Sherlock Holmes Academy – [Chap’5] The Truth (Baekhyun Mystery ending)

Image

Author: Park JeByung

Tittle: Sherlock Holmes Academy   

Rating: T.

Genre: Mystery, Romance, Friendship

Lengt: Series

Cast: Choi Sooyoung, Park Chanyeol, Kang Jiyoung, Baro, Kris  Wu, Byun Baekhyun, Xi Luhan

Other Cast: Oh Sehun, Huang Zi Tao, Kim Jonghyun, Krystal Jung, Bae Suzy, Lee Taemin, and other (find by yourself)

Warning: Typo bertebaran dimana mana

 

Annyeong~ Apa kabar? hoho, Author kembali membawa fanfic Chap 5! Ini bukan chap terakhir loh, author akan membuat beberapa chaplagi dengan kasus yang baru! Maaf kalau nanti agak lama dipost karena authos sedang sakit, huhuh😦

Selamat membacaaa^^

 

 

Tikus besar yang sungguh licik, memainkan sandiwara dengan sangat bagus. Menutupi semua tingkah nya dengan perlakuan cerdas dan sudah direncanakan. Semua akan terungkap sebentar lagi. Tunggu saja. /Soo evil smirk/

 

Sooyoung POV

 

Semua sudah berkumpul di lapangan terbuka. Satpam, kepala sekolah, dan Wakil kepala sekolah juga sekretaris kepala sekolah sudah berkumpul. Aku berjalan dengan kedua teman masa kecilku menuju lapangan, keringat dingin mulai membasahi wajah dan tubuhku, demamku tinggi lagi. Demi keadilan, akan kutahan sekuat mungkin. Aku tidak sabar melihat wajah miris si tikus besar yang senang bersandiwara dan membunuh temannya sendiri. Ini kasus pertama yang kutanggani, aku harus berusaha dan membanggakan kakek.

“Jadi semua sudah berkumpul? Maaf, bisakah staff staff disini juga dipanggil?” Ujarku. Jiyoung dan Baro langsung melesat berlari kedalam sekolah atau asrama aku tidak tahu.

“Sooyoung, kau yakin bukti bukti ini sudah cukup?” Tanya Sehun oppa, sebenarnya masih ada beberapa yang kusembunyikan dari mereka, aku menemukan benang putih yang hampir tak kasat mata kira kira sepanjang 1 meter, juga kulihat ada kamera CCTV disana yang sudah usang, dan aku yakin seseorang yang menyimpannya disana dan menyembunykan bukti rekaman tersebut. Ia yang mengontrol semua pembunuhan yang sudah direncanakan tanpa  meninggalkan sidik jari sedikitpun. Sungguh teliti.

“Sudah oppa”

“Keunde, menurutku bukti ini tidak cukup,”

“Mian, tapi aku sudah menemukan bukti lainnya. Tidak usah khawatir, dia akan mengakui semuanya sebelum kita menyelesaikan kasus ini.”

“Kau menemukan bukti lainnya tanpa memberitahu kami? Oh adik kecil, kau berani menyembunyikan sesuatu dari kami heung?” Sehun oppa berkacak pinggang kesal.

“Sudah kubilang maaf! Nanti kalian akan tahu sendiri. Lihat, mereka sudah berkumpul, kita tanyai alibi mereka yang bermarga Shin atau Song.” Kataku menunjuk mereka yang sudah berbaris.

“Tapi, kan masih ada marga lain yang berinisial S?”

“Tidak, aku yakin ada diantara 2 marga itu. Percayalah pada adik kecilmu ini” Mereka mengangguk lalu membuka daftar staff staff yang ada disekolah ini dan mengabsennya satu satu, yang bukan bermarga Shin dan Song boleh meninggalkan lapangan.

Hingga tersisalah 7 orang bermarga Shin dan 11 orang bermarga Song. Kulihat ada 4 orang satpam, 6 orang juru masak, 5 orang cleaning service, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Sekretari Kepala Sekolah. Jumlahnya ada 18 orang.

“Kenapa? Kenapa kami yang dicurigai?” Tanya salah seorang satpam, yang lain mengangguk.

“Karena diantara kalian ada seorang pembunuh yang sedang berakting dengan bagus. Kalian tidak akan menyadari nya, kecuali 2 orang yang memang sedang memerani aktingnya masing masing.” Kataku, semua melongo tidak percaya dengan apa yang kukatakan, termasuk Shun, Tao, dan 6 orang temanku yang berdiri di belakangku.

