Sherlock Holmes Academy [Chap’6] (The Second)

Image

Author: Park JeByung

Tittle: Sherlock Holmes Academy

Lengt: Series

Rating: T.

Genre: Mystery, Romance, School Life

Cast: Choi Sooyoung, Park Chanyeol, Kang Jiyoung, Baro, Xi Luhan, Kris Wu, Byun Baekhyun

Other Cast: Oh Sehun, Huang Zi Tao, Kim Jonghyun, Krystal Jung, Bae Suzy, Lee Taemin, and other

Warning: Typo bertebaran dimana mana’-‘

 

Hi! Karena beberapa hari lagi author sekolah/huhu/ author akan percepat ajadeh buat ff nya, soal  nya kl udah sekolah tuh PR nya banyaak banget, sekarang aja PR udah numpuk-_- /ekhem ekhem/ Author udah mendingan sakitnya jadi udah mulai bisa konsentrasi lagi buat ff~ Maaf kl rada absurd._.

Selamat Membaca~Chuu:*

 

 

Sooyoung POV

 

“Semuanya, sebelum saya meninggalkan kelas, saya akan memberitahukan pengumuman penting bagi kalian, dan kalian pasti akan sangat senang.” Wali kelas berkicau didepan kelas, semua hening sesaat. “Besok kalian akan menginap di kota 2 hari 1 malam! Akan ada festival musim panas serta kembang api~ Maka sediakan uang kalian , hari kedua kalian akan berbelanja kebutuhan di asrama. Sekian, saya tinggalkan ne? Jangan lupa bawa baju kalian,” Songsaenim pun keluar kelas. Kelasku ribut seribut-ributnya. Semua bersorak sorai gembira layak nya anak kecil. Jiyoung mulai berbicara panjang padaku, aku sama sekali tidak menghiraukannya karena malas. Ia pasti akan membahas tentang legenda legenda disana ayng tidak boleh kita lewati bla..bla..bla..bla..bla..

“Yya! Kau dengar aku tidak?” Tanya jiyoung kesal karena sedari tadi aku tidak mendengarkannya.

“Ne aku dengar,” Dustaku.

“Geotjimal geotjimal! Aish,”

“Yasudah kaalu tidak percaya.”

“Arra aku percaya.” Nahkan? Mengapa ia percaya secepat itu? Bukankah tadi dia bilang aku berbohong? Dasar anak ini. Aku mendengus pelan menarik ujung bibirku lalu melihat keluar jendela. Terlihat hoobae kami yang entah kelas berapa sedang berlari lari di tengah lapangan dengan riang, sesekali mereka menyemprotkan air keran. Seperti nya itu mengasyikan. Tapi bukan untuk seorang Choi Sooyoung.

“Chagi Chagi chagiii~ Ayo kita coba masuk ke labirin kebun itu, katanya kalau mereka  berdua bertemu tepat di tengah tengah labirin dimana ada air mancur besar dan pohon coklat, maka mereka akan jodoh.” Samar samar kudengar Baro berbicara pada Jiyoung. Legenda macam apa itu? Jodoh kan ada di tangan Tuhan. Hish.

“Ne, kaja. Aku yakin kita akan jodoh, hihi. Chanyeol-ah, kau mau mencoba nya bersama Jiyoung?” Deg! Kenapa ia malah bertanya pada Chanyeol? Chanyeol kuharap kau berkata tidak.

“Ne aku akan mencobanya dengan Sooyoung.” Ne? Aigoo Chanyeol kau tidak bisa melihat arti raut wajahku? Sedari tadi aku memberi isyarat agar tidak ikut. Tapi ia malah membantah. Aish.

“Shireo!” Dengan cepat aku membantah.

“Hah? Kalian berdua juga berpacaran?” Baro tibatiba bertanya.

“Ne kami berpacaran, kalian juga kan? Chukkae!” Seru Chanyeol menjabat tangan Baro.

Seseorang menoel pundakku dari belakang. Oh dia, Baekhyun.

“Kalian pacaran?” Ia memicingkan mata.

“Ah ka     kami kami kami tidak ah! Ani, kami kami nghh     “Aku ingin menjawab namun ragu sampai sampai gelagapan. Tibatiba Jiyoung berbicara, “Iya! Dia berpacaran dengan Chanyeol.” YYA!

“Jinjja? Chukkae.” Ucapnya lalu memalingkan wajah. Dia marah.

“Baekhyun-ah hajima.” Rengekku tibatiba entah kesambar apa.

“Mwo?” Dia menatapku. Aku mengeluarkan eyepuppy gagalku yang membuatnya geli. “Hentikan aegyo eye’s puppy mu, itu menggelikan. Arrasseo, meski kalian berpacaran bukan berarti aku tidak boleh menganggu hubungan kaliankan?” Oh tidak, ia mengeluarkan smirk.

“MWO?! Ani! Shireo! Jangan begitu Bakhyun-ah!” Tibatiba Chanyeol berseru, ternyata sedari tadi ia mkendengarkan pembicaraan kami.

“Wae? Kalian hanya pacaran kan? Bukan berarti aku menyerah mendapatkan bocah ini.” Baekhyun membalas dengan santai. /Chanyeol murka/

“Aish! Terserah padamu.” Hanya segitu? Hanya segitu perjuangan Chanyeol untuk menghindari rusaknya hubungan kami? Aish, sisi namja nya memudar di pandanganku. Kau yeoja Chanyeol! Kau yeoja jadi jadian! Hufh.

_SKIP

 

Teng..Tong~ Akhirnya bel pulang berbunyi, huaaah entah mengapa aku merasa mengantuk, apa karena efek obat yang tadi kuminum saat istirahat siang ya?

