sedang menjalani MOS selama 1 minggu di sekolah baruku ini.

“sekarang letakkan tas kalian semua dibawah! Dan pasang atribut untuk memulai upacara pembukaan MOS ini” perintah senior lelaki berwajah sangar yang bernama Hwang Zi Tao alias Tao sunbae

“siap baik sunbae!” jawab semua siswa serempak termasuk aku Upacara dimulai dengan sangat khitmat dan tertib. Begitupun aku yang ikut menjalankan upacara ini dengan tertib. Sampai selesai upacara, kaka senior kami langsung memeriksa atribut dan teka-teki yang kami bawa. Ada yang dihukum karena atributnya tidak lengkap ada juga yang dihukum karena salah membawa teka-teki makanan dan minuman.

Aku mulai gugup karena seorang senior laki-laki menuju kearah ku yang aku yakini dia ini yang akan memeriksa semua atributku.

“turunkan tasnya” perintah senior lelaki ini

“baik sunbae” jawab ku gugup “hemm..”

Setelah lama memeriksa atributku, dia kemudian memandangku, aku kaget.. ternyata kaka senior ini tampan sekali, aku jadi tidak konsen dibuatnya.

“atributnya sudah bagus! Ya sekarang apa jawaban teka-teki makanan dan minumannya?” tanya senior itu

“eng.. minumannya nestle dan nasi goreng kecap plus telor mata sapi sunbae” jawab ku

“emm.. benar atau gak ya?” tanya sunbae itu lagi kepadaku berusaha membuatku ragu dengan jawaban teka-tekiku

“eng.. sepertinya, tapi sepertinya memang benar” jawab ku percaya diri

“haha, ya! Benar, sekarang kamu kedepan bawa atribut ini” jawab sunbae itu lagi

“jinjja? Khamsahamnida sunbae” jawab ku senang, lalu baris kedepan

“em, cheonmaneyo” jawab sunbae itu dan berlalu pergi

Batinku mengatakan, siapa nama sunbae tadi, dia sangat tampan,ku rasa aku menyukainya, tapi menyukai dari segi fisik saja, jadi bisa aku simpulkan ini hanya sebuah rasa mengagumi saja.

Setelah kejadian itu, 1 minggu berlalu sudah MOS yang ku alami. Aku berusaha mencari nama kaka senior yang ku kagumi itu dan untungnya aku mendapatkan namanya, ternyata dia Ketua MPK di sekolahku namanya Kim Suho. Jadi setiap kali aku bertemu dengan Suho sunbae, aku pasti akan senyum dan langsung menyapanya, bisa dibilang dia adalah idolaku di SMA ini, hahaha.

Dan kini, aku menempati kelas baru ku yaitu kelas 10-B , dan tentunya aku memiliki teman baru juga.
Yah awal-awal memang aku kalem, karena masih belum mengenal satu sama lain, tapi dengan seiring berjalannya waktu kami semua mulai mengeluarkan sifat asli kami yang ribut, suka membully tetapi membullynya dalam artian bercanda, genit, centil, ngeselin, rame, lucu, baik, kalem, dan lain-lain semuanya ada di kelasku haha, aku sangat senang bisa bersama mereka dikelas yang sama, andaikan kami satu kelas lagi nanti pada saat kelas 11, sayangnya kami semua mempunyai tujuan jurusan yang berbeda, ada yang ingin IPA dan IPS, sedangkan aku sendiri ingin mengambil jurusan IPS karena kuliah nanti aku ingin mengambil jurusan ekonomi.

Walaupun aku berbaur dengan semua teman sekelasku, namun pasti ada yang paling dekat, seperti aku, aku dekat dengan 3 orang temanku yaitu , Taeyeon, Yuri, Jessica. Mereka bertiga sangat baik denganku, paling bisa mengerti aku, dan aku sangat senang mempunyai sahabat seperti mereka.

Yah, begitulah kisah pertemananku, selanjutnya kisah percintaanku, aku tertarik dengan sunbae yang lebih tua denganku sekitar 2 tahun atau bisa dibilang dia masih kelas 12. Aku menyukainya karena, kami satu ekskul, dan perasaan sukaku ini berbeda dengan rasa suka ku kepada Kim Suho, namanya Xi Luhan kelas 12 SMA sama seperti Suho sunbae dia dulunya inti OSIS yang terkenal di kalangan perempuan maupun laki-laki, karena Luhan sunbae orangnya sangat friendly, semua teman-teman dikelasku mengetahui perasaanku terhadap Luhan sunbae, tetapi mereka semua hanya sebatas tau dan tak jarang jika ada sesuatu hal yang berhubungan dengan Luhan sunbae mereka semua membully ku, sangat menyebalkan, tapi begitulah serunya di kelasku, keseruan yang mungkin tidak aku dapatkan dikelas-kelas lainnya.