“2 orang? Kau benar benar menyembunyikannya dari kami Sooyoung-ah!” Protes Tao. Aku memberi isyarat agar diam. Semua hening, tidak ada yang bergerak dari tempat, kulihat seorang satpam dengan keringat yang bercucuran dan tangannya sedikit bergetar. Aku menghampirinya.

“Ahjussi, waeyo? Kenapa kau berkeringat begitu?” Tanyaku dengan nada sinis. Kulihat jakun nya naik lalu turun, ia menelan ludah.

“A   aku aku sedang s  sakit nak.” Ia menjawab terbata bata, kulirik saku celananya menggembung berbentuk persegi panjang seperti tape rekaman CCTV. Aku ingin bermain main sedikit, haha.

“Kalau begitu kenapa tangan dan tubuh ahjussi bergetar?”

“itu karena aku sakit, kan sudah kubilang tadi!” Ia sedikit membentak padaku.

“Baiklah, ahjussi, apa itu yang disakumu?” Ia melotot kearahku. “Kenapa satpam memakai sepatu seperti seorang guru ya?” Ia mulai cemas, “Aktingmu sungguh bagus,” aku menggantungkan kalimatku, “Shin Songsaenim.” Perkataanku sukses membuat semua orang terkejut, “NE?!”

“Aku tidak mengerti maksudmu nak, berhentilah bermain detektif dektektif’an nya. Itu tidak lucu.” Katanya.

“Apakah wajah seriusku menandakan aku sedang bercanda? Bermain?” Tanyaku menatapnya langsung dengan wajah serius. Ia menggeleng, aku mengambil kesempatan untuk mengambil barang yang kuyakini tape rekaman CCTV, aku merogoh saku celananya yang longgar dan mendapatkan barang yang kuincar. “Terima kasih atas bukti kuat ini, selamat tinggal.” Aku melangkah menuju teman temanku yang melongo, dan memberikan tape itu pada Sehun oppa. “Kuserahkan padamu.” Bisikku.

“ta   tapi aku tidak mengerti Sooyoung-ah!” Elak Sehun. Tao mengangguk setuju. Ayolah, polisi detektif macam apa mereka ini? Dasar oppa-ku bbabo. Tanpa basa basi aku lalu melanjutkan bicara dihadapan semua orang, Kulirikk Shin Songsaenim yang pasrah ditangkap polisi. Tangannya diborgol.

“Shin dan Song, adalah marga Korea. Namun Shin termasuk marga Jepang juga, Seseorang diantara kalian telah menyamar dan memalsukan identitas nya, SON? SON singkatan nama pelaku diantara kalian. Aku yakin, kalian pasti bingung karena diantara kalian memang tidak ada yang berinisial SON. Kecuali orang jepang yang sedang menyamar.” Jelasku lalu dengan pelan aku berjalan menuju Wakil kepala Sekolah.

“Song EunHyo-ssi, annyeong Hasseyo. Omo, mianhamnida, namamu itu Shin Ogu Naraashima? SON ahjussi?” Aku berbicara dihadapannya. Ia menarik sudut bibirnya. Air mata keluar dari sudut matanya yang tajam. “Atau, mantan satpam disekolah ini?”

“Aku tahu, aku salah.” Ia terduduk jatuh di lapangan. Kepala Sekolah dan Sekretaris kepala sekolah melongo. Mereka menggeleng geleng. “Aku membunuh teman mantan rekan kerjaku sendiri. Aku dan ahjussi satpam itu merencanakan semuanya, kami bermaksud balas dendam untuk Chen, murid disini yang meninggal 10 tahun yang lalu. Dia bukan terkena serangan jantung mendadak! Tapi ia dikerjai oleh teman temannya! Mereka menaruh ular hijau di kolong meja Chen! Dan saat ia hendak mengambil sesuatu, ia tidak sengaja memegang kepala ular tersebut! Ular itu melilit di tangannya dan membuat Chen kaget sehingga jantungnya drop! Aku adalah satpam di saat itu, dan dia,” ia menunjuk Shin songsaenim yang menyamar menjadi satpam tadi, “Dia teman sebangku Chen! Chen anak kesepian yang tidak punya teman selain Shin SeoDae!”

“Iya, Chen anak kesepian yang hanya berteman denganku, ia di bully teman temannya dengan sangat kejam.” Timpal Shin Songsaenim menahan air mata.