“Selamat yaa kalian jadi terkenal di sekolah ini,” Kulirik mendapati orang yang bersuara sinis itu. Haaah, seperti biasa, 3 orang itu selalu saja. Krystal, Jonghyun, dan Suzy juga ditambah anak polos dan lugu Taemin.

“Tidak usah memberikan ucapan jika kalian tidak niat. Ayo kita kembali ke asrama.” Jiyoung menjawab dengan ketus lalu menarikku .

“Kami memang tidak niat. Hush sana pergi, dasar yeoja songong.” Krystal membalas ucapan Jiyoung, dan kuyakin Jiyoung sudah naik darah. Ia berhenti tepat di depan kelas lalu melirik sinis ke arah mereka. Cukup seram.

“Kalau kalian berkata aku songong, maka kalian lah yang lebih songong! Perilaku kalian sudah lewat batas! Kalian adalah sekumpulan ikan teri yang hanya memiliki otak kecil dan digunakan untuk menindas orang lain!” Bentak Jiyoung. Baro, Baekhyun, dan Kris menggusur paksa Jiyoung keluar kelas sebelum terjadi pertengkaran antar yeoja. Aku yakin mereka tidak bisa membayangkan bagaimana hancur nya kelas jika yeoja yeoja itu berkelahi. Terkadang yeoja akan menjadi sangat ganas dibanding namja.

Chanyeol menggandeng tanganku. Aish, kalau kau tahu aku masih marah padamu! Kau ini yeoja apa namja heuh? Aku menarik paksa tanganku. Ia bingung.

“Hey jamkamhan! Park Chanyeol! Kenapa kau menolak kencanku kemarin? Kalian benar benar berpacaran?” Suzy berseru pada kami saat kami berjalan di lorong.

“Karena aku sudah mempunyai yeoja manis dan baik dari pada yeoja sepertimu yang menindas orang hanya untuk kebaikan dan kesenangan diri sendiri.” Ia merangkul pundakku dan membelaku. Baik, kuakui sekarang dia namja. Hihi.

tingginya. Berkat Baro.

Kami kembali ke kamar masing masing. Kini Kris sekamar dengan Baekhyun. Luhan sunbae aku tidak tau ia ada di kamar nomor berapa. Ia belum pernah memberitahuku.

Drrrtt..Drrrtttt… Handphone-ku bergetar. Panggilan  masuk.

 

Luhan Sunbaenim Call

 

Ha? Untuk apa dia menelpon? Baru saja aku membicarakannya di pikiran(?) Jiyoung mendekat kearahku yang sedang tidur tiduran di kasur.

“Nugu? Kenapa tidak diangkat?” Tanyanya. “Omo, Luhan sunbae. Cepat angkat.”

“Arrasseo Arrasseo.” Kataku, “Yeobseyo? Ah Waeyo sunbae?”

Anio, aku hanya bosan di kamarku. Teman sekamarku sedang berkencan dengan yeoja nya. Dan aku ditinggal sendiri, bolehkah aku ke kamar kalian?”

“Tentu saja. Sekarang sudah musim pacaran ya? Ckck.”

Loh bukankah kau juga berpcaran dengan Chanyeol?” EH? Dia tau dari mana?

“Loh sunbae tau dari mana?”

Dari Baekhyun, tadi dia memberitahukanku lewat pesan” Eih, dasar anak itu.

“Yasudah sunbae langsung kesini saja. Annyeong.” Aku lalu menutup telepon. Belum beberapa lama aku menutup telepon bel kamar kami berbunyi.

Jiyoung berjalan ke pintu dan membukakannya. Samar samar terdengar suara ricuh yang kuyakini dari kelompok detektif kami. Dan suara langkah cepat menuju kamar ini.

Brraakk! Pintu dibanting keras.

“Sooyoung-ah!” Seru suara itu, Park Chanyeol. Namjachingu bbabo-ku

“Jangan membanting pintu keras keras Chanyeol!” Balasku memandangnya kesall. Ia manggut manggut lalu kembali tersenyuum lebar. “Perban di lukamu sudah diganti?’

“Ani, belum diganti, aku tidak bisa memasangnya sendiri, pasangkan dong Chagii~” Ia memelas, kuakui dia lucu jika seperti itu.

“Kau manja sekali. Minta saja diperbankan sama Jinri.” Jawabku enteng lalu membuka pintu balkon dan memandang keluar balkon. Angin menerpa wajah dan rambutku yang digerai sehingga rambutku terkibas kibas(?)

“Aish arrasseo, Hey hey coba kau panggil aku ‘Oppa’ sekali sajaa.” Pintanya, aku membalikan badan dan berhdapan langsung dengannya yang menyandar di pintu balkon.

“Oppa.” Kataku. Aku ingin menjahilinya sedikit, jadi kutekankan kata oppa dengan suara aegyo yang baru pertama kali kulakukan seumur hidupku. Ia terpakju lalu  jingkrak jingkrak di tempat.

“Nah sekarang panggil aku Chagi dengan sedikit nada memelas.” Haruskah?

“Chagiyya~” Aku menuruti perintahnya. Ia menyunggingkan senyum yang sangat lebar dan lompat lompat tidak jelas, mukanya merah seperti tomat. Tiba tiba ia berlari kearahku dan memelukku erat sampai aku susah bernafas.

“Kau lucu sekali Chagi, saranghae, jeongmal saranghae” Ia makin memelukku erat sehingga mungkin aku sudah kempes jika ia gterus menekanku.