“Sooyoung-ah! Kesini cepat! Ada Luhan sunbae!” teriak Yuri temanku

“mana?! Jangan membohongi aku ya!” ancam ku

“itu benar!” jawab Yuri sambil menunjuk ke arah dimana dia melihat Luhan sunbae

“ahh benar.. tapi.. dengan yeoja?” tanyaku bingung

“iya ya, tumben, biasanya Luhan sunbae bersama Sehun sunbae dan Chanyeol sunbae, tumben dengan yeoja” ucap Jessica menambahkan

“atau jangan-jangan.. mereka.. paa..” ucap Taeyeon menggantungkan kalimatnya

“gak mungkin ah! Luhan sunbae alim, mana mau dia pacaran, huh, mungkin itu cuman temannya! “bentakku karena merasa kesal

“hahaha! Cemburu ya?! Belum jadi pacar aja udah cemburu gimana kalau jadi pacar?” tanya Jessica makin memanasi ku

“huftt, aku tidak cemburu, hanya sedikit nyesek saja” jawabku pasrah

“itu sama saja” jawab Yuri

“beda! Tulisannya saja beda!” jawab ku

“haaaaaaiisshh!!” desah Jessica, Taeyeon dan Yuri bersamaan aku hanya mesem-mesem saja melihatnya

Ya, aku cemburu mungkin, tapi kenapa? Aku kan bukan siapa-siapa Luhan sunbae, aku hanya seseorang yang menyukainya dalam diam, tanpa dia ketahui.

-Pulang Sekolah-

“Soo! Bareng kajja!” teriak Taeyeon

“hem? Iya ayo cepat, Sica dan Yuri mana?” tanya ku

“mereka pulang bareng, tapi sebelumnya ada yang diselesaikan dulu katanya” jawab Taeyeon agak ngos-ngosan karena berlari mengejarku

“ooh, yasudah ayo, lewat sini aja sekalian modus ya hihihi” canda ku

“dasar tukang modus genit!” ejek Taeyeon

“hahaha weee” jawabku sambil melet kearah Taeyeon

Ya, aku memang suka modus alias curi-curi pandangan saat pulang sekolah, karena melewati Ruang Osis dan biasanya Luhan sunbae berkumpul bersama teman-temannya disana. Tetapi, saat aku ingin pulang sekolah bersama dengan Taeyeon aku mendengar suara Luhan sunbae samar-samar dekat dengan Ruang Osis, karena penasaran aku dan Taeyeon memutuskan untuk menguping sedikit pembicaraan Luhan sunbae.

“Loh? Itu bukannya Im Yoona sunbae? Ngapain sama Luhan sunbae berduaan disini?” tanya Taeyeon

“mollayo Taeng, makannya dengerin dulu, tapi.. itu yeoja yang tadi waktu istirahat bareng Luhan sunbae juga kan ya?” tanyaku pada Taeyeon

“iya, namanya Im Yoona alias Yoona, aku lupa ngasih tau kamu hehe, Yoona sunbae itu terkenal, dia cantik, baik, pinter lagi, yah setara dengan Luhan sunbae” jawab Taeyeon

“oya? Hmm.. apa sih yang mereka omongin, kok serius banget, cuma berdua lagi”

“jangan cemburu Soo, haha” ejeknya

“aniyo Taeng~” jawabku mencibir

Aku dan Taeyeon mendengar percakapan mereka, dan yang paling menusuk adalah ketika Yoona sunbae mengatakan

“Luhan-ah, naega jowaheyo (aku menyukaimu)” ujar Yoona sunbae

“mwo? jadi kesini hanya membicarakan itu?” tanya Luhan sunbae

“em, mian kalau menganggumu ” jawab Yoona sunbae

“gwenchana.. yah baiklah……” Luhan sunbae menjawab itu kemudian mengambil nafas sepertinya

Zess! Hatiku serasa sedang diinjak, ditekan, ditindih, dipukul, semuanya lengkap! Rasa sakit itu muncul seketika, setelah mendengar itu aku langsung berlari meninggalkan Taeyeon sendiri yang memanggil namaku tanpa ku hiraukan, aku langsung menunggangi motorku dan membawanya dalam kecepatan diatas rata-rata alias ngebut. Aku sangat kesal dengan percakapan yang tadi, dan bodohnya aku tidak mendengar apa lanjutan percakapan mereka tadi, yang jelas aku berpikir mereka berpacaran setelah Luhan sunbae menjawab “baiklah” tadi, aku tidak tau baiklah menerima atau yang lain, yang jelas aku terus melaju membawa motorku tanpa tujuan, disaat seperti ini aku hanya ingin menenangkan hatiku dulu.