“Dan satpam sialan itu, satpam sialan yang mati kubunuh di labolatorium itu adalah orang yang selalu membully Chen! Dia yang membuatnya meninggal!” Ia berteriak teriak denagn mata merah, aku mundur menuju teman temanku. “Aku dan SeoDae membuat rencana besar untuk balas dendam pada semua yang membully Chen! Orang orang munafik yang sebagian besar bekerja disini! Aku bersyukur karena masih hidup, dulu aku, Chen dan SeoDae selalu bermain bersama, aku mengajarkan cara menangkis pukulan layaknya seorang satpam, mereka selalu bersama denganku saat istirahat, Aku berjanji pada Chen untuk membuatkan pisau belati perak untuknya, namun takdir berkata lain, saat hendak memberikannya diistirahat, aku mendapatkan berita bahwa ia telah meninggal. Aku kaget dan meminta penjelasan dari SeoDae, penjelasan sebenarnya yang ditutup tutupi oleh kalian semua!” Ia menunjuk garang kearah orang orang. Dia gila ya?

“Tapi, balas dendamku sampai disini karena kalian anak anak sialan dan juga Kepala Sekolah idiot ini! Jika bukan karena kalian, sudah kubunuh orang orang disini! HAHAHAHA” Ia tertawa layaknya orang gila, “MATILAH KAU NONA CHOI!” Tanpa disangka sangka ia mengeluarkan pistol yang tidak kusadari ada disakunya.

Ia mengarahkannya padaku, aku mematung, semua berteriak histeris, ia menembakan peluru dan       dan      dan GREBB!! Seseorang membalikkan tubuhku sehingga ia yang terkena peluru, badanku benar benar lemas dan suhu tubuhku mulai meninggi, aku ambruk bersama orang yang menolongku, kulirik mukanya dan     

CHANYEOL!! PARK CHANYEOL! Ia menolongku hingga peluru itu menembus bahu kanannya.

“Chanyeol-ah Chanyeoll!” Teriakku melihatnya terbaring diatasku, butiran bening jatuh di pipiku, aku menangis sejadi jadinya. Pertama kalinya aku menangis memalukan seperti ini. Kepalaku mulai pusing sekali, teman teman mengelilingi kami sambil berteriak teriak memanggil nama kami, perlahan aku bisa mendengar bisikan rapuh dari Chanyeol,

“Uljima,” bisikan pertamanya, ia menggenggam tanganku dengan lemas, “saranghae.” Deg! Jantungku berhenti sesaat, wajahku mulai memanas, air mataku kembali bercucuran dengan deras. Sesaat setelah itu aku tidak ingat apa apa. Semua menjadi gelap.

…………………………………………..

…………………………………………..

 

Aku membuka mataku dengan berat, aku mengerjapkannya beberapa kali hingga aku sadar sepenuhnya. Aku mendudukan diriku di kasur. Kuedarkan pandanganku, Ini di UKS? Ah tidak, ini di Rumah Sakit.

“Sooyoung-ah! Kau sudah sadar?!” teriak suara yang kurasa familiar ditelingaku, ini suara Sehun oppa. “Suster! Dokter! Yya!” Ia berteriak teriak liar. Dia tidak beruah dari dulu. Tak lama seorang suster dan dokter datang ke ruanganku.

“Ada apa? Oh! Nona Choi! Kau sudah sadar?! Akan kuperiksa dulu ya.” Ia berjalan cepat menghampiriku dengan seorang suster, Sehun Oppa menyingkir dari tempat dan berdiri di depan pintu.

“Detak jantungmu bagus, suhu tubuhmu stabil dan kau masih pusing?” Tanya dokter padaku. Aku mengangguk, “Sedikit pusing.”

“Ahh      “ Ia menyuruh suster mencatatnya. “Kalau begitu besok kau boleh pulang, makan yang banyak ne? Ini obat rutin pagi, siang, malam untuk vitamin dan pemulih energi, dan ini obat siang dan malam untuk meredakan pusing. Minum yang rutin, maka kau akan pulih. Temanmu juga sudah sadar dikamar sebelah,” Teman? Siapa      Chanyeol! Iya benar Chanyeol!

Akhirnya dokter memberikan obat obat mengerikan itu padaku dan keluar dari ruangan. Sehun membungkuk lalu mendekatiku.

“Antarkan aku! Chanyeol! Ke kamar Chanyeol!” Seruku seperti anak kecil yang minta diantarkan ke kebun binatang.