“Yya! Aku tidak bisa bernafas!” Seruku lalu menginjak kaki kiri nay keras. Ia mengeluh kesakitan.

Kami lalu masuk kedalam kamar dan pergi keruang tengah dimana semuanya sudah berkumpul dan siibuk dengan kegiatannya masing masing. Jiyoung dan Baro seperti pasangan anaki kecil, entah apa yang dibawa Baro dan kurasa barang yang dibawa Baro adalah milik Jiyoung, muka Jiyoung memerah lalu mengejar ngejar baro di ruangan ini. Mereka benar benar berisik.

 

_Skip_ Esoknya_

 

“Jiyoung-ah ireona. Palli ireona.” Aku mengguncangkan tubuh Jiyoung di kasur. Ia masih berkutat dengan mimpinya yang entah apa.

“Mmm, sebentar lagi Sooyoung, aku masih ngantuk.” Jawabnya. Dasar yeoja malas.

“Kau tahu? Ini sudah jam setengah 6, kita sudah ditunggu yang lain, kau ingat kan hari ini kita akan merayakan pesta musim panas di kota? Kaja palli ireona.” Akhirnya ia mau bangun dengan malas dan masuk ke kamar mandi.

Beberapa menit kemudian ia sudah siap dengan pakaiannya, Ia memakai rok pendek berwarna putih dan kaos bergambar kelinci berwarna pink. Sementara aku memakai rok pendek putih dengan stocking warna hitam serta sweater berwarna putih. Aku mengambil tas gendongku yang berawarna hitam, dia dalam nya sudah ada persediaan barang barang untuk kami berdua.

“Kau tidak akan kedinginan? Ini masih pagi, pakailah jaketmu.” Ujarku. Ia menggeleng, ia masih setengah tertidur rupanya. Aku lalu mengambil topi warna putih-hitam milikku dan memakai nya, dan memakaikan topi pink-putih pada Jiyoung yang setengah tertidur itu.

Teettt~(?) Bel kamar kami berbunyi. Aku membukakan pintu sedangkan Jiyoung memakai sepatu kets pink nya dengan malas.

Dan munculah muka namja-namja yang tampak masih setengah bangun kecuali Baro dan Luhan sunbae juga Kris. Mereka sudah bangun seutuhnya sama sepertiku.

“Mana? Jiyoung? Ah yeogi, kaja Jiyoung-ah, omo, kau tidak kedinginan? Nih pakai jaketku.” Yaampun, pagi buta begini mereka sudah menebarkan aura romantis disini. Dasar bocah. Ia memakaikan jaketnya pada Jiyoung yang hampir terlelap di tempat. Akhirnya Baro menggendongnya seperti anak kecil. Aku mengunci pintu lalu kami berjalan menuju lift.

“Chanyeol-ah ireona.” Kulihat Chanyeol yang berjalan disebelahku tertunduk sambil berjalan, kuyakin ia masih tidur namun dalam keadaan berjalan(?) mengikuti kami. Ia tidak membalas perkataanku. Maka aku keluarkan jurus jitu.

“Chagiiyaa ireona~” Aku berbisik ditelinganya dengan nada memelas seperti kemarin. Seketika ia menegakan badannya lalu menatapku kaget.

“Sejak kapan kau disini? Kenapa kita sudah di lift?” tanyanya linglung, aigoo namjachingu-ku yang malas.

“Sejak tadi.” Jawabku tanpa menoleh kearahnya. Samar samar kulihat dari ujung mataku ia mengangguk ngangguk.

Akhirnya pintu lift terbuka. Kami berjalan menuju pintu keluar dan mendapati bus bus besar yang terparkir di halaman sekolah kami. Kebanyakan anak sudah berkumpul, ada yang duduk didalam bus, ada yang bermain di lapangan, dan ada juga yang berlari larian di mana mana.

Wali kelas kami melambaikan tangan kearah kami, Kami menghampirinya.

“Kalian bebas memilih bus yang kalian suka, tapi ingat ingat nomor busnya ya. Kalian juga boleh bercampur dengan hoobae dan sunbae kalian, hanya saja ingat siapa guru pembimbing bus dan ingat nomor bus. Kalau cari saya, saya ada di bus nomor 5. Sampai jumpa.” Ia meninggalkan kami begitusaja. Disini ada bus 01-26. Banyak sekali busnya, ah~ karena yang ikut kan hoobae dan sunbae juga. Aish otakku baru connect sekarang-_-

“Jadi mau dimana? Yee, sunbae juga bisa satu bus dengan kita,” Baro berbicara dengan girang nya, ia masih menggendong Jiyoung dipunggungnya, bocah ini kuat juga ternyata. Luhan sunbae mengangguk anggukan kepalanya dengan senyum yang terus mengembang.

“Bagaimana bus nomor 13?” Ujarku, yang lain menggeleng. “Wae?”

“13 itu angka sial.” Jawab Kris yang sedari tadi membopong Baekhyun yang masih tidur dan ngelindur tidak jelas.

“Tapi bagiku itu angka keberuntungan.” Jawabku.

“Ah! Itu kepala sekolah! Kita tanya saja padanya ia ada di bus nomor berapa, dengan begitu guru pembimbingnya kan sudah dipastikan ia.” Ujar Luhan sunbae. Kami mengangguk bersemangat kecuali aku yang hanya mengangguk biasa. Jiyoung dan Baekhyun masih terlelap dalam tidur nya masing masing, ohya, ada yang berbeda dari Baekhyun, sekarang ia tidak memakai kacamata, dia memakai kontak lensa berwarna coklat sama seperti matanya agar tidak ada yang tau.