-2 minggu setelah kejadian-
Teman-temanku sudah mengetahuinya, dan sekarang mereka sudah tidak lagi mengejek atau membullyku dengan sebutan “HanSoo” lagi, karena aku sudah mengatakan aku ingin Move On dari Luhan sunbae

“Soo, menurutmu Luhan sunbae sungguh berpacaran dengan Yoona sunbae” tanya Yuri

“tau deh, males ah bahas dia” jawab ku jutek seketika

“Yul, Sooyoung kalo ngomongin Luhan sunbae pasti bakal jutek atau bahkan gak nanggepin” ucap Taeyeon

“tapi menurutku, selama 2 minggu ini tidak ada gosip-gosip bahwa Luhan sunbae memiliki pacar, hanya ada gosip ada yang menembak Luhan sunbae, dan itu pun gak ada yang tau siapa yang nembak” jawab Yuri

“eh iya Soo, bener juga” timpal Jessica

“Adduh! Kalian ini, aku tidak mau membahas Luhan sunbae lagi! Aku ingin move on! Jelas-jelas dia bilang “baiklah” kan?!” jawabku emosi

“tapi “baiklah” nya disini apa? Baiklah menerima atau baiklah terima kasih karena Yoona sunbae sudah menyatakan perasaannya kepada Luhan sunbae? Ambigu sekali” jawab Jessica

“nah!” ucap Yuri

“betul itu! Kemaren malah langsung ditinggalin lari, huuu~” ucap Taeyeon

Aku terdiam, memang ada benarnya sih kata Jessica, tapi setidaknya aku jadi ingin memastikannya sendiri.

“sudahlah, aku akan memastikannya sendiri sajalah” jawabku

-Pulang Sekolah-
Tap..tap…tap.. aku melangkahkan kakiku ke parkiran belakang sekolah, karena aku ingin cepat-cepat pulang dan merebahkan tubuhku, namun ternyata ada hal yang tidak terduga yang harus aku alami.

Aku melihat seorang lelaki tampan yang sedang kebingungan meratapi sepeda motornya, aku terdiam dan mencerna wajah serta postur tubuhnya. Ya benar! Dia adalah Luhan sunbae, dengan sangat percaya diri aku menghampirinya, entah setan apa yang merasuk kedalam tubuhku sehingga aku berani menghampirinya.

“Luhan sunbae? Motornya kenapa?” tanya ku selembut mungkin

“ah, Sooyoung, ini motorku bensinnya habis, tidak bisa jalan” jawab Luhan sunbae sambil mengusap belakang lehernya yang menurutku sangat manis (?)

Tapi tunggu.. kenapa? Kenapa dia tahu namaku?! Aku kan tidak pernah berkenalan dengannya?! Baiklah, aku akan menyimpan pertanyaan ini, dalam situasi seperti ini tidak mungkin aku menanyakan hal konyol seperti itu, siapa tau dia tahu namaku karena temannya memberitahunya mungkin.

“bagaimana kalau ikut aku saja sunbae? Nanti sunbae ambil bensin sama corongnya terus isi kesini” jawab ku

“hah? Tidak merepotkan? Jadi kita cari bensin dulu kan? Terus balik ke sekolah gitu?” tanyanya lagi

“iya sunbae, gwenchana, santai saja denganku hehe” jawab ku sambil tersenyum manis

Entah aku yang ke GR-an atau apa, sewaktu aku senyum, Luhan sunbae semacam.. SALTING? Huwat!? Dan itu membuatku sangat gugup. Okey, ini hanya sekedar pemikiran yang lewat. Abaikan.

“yasudah kalau tidak merepotkan, tapi biar aku saja yang bawa” jawab nya antusias

“ah? Ne sunbae, aku ikut saja” jawab ku sambil tersenyum lagi

Akhirnya, kami berdua aku dan Luhan sunbae pergi sebentar mencari bensin di sekitar jalanan situ juga, dan syukurlah dapat, setelah dapat kami lalu kembali ke sekolah untuk mengisi bensin Luhan sunbae, aku senang sekali hari ini, berdua dengan Luhan sunbae dalam waktu yang menurutku lama, karena kami berkeliling mencari bensin sambil bersenda gurau dan lain-lain. Setelah sampai di sekolah Luhan sunbae mengucapkan terima kasih padaku, dan dia mengajakku untuk pulang bersamanya walaupun kami membawa motor masing-masing dan tidak berboncengan, tapi berboncengan sewaktu mencari bensin itu saja sudah membuatku sangat senang.

