Love In Enemy (Chap.4)

yioad

Main Cast :      Choi Sooyoung a.k.a Sooyoung

                        Oh Sehun a.k.a Sehun

Other Cast :   Hwang Tiffany a.k.a Tiffany

Im Yoona a.k.a Yoona

                        Kim Jongin a.k.a Kai

Length : Chapter

Genre : Romance, Friendship

PG : untuk semua umur bisa (?)

Author : Sung Ji Rim a.k.a gabbygorzesspazers

Disclaimer : Mereka milik Tuhan dan orang tua, saya hanya meminjamnya untuk bahan ff saya, dan cerita ini murni dari saya. DON’T BASH! DON’T PLAGIAT! DON’T BE SILENT RIDERS

 

::

Summary :       Entah mengapa saat aku melihatmu untuk yang pertama kalinya, aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada diriku, aku merasa nyaman saat ada didekatmu. Apakah mungkin jatuh cinta pada pandangan pertama?

                                                                                    -Kim Jongin-

::

Angin berhembus sangat kencang, sembari angin itu menerbangkan rambut yeoja cantik yang tengah duduk di taman yang indah ini, mengingatkan yeoja itu terhadap masa lalunya bersama namja yang ia cintai sampai saat ini. Terkadang ia berpikir kalau ia adalah yeoja terbodoh didunia, buktinya, mana mungkin dia memutuskan hubungan dengan namjachingunya karena dia menyukai namja lain dan karena kemauan orang tuanya. Dia menyesal. Penyesalan yang tidak ada artinya.

Yah, ingin rasanya dia kembali ke masa lalunya bersama namja yang benar-benar ia cintai. Tapi mungkin hati namja itu sudah membeku. Dan bisa saja, ada yeoja lain yang mengisi hatinya.

“haahh…. Sehun-ah, nan jeongmal saranghaeyo..” desah yeoja cantik yang sedari tadi duduk ditaman itu sendirian yang tak bukan adalah Tiffany Hwang

“bagaimana caranya agar kau bisa kembali lagi padaku? Aku ingin meminta maaf kepadamu” desahnya lagi

Tiffany pun memejamkan matanya sejenak sambil menikmati air bertiup kencang, dan sejenak kemudian terbesit ide kecil supaya ia bisa berbicara berdua saja dengan Sehun. Tiffany mengambil telepon genggamnya dari dalam tas dan menekan tombol S yang berarti Sehun, yah, Tiffany mencoba menelponnya.

“aa.. yeoboseyo..”

“yeoboseyo? Nugu?” jawab seorang namja dari arah sana

“sehun-ah, ini aku tiffany.. kau tidak menyimpan nomor teleponku eoh?” tanya Tiffany

“ada urusan apa?” tanya Sehun

“aih, pertanyaanku tidak dijawab.. ani bisakah kau ke taman biasa?”

“untuk apa?”

“sebentar saja, aku ingin bicara”

“bicara di telepon saja kan bisa, tidak perlu kesana”

“Sehun-ah… jebal..”

“…….”

“Sehun…”

“aku kesana sekarang”

Tiffany tersenyum senang mendengarnya “gomawo Sehun-ah”

Tiffany menutup telepon sambil tersenyum dan menunggu Sehun datang.

 

Sehun menutup teleponnya dengan perasaan tak karuan, dia takut kalau-kalau dia kembali menyukai Tiffany, tapi mau bagaimana lagi, Sehun paling tidak bisa mendengar atau melihat yeoja memohon kepadanya.

“haiishh, mau apalagi dia.. haah” gerutu Sehun sambil mengacak-acak rambutnya

Sehun mengganti bajunya dan bergegas menuju taman.

-Taman-

“O, annyeonghaseyo Sehun-ah” sapa Tiffany sambil membungkuk dan tersenyum manis kearah Sehun

Sehun hanya tersenyum kecil dan duduk disebelah Tiffany.

“jadi mau apa?”

“em… kau mau minum? Biar aku belikan” ucap Tiffany

“tidak usah, cepat katakan apa maumu, aku tidak bisa lama-lama” jawab Sehun dingin dan matanya tetap lurus memandang kedepan tidak sedikitpun menoleh kepada Tiffany

“kau menanyakan apa mauku? Mauku sangat sederhana Sehun-ah.. aku ingin kembali padamu” jawab Tiffany

Sehun terkejut dan menoleh melihat ke arah Tiffany lalu kembali menatap lurus kedepan.