“Kepala sekolah!” Panggil Baro. Yang merasa di panggil langsung menoleh kearah kami lalu mengembangkan senyum dan berlari kearah kami. Childish.

“Ada apa? Omo, Baro kau tidak berat mengangkut barang bawaanmu yang besar dan berambut itu?” Ia menunjuk nunjuk barang-bawaan-besar-dan-berambut yang dimaksud adalah Jiyoung.

“Itu Jiyoung.” Ralatku. Ia mengangguk anggukan kepalanya. Kulihat sekretaris kepala sekolah yang berkacamata datang menghampiri kami. Ohya, kepala sekolah adalah seorang yeoja berumur 26 Tahun yang periang, masih muda bukan? Sementara Sekretarisnya seorang namja Tinggi dengan kacamata dengan bingkai model terbaru yang kulihat dimajalah. Mereka cocok dan modis, fuh fuh fuh.

“Oh ternyata gadis itu. Oh ya ada apa memanggilku?” tanyanya.

“Kepala Sekolah ada di bus nomor berapa?” Tanya Baro.

“Di Bus nomor 13.” Tuhkan sudah kubilang di bus nomor 13 saja! Haish.

“Arrasseo, masih kosongkah? Kami akan di bus itu.” Kata Luhan sunbae.

“Waah, bagus kalau begitu, kita bisa bercanda gurau nanti. Hahaha, cepat kesana sebelum penuh.” Ia mengingatkan, lalu kami dengan cepat berjalan menuju bus yang dimaksud. Sampailah kami disana.

Kris masuk duluan membantu Baro naik, ia kan berbadan kecil namun menggendong Jiyoung yang hampir sepantar dengannya. Lalu di lanjut dengan Luhan sunbae yang kini bergantian membopong Baekhyun, ia menaikan Baekhyun duluan lalju dirinya setelah itu Chanyeol naik dan kini giliranku, Yaampun, Jiyoung bawa apa saja sih? Kenapa tas ini begitu berat?

Kami mencari tempat yang kosong, kami menemukan tempat duduk paling belakang. Kursi bus ini 3 dan 2. Aku duduk tepat di tengah tengah kedua namja idiot-_- Diantara Chanyeol dan Baekhyun. Sementara Baro duduk berdua dengan Jiyoung dan Luhan sunbae duduk berdua dengan Kris.

Dunia memang tidak adil, kenapa aku harus duduk dengan 2 namja malas ini?!

“Baro! Aku minta tukar duduk denganmu!” Seru ku menunjuk Baro yang duduk di sebrang kanan kami.

“Ne? Shireo, aku ingin duduk dengan Jiyoung!” Balasnya ogah.

“Kalau begitu takkan kupinjamkan tab-ku lagi!” Ia melongo dan dengan cepat menarik tanganku bertukar tempat duduk. Ia sudah duduk dengan manis di tempat dudukku yang sebelumnya. Lalu aku duduk disebelah Jiyoung yang masih tertidur dengan pulas.

Tak lama kemudian bus pun melaju. Dibutuhkan waktu 3 jam untuk sampai di kota kecil yang sering kami datangim, namun kali ini kam iakan menginap sehari di villa dekat pantai. Beruntung Villa itu dekat dengaan pantai dan kuil dimana festival itu dilaksanakan.

Jiyoung akhirnya bangun setelah beberapa menit bus melaju. Ia memintaku bertukar tempat dengannya. Jadi aku duduk di dekat jendela bus. Aku mengambil headset dan handphone lalu mendengarkan lagu dengan santai sambil memandang keluar jendela dengan tenang. Namun ketenangan itu seketika sirna saat tibatiba Kepala sekolah berteriak teriak dengan microphone(?) yang sudah disedikan. Fasilitas bus ini terbilang cukup mewah, mulai dari AC, Karaoke set, toilet, kulkas, Kumpulan buku buku fiksi dan nonfiksi, wifi gratis, dll.

“AYO WHATS UP GUYS!! APAKAH KALIAN MENIKMATI PERJALANAN INI? MARI KITA BERKARAOKE BERSAMA SAMA!!” Teriakan itulah yang membuatku tidak bisa mendengarkan lagu dari headset ini. Aku menyerah lalu melepaskan headset dan mematikan lagunya. Semua bersorak sorai dengan riang membalas ucapan Kepala Sekolah. Kulihat wakil nya hanya menggeleng geleng tidak mau ikutan.

“KALAU BEGITU KITA AKAN BERNYANYI MULAI DARI SAYA, LALU SEKRETARIS SAYA,” Nah sekarang sekretasri kepala sekolah melongo tidak terima, “DAN DILANJUTKAN KE KURSI SEBELAH KANAN DULU DARI DEPAN KEBELAKANG LALU DI LANJUTKAN KE YANG KIRI DARI BELAKANG KEDEPAN! SETUJU?!” Teriaknya, HEE? Kanan dulu? Berarti aku dan Jiyoung mendapat giliran ke-8 dong? Aish, tu terlalu cepat.

“hey, kita memndapat giliran ke-8 loh!! Mau nyanyi lagu apa?” Tanya Jiyoung padaku dengan antusias. Aku memutar bola mata.

“Terserah kau saja.” Jawabku dengan malas. Aku sangat malu jika harus menyanyi di depan umum.

“Akan kupikirkan, hey lihat! Kepala sekolah jadinya bernyanyi bersama dengan sekretaris juga! Mereka serasi ya?” Jiyoung berbicara sambil menunjuk nunjuk kedepan. Yah mereka memang serasi. Yang satu hyperaktif dan yang satu pendiam dan so serius. Mereka menyanyikan lagu Secret yang berjudul YooHoo~ Suara kepala sekolah ternyata bagus juga, dengan nada yang tinggi dan vibrate yang pas dengan tinggi rendah nya melodi. Sedangkan suara sekretaris nya begitu berat dan terkesan dingin.