“Khamsahamnida Sooyoung” ucap Luhan sunbae sambil tersenyum, senyumannya mampu membuatku selama beberapa detik tercengang dan senyumannya membuat es yang tadinya membeku di hatiku kini mencair

“i..i..yaa.. haha.. cheo..cheonmaneyo sunbae, senang bisa membantu” jawabku sambil cengengesan

“em, bagaimana kalau pulang bersama? Sekalian aku ingin tau rumahmu dimana, boleh?” tanya Luhan sunbae yang berhasil membuatku melayang

“bo..boleh sekali sunbae! Ayo sunbae!” ajakku bersemangat

Kami pulang bersama-sama, Luhan sunbae mengantarku hanya sampai di muka Komplek perumahanku saja, ternyata jarak rumah kami tidak jauh, dan bodohnya kenapa aku tidak menyadarinya. Aku berpamitan pada Luhan sunbae, sesampainya dirumah, aku pulang dengan wajah yang sulit digambarkan, perasaan senang, ragu, sedih, tumbuh diwajah dan perasaanku sekarang.

Setelah kejadian itu, Luhan sunbae meminta nomor handphone ku dan setiap malam dia mengirimku pesan alias sms, yah macam-macam lah yang kami bahas, tetapi jika kami berdua sama-sama sibuk kami memutuskan untuk tidak smsan beberapa hari dulu, kami menjadi dekat. Tapi hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui kedekatan kami, ketiga sahabatku pasti tau karena aku menceritakannya kepada mereka.

3 bulan berlalu, aku sadar bahwa banyak orang-orang yang mulai mengintrogasiku. Mereka menanyakan apakah aku berpacaran dengan Luhan sunbae, tentu saja aku menjawab tidak, karena itu sangat imposibble. Namun ketiga temanku berkata bahwa “tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini Soo” kata-kata itu membuatku berfikir apa Luhan sunbae memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak?

Aku memutuskan untuk mengajak Luhan sunbae bertemu sehabis pulang sekolah membicarakan semuanya, yah semuanya.. aku membutuhkan kepastian darinya.

-Sepulang Sekolah di Taman Belakang-
“Luhan sunbae!” teriakku
“Oh, Sooyoung-ah” jawabnya sambil melambaikan tangan

“ada yang ingin aku bicarakan dengan sunbae, duduk sunbae” ajakku ramah

“em, apa? Tentang gosip yang beredar?” tanya Luhan sunbae

“eh? Kok tau? Dukun ya?” tanya ku bercanda

“iya dukun, jadi hati-hati denganku, aku bisa saja menyantetmu wee” jawab Luhan sunbae sambil melet

“haha, yah.. jadi bagaimana?” tanyaku

“apanya yang bagaimana?” jawabnya

“bukannya sunbae berpacaran dengan Yoona sunbae? Apa sunbae tidak risih? Dan ditambah lagi aku tidak enak dengan Yoona sunbae” ceplos ku langsung

“mwo? berpacaran?! Dengan Yoona?! Hahahahahahahahahaha!!!!! Tau darimana kau bocah? Aniyo, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya hanya sebatas teman dekat hahahaha!” jawab nya sambil tertawa nyaring

“kenapa sunbae tertawa? Tidak ada yang lucu sunbae. Lalu yang kemarin itu..?? ” tanyaku bingung

“kemaren apa? Kau mengintipku eoh?! Ngaku kau! ” tuduhnya sambil menunjuk mukaku

“hehehe, sedikit sunbae, jangan marah hahaha” jawabku sambil membentuk huruf V ditanganku

“haha kau ini, tidak pacaran, mungkin kau salah paham, aku tidak ada perasaan apa-apa dengan Yoona, dia menembakku, aku tolak baik-baik, dan masalah kenapa aku sering berdua dengannya, aku tidak enak saja tiba-tiba menjauhi dia, jadi aku sepakati hubungan kami Cuma sebatas teman dekat” jawabnya panjang lebar

“ohh..” jawabku seadanya “dasar Choi Sooyoung babo! Harusnya dengerin sampai habis, hufft.. syukurlah ternyata mereka tidak pacaran” batinku