“Mwo? Kembali? Sederhana kau bilang? O, tiffany-ssi.. Kau lupa perbuatanmu terhadapku 6 bulan yang lalu? Dan seenak itukah kau memintaku kembali padamu Tiffany-ssi?” tanya Sehun

“Sehun-ah, lihatlah aku.. aku akan menjelaskannya padamu”

“aku, aku.. orang tuaku dulu menjodohkanku dengan Chanyeol, aku tidak suka awalnya, tapi Chanyeol tulus kepadaku, sehingga.. aku menyukainya, tapi aku tidak bisa meninggalkanmu, dan juga ternyata orang tuaku kurang setuju aku berhubungan denganmu.. lalu, pada suatu hari aku melihat Chanyeol berduaan dengan yeoja lain, ternyata ketulusannya itu palsu, dan aku mengetahui Chanyeol seperti itu sesudah aku memutuskan hubunganku denganmu. Aku mengadu kepada appa dan ammaku tentang perbuatan Chanyeol, mereka tidak percaya awalnya, namun aku mempunyai foto Chanyeol bersama yeoja itu, orang tuaku percaya. Dan memutuskan untuk berhenti menjodohkanku dengannya. Lalu aku meminta orang tuaku untuk menyetujui hubunganku denganmu lagi.. mereka setuju dan.. dan sekarang aku dibebaskan untuk memilih pasangan hidupku, dan aku memilihmu Sehun-ah” jelas Tiffany

Sehun diam mendengarkan semua perkataan Tiffany, tetapi pandangannya tetap lurus kedepan.

“itu berarti, bukan sepenuhnya kesalahanku kan Sehun?” tanya Tiffany

“tetapi seharusnya kau bicarakan dulu padaku, bukan memutuskanku secara sepihak. Salahmu, kau sempat menyukai Chanyeol kan? Dan kau tidak memperjuangkan hubungan kita dulu kepada orang tuamu. Dan aku heran, ini bukan zamannya perjodohan. Dan juga kita ini masih SMA. Cih” jawab Sehun

“ne, aku tau.. oleh karena itu aku menyesal dan aku minta maaf padamu”

“aku sudah memaafkanmu” jawab Sehun

“jinjja?! Jeongmal gomawo Sehunnie”jawab Tiffany senang

“em, tapi kita tidak bisa bersama lagi seperti dulu, aku tidak ingin sakit hati untuk yang kedua kalinya, aku meragukanmu Tiffany-ssi” jawab Sehun

“nde?” Tiffany kaget lalu terdiam sebentar

“aku yakin kau belum sepenuhnya melupakanku Sehun-ah”

“ne, aku memang belum sepenuhnya lupa denganmu Tiffany-ssi, tapi sebentar lagi aku akan dengan sempurna melupakanmu” jawab Sehun

“apa karena yeoja yang sering bersamamu itu..? Sooyoung..?” tanya Tiffany

Sehun langsung menoleh kearah Tiffany “bukan, jangan bawa-bawa dia dalam masalah ini, sudahlah. Aku lelah, aku pulang duluan, aku akan panggilkan taksi untuk mengantarmu pulang”

Sehun berlalu meninggalkan Tiffany sendirian, dan menelponkan taksi untuk mengantar Tiffany pulang. Tiffany diam dan tanpa sengaja buliran bening jatuh dengan bebas menghiasi wajahnya.

“aku akan berjuang untuk mendapatkanmu lagi Sehun” batin Tiffany

“hahhh jinjja! Kenapa bisa aku mengatakan bahwa aku belum bisa melupakan dia?! Dia pasti sangat percaya diri nantinya, dan mengira aku akan kembali padanya.. aahh jinjja” gerutu Sehun saat mengenderai motornya

 

Hari ini adalah hari Senin, dimana semua siswa-siswi sekolah di Negara manapun memulai aktifitas belajarnya seperti biasa yaitu bersekolah. Dan hari ini juga dimana latihan Olimpiade dimulai bagi yang menjalankan (?)

Sooyoung berjalan santai menuju ruang kelasnya, sambil sedikit membenarkan rambutnya yang berantakan karena tertiup angin tadi. lalu tiba-tiba ia mendengar panggilan yang sangat menyebalkan baginya.