“Baiklah, baiklah.” Ujarnya. Ia membantuku berdiri dan kami berjalan menuju kamar Chanyeol. Aku masih ingat kata kata terakhir nya untukku. Kata kata yang membuatku berubah, kata kata yang membuatku percaya akan takdir, kata kata yang selama ini belum pernah kudengar dari orang orang kecuali dia. Harus kuakui, aku mulai jatuh cinta padanya, diapun begitu.

Sehun Oppa membukakan pintu untukku, terlihat seorang namja yang tengah duduk bersandar di kasur sambil memandang keluar jendela.

“Chanyeol-ah,” gumamku, ia yang menyadari nya melirik ke arah pintu dan mendapatiku dan Sehun.

“Sooyoung?” Ia memastikan, lalu mengembangkan senyum.

“Bbabo! Kenapa kau menolongku? Wae? Wae?” Air mataku keluar tanpa persetujuan dari pemilik nya. Aku berlari dan memeluk Chanyeol. Ia balas memelukku. Aku terisak di pelukannya. Ia mengelus rambutku dengan lembut sesekali menghirup rambutku(?)

“Yya yya, jangan lupakan kehadiranku disini.” Sehun oppa protes, kami melepaskan pelukan kami. Lalu terkekeh. Chanyeol menyeka air mataku yang mengalir dipipiku.

“Jadi, Hyung, sudah berapa lama kami tertidur? Atau lebih tepatnya pingsan?” Tanya Chanyeol, aku dan Sehun duduk di sofa dekat ranjangnya.

“Kalian pingsan selama 3 hari. Kalian tidak bosan terlelap terus huh? Membuat kami khawatir. Ohya, soal insiden kemarin, kedua pelaku sudah ditahan di penjara dengan masa 10 Tahun. Kalau kalian lihat, muka kepala sekolah begitu shock sampai tidak bisa berkata kata loh, itu benar benar lucu, mengingat betapa shock nya ia mengetahui Wakil nya yang seorang pembunuh, ia menangis sejadi jadi nya saat kalian pingsan dilapangan. Sungguh seperti anak kecil, Hahahahahaa,” Sehun oppa menjelaskan sambil tertawa terbahak bahak, aku juga sebenarnya penasaran dengan ekspresi kepala sekolah yang terkenal periangnya itu, kepala sekolah yang beda dari kepala sekolah lainnya, ia begitu hyperaktif dan ceria, namun jika ada masalah mukanya menjadi suram dan ia berjalan dengan lemas dn gontai. Sungguh unik.

“Jadi, kau boleh pulang kapan?” Tanyaku beralih pada Chanyeol dan mengabaikan teman masa kecilku itu.

“Besok. Bagaimana denganmu? Luka peluruu itu tidak terlalu parah, beruntung di bahu kanan, kalau dikiri mungkin sudah mengenai jantungku.” Jawabnya. Aku menyenggol lengan kirinya.

“Jangan berkata seperti itu! Aku juga pulang besok, kalau begitu kita bisa pulanfg ke asrama bersama sama naik bus.” Kataku. Ia mengangguk. Sehun oppa diam dengan muak kesalnya. Karena tidak tega dengan Sehun oppa yang kelihatan jengkel, aku segera berkata, “Yasudah, aku kembali keruanganku. Sampai jumpa.”

Chanyeol mengangguk, aku dan Sehun Oppa pun berjalan meninggalkan ruangannya. Dan kembali keruangankiu, aku menidurkan diriku di kasur dibantu oleh Sehun oppa, badanku begitu pegal karena 3 hari tidak bergerak sama sekali.

“Nanti sore akan kuajak kalian ke taman rumah sakit, kalian bisa meregangkan otot otot kalian disana. Nah, sekarang makan dulu.” Ujarnya, ia mengambil makanan makanan yang sudah disiapkan suster dia meja kecil di ruangan ini. ish, makanannya bubur. Aku tidak suka.

“Oppa, itu bubur, kau tau kan aku tidak suka bubur? Aku bisa muntah.” Rengekku pada Oppa-ku ini. Aku hanya merengek pada Sehun oppa dan Tao oppa saja. Tidak dengan yang lain.

“Aish, mau tak mau kau harus makan. Bubur ini enakk kok, aaaaa” Ia menyuapiku, karena tidak ada pilihan lain, mana perutku kosong, aku terpaksa memakan bubur itu sampai habis meski tenggorokan ku menolak untuk menelannya. Akan kukutuk bubur ini, rasanya manis. Aku tidak terlalu suka makanan yang manis. Eneggh hoeek.