“lalu, apa ada orang yang sunbae suka?” tanyaku

“tentu, tapi.. sebentar lagi, kami berpisah” jawabnya

“hem.. nyatakan saja dulu sunbae, daripada sunbae menyesal, urusan pisah ya.. sunbae suruh tunggu saja hihihi” jawabku sambil nyengir, walaupun dalam hati nyesek karena sudah ada yeoja yang Luhan sunbae suka

“jinjja? Apa dia mau menungguku” tanyanya polos

“pasti mau! Eung, masa dia berani menolakmu yang sangat perfect ini haha, memang apa yang sunbae suka darinya?” tanyaku ingin tau

“kau ini, aku suka kepolosannya, keramahannya, kebaikannya, kelucuannya, ke… yah pokoklah suka semua lah.. sudah kira-kira hampir 1 tahun aku menyukainya bisa dibilang aku ini secret admired” jawabnya

“mwo?! 1 tahun?! Secret admired?! ” teriakku kaget “aku juga menyukai sunbae hampir 1 tahun dan aku adalah secret admired Luhan sunbae” batinku

“haha ne” jawab Luhan sunbae santai

“a..ahh..iya..hehe.. hmm.. yaudah daripada di pendam, nyatakan saja langsung waktu perpisahan, sekarang juga boleh” ucap ku seperti orang bodoh

“sekarang? Sangat tidak romantis, nanti saja waktu perpisahan” jawabnya

“haha terserah sunbae saja deh” jawab ku sambil tersenyum pahit

Setelah percakapan itu kami memutuskan untuk berdiam diri sejenak, kemudian Luhan sunbae mengajakku pulang, kami pun pulang bersama seperti biasa walaupun menggunakan sepeda motor masing-masing Luhan sunbae sering mengajakku pulang bersama, karena menurutnya jika pulang bersama teman itu lebih menyenangkan, yah aku hanya menurutinya saja, itung-itung aku sekalian PDKT mungkin haha, tapi mungkin usahaku selama ini sia-sia, karena ada cewe lain yang disukai oleh Luhan sunbae, dan aku akan melihatnya di perpisahan nanti, sungguh mengenaskan

2 bulan kemudian
Sewaktu 2 bulan berlangsung, aku dan Luhan sunbae sama sekali tidak ada konek-konek dikarenakan Luhan sunbae yang mengadakan UN, jadi mau tidak mau aku tidak bisa menghubunginya dan tidak bisa pulang bersama 2 bulan terakhir ini, sampai saatnya tibalah hari dimana perpisahan itu ada.

-Hari Perpisahan-

Hari perpisahan pun tiba, ini adalah saat-saat yang paling tidak siap aku tunggu, karena mungkin sebentar lagi Luhan sunbae akan menyatakan perasaannya pada yeoja yang ia suka selama 1 tahun itu.

Perpisahan ini tepatnya di adakan di sekolah saja karena kebetulan sekolah kami bangunannya megah jadi di adakan di sekolah. Baiklah, disini semua siswa-siswi pastinya berpatisipasi dalam acara ini, rugi kalau tidak datang ke acara ini katanya, karena banyak hiburan yang menarik yang tidak boleh dilewatkan. Tetapi tidak untuk guru-guru, semua guru tidak datang dan hanya datang pada saat acara kedua nanti pada hari Minggu, hari ini hanya acara perpisahan khusus senang-senang untuk siswa-siswi di sekolahku mungkin.

Perpisahan ini sangat meriah, ada bintang tamu lokal juga yang datang turut meramaikan acara ini, aku dan ketiga temanku Yuri, Jessica dan Taeyeon bersenang-senang di acara ini, dan tidak lupa kami berfoto ria lalu meuploadnya ke instagram masing-masing haha, ya begitulah kebiasaan remaja jaman sekarang haha.

Sampailah kami pada acara puncak, aku melihat Luhan sunbae bersama kelima temannya bernyanyi sebuah lagu romantis berbahasa inggris. Suara Luhan sunbae lumayan bagus lah untuk menyanyikan lagu sulit seperti itu menurutku. Aku melihat dengan seksama, sambil tersenyum membayangkan.. jika saja lagu itu untukku, aku mungkin sudah melayang ke awan tingkat paling tinggi menuju puncak akrobatis *oke abaikan*.

Setelah selesai, semua orang yang ada disini bertepuk tangan, termasuk aku, mungkin aku adalah orang yang paling keras tepuk tangannya daripada yang lain haha. Setelah itu, Luhan sunbae berbicara sedikit tentang perpisahan kali ini, maklum lah dia mantan inti OSIS sekolahku jadi berbicaranya sangat fasih dan bagus.

Tetapi, ada suatu hal yang membuatku kaget.. Luhan sunbae mengatakan..

“mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan tentang perpisahan kali ini, dan di acara ini, saya ingin mengatakan bahwa saya menyukai seorang yeoja selama 1 tahun belakangan ini, dia adik kelas, saya mengatakannya didepan banyak orang karena saya ingin dia tidak akan pernah bisa melupakan momen ini di memori kehidupannya.. saya menyukainya apa adanya, karena dia baik ,lucu, polos, pintar dan.. yah semuanya saya suka mungkin. Mungkin ini hal aneh saya membicarakan tentang cinta karena tidak biasanya saya membicarakan hal semacam ini, tapi untuk yeoja ini saya harus memperjuangkannya.. dan karena dia saya berani mengucapkan ini semua didepan umum yang sangat memalukan mungkin, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi keputusan saya” ucap Luhan sunbae panjang lebar

“memang siapa yeoja itu Luhan?” tanya Yoona sunbae yang mimik wajahnya kini terlihat menahan amarah

“iya siapa Han?” tanya Tiffany sunbae yang tak lain adalah teman Yoona sunbae

Kini suasana perpisahan ricuh seperti sedang ingin demo. Dan sejujurnya, aku juga penasaran siapa sebenarnya yeoja itu dan aku berpikir beruntung sekali orang yang disukai Luhan sunbae, apalagi Luhan sunbae berani menyatakan perasaannya dihadapan semua orang yang aku yakin membuat Luhan sunbae malu.

“yeoja itu…” ucapnya menggantung seperti sedang mencari dimana yeoja itu berada

Aku sepertinya tidak sanggup untuk mendengarnya, namun disaat aku hendak pergi dari situ

“Sooyoung..Choi Sooyoung yeoja itu..” jawabnya yang membuat aku sangat amat terlonjak

Aku terlonjak kaget, apa?! Itu apa dia bilang?! Dia menyebut nama siapa?! Alhasil semua orang mengarahkan pandangannya padaku, yang membuat ku ingin pingsan ditempat, karena tidak menyangka sama sekali seseorang yang perfect seperti Luhan sunbae menyukaiku seorang yeoja biasa yang hanya bisa melihat dan menyukainya dari jauh saja.

Aku pun menunduk, ketiga temanku pun tidak kalah kagetnya mendengar pengakuan Luhan sunbae, mereka bertiga mengerubungiku untuk melindungiku dari amukan fans-fans Luhan sunbae (?), karena mungkin mereka bertiga berpikir bahwa setelah ini aku dihajar habis-habisan oleh semua yeoja sesekolahku. Hufftt..

“yah berkat Sooyoung, saya berani mengatakan ini didepannya dan didepan semua orang, kalau kau bertanya kenapa aku menyatakannya baru sekarang, itu karena sebenarnya aku ingin langsung datang ke orang tuamu nantinya dan berencana memendam perasaan ini sampai waktunya tiba, tapi karena omonganmu benar, semua yeoja pasti ingin kepastian dari namjanya.. dan seharusnya aku tidak menyatakan ini didepan semua orang, tapi karena aku ingin kau yakin denganku, jadi aku menyatakan perasaan ini dihadapanmu dan dihadapan semuanya.. jadi bagaimana Choi Sooyoung? Kau mau menungguku sampai aku memiliki pekerjaan tetap dan berpenghasilan cukup, lalu aku akan datang kepada orang tuamu” ucapnya panjang lebar

Aku syok! Aku sangat… sangat ingin pingsan di tempat, tapi tidak bisa! Aaaa!! Bagaimana ini?! Apa aku mimpi atau sungguhan?! Seseorang tolong sadarkan aku! Dan benar saja, Taeyeon memukul lengan kananku yang membuat aku tersadar bahwa.. INI KENYATAAN!! Luhan sunbae lalu turun dari panggung dan sepertinya mendatangi dimana aku beranjak sekarang. Kami berpandangan selama beberapa detik lalu Luhan sunbae mengeluarkan senyuman mautnya (?) untukku, aku tersenyum seperti orang bodoh mungkin karena aku benar-benar masih belum bisa menerima kenyataan yang membuatku sangat amat bahagia. Luhan sunbae tersenyum padaku dan kemudian pergi diikuti keempat temannya dibelakang yang melihat kearah ku dan mereka semua tersenyum kepadaku. Aku hanya diam menerima semua perlakuan ini.

Setelah hening sejenak, Yuri bertepuk tangan sendiri kemudian diikuti oleh semua orang yang ada disini, mereka semua bertepuk tangan dan suasana perpisahan kembali seperti semula. Aku memutuskan untuk berjalan ketaman belakang sekolah, ingin menenangkan diriku sejenak, Yuri, Jessica dan Taeyeon membiarkan aku pergi sendiri karena mereka yakin bahwa Luhan sunbae akan menemaniku.