“Hei nenek tengik” panggil Sehun kepada Sooyoung

“Astaga Ya Tuhan.. kenapa aku selalu bertemu denganmu ha?” tanya Sooyoung sebal

“karena kita jodoh.. maybe” jawab Sehun santai

“huwee, amit amit”

“yak, jangan seperti itu kalau kau menyukaiku bagaimana eoh?” tanya Sehun dengan wajah meledek

“yak! Wajahmu tidak usah seperti itu memandangku! Menjijikan! Semoga aku tidak menyukaimu, hoh” jawab Sooyoung sambil mengibaskan rambutnya dan berjalan mendahului Sehun

Sehun menyetarakan langkahnya lagi dengan Sooyoung, mereka berjalan bersama, Sehun bersiul sedangkan Sooyoung melihat anak-anak namja bermain basket dilapangan, tiba-tiba mereka berpapasan dengan Tiffany dan kawan-kawan. Sehun langsung berhenti bersiul, Sooyoung melihat ke arah Sehun lalu melihat arah pandangan Sehun yaitu Tiffany.

“Annyeonghaseyo, Sooyoung-ah Sehun-ah” sapa Tiffany penuh keceriaan

“O, annyeong Tiffany-ssi” balas Sooyoung

“tidak usah seformal itu kepadaku, Sooyoung-ah” jawab Tiffany sambil tersenyum

“hehe ne” jawab Sooyoung tersenyum balik kepada Tiffany. Sooyoung melihat kearah Sehun yang membuang wajahnya kesamping dan menyenggol tangan Sehun “yak, sapa dia juga babo” bisik Sooyoung

Sehun menoleh kearah Sooyoung kemudian ke arah Tiffany “O, annyeong Tiffany-ssi” jawab Sehun kemudian

Tiffany merasa cemburu melihat Sehun dan Sooyoung seperti itu, namun dia bisa menutupinya dan tersenyum kembali.

“ne sehun~ ah, kalau begitu sampai bertemu nanti siang yeoreobun.. annyeong” pamit Tiffany kemudian kembali berjalan bersama teman-temannya

“ne..” jawab Sooyoung

“ck, apa-apaan dia itu” ucap Sehun berjalan mendahului Sooyoung

Giliran Sooyoung yang menyetarakan langkahnya dengan Sehun.

“yak, kakek cangkul.. kenapa kau dingin sekali dengan Tiffany?” tanya Sooyoung penasaran

Sehun menghentikan langkahnya, refleks Sooyoung menghentikan langkahnya juga.

“oh, wae?” tanya Sooyoung

Sehun menoleh ke arah Sooyoung dengan tatapan berbeda membuat Sooyoung merinding.

“aku tidak suka membahas yeoja itu” jawab Sehun

Sehun berjalan mendahului Sooyoung lagi, Sooyoung kaget dengan keseriusan diwajah Sehun dan aura dingin disekitar Sehun. Sooyoung kembali menyetarakan langkahnya dengan Sehun, dan melirik wajah Sehun yang datar menatap lurus kedepan.

“em, mianhae Sehun-ah, aku tidak akan membahasnya lagi” ucap Sooyoung sambil menundukkan wajahnya

Sehun menoleh kearah Sooyoung, Sehun tersenyum kemudian tertawa terbahak-bahak, membuat Sooyoung melihat kearah Sehun.

“yak, kenapa tertawa?” tanya Sooyoung heran

“ani, lucu saja melihat ekspresimu meminta maaf tadi, ternyata kau bisa juga minta maaf, ahahaha lucu sekali” jawab Sehun sambil tertawa

“yak! Jadi kau mengerjaiku eoh?! Kau! Aiisshhh! Sungguh memalukan sikapku tadi! aishh! Awas kau!” omel Sooyoung

Sooyoung buru-buru masuk kelas dengan perasaan kesal, sedangkan Sehun hanya mesem-mesem melihat tingkah Sooyoung. Membuat Kai teman sebangkunya heran.

“hey, ada apa denganmu Sehunnie?” tanya Kai

“ani, hanya merasa gembira saja” jawab Sehun

“eehh, waeyo?” tanya Kai

Sehun menunjuk Sooyoung dengan matanya, Kai melihat pandangan Sehun.

“Sooyoung?” tanya Kai

Sehun mengangguk sambil tersenyum “dia itu lucu sekali”

“mwo? heyheyhey, ternyata kau benar-benar sudah menyukainya Sehunnie” ejek Kai

Sehun hanya menunjukkan evil smilenya kepada Kai, membuat Kai tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.

