Stolen Cat [Chapter 3]

Stolen Cat3

Title : Stolen Cat • Author : Winterchan • Genre : Romance, College-Life •
Length : Chapter • Rating : PG

Main Characters : Choi Sooyoung, Luhan.

Other Casts : Kwon Yuri, Oh Sehun, the rest of EXO and GG members.

Disclaimer : The plot is purely mine.

Summary : A simple story about Luhan’s college life. His life becomes different when he is accused has stolen a girl’s cat.

Note : It’s also posted on my personal blog.

•••

Sinar matahari menyeruak masuk ke dalam sebuah ruangan dengan kasur king size beserta seorang gadis terbaring di atasnya. Sooyoung mengerjapkan matanya, lalu membukanya perlahan, menyesuaikan dengan cahaya di sekitarnya.

Ia mengucek pelan matanya. Heran. Kenapa matahari terik sekali ya untuk ukuran jam segini? Sooyoung melirik sekilas jam weker di nakas di samping tempat tidurnya.

Pukul 07.21 AM

Sooyoung kembali menguap sebelum akhirnya membelalakkan matanya terkejut. “Ya tuhan. Jam setengah 8? Astaga kukira baru jam 6 pagi.” Ia terburu-buru menuju kamar mandi nya.

Setelah dirasa siap ia berjalan gusar menuruni tangga menuju pintu depannya.

“Astaga aku hampir terlambat, Ya Tuhan aku harap aku memiliki teleportasi saat ini juga.” Ia menyesal tadi malam begadang untuk menonton film favoritnya, imbasnya ia bangun kesiangan. Sebenarnya jam wekernya sudah Sooyoung setting pada pukul 6, tapi ia merasa sama sekali tak mendengar jamnya itu berbunyi.

Sooyoung keluar dari rumahnya, bahkan ia sampai lupa untuk memberi makan hewan kesayangannya dulu, entah bagaimana nasib kucing itu, mengetahui majikannya pergi meninggalkan rumah tanpa memberi makan sang kucing.

Sepertinya memang tak ada waktu untuk itu, bahkan sarapan untuk dirinya sendiri saja yang berjiwa shikshin tak ia pikirkan. Yang Sooyoung cemaskan saat ini adalah, siapa dosen pertama yang akan masuk. Ia benar-benar lupa. Jangan sampai Mrs. Kim! Duh Mrs. Kim paling tidak suka ada mahasiswa yang terlambat.

Untunglah bus cepat datang, jika tidak, ia harus menunggu lagi untuk bus giliran selanjutnya datang, dan itu memakan waktu sekitar 15 menit.

Handphone Sooyoung berdering, tertera nama Kwon Yuri di atas layar ponselnya. Dengan cepat ia mengusap layar ponsel di genggamannya.

“Yeob–“

“YA! Choi Sooyoung! Kenapa baru angkat teleponmu sekarang? Cepat tunjukkan batang hidungmu sekarang juga, atau riwayatmu habis!” Sooyoung menjauhkan handphonenya dari telinga. ‘Ya ampun Kwonyul, sejak kapan suaramu lebih melengking dari Jessica?’

“Aku baru di dalam–“

“Yak jangan bilang kau masih di dalam bus!” Belum tuntas Sooyoung menjawab pertanyaannya, sahabatnya sudah kembali menyemprotnya dengan suara cempreng nan menyebalkannya.

“Tidak usah teriak, Yul! Aku tidak tuli,” balas Sooyoung risih. Di waktu yang seperti ini masih sempat Yuri berteriak-teriak tidak jelas.

“Bagaimana aku tidak kesal, Soo. Kau lupa jam pertama siapa dosen kita? Mrs. Kim, Sooyoung! Mrs. Kim!” Yuri jadi gregetan sendiri.

Sedetik kemudian Sooyoung baru menyadarinya. Ia membelalakkan matanya, “Ya Tuhan, aku lupa Yul! Oh tidak, apa yang harus kulakukan?”

“Habislah kau, Choi. 2 menit lagi dia akan menginjakkan kakinya di kelas ini. Bahkan semua orang di kelas telah hening sejak 10 menit yang lalu. Kau tahu kan dia tidak pernah terlambat barang satu detik pun?”

Sooyoung semakin resah, ia mengusap wajahnya kasar. “Baiklah aku tutup telponnya ya? Suara langkah kakinya sudah terdengar dari jauh.”