-Taman belakang-

“sendirian nona cantik?” sapa seorang namja yang suaranya sangat familiar bagiku, yah itu suara Luhan sunbae

“eh? Em..eh..anu..itu.. anu.. ne mmmhh” jawabku kikuk sambil menggaruk tengkuk leherku yang ku pastikan tidak gatal

“tidak usah kikuk seperti itu, keep calm saja haha” jawabnya tertawa

“emm.. sunbae..sunbae serius dengan yang tadi itu?” tanyaku gugup

“menurutmu? Untuk apa aku mempermalukan diriku seperti tadi, kalau aku tidak serius?” jawabnya

“em, benar juga.. yos! Aku akan menunggu sunbae sampai kapanpun! Percaya padaku haha” jawabku sambil tertawa

“haha.. yah lucu ya endingya jadi seperti ini.. hmm… tapi aku usahakan kita tidak akan hilang komunikasi, dan aku usahakan kita bakal bisa bersama-sama terus, sampai akhirnya aku mempunyai pekerjaan tetap, dan bisa membiayai semuanya, aku datang ke orang tuamu, minta persetujuan haha” jawabnya sambil tertawa

“sunbae berpikir kejauhan.. aku kan masih kelas 10 sunbae, masih bocah, masih labil, yang ada sunbae yang tidak kuat menungguku” jawabku

“kalau kehendak Tuhan kita berjodoh, ya.. aku pasti betah menunggumu, aku kan sudah 18 tahun, masalah cinta tidak mau main-main lagi” jawabnya serius

“iya sunbae, jalani saja..tapi apa kita berpacaran?” tanyaku

“ani Soo, aku tidak ingin pacaran, aku hanya ingin kita berteman seperti biasa, aku tidak mau menodaimu dengan pacaran, aku inginnya langsung sah saja nanti hahhaa” jawabnya sambil tertawa lepas

“em.. okedeh! Siapa takut! Hahaha, aku percaya denganmu sunbae, jadi kau jangan menghancurkan kepercayaan aku ya” ucapku penuh keyakinan dan ikut tertawa bersama Luhan sunbae

“iya pasti! Aku selalu mengusahakan apa yang terbaik untuk kita kedepannya nanti, yang terpenting sekarang perbanyak ilmu dan ibadah oke?” tanyanya dengan bijak

“oke!” jawabku sambil membentuk huruf OK ditanganku

Setelah percakapan serius itu, kami memutuskan untuk kembali ke dalam sekolah menikmati acara perpisahan ini, setelah acara selesai seperti biasa aku pulang bersama Luhan sunbae dengan memakai motor masing-masing.

Setelah kejadian itu pula, semua orang di sekolahku mulai mengenaliku dan sekarang mungkin aku sudah tenar dikalangan sunbae-sunbaeku. Walaupun ada beberapa gadis yang benci padaku, yah aku maklumi saja, dan berdoa untuk mereka supaya mereka tidak benci lagi padaku.

Dan kini, aku sudah tidak memanggil Luhan sunbae lagi, aku memanggilnya dengan sebutan Luhan/ deer dan semacamnya,dia memintaku agar tidak formal, yah aku mengiyakan dengan senang hati, dan juga aku sudah mendapatkan kepastian itu, sekitar 8 atau 9 tahunan lagi aku menunggunya, karena tentunya aku mengejar pendidikan dulu dan mungkin akan berat karena dia berkuliah di Jepang, pastinya jarang sekali berkomunikasi, namun hal itulah yang membuat kami tertantang untuk terus menahan diri kami, sehingga pada saat bertemu kami meluapkan berbagai rasa rindu kami dengan berbagai macam cara, jadi kami tidak lekas bosan, kami bisa sering chat di berbagai macam media sosial jika memiliki waktu luang, tetapi kami tidak pernah membahas tentang perasaan. 2 bulan sekali selama 1 minggu atau paling sebentar 2 hari, Luhan menghubungiku, menanyakan kabarku dan sekolahku, juga keluargaku, aku pun menanyakan kuliahnya, prestasinya dan keluarganya juga, hanya sebatas itu, kami bahkan tidak pernah jalan berdua, yah walaupun begitu aku merasa senang. Hubungan pertemanan kami untuk sekarang baik-baik saja.

Karena kami sudah saling percaya satu sama lain, aku percaya padanya, dan ia percaya padaku.