-Pulang Sekolah-

“ayo bersama denganku?” tawar Sehun

“eh? Eodi?” tanya Sooyoung heran

“kita ada pelatihan olimpiade selama 2 minggu ini pabbo” jawab Sehun

“ah! ne ! aku lupa, untung saja kau mengingatkanku ! eh tapi, aku masih marah denganmu, sudah aku sendiri saja” jawab Sooyoung dengan gaya mengacuhkan Sehun dan berjalan tanpa menunggu Sehun

“ck, sok marah” ucap Sehun berusaha menyetarakan langkahnya dengan Sooyoung

Sooyoung hanya diam sambil terus berjalan.

Akhirnya mereka sampai di ruang pelatihan olimpiade, disana ada Tiffany Hwang, Park Chanyeol, Krystal Jung,Byun Baekhyun,Kim Taeyeon dan Victoria Song yang mereka juga mengikuti pelatihan olimpiade. Sehun kena latihan dengan Krystal Jung olim fisika, sedangkan Sooyoung dengan Byun Baekhyun olim matematika.

Mulailah mereka mengikuti pelatihan olimpiade dengan masing-masing pelajaran dan pembinanya. Sehun dan Sooyoung sangat serius memperhatikan pembina mereka saat menjelaskan. Yah, Sehun dan Sooyoung sangat berambisi mereka harus menang, supaya bisa membawa nama baik mereka dan sekolah.

Dan tepat jam 5 sore, mereka semua menyudahi pelatihan olimpiadenya.

“baiklah, terima kasih kalian semua mau berhadir mengikuti pelatihan olimpiade yang bisa dibilang memusingkan kepala haha” canda salah satu pembina olim

“ah, aniyo seongsaenim, kami juga mengucapkan terima kasih karena seongsaenim mau membina kami dengan susah payah” jawab Tiffany ramah

“ah ne Tiffany, kau ini sangat ramah dengan semua pembina dan teman-teman disini”

“ne, khamsahamnida seongsaenim” jawab Tiffany sambil tersenyum manis

“baiklah, kalian boleh pulang sekarang, selamat sore dan terima kasih”

“ne seongsaenim” jawab semuanya serempak

 

“hey nenek gayung, ayo bersama” ajak Sehun

Sooyoung yang memasukkan bukunya kedalam tas, berhenti sejenak dan melihat ke arah Sehun.

“wae?” tanya Sehun

“kau inianeh sekali huh” jawab Sooyoung kemudian memasukkan buku-bukunya lagi ke dalam tas

“Sehun-ssi, pulang bersama? Aku ingin mengajakmu ketempat buku yang kau suka” ajak Tiffany menengahi Sehun dan Sooyoung

Entah mengapa, Sooyoung merasa tidak suka dengan Tiffany, karena Sooyoung sedang mengobrol dengan Sehun, Tiffany datang tanpa permisi. Sooyoung pun langsung bergegas berjalan ingin meninggalkan Sehun dan Tiffany tetapi, tangannya lebih cepat diraih oleh Sehun.

“aku sudah ada janji dengan yeoja ini. Jadi mian dan terima kasih telah menawarkanku pulang bersama” jawab Sehun dengan tegas

Lalu Sehun menarik Sooyoung seenaknya lagi lagi. Sooyoung hanya mendesah meliat kelakuan Sehun itu, tapi secercah perasaan senang karena Sehun lebih memilih dirinya ketimbang Tiffany.

“ck. Sekarang dia sudah mulai berani menolak ajakanku.” Marah Tiffany

 

“yak kakek cangkul”

“hm?”

“tanganmu..” ucap Sooyoung sambil menunjuk kearah tangan Sehun yang masih mengenggam tangan Sooyoung

“o, mianhae” jawab Sehun jutek

Selama beberapa menit Sehun dan Sooyoung terdiam, biasanya mereka akan saling adu mulut menjelekkan satu sama lain, tetapi entahlah, didalam diri mereka masing-masing menyimpan perasaan yang sulit dijelaskan bahkan tidak dapat mereka pahami. Apalagi Sehun, Sehun merasa ada sesuatu yang bergemuruh didadanya sekarang.