Dilanjut dengan bangku kanan bertama, 2 yeoja yang terkesan culun, mereka malu malu mau untuk nyanyi kedepan, mereka memilih lagu balad yang dinyanyikan Taeyeon yang berjudul “What If”. Suara mereka terkesan imut karena malu malu dan feelnya pun terasa, bahkan sampai ada yang menangis karena arti dari lagu yang menusuk ke hati pendengar.

Lanjut ke kursi kedua, sepasang kekasih yang terkenal dari kelas 12 Ipa Biologi. Mereka menyanyikan lagu Luna feat. Ryeowook yang berjudul ‘Start For Something New’ Suara merekapun tak kalah bagus nya dengan yang lain. Aku bingung, ini sekolah dengan murid yang cerdas akan pelajaran atau muridd yang cerdas dibidang seni dan vokal?

Tak terasa kini giliran aku dan Jiyoung, kami melangkah kedepan bus, Jiyoung dengan percaya dirinya melangkah sedangkan akusedikit malu, karena disini ada Hoobae dan Sunbae juga namjachingu kami. Aish,

“BERI TEPUK TANGAN YANG MERIAH UNTUK KEDUA DETEKTIF KITA!” Seru Kepala sekolah, semua bertepuk tangan dan bersorak ria menyambut kami, pertama kali nya aku mendapatkan sorakan ria seperti ini. Teman  teman kami mengangkat jempol pada kami yang kini sudah menghadap yang lain. “JADI KALIAN AKAN MENYANYIKAN LAGU APA?” Tanya kepala sekolah masih dengan microphone nya itu.

Jiyoung menjawab, “T-Ara feat. Davichi judulnya We Were In Love” Yap, lagu itu memang sudah dipilih kami. Ia menyanyikan bagian Haeri, Jiyeon, dan Hyomin. Sementara aku menyanyikan Soyeon, Minkyung, dan Hwayoung. Lagu ini terkesan dengan makna yang mendalam dan sulit untuk dinyanyikan juga karena nada yang tinggi.

Sebelumnya aku meminta pada Kepala Sekolah untuk menurunkan volume vokal di microphone dan emnaikan volume Musik. Musik pun dimulai. Pertama adalah bagianku yang memerankan Soyeon, aigoo aku benar benar deg-degan dan malu.

“Uri saranghaetjana jebal nal ullijima, ojik naegen neo hanappunya” huaah akhirnya aku menyanyikan part pertamaku, dilanut dengan Jyioung dengan nada imut dan tinggi, Dia memainkan partnya Haeri yang memang memakai nada tinggi.

Dan akhirnya kami sampai dibagian nge-rapper yang diawali olehku, Bagian Minkyung. Dengan lancar aku menyanyikan bagian itu.  Dan terakhir rapper Hwayoung juga bagianku dipaling akhir.

Lagupun selesai. Semua bertepuk tangan. Sebagian ada yang menangis juga. Kepala sekolah pun ikut menangis dan memuji suara kami. Ia meminta kami menyanyikan lagu satu lagi dengan genre balad. Anak anak yang lain pun meminta kami menyanyi lagi. Mau tak mau kami menurutinya. Kulihat Jiyoung juga mengeluarkan air mata. Hanya aku yang tidak juga sekretaris kepala sekolah.

“Jiyoung, lagu Monodrama saja?” Tanyaku. Ia mengangguk, nah ini baru lagu yang sangat menyedihkan dan selalu membuatku menangis. Lagu yang bermakna sangat dalam.

Kami mulai menyanyikan lagunya. Aku memainkan Yoo SeungWoo dan dia memainkan HuhGak. Tak terasa semua mendalami lagu itu dan mulai menangis tersedu sedu, aku hanya mengeluarkan air mata dan sesekali menyekanya, Jiyoung pun menangis terkadang saat ia menyanyikan bagiannya, getaran suaranya terlalu berlebihan karena guncangan tangis.

Lagu pun selesai, musik berhenti dan yang terdengar adalah suara tangisan dari orang orang di bus. Sekretaris kepala sekolah akhirnya ikut menangis walau sebentar. Semua bertepuk tangan sambil terkadang kulihat ada yang mengelap ingus /ekhem/ kami membungkuk lalu kembali ke kursi kami. Kulihat Luhan sunbae menangis juga Baekhyun, Baro dan Chanyeol. Kris hanya diam tak berkata kata. Kini gilaran Luhan sunbae dan Kris. Mereka menyanyikan lagu Infinite H yang berjudul Special Girl. Semua yeoja disini langsung terpana mendengar mereka menyanyi ditambah kualitas muka mereka yang tinggi. Semua yeoja berteriak histeris.

Dilanjut dengan Baekhyun, Baro, dan Chanyeol.

“Kami menyanyikan lagu ini untuk 2 yeoja special. Yeoja yang mengisi hati kami. Selamat menikmati.” Kutebak dengan pasti yang dimaksud adalah aku dan Jiyoung. Mereka menyanyikan lagu 2PM When You Hear This Song dan 2PM A.D.T.O.Y.

Dengan sigap para yeoja berteriak teriak histeris lebih dari yang tadi. Jiyoung menikmati lagunya sementara aku terus melihat wajah Chanyeol. Ia pun menyanyi sambil menatapku. Ia dengan genit mengedipkan sebelah matanya, aku bergidik lagu memandang ke jendela. Dasar, cari kesempatan, batinku.