Haha yah, begitulah kisah cintaku dimasa SMA ini, sungguh sangat tidak diduga ya Unexpected Love

Jika Luhan memang jodohku, Tuhan pasti akan mempersiapkannya dengan baik untukku, tapi jika bukan, maka Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang pas untukku. Tapi aku yakin.. Tuhan sudah mempersiapkan semuanya dengan rapih dan baik pastinya. Aku Yakin. Terima kasih Tuhan.

~THE END~
Eotte readers? Kepanjangan? Ngebosenin? Ahh, mianhaeeyoo.. ini FF nya aku post di dua blog berbeda jadi kalau ada yang sama persis itu emang FF aku, ada tercantum kok nama authornya, dan juga ini asalnya cerpen buat tugas B.Indonesia aku, karena menurutku bagus ya aku ganti nama-namanya dengan nama Sooyoung sama Luhan, di Mohon Komen nya ya readerss~ jangan jadi Silent Riders ne! Don’t Bash! Don’t Plagiat! Khamsahamnidaa, tinggalkan komen kalian ne ‘-‘)/

23 thoughts on “Unexpected Love [OneShoot]

  1. hyohee September 12, 2013 / 10:02 PM

    satu kata KEREN!!!!

  2. elissone September 12, 2013 / 10:25 PM

    Suka banget sam ini ff!!
    Bikin AS-nya dong eon, please!! Jarang-jarang soalnya ada ff soohan

    • gabby SungJiRim September 13, 2013 / 12:34 PM

      diusahakan chingu, gomawo chingu sudah membaca dan komen🙂

  3. Nadya September 13, 2013 / 5:17 AM

    Eooo ada AS
    Boleh dong
    Ditunggu ya

    • gabby SungJiRim September 13, 2013 / 12:35 PM

      diusahakan chingu,, gomawo chingu sudah membaca dan komen🙂

  4. Anna Choi September 13, 2013 / 9:23 AM

    SUKA BANGET!! :‘)
    terharu sama perkataannya Luhan ㅠㅠ
    after storynya dbikin dong :3

    • gabby SungJiRim September 13, 2013 / 12:36 PM

      ne, sedang diusahakan chingu, gomawo chingu sudah membaca dan komen🙂

  5. yeni swisty September 13, 2013 / 1:47 PM

    Suka, Suka, Suka popoknya T.O.P

    Chingu, buat AS nya dong, plisss😉

  6. miss_sooyoungster September 13, 2013 / 8:08 PM

    Uwaaaaaa
    Bagussss bangettt!!!
    Suka..sukaa….
    Kapan2 bikin ff SooHan lagi yaa….

    Daebakk (~^o^)~

    • gabby SungJiRim September 14, 2013 / 2:35 PM

      hehe ne diusahakan ya, gomawo sudah baca dan komen🙂

  7. shafaaazamzammm September 13, 2013 / 9:21 PM

    Kereeeennnn!!! Kadang kadang aku ngakak sendiri bacanya. Huaah terharu juga:”’ luhan nya so sweet begetooh>w< ingin sequel nya dong:-((

    • gabby SungJiRim September 14, 2013 / 2:35 PM

      diusahakan yaa, gomawo sudah baca dan komen🙂

  8. Choi HanRa September 14, 2013 / 9:51 PM

    hwaaaaa Luhan so sweet banget >.<
    butuh sequel nih pleaseee *pasang bbuing-bbuingnya sehun

    • Sung Ji Rim September 19, 2013 / 3:40 PM

      hehe ne ne🙂
      diusahain ya, gomawo sdh komen dan membaca chingu~

  9. wufanneey September 15, 2013 / 3:02 PM

    indonesia banget ceritanya hehehe…

    • Sung Ji Rim September 19, 2013 / 4:40 PM

      ya gomawo sdh baca dan komen chingu~

    • Sung Ji Rim September 19, 2013 / 4:41 PM

      ne, gomawo sdh komen dan baca🙂

  10. Iyang Baconie December 29, 2013 / 11:36 AM

    Bahasanya nyantai banget aku suka..
    Keep writing..

  11. KyuhyunBaekhyunSooyoung September 7, 2014 / 9:01 PM

    Satu kata, ‘Ngakak’ hahaha
    Baca ff ini, kayak nonton sinetron indonesia banget #ILoveIt
    Kata2 luhan yang nyuruh sooyoung buat rajin belajar sama beribadah, kayak kata2 ayah ke anaknya #lol
    Nice oneshoot🙂

  12. ismi khaerin September 7, 2014 / 10:49 PM

    keren pake B.G.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s