“Oppa ini tidak enak! Lain kali aku tidak ingin sakit, huh.” Protesku lalu meminum sebotol air mineral sampai habis hingga rasa enek ku ini hilang.

-SKIP-

 

Sore hari pun tiba, Sehun oppa sudah janji akan membawa kami berjalan jalan di sekitar taman rumah sakit. Kami pergi ke kamar Chanyeol dan mengajaknya, tubuhku sudah pulih, harus kuakui bubur dn obat yang kukutuk itu lumayan mujarab, membuat staminaku meningkat sedikit demi sedikit. Chanyeolpun kelihatannya sudah mulai sehat, daya tahan tubuh namja itu lebih cepat pulih dibanding dengan yeoja, kira kira itulah yang kuketahui dari buku yang ku baa tahun lalu di perpustakaan. ingatanku hebat bukan?

Kami berjalan jalan di taman yang cukup luas ini, taman yang dipenuhi bunga dan pohon rindang, juga sungai kecil yang mengalir, disini banyak kucing dan kelinci yang berkeliaran, tak jarang jug anjing kecil lewat di hadapan kami. Taman yang indah meski di pinggir rumah sakit. Terlihat para Lansia dan pasien rumah sakit yang seperti kami, berjalan jalan sore di sekitar taman.

Perlahan badanku mulai tidak pegal. Staminaku sudah cukup pulih, Chanyeol pun kelihatannya begitu, ia mulai bisa berlari lari ditaman mengejar capung capung yang lewat, dasar bocah. Aku duduk dibawah pohon, menikmati matahari sore sambil bermain main dengan kelinci putih yang tadi mendekatiku.

Waktu tidak adil, kejadian itu begitu cepat berlalu. Kasus pertama yang aku dan teman teman tanggani, ohya, masih ingatkah dengan benang yang kutemukan di sana? Benang itu adalah benang yang di pakai untuk mengikat pergelangan korban supaya aliran darah berhenti mengalir di tubuh korban. Sehingga badannya dengan cepat menjadi dingin dan mempermudah membuatnya mati.

“Sooyoung-ah! Ayo kembali ke kamar, matahari sudah tenggelam.” Kata Sehun oppa, menarikku berdiri. Sudah ku bilang waktu tidak adil, berputar terlau cepat dan seenaknya.

“Arrasseo. Yya! Chanyeol, sapai kapan kau mau mengejar capung tidak berdosa itu? Ayo kembali ke kamar!” Seruku, Chanyeol menghentikan aktifitas mengejar capung capung itu. Lalu berlari ke arah kami.

Kami kembali ke kamar masing masing.

 

-SKIP-

 

 

Pagi ini, aku dan Chanyeol boleh  pulang kembali ke asrama. Sehun oppa sudah kembali ke kantor nya untuk mengurusi kasus kasus lainnya. Ia begitu sibuk. Sehingga aku pulang ke asrama berdua dengan Chanyeol.

“Nona Choi dan Tuan Park pulang sekarang? Jaga baik baik diri kalian ne? Minum obat dan makan teratur.” Pesan dokter yang merawat kami. Kami mengangguk dan berpamitan lalu pergi keluar rumah sakit dan menunggu bus di halte.

“Aaahh~ Akhir nya kita keluar rumah sakit. Aku benar benar rindu pada teman teman yang lain.” Ujar Chanyeol sambil meregangkan otot otot nya.

“Hm. Aku khawatir pada Jiyoung. Anak manja itu apakah bisa bertahan 3 hari tanpaku? Hahah,” Mengingat Jiyoung yang manja dan kutinggal 3 hari 3 malam membuatku muolai khawatir atas dirinya. Semoga dia baik baik saja. Aku merasa sekarang Chanyeol mulai memerhatikanku, aku balas meliriknya dan kami bertatapan.

“Kau masih ingat kata kataku saat insiden terakhir?” Tanyanya sukses membuat muka ku merah. Kulihat wajahnya pun merona.

“Ne, aku ingat.” Jawabku. Ia terlihat berpikir sesaat.

“Jadi       bagaimana jawabanmu?” Hah? Jawaban apa?

“Maksudmu?”

“ya begitulah, mau kah kau menjadi yeojachinguku?” Wah wah, dia berani. Inikah yang dikatakan orang orang tentang pernyataan cinta?