 

Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, kami telah sampai di kota, Bus diparkirkan di pesisir pantai. Kepala sekolah menyuruh kami untuk ke villa dulu menyimpan barang barang. Aku dan Jiyoung mendapat kamar nomor 17 sementara Luhan sunbae dengan temannya entah siapa di kamar 18, Baro dan Chanyeol di kamar 16 dan Baekhyun juga Kris di kamar nomor 15. Beruntung sekali kamar kami berdekatan.

Kami masuk kedalam villa tradisional dengan pintu geser. Kamar ini sederhana dan cukup luas. Tradisional sekali namun ditambah dengan AC, TV, dan Kulkas. Di belakang villa ada tempat pemandian air panas yang katanya sih luas.

Drrrtt…drrrtt.. Handphone-ku bergetar. Akhir akhir ini banyak sekali telepon.

Kepala Sekolah Call

“yeoboseyo?”

ah sooyoungii, kalian di bebaskan sampai jam 12 siang, kalau mau mengambil sarapan ambil saja di rumah makan di sebrang, kalian dibebaskan kemana saja asalkan jangan melewati batas komplek villa ini ya. Beritahu teman temanmu, saya malas menelpon mereka. Kuserahkan semua nya padamu ya, ohya jam 12 siang kalian berkumpul diTaman terbuka di dekat Kuil ya, lihat saja peta yang sudah disediakan kamar kalian. Sampai Jumpaa~” Teeett teeett.. Ia memutuskan sambungan setelah berbicara panjang lebar. Padahal aku ingin protes kenapa harus aku yang disuruh menyampaikan pada teman temanku? Kenapa tidak sunbae saja? Hish.

“Jiyoung, kepala sekolah membebaskan kita pergi kemana saja sampai jam 12 siang, asal jangan keluar dari komplek Villa, dan kumpul jam 12 di Taman terbuka di kuil. Peta nya ada di kamar. Kau menemukan peta itu?” Ujarku pada Jiyoung yang sedang mengetik pesan untuk seseorang.

“Eo, aku menemukan peta itu di meja. Kaja. Ayo kita main keluar.”Ajak nya lalu menarik tanganku. Kulihat para namja sudah berkumpul dilorong. Sibuk dengan urusannya masing masing.

“Tadi kepala sekolah menelponku, katanya kita dibebaskan sampai jam 12 lalu jam 12 kumpul di Taman terbuka dekat kuil. Kalian dapat peta? Kita dibebaskan kemana saja asal jangan lebih dari komplek Villa.” Kataku. Mereka mengangguk sambil menunjukan peta yang mereka dapat dari kamar masing masing.

Kami berjalan keluar dari Villa kami. Dan berpapasan dengan 3 orang menyebalkan.

“Oh kalian ternyata ikut? Kukira kalian akan meringkuk di Perpustakaan hantu itu. Hahaha.” Tawa sinis keluar dari mulut Jonghyun. Yang lain hanya tertawa kecuali Taemin yang sibuk dengan SLR nya.

“Tentu saja, ohya? Perpustakaan hantu ya? Ada baik nya juga jika aku menyuruh hantu itu menggentayangi kalian.” Mereka yang mendenga itu bergidik ngeri lalu berjalan menjauhi kami.

“Omonganmu bertambah sadis.” Pujiku. Tunggu, seperti nya itu bukan pujian.

“Terima kasih atas pujianmu.” Baiklah, dia menganggap itu pujian. Aku bersyukur.

Kami berjalan menuju Kebun Labirin. Tibatiba aku teringat tentang peternakan dan kebun yang sama sekali belum kutengok akhir akhir ini. Bbabo.

“Hey, ayo masuk dua orang dua orang, Aku dan Jiyoung masuk duluan, aku dari pintu utara dan Jiyoung dari pintu Selatan.” Baro berujar. Dia setujui semua kecuali diriku yang sedari tadi bermain main dengan tab yang kubawa.

Akhirnya aku dan Jiyoung sudah berada di pintu Selatan. Yang bermain labirin hanya kami, sementara Luhan sunbae, Baekhyun, dan Kris pergi ke kedai Ramen yang terkenal lezat nya di dekat kuil.

“Kau boleh masuk 10 menit setelah aku masuk ya. Fighting!” Serunya lalu masuk kedalam labirin. Aku hanya mengangguk lalu kembali memainkan tab sambil duduk di rumput menunggu 10 menit yang berlalu dengan cepat.

10 menut berlalu, aku masih berkutat dengan tab-ku. Tiba tiba handphone ku bergetar. Pesan masuk.

 

From: Park Chanyeol

Kau sudah masuk kedalam? Kalau belum cepat masuk sekarang, aku sudah setengah jalan. Terkadang aku masuk ekdalan lorong rumput yang buntu

 

Ahahaha, dasar payah. Aku berdiri dan menaruh handphone-ku di saku sweater dan menjinjing tab-ku. Aku masuk kedalam labirin. Tak lama kemudian aku sampai di tengah labirin. Benar saja, disana terdapat air mancur yang cukup besar dan ada tempat duduk serta ayunan di sana. Juga ada pohon coklat disana yang cukup besar dan ada seseornag yang duduk di bawah pohon. Tunggu, ada yang janggal.

Orang yang duduk di bawah pohon itu membuka mata dengan melotot dan air liur yang keluar dari mulut nya. Jangan bilang      jangan bilang kalau dia mati. Aku mendekati nya lalu memakai sarung tangan karet yang setia menemaniku disaku celana.