Akhirnya bus yang ditumpanginya sampai di kampus. Sooyoung memang hanya terlambat sekitar 5 menit. Tapi tak peduli bahkan jika kau hanya terlambat 1 menit, Mrs. Kim tidak akan pernah mengijinkanmu masuk ke kelasnya.

Sooyoung berlari menelusuri lorong menuju kelas. Sampai di depan kelas, ia berhenti. Sungguh jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat dari detak normalnya. Suara tegas nan menyeramkan Mrs. Kim terdengar sampai keluar.

Sooyoung mengintip sedikit dari celah pintu. Namun tak ia sadari, seorang lelaki menyadari kehadirannya. Seulas smirk terbentuk di wajah tampannya.

Gadis itu kembali melangkah mundur, bimbang antara masuk ke kelas lalu dimarahi dan dihukum Kim Seonsaengnim atau men-skip pelajaran lalu kabur dengan resiko tertinggal materi.

Akhirnya Sooyoung memutuskan untuk kabur dari pelajaran sekarang, peduli setan dengan tertinggal materi. Ia mengintip terakhir kalinya lewat celah pintu sebelum benar-benar kabur. Namun matanya menangkap sesuatu, ah tidak, seseorang duduk 2 bangku di belakang sahabatnya, Yuri, tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.

‘Tunggu sejak kapan maling itu ada disitu? Apa dia menyadariku?’

‘Eh bahkan aku tidak tau hari ini aku sekelas dengannya. Ah sepertinya kabur memang pilihan bagus, lagipula aku malas melihat wajah jeleknya’ batinnya. Belum sempat berbalik, indera penglihatannya kembali menangkap sesuatu. Sooyoung melihat lelaki tadi mengacungkan tangannya. Entahlah perasaannya buruk kali ini, ia segara berbalik dan berniat pergi.

“Jogiyo Seonsaengnim.”

“Ya Luhan?” Mrs. Kim menatapnya tajam.

“Sepertinya aku melihat seseorang di luar sana. Tapi sekarang sudah menghilang.” Lapor Luhan.

Mrs. Kim pun berjalan keluar berniat mengecek kebenaran atas apa yang dilaporkan Luhan, terlihat olehnya seorang gadis tinggi tengah berjalan memunggunginya.

“Nona Choi.”

Sahutan yang tidak keras namun mematikan itu cukup untuk membuat langkah Sooyoung terhenti. Jantungnya kembali berdegup kencang. Ia membalikkan tubuhnya was-was.

“Ya?” Sungguh ia benar-benar gugup saat ini. Sooyoung melangkah mendekat kearah wanita di hadapannya. Lalu wanita itu berjalan masuk kembali ke kelas. Terpaksa Sooyoung mengikutinya masuk. Tidak mungkin ia kabur kan?

“Kau tahu ini jam berapa?” Sooyoung mengangguk pelan, “Ne, Seonsaengnim.”

“Kau ingat ini pelajaran siapa?” Mrs. Kim menatap Sooyoung tajam. “Ne.”

Mrs. Kim berbalik menghadapi para murid. “Anak anak kalian tahu kan masuk jam berapa?”

“Ne.” Koor mereka serempak. “Pukul berapa?”

“Pukul 8.00 Seonsaengnim.”

Mrs. Kim kembali menghadap Sooyoung, “Sekarang pukul berapa, Nona Choi?”

“Pukul 8.06 Seonsaengnim,” jawab Sooyoung gugup. Ia melirik sekilas kedepan, dilihatnya Yuri tengah menatapnya prihatin. Dilihatnya juga seorang namja tak jauh dari belakang Yuri sedang menahan tawanya susah payah.

‘Habislah kau, Lu.’

“Baik sebelumnya terima kasih atas pemberitahuannya, Luhan.” “Ne, Seonsaengnim.”

Luhan tersenyum puas, ia berhasil balas dendam atas kejadian kemarin tentang –Sooyoung mengejeknya karena dihukum– Sekarang ia yang akan tertawa di atas penderitaan Sooyoung. Seulas senyum licik kembali terukir sempurna di wajahnya.

“Karena kau terlambat di pelajaranku, kau kuhukum membersihkan taman belakang sekolah. Dan karena kau juga berniat kabur dari pelajaranku, hukumanmu ditambah.” Sooyoung serasa ingin menghilang tiba-tiba dari sana, ia lupa belum sempat sarapan.