“A   aku aku mau.” Jawabku langsung memalingkan wajah darinya, aku yakin mukaku sudah  semerah tomat, senyumku mengembang yang sedari tadi kutahan.

“Yesss!! Gomawo, Chagiyaaa~” c..chagi? Sial, dia membuatku kehabisan kata kata, aku memandangnya tidak percaya. Senyumnya terus mengembang dan pipi nya merah. Terjadi keheningan beberapa saat diantara kami, hingga bus datang.

Kami duduk bersebalahan di kursi belakang. Perjalanan ini memakan waktu cukup lama, kira kira 2 jam. Aku mulai mengantuk karena memandang keluar jendela terus. Plukk! Kepala Chanyeol bersandar dipundakku. Matanya terpejam, ia sudah terlelap. Aku menyandarkan kepalaku di kepalanya. Dan ikut terlelap          

-SKIP-

 

Aku terbangun dari tidurku. Chanyeol pun ikut terbangun, tanpa kami sadari sebentar lagi kami sampai di Asrama plus Sekolah kami. Aku menguap dan meregangkan ototku yang pegal. Dan sampailah kami di depan Asrama.

“Ahjussi, terima kasih.” Kata kami berpamitan dengan supir bus. Supir bus melambaikan tangan pada kami. Kami membalasnya saat sudah turun dari bus. Pintu bus tertutup dan  bus itu pun pergi.

Kami berjalan menuju gerbang yang dijaga oleh satpam. Satpam itu terkejut atas kehadiran kami, dan dia mengucapkan selamat pada kami serta berterima kasih atas penyelesaian kasus itu dan mempersilahkan kami masuk dengan senang hati membukakan gerbang untuk kami.

Walau hanya 3 hari meninggalkan sekolah, entah mengapa aku merindukan tempat ini.

“CHOI SOOYOUNG! PARK CHANYEOL!” terdengar teriakan memanggil nama kami, kami menoleh kesebelah kiri dan mendapati 5 kawan kami tengah berlari kearah kami, di sertai kepala sekolah yang hyperaktif itu. Mereka berlari lalu memeluk kami hingga kami terjatuh bersama sama. “Adaww!”

“yya, bisakah kalian lebih halus sedikit?” Prortes Chanyeol. Baro menjitak kepala Chanyeol dan mulai menangis, Jiyoung pun begitu.

“Yya! Kau tidak tahu kami sangat khawatir pada kalian?! Kami merindukan kalian, huaaaa.” Tangis semuanya kecuali Kris yang hanya mengeluarkan air mata dengan diam. Luhan sunbae ikut menangis sejadi jadinya, Jiyoung memeluku erat hingga tidak dapat bernafas. Baro memeluk Chanyeol, dasar pasangan homo-_- Kepala sekolah mengelap air mata dan ingusnya dengan sapu tangannya.

“Aku takut tau sendirian dikamar! Heenghhuaaaa” Tangis Jiyoung, sudah kuduga dia takut.

“Kami kesepian tanpamu Happy virus!” Baro ikutan nangis pada Chanyeol(?) Baekhyun menambahkan, “Tanpa kalian disini sama sekali tidak rame!” Aku baru sadar keberadaanya saat ia memukul mukul kepalaku. Ia ikut menangis.

“Sudahlah kalian cengeng, ireona. Berat tahu. Jangan mengguncang Chanyeol seperti itu, lukanya masih basah.” Ujarku lalu berdiri dan membantu Jiyoung berdiri. Baro mengangguk lalu berdiri diikuti Luhan sunbae dan Chanyeol. Kris sedari tadi berdiri dengan kepala sekolah.

“Hey hey, kalian tahu? Kalian semua dimuat di koran loh!” Seru Kepala sekolah. “Sekolah kita diberikan penghargaan oleh Gubernur! Daebakk, keren bukan?”

“OMO!” Seru kami senang.

“Ohya, jangan lupa besok akan ada kunjungan ke kota, siapkan uang kalian masing masing, Sooyoung dan Chanyeol boleh libur sampai lusa, dan kalian, kembali kekelas!” Seketika kepala sekolah menjadi tegas. Membuat mood mereka turun 50%.

“Anio, kami juga ingin kembali kekelas saja.” Ujarku disetujui anggukan Chanyeol. Kepala sekoalh setuju lalu meninggalkan kami dengan berlari dengan girang menuju kantornya. Kami berjalan di koridor sekolah. Dan sampai di depan kelas.