“Ahjumma, jeogiyo. OMO!” Pekikku saat menggoyangkan tubuhnya dan memegang tangannya yang mendingin. Dia mati!

“Sooyoung-ah! Wae? OMO!” Akhir nya Chanyeol datang setelah mendengar pekikkanku.

“Cepat telepon polisi dan paramedis!” Seruku padanya yang datang menghampiriku. Aku mencari luka disetiap badannya, dapat! Aku menemukan lubang kecil di tulang kepalanya yang jika ditembuh langsung oleh benda tajam seperti pemecah es, jika sudah masuk kedalam sana kurang lebih 5cm/6cm, maka akan langsung menembus otak bagian belakang dan berakibat fatal.

Sial. Tunggu, tidak hanya itu. Aku mencium bau almond dari mulut nya, tidak, bau almond ini lebih menyengat. Ini semacam racun yang di fermentasikan dari semacam kacang kacangan. Siapa orang yang tega membunuhnya?

Kuedarkan pandanganku, tidak hanya ada aku, chanyeol, dan mayat ini disini. Terdapat 2 orang Yeoja disini yang sedang mengobrol di kursi taman. Tibatiba mereka mendekati kami dan berteriak histeris.

“OMO!! ChaeWoo-ah! Jo ChaeWoo-ah!” Teriak mereka berlari mengahampiriku yang sedang mengamati mayat ini. Saat mereka ingin menyentuhnya, aku berseru dengan keras.

“JANGAN SENTUH MAYAT INI!”

“Ma   Mayat? ChaeWoo mati? Ia mati? Maldo andwe!” Teriak yeoja berambut pendek histeris. Temannya nya yang lebih pendek menangis tersedu sedu.

“Kalian mengenal korban ini?” Tanya Chanyeol yang datang menghampiri kami setelah selesai menghubungi polis da ambulan ditambah teman teman kami.

“Ne, kami mengenal nya. Perkenalkan, namaku Kim JaeKyung. Dan dia Cha InSung. Kami adalah pegawai di kedai Bakpao, kami menjadi pelayan. Dia adalah atasan kami, dia bernama Jo ChaeWoo.” Jelas Yeoja berambut pendek yang ternyata bernama JaeKyung.

“JaeKyung-ah! Ada ap     Omo! ChaeWoo!” Seorang namja yang baru datang langsung berlari menghampiri kami yang sedang bersama mayat yang bernama ChaeWoo ini.

“Jangan sentuh. Apa hubungan anda dengan korban?” Tanyaku.

“Namaku JaeBin, aku kakaknya JaeKyung yeoja ini.” Ia menunjuk JaeKyung. “Aku bekerja di kasir.” Jelasnya. “Apa yang terjadi padanya? Hah! Jangan bilang dia sudah ma    

“Jangan dilanjutkan Oppa!” Teriak yeoja yang bernama InSung itu. Ia masih terisak. Polisi pun datang bersama para medis, ternyata yang datang Sehun oppa dan Tao oppa lagi. Diikuti dengan 5 Teman kami dan seorang namja tinggi.

“Chagiyaa!!” Teriak namja tinggi itu. Ia berlari kearah kami yang mengerumuni mayat dan berusaha memeluknya namun di halangi Chanyeol.

“Jangan sentuh mayat itu.” Kata Chanyeol, suara ngebass nya menggetarkan hatiku, namun kuabaikan sebisa mungkin. “Siapa anda?”

“Saya adalah calon suami ChaeWoo! Nanti malam saya akan melamar nya, tapi    tapi dia sudah huaaaa,” Ia menangis tidak percaya akan semua yang ia lihat.

“Tenanglah Hyung, sudahlah.” Jaebin menenangkan namja tinggi itu.

“Namanya Park SeungHo. Ia calon suami ChaeWoo, renacanya malam ini ia akan melamar ChaeWoo, namun ChaeWoo sudah tidak ada.” Jelas JaeKyung.

Cukup mencurigakan. 4 orang ini adalah teman dekat korban. 2 orang adalah pelayan di kedai korban yang tadi sedang mengobrol santai di bangku taman tanpa menyadari ada nya korban, sementara namja yang bernama JaeBin ini adalah seorang kasir dan kakaknya JaeKyung, dan Namja yang menangis keras ini Calon suami korban yang bernama SeungHo, kasus kedua yang cukup menarik.

 

TBC

 

eotthe eotthe? di chap selanjutnya mungkin akan pendek mian /bow/ keep RCL ok~

annyeong, chuu~

25 thoughts on “Sherlock Holmes Academy [Chap’6] (The Second)

  1. armeliahr August 15, 2013 / 9:32 AM

    Argh TBC >:o geregetan banget sih ya ampuuunnn~ *gigit author* *ditendang author* setuju banget eon,sebentar lagi masuk,PR bejibun banget-_- lanjutkan eon,fighting juseyoo~ !😀

    • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 10:05 AM

      aaa author digigit readers /pelukBaekhyun/ iya, apalagi author sama sekali belum ngelirik pr, deketin aja udah horor-_- kkk~ gomawoo

  2. WINTERCHAN August 15, 2013 / 9:45 AM

    Woah ada kasus kedua yeyeye yeye asik asik jos!
    Kasusnya makin seru yuhuuuu
    Ternyata kepala sekolahnya cewek ya, kirain cowok berkumis gembul hyperaktif gitu (?) Kebayang kalo kepala sekolahnya kek gitu xD /ngakak/
    Penasaran banget, lanjutannya ditunggu. Fighting ‘-‘)9

    • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 10:07 AM

      iyahuahahhaa=)) iya kepsek nya yeoja._. kl namjasih author rada susah ngebayanginnya._. gomawo~