“Bersihkan juga lapangan. Jangan berhenti bekerja sampai waktu istirahat selesai. Mengerti?”

Sooyoung mengangguk pasrah, “Ne.”

Beginilah dosen perempuan, dimana-mana pasti lebih kejam dari yang laki-laki. Menghukumnya sampai istirahat tiba? Itu sama saja dengan tidak membiarkan Sooyoung istirahat dan mengisi perutnya dulu.

•••

Terlihat seorang gadis tengah menyapu lapangan dengan malas. Sungguh ia kelaparan! Perutnya tak bisa berhenti meraung dari tadi. Sekarang seharusnya Sooyoung dapat dengan rakus memakan makanan di kantin. Tapi itu tak bisa ia lakukan mengingat ia tengah diawasi dengan ketat oleh namja yang paling dibencinya.

Luhan memang ditugaskan oleh Mrs. Kim mengawasinya mengingat Sooyoung dapat kabur dengan tiba-tiba, dan Luhan adalah yang pertama menyadari kehadiran Sooyoung tadi pagi.

Sooyoung menyapu lapangan dengan asal sementara Luhan tengah duduk di bangku tak jauh dari lapangan, sambil menggigit rotinya tanpa belas rasa kasihan. Sungguh pemandangan di depannya adalah pemandangan terindah seumur hidup bagi Luhan. Melihat penderitaan orang yang dibencinya justru membuat moodnya naik.

“Ya Luhan! Lihat lapangan sudah bersih. Biarkan aku istirahat!” teriak Sooyoung.

Luhan mengangkat sebelah alisnya, “Kau tidak ingat apa kata Kim Seonsaeng? Jangan berhenti sebelum istirahat selesai.”

“Tapi aku lapaaar,” keluh Sooyoung. “Lapar? Aku punya roti.” Seketika wajah Sooyoung cerah. “Tapi ini untukku, aku juga lapar tahu.” Sungguh Sooyoung ingin sekali menginjak dan mencekik Luhan saat itu juga.

Ini benar-benar menyenangkan bagi Luhan. Mengerjai orang yang dibencinya. Apa yang lebih menyenangkan dari itu? Haha.

Sehun yang tak sengaja lewat pinggir lapangan heran mengapa Sooyoung bisa berdiri di tengah lapangan. Dilihatnya Luhan duduk tak jauh dari tempat gadis itu berdiri. Ia berjalan mendekat kearah Luhan.

Hyung!” “Oh hai Sehun.”

Hyung sedang apa? Dan kenapa Sooyoung ada di tengah begitu?” Sehun mendudukkan dirinya di sebelah Luhan.

“Aku sedang mengawasinya, dia kena hukuman,” jawab Luhan enteng. “Memang dihukumnya sampai kapan? Kasihan sekali.”

“Eh? Ada yang salah denganmu?” tanya Luhan heran. Kasian pada wanita menyebalkan itu? Yang benar saja.

Hyung tidak kasihan? Waktu istirahat hampir habis, Hyung.”

Luhan mengangkat bahunya tak peduli, “Ya memang.”

“Aigoo, Hyung jahat sekali.” Setelah mengucapkan itu, Sehun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Sooyoung yang hampir mati karena dehidrasi dan kelaparannya.

“Sooyoung-ssi.”

Sooyoung cukup terkejut melihat Sehun tiba-tiba di sampingnya. “Ah, Sehun-ssi.”

“Sepertinya kau kelelahan begitu, ini aku bawa minuman dingin. Belum kuminum kok,” ucapnya seraya menawarkan botol minuman yang sedari tadi dipegangnya. Sooyoung dengan senang hati menerimanya, lalu menenggaknya sampai habis.

“Ah aku merasa seperti hidup kembali,” gumamnya pelan namun masih tertangkap indera pendengaran Sehun. Sehun tertawa kecil mendengarnya.

“Oh terima kasih Sehun-ssi. Kau teman yang baik,” ucap gadis itu tulus. Ia bingung kenapa bisa Sehun baik sekali sementara temannya menyebalkan bukan main.

“Sama-sama. Itu gunanya teman bukan?” Sehun melempar senyum kearah wanita di depannya.