Terlihat Wali kelas kami sedang menjelaskan pelajaran sejarah, dan tibatiba berhenti berkata kata saat melihat kami yang berdiri di depan pintu kelas. (Luhan sunbaenim kembali kekelas nya juga)

“Sooyoung! Chanyeol! Selamat kembali! Kalian semua sukses dengan kasus pertama kalian. Selamat ya!” Serunya menghampiri kami dan menjabat tangan kami satu satu. Kelas kamipun bersorak sorai atas kehadiran kami. Kecuali Krystal, Suzy, dan Jonghyun yang sedari tadi menatap kami tidak suka. Taemin ikut bersorak dan mengacungkan jempol padaku.

“Gamsahamnida Songsaenim.” Kami membungkuk lalu kembali kebangku masing masing, suasana ributnya kelas yang kurindukan.

“Hey, Kau tau?” tanya Jiyoung sedikit berbisik.

“Mwo?” Tanyaku balik tidak mngerti.

“Aku jadian dengan Baro.” NE?! Aku menatap nya tidak percaya. Sejak kapan? Aish mereka jadian disaat aku tidak ada.

“ Ne? Sejak kapan?” Tanyaku kaget. Ia tersenyum malu malu.

“Sejak sehari setelah kau meninggalkanku sendiri, ia menyatakan perasaannya di depan kamar.” Ia menjawab sambil menutup mukanya dengan buku. Kulihat wajahhnya memerah. “Bagaimana denganmu dan Chanyeol?” Pertanyaannya sukses membuatku merona, sejak kapan anak ini tau aku menyukai Chanyeol?

“Tadi pagi kami jadian.” Ia melotot lalu mulutnya terbuka lebar bersiap berteriak histeris, namun sebelum itu aku langsung membekap mulutnya agar tidak membuat keributan. “Diamlaah.” Bisikku gusar. Ia mengangguk,

“Selamat ya Sooyoung, kau sudah mulai melangkah kedepan.” Katanya menepuk nepuk punggungku. Aku tersenyum.

Mulai sekarang akan kujaga semua temanku yang kusayangi dan memecahkan kasus lainnya! Aku berjanji! Batinku.

 

TBC-TBC-TBC-TBC!

 

Annyeong readers! Ini masih berlanjut ya cerita nya, belum tamat hehe. Author akan membuat beberapa kasus baru yang akan mereka hadapi. Silahkan menunggu heee..

Maaf kalau nanti dipost nya agak lama. Author sedang sakit huhu, dimohon RCL nya ya^^ /Hug/

30 thoughts on “Sherlock Holmes Academy – [Chap’5] The Truth (Baekhyun Mystery ending)

  1. yeni swisty August 13, 2013 / 2:25 PM

    Keren thor, keren (y)
    Aku makin suka nih sama FF ini ❤
    Lanjut thor😀🙂
    Fighting🙂

  2. vamysoo August 13, 2013 / 2:47 PM

    Aaaahh, demen banget sama FF ini :3
    auhor !! lanjutt !!

    • shafaaazamzammm August 13, 2013 / 2:51 PM

      ngahaha, makasih^^ ditunggu aja yaa sampe author sembuh baru author lanjutin(?) ._.

  3. Anna Choi August 13, 2013 / 4:18 PM

    gwenchana thor kalo dipostnya masi agak lama,
    Get well soon ya🙂 author harus kuat kaya soo sama chanyeol ‘-‘)9
    kasus selanjutnya ditunggu :3
    semoga yg ngebullly soo ntar dapet pelajaran ‘-‘
    fighting author!!!
    gws!!!🙂

    • shafaaazamzammm August 13, 2013 / 4:52 PM

      ahaha, gomawo chingu^o^ /hug/ /chuuu/ :* akan author usahakan’-‘ jeongmal gomawo chinguuu

  4. onlyfreakgirl August 13, 2013 / 5:35 PM

    kyaaaaaaaaaaaaaa Daebak Daebak Daebak b^^d
    sumpah sampe gak tau ngomong apa nie FF keren bangettt….
    ditunggu part 6 nya ne ^^