“aku pulang duluan..” ucap Sooyoung memecah keheningan

“o, ne. hati hati nenek gayung” jawab Sehun

“em”

“ah, Sooyoung!” panggil Sehun tiba-tiba

“ne?” tanya Sooyoung

Sehun berjalan mendekat ke arah Sooyoung lalu mencium bibir Sooyoung sekilas kira-kira 2 detik (?) lalu Sehun merasakan detakan jantungnya berdetak sangat cepat, Sooyoung kaget setengah mati alhasil dia diam dan membelalakan kedua matanya. Sehun melongo beberapa detik menyadari apa yang barusan ia lakukan. Lalu, Sehun menyadari bahwa ia menyukai Sooyoung.

“itu hanya mengetes” ucap Sehun langsung mengendalikan dirinya dan bersikap cool seperti biasanya

“m….m..mwo?” lirih Sooyoung melihat ke arah Sehun dengan wajah sinis

“jantungku berdetak lebih cepat saat aku menciummu. Itu berarti….. aku.. menyukaimu” jawab Sehun sambil menunduk malu

Sooyoung merasa ia ingin pingsan ditempat, bagaimana mungkin seorang Oh Sehun begitu romantis padanya sekarang ini? Sooyoung masih melongo dengan sikap Sehun sekarang ini. Beberapa detik kemudian ia bisa mengendalikan dirinya.

“ehem. Aku, aku ingin pulang. Annyeong”

“jamkkaman!”

Lagi-lagi Sehun menarik tangan Sooyoung

“aku serius dengan yang tadi” jawab Sehun

“yak! Kau gila eoh?! Kau… kau sangat aneh. Ahhhhhh !!!! aku pusing, sudahlah aku ingin pulang. Jangan cegat aku lagi” bentak Sooyoung kemudian Sooyoung langsung berjalan cepat meninggalkan Sehun.

Sehun melihat punggung Sooyoung yang semakin lama semakin menjauh. Sehun tersenyum kecil mengingat apa yang terjadi barusan antara ia dan Sooyoung, lalu bergegas pulang.

 

Sooyoung terus berjalan cepat sangat cepat menuju rumahnya, dia bahkan tidak merasa lelah sama sekali. Saat ia menyadari bahwa ia berjalan kaki dari sekolah menuju rumahnya, Sooyoung langsung terduduk diruang makan rumahnya.

“ahh..” desah Sooyoung sambil memegangi kepalanya

“OMO ! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!! Apa yang barusan kau lakukan Oh Sehun jelek menyebalkan????????!!!!!!! AKU BENCI PADAMU !!!!!!! tapi…. Aku mungkin juga sedikit suka denganmu.. AAAAAAAAAAAAAAAA ANDWAEEE!!!!!!!”

Sooyoung berteriak seperti orang gila dirumahnya, membuat adiknya Choi Minho yang sedang membaca buku memarahi noonanya itu.

“yak noona! Micchiseoh! Ini rumah bukan lapangan, seenak jidat saja kau teriak-teriak” marah Minho pada Sooyoung

Sooyoung langsung diam dan memasang wajah ingin menangis tapi tidak mengeluarkan air mata.

“HUUUUUAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!”

Minho hanya geleng-geleng melihat sikap Noonanya yang tidak biasa itu.

Sooyoung bergegas kekamar dan mengganti bajunya, lalu berusaha untuk memejamkan matanya.

“kalau begitu, aku akan tidur siang, dan berharap ini semua adalah mimpi!”

Sooyoung memejamkan matanya, namun tidak berhasil untuk tertidur, ia malah semakin terbayang bagaimana wajah Sehun dan bagaimana cara Sehun tadi menciumnya.

Sooyoung mengacak-acak rambutnya frustasi, lalu memukul-mukul guling yang sedang ia pakai.

“whyyy?! Why?! Why Oh Sehun?! Aku harus bagaimana besok?! Apa aku akan bilang aku juga menyukaimu atau tidak?! Sebenarnya aku menyukaimu atau tidak Oh Sehun! Kenapa kau membuat pikiranku kacau balau?!!!”

Sooyoung masih berteriak frustasi didalam kamarnya, dan yang paling penting ia berdoa semoga besok pagi tidak ada masalah apapun yang menimpa dirinya.