Akhirnya bel yang ditunggu Sooyoung sedari tadi berbunyi, tanda berakhirnya hukuman  nista ini.

“Akhirnya masuk juga. Sepertinya aku harus ke kelas. Sampai jumpa, Sehun.”

Sehun melambaikan tangannya, “Aku juga. Sampai jumpa.” Setelah itu keduanya terpisah.

Sooyoung melangkahkan kakinya menuju kelas selanjutnya. “Sooyoung!” Merasa namanya dipanggil, Sooyoung menolehkan kepalanya ke belakang.

“Tunggu aku!” ucapnya menyamakan langkahnya dengan Sooyoung. “Aigoo Yul kemana saja kau? Dimana dirimu saat aku menderita? Kau bilang kau sahabatku,” ucap Sooyoung dramatis.

“Aku membelikanmu makanan tahu. Lihat aku beli banyak, aku yakin kau pasti lapar sekali. Kau harusnya bersyukur memiliki sahabat perhatian sepertiku.”

Mood Sooyoung naik seketika mendengar makanan. “Eh tapi kau tak ada saat aku kelelahan dan membutuhkanmu tadi.”

“Ey kan aku mengantri untuk membeli makanan-makanan ini, Soo.” Yuri menyodorkan kantong berisi makanannya pada Sooyoung.

“Benarkah? Kau baik sekali Yul,” pekik Sooyoung terharu.

Mereka sampai di dalam kelas. Sebenarnya setelah ini free, karena ada sesuatu dengan Mrs. Nam.

“Eh tadi kulihat kau bersama Sehun. Dia habis ada urusan apa denganmu?” tanya Yuri. “Oh dia hanya memberiku sebotol minuman, ya lumayanlah dia itu baik tidak seperti temannya itu,” jelas Sooyoung. “Haish mengingat dia saja sudah membuatku merinding. Jika bukan karena dia aku tidak akan dihukum dengan sadis begitu. Dasar Luhan sialan! Dia berniat balas dendam padaku ya?! Hah!” Serunya penuh emosi.

Tak mereka ketahui orang yang dibicarakan berjalan melewati mereka dan berhenti ketika merasa namanya disebut-sebut.

“Kalian membicarakanku?”

Sooyoung menatap malas kearah Luhan, “Kalau iya, memangnya kenapa? Cih bukan urusanmu!”

“Hey itu urusanku, kau menyebut-nyebut namaku barusan,” geram Luhan. “Oh ya? Kau punya nama juga ternyata,” balas Sooyoung enteng. “Oh lagipula namamu mirip dengan hewan peliharaanku. Kau plagiat ya? Ternyata selain pencuri kau plagiator juga. Memang ya sekali maling ya tetap maling.”

Luhan menatapnya tak percaya, “Apa kau bilang?”

–Luhan POV–

Ahahaha ini lucu sekali. Sungguh lucu. Sekarang apa lagi? Belum puas dia mencari masalah denganku? Setelah mengataiku pencuri sekarang dia mengataiku maling? Oke itu sama saja. Oh tadi dia sempat mengataiku plagiator.

Sebenarnya IQ dia itu berapa? Aku heran, bisa ya gadis seperti dia masuk universitas ini? Yang ada wanita itu yang plagiat! Nama depanku seenaknya dia pakai untuk hewan peliharaannya yang jelek itu.

“Kau tuli?” tanya wanita itu. “Choi Sooyoung, sebenarnya dari awal kau berniat mencari gara-gara denganku, kan?”

“Huh? Mencari gara-gara? Denganmu? Kau pikir aku orang yang kurang kerjaan?”

Lihat lihat, bahkan dia terus saja mengelak. “Ya memang begitu kan? Nyatanya kau terus mengganggu hidupu! Asal kau tau, hidupku menjadi suram dan sial semenjak kau mencari masalah denganku!” ucapku meluap-luap.

Terlihat ia mengepalkan tangannya, “Jadi maksudmu aku pembawa sial?” desisnya.

“Aku tidak bilang, kau sendiri yang bilang, Choi.”

Dia menatapku tajam. Aku memutar bola mataku malas. Cih aku sama sekali tidak takut.

–Author POV–

Seluruh pasang mata kini tertuju kearah kedua orang yang tengah berargumen, menyaksikan dengan seksama seolah-olah ini adalah pertandingan tinju. Tak ada satupun dari mereka yang berniat mengakurkan mereka, tidak, lebih tepatnya melerai atau memberhentikan perkelahian mereka sementara. Ya, sementara, karena semua orang yakin di lain waktu argumen keduanya pasti akan terjadi dengan lebih seru.