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:26 PM

      hahaa gomawooo!! /hug&kiss/
      gomawo udah komen^^

  5. WINTERCHAN August 13, 2013 / 6:01 PM

    YEY KASUS PERTAMA SUKSES! YEYEYE YEYE ASIK ASIK JOS! /joget sesar/
    Selamat! Kalian luar biasa!
    Yey sooyoung chanyeol jadian, jiyoung baro jadian lalalayeyeye lalalalayeye *sahabatdahsyat*
    Asik ini ff belum end kan? Kagak sabar buat kasus lainnya nih hehehe.
    Ffnya d.a.e.b.a.k! ‘-‘)9
    Chapter 6 nya ditunggu😀 get well soon juga ya, fighting ‘-‘) 9

    • shafaaazamzammm August 13, 2013 / 6:51 PM

      gomawo eonn :’) agak lama dipost nya gapapakan eon? Jeongmal gomawo eonniyyaaaa!! /hug/

      • WINTERCHAN August 13, 2013 / 10:25 PM

        Gapapa kok, santai aja😉 /peluk baekhyun/ *eh meheheheh yang penting getwellsoon ‘-‘
        Paiting ‘-‘)9

  6. nina August 13, 2013 / 6:27 PM

    WHOAAAA~~~~ senengnya, kasus pertama kkeut
    Soo jadi detektip^^)v
    ekting Baro over deh-,-” #mian
    di tunggu Ep. selanjutnya
    Fighting~!!!!

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:33 PM

      iya baro over acting(?) xD
      gomawo udah komen^^

  7. kenianurasha August 13, 2013 / 7:19 PM

    thor beneran deh keren banget ffnya😀
    next chap update soon ya^^

  8. epanda August 13, 2013 / 10:12 PM

    cepet sembuh eonnie.
    lanjut yaa🙂

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:42 PM

      gomawoo:”’>
      gomawo juga udah komen^^

  9. vermouthshikshin August 14, 2013 / 4:03 AM

    Chingu, cepat sembuh, ne? Sebaiknya chingu istirahat saja ^ ^

    Daebak. T.T Chanyeol oppa ku sayang T.T terimakasih telah menyelamatkan sooyoung eonni. Hehehe~

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:46 PM

      ne, gomawo:”’>
      Yeay chanyeol pahlawan sejatii!(?)
      gomawo udah komen^^

  10. annisahika August 14, 2013 / 5:09 AM

    ah praduga ku salah -_-”
    sooyoung chanyeol daebakk! disini karakternya pada dapet banget kecuali TaoHun *menurutku -_-” soalnya ooc kan sehun lebih muda. kenapa engga EunHae atau KyuWon aja? *ngarep hehe😀
    aku suka banget karakter chanyeol disini. soalnya dapet banget sejak pertama kali muncul. aku tunggu kasus” berikutnya yaa🙂

    • shafaaazamzammm August 14, 2013 / 8:08 AM

      ngahahaaha, gomawo chingu muah:* gajadi lama deh, author bakalan post hari ini chap 6 nya, /bocoran/ author udah mendingan karena minum obat yang iewwh pahitt-_- dan jamu yang eunggh-_- Anggap aja Sehunsama Tao muka nya di tuain dikit /ditabok readers/ ohiya author lupa, tadi nya sehun sm tao mau nya sih Eunhyuk sama Siwon, cuma lupa-.- duh author pikun /abaikan/

      • shafaaazamzammm August 15, 2013 / 6:38 AM

        mian author gajadi post kemaren, google chrome nya eror gabisa dibuka cik-_-

  11. Choi_Reni407 August 14, 2013 / 2:37 PM

    Yeaaay part 5 di post cepet..
    Yeaaay sooyoung mau terima chanyeol ! Hehehehe
    next soon . Fightinggg

  12. Youngie August 14, 2013 / 10:01 PM

    kereeen thor….
    tbcnya gangu ah…
    lanjuuuuttt

  13. thelittleshikshin August 15, 2013 / 9:06 PM

    halooooo aku new reader xD

    maaf ya langsung ngasih komentar disini;_;

    aseli ff nya keren! udah lama gak baca ff mistery kayagini hehe aku kira awalnya sooyoung sama kris eh ternyata chanyeol(?)

    ih kesel sama Suzy cs disini-_- kenapa taemin gak gabung aja ke Sooyoung cs coba(?)

    next chapter ditungguuuu xD fighting!

    • shafaaazamzammm August 16, 2013 / 11:58 AM

      iyanih Taemin nya belum tobat-_- /toel Taemin/ gomawo chinguu

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:51 PM

      O.o
      haha gomawo udah komen eonni-yaa~!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s