 

TBC~

 

 

Akhirnyaaa selesai chapter 4 nya… Gimana? Seru? Atau bagaimana? Mian ne gajje -_-v

readers dimohon sangat partisipasinya untuk FF ini ne, pengen tau lanjutan ffnya? Leave your Comment please  J author akan selalu menanggu Komen para readers sekalian.. jadi tunggu chapter selanjutnya ne.. kalau komennya banyak, InsyaAllah bakal cepet publishnya.. Gomawo readers, author pamit (?) sampai ketemu di Chapter 5 ~ bubaaayy ^-^)/

17 thoughts on “Love In Enemy (Chap.4)

  1. anita sy August 28, 2013 / 8:38 PM

    wah Sehun udh brani nyium Soo…. aku suka aku suka #reader sarap hehe…smkin pnsrn ma part slnjutny…jangan2 lma post part 5ny y chingu ,kereenn..

  2. srimurdhaningsih August 28, 2013 / 9:03 PM

    taugasih hayalan aku udh kemana mana pas baca sehun cium sooyoung selama 2 dtk (?)
    next yah ^^

  3. cicamica August 28, 2013 / 9:48 PM

    seru tambah seru…
    nextnya yang cepeeet🙂

  4. winda August 28, 2013 / 10:05 PM

    Seru banget!!!
    Lanjut!!

  5. kyungie August 28, 2013 / 10:06 PM

    Sebulan lebih nunggu ini ff. Update soon!

  6. winda August 28, 2013 / 10:08 PM

    Seru banget!!!
    Sehun nyium soo?? Uwaahh!!!.
    Lanjut lanjut*demo* jangan lama-lama ya😀

  7. WINTERCHAN August 28, 2013 / 11:25 PM

    Waw sehun udah berani nyosor duluan(?) Sehun nyipoknya kurang lama nih! /ditabok/
    Lanjutannya jangan lama lama dong /aegyo/ /bbuing bbuing/ /gwiyomi/
    Paiting ‘-‘)9

  8. Anna Choi August 29, 2013 / 7:21 AM

    hai saya baru disini🙂
    ffnya seru xD
    gak sabar sama kelanjutannya n momen spohun lainnya :3
    tetep semangat author!!!

  9. Nadya August 29, 2013 / 2:41 PM

    Aciyeeeeee sehun udah berani nyium soo eonni. Hais…. sehun nyium soo eonni-nya kurang lama #plak

    Aigoo aku baca dimana sehun nyium soo eonni 2 detik, mulut aku langsung kebuka. saking kagetnya. Gak bakalan nyangka sehun kaya gitu

    Oke saya terlalu lebay disini.😄
    Next part ditunggu oke !!
    Fighting!!

  10. Choi HanRa August 29, 2013 / 3:55 PM

    yakkk dasar sehun asal main nyosor aja -,-
    tapi daebakk deh karna udah nyatain perasaannya sama Sooyoung eonnie ^^
    Sooyoung eonnie terima aja si thehun ne walaupun menyebalkan di baik kok *promosiin sehun xD

    Ditunggu part 5 nya thor ^^

  11. miss_sooyoungster August 29, 2013 / 9:12 PM

    Howwaaoooww……
    Fantastic FF!! Haha..
    Bagussss!!
    Lebih dr kata ‘BAGUS’ !!
    Akhirnya ada Chap. 4
    Chap. 5 cepet di post yaaaaaa!!!!
    Fighting Fighting Fighting
    **(~^o^)~♥♥

  12. annisarizki August 30, 2013 / 11:00 PM

    Wahh.. Sehun berani bgt yaa.. Itu baru namanya cowok gentle.. ㅋㅋㅋ
    Keren ff nya.. Lanjut terus yaa.. Next part nya aku tunggu tunggu lhohhh..
    Jangan lama2 nge post next part nya😉

  13. Zee Anggita September 1, 2013 / 2:49 PM

    yaaa… keren thor, sehun dh ngungkapin perasaannya tnggal nunggu jawaban dr soo eon and mereka bakal jadian..
    waaah penasaran, next partnya di tunggu..

  14. nadigoo September 4, 2013 / 12:35 AM

    Aigooo sehun udah nyatain suka sama soo !!!
    Terima soo terima hehe
    Tiff mau balikan lg? Jangan mau sehun huh

  15. Altaf Haura November 2, 2013 / 12:54 PM

    AIGOO!! Makin greget aja min >.< hehe

  16. park choi November 17, 2013 / 3:44 PM

    Omo!! Critanya bagusss!!!

  17. yeni swisty February 14, 2014 / 8:13 PM

    Aigooo…. soo km nih tiap paagi sarapan apa sih kok triak2 gaje gitu, ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s