  3. yeni swisty August 15, 2013 / 9:58 AM

    Lanjut thor..
    Fighting😀
    Mian cuman bisa bilang kaya gitu soalnya otak gw udh di penuhin THR dri guru hehe😀

    • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 10:07 AM

      thr berupa tugas(?) hahah gwenchanna chingu, gomawo >w<

  4. annisahika August 15, 2013 / 11:04 AM

    wah ff yang ku tunggu” udah di publish :3
    poster barunya ahhh aku sukaa :3 pas banget chanyeol sama sooyoungnya :3
    ceritanya baekhyun udah ga cupu lagi nih ya? duh babybaek pasti kece :3
    aku kok ngerasa kasian ya sama kris gegara dia gaada pasangan(?) maksudku kan dicerita ini ada Baekhyun-Sooyoung-Chanyeol (terkadang Luhan juga masuk diantara mereka) dan juga Baro-Jiyoung. kalo gitu Kris sama aku aja deeeeh *puppyeyes* wkwk😀
    oh ya, tadinya aku kira kepseknya itu namja loh eh ternyataaaa yeoja haha gokil pula😀
    untuk review, aku sih lebih nyaranin buat merhatiin perbedaan penempatan tanda titik dan koma. kalo emang belum selesai bicara, silahkan pake koma. kalo udah selesai bicara, jangan ragu buat make titik.
    overall, aku udah hanyut dalam alurnya. so update soon ya ^^
    masalah pr, aku rasa semua murid mempermasalahkan itu. soalnya pr aku juga numpuk -_-”
    A-yo! Fighting! ^^

    • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 11:51 AM

      huahahaha, Ntar kris dapet cewe koo jika ada saat nya semua akan bahagia nak;) /tarik kris/ hahah gomawo untuk sarannya^^ iya benar pr membuat gila para murid mari demo’-‘)9

  5. winda August 15, 2013 / 11:10 AM

    Yah, tuan TBC ganggu aja ni, aku kan lagi serius bacanya..
    Ff.nya keren banget thor, ditunggu lanjutannya yaa.
    Fighting!!

    • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 11:54 AM

      iya nihah siapa sih authornya? ayo kita gebugin’-‘)9 /gebugin dirisendiri/ gomawo atas komen nya, tunggu aja. kl ga hari ini di publish nya besok :O tergantung mood author lagi lancar atau nyumbet😐

  6. Anna Choi August 15, 2013 / 2:04 PM

    wohoo kasus kedua,
    jadi pengen ikutan soo jadi detektif :3
    sumpah yang waktu di bis bikin ngakak abis xD
    pengen punya kepsek kayak gitu jadinya,
    authornya tetep semangat yaa bikin ffnya sma bikin prnya ‘-‘)/
    nextnya ditunggu

    • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 3:00 PM

      ne gomawo chinguu ;* author juga ingin punya kepsek kayak bgituh😦 jangan ingatkan soal pr, ssst-

  7. miss_sooyoungster August 15, 2013 / 3:53 PM

    hanya bisa ngomong next ajaaa^^

  8. epanda August 15, 2013 / 6:32 PM

    lanjutkan!!🙂

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:37 PM

      iklan partai/? wkwk =)))))
      gomawo udah komen!^^

  9. nina August 15, 2013 / 6:40 PM

    YES~!!
    akhirnya, di post juga……….
    tapi apa bisa terpecah cuma 2 hari aja?

    next be wait~~~~

    • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 7:28 PM

      bahkan hanya dalam beberapa jam😉 hoho /bocoran/ /author gaadil/ hohoo

  10. Youngie August 15, 2013 / 9:12 PM

    wah seharusnya chanyeol ketemu sooyoung di taman kan romantis…
    eh taunya….. lanjuuut

  11. Hiatus ! (@DorkyDesy) August 16, 2013 / 10:21 AM

    saeeeeengggg… akhirnya unnie bisa sempetin komen juga –”
    mianhae unnie cuma komen di part ini..
    laptopnya unnie suka ngambek kalo pake modem u,u tab unnie abis dijatuhin saenganya unnie jadi rusak u,u

    kamu keren banget sih bisa buat ff bagus kayak gini..
    uynnie ngaku unnie kalah kalo sama ffmu u,u
    daebak get well soon saengiee
    update soon^^
    semangat buat thrnya -tugas hari raya- hahaha

    • shafaaazamzammm August 16, 2013 / 12:01 PM

      ahaaaa gomawo eonni~ gws juga buat tab nya eonni yang dijatohin sama adeknya xD ff aku absurd eon, banyak kata kata yang sulih dimengerti dan banyak typo nyaa-___— ne fighting!’-‘)9 eonni juga dong lanjutin ffnya:3

  12. vamysoo August 16, 2013 / 4:39 PM

    Uh kok serem ya eon ?
    soo unnie daebak ih.
    authornya juga😀

  13. thelittleshikshin August 17, 2013 / 11:25 PM

    keren banget! ah jadi suka ff-ff misteri deh gara2 baca ff kamu thor:’3 berasa jadi detektif conan sama sherlock holmes beneran/?

  14. wufanneey September 26, 2013 / 6:51 PM

    mwoyaaaa kasus keduanya pembunuhan lagi, widih…
    kamu sering baca conan ya, ketahuan nih… hihihi xD
    next ah!

  15. rifqoh wafiyyah January 24, 2014 / 9:40 PM

    Daebak…:D,soo unnie sma chanyeol oppa mkin lengket aja..
    Wahh mkin seru..:),ada kasus lagi..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s