“Aku membencimu, Luhan!”

“Kau pikir aku tidak membencimu?”

“Ya–“ ucapan Sooyoung lagi-lagi terpotong oleh sahabatnya. “Cukup! Kalian kumohon berhenti. Kalian membuat keributan, jangan sampai seonsaengnim tahu, atau–“

“Ada apa ini ribut-ribut?” Mrs. Jung datang tepat waktu, memecah suasana tegang yang terjadi di kelas. Rupanya tidak benar-benar semua orang menyaksikan perkelahian diantara keduanya, karena Lee Chaerin, salah satu mahasiswa teladan di sana melaporkan keributan ini pada Mrs. Jung.

Maniknya menatap tajam keduanya secara bergantian, kilatan matanya seakan menusuk. Terlihat dari mimik marahnya, beliau meminta penjelasan pada keduanya.

“Jadi siapa yang bertanggung jawab atas keributan disini?”

“Dia, Saem!” Sooyoung dan Luhan saling menunjuk satu sama lain.

“Ini sudah cukup menjelaskan, kalian berdua ikut ke ruangan saya,” ucapnya tegas.

•••

“Kalian tidak seharusnya ribut disaat yang lain sedang dalam pelajaran!” ucapnya. Kilatan matanya terlihat sangat tegas.

“Bukannya belajar dengan baik, malah ribut. Kalian sudah dewasa, seharusnya lebih mengerti!” Yang dimarahi hanya bisa terduduk kaku tanpa melakukan apapun, sungguh bahkan hanya untuk mengangguk saja sepertinya sulit, apalagi jika mengklarifikasikan masalah.

Mrs. Jung berdiri dari tempat duduknya, “Kalian mengerti tidak?” Dengan susah payah keduanya mengangguk. “Jika mengerti kenapa masih ada kejadian seperti ini?” Mrs. Jung menggebrak mejanya membuat baik Sooyoung maupun Luhan terperanjat kaget, bahkan hampir terjungkal dari kursinya. “Sekarang kalian akan saya kenai sangsi.”

“Kalian saya tugaskan untuk membersihkan perpustakaan setiap pulang, selama seminggu berturut-turut.”

‘APA?’

Well beginilah Mrs. Jung, sesepele apapun masalahnya, ia tidak akan segan memberi hukuman yang bahkan tidak sebanding dengan kesalahan yang tidak begitu besar. Ini semua dilakukan Mrs. Jung bukan karena dia membenci muridnya, ini semata-mata hanya untuk pembentukan karakter dan mendidik untuk lebih disiplin.

‘Haha selamat datang di neraka dunia, Luhan’

‘Sooyoung, ini akan menjadi minggu yang sangat panjang. Bagus. Terima kasih Luhan’

Keduanya saling melempar tatapan tajam, seakan menyalurkan rasa benci mereka melalui tatapan matanya masing-masing.

–To Be Continued–

•••

•) Noh chapter 3 nya udah dirilis h3h3. Sebenernya agak parno(?) sih pas mau gue post, masalahnya chapter yang ini kok alay bukan main ya ;A; Oh abis guenya manusia alay sih, jadi berdampak sama ffnya ;A;

Tapi sealay-alaynya ini ff, komen tetep jangan dilupain ya^^

Udah ya sampai ketemu di chapter 4,
author mau undur diri yuhuuu, yu capcusss!

Dah^^ /civoq satu satu/

45 thoughts on “Stolen Cat [Chapter 3]

  1. shafaaazamzammm August 12, 2013 / 7:04 PM

    eonni akhir nya ff lanjutannya di update :’) sudah kutunggu tunggu, eonn luhan sm soo ga akur akur yah-_- uwaaa Sehun ngasih minum! /sambar minumnya dari tangan soo/ /digebukin soo pake sapu/ palli eon jangan lama lamaaa😀 daebaakk😀

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:08 PM

      Yaampun kamu nungguin ff ini ternyata, kirain kagak ada yg nungguin :’)
      Eh awas itu beracun muahahaha(?)
      Aduc kemungkinan bakal agak lama nih, soalnya author lagi di bandung, pulang dari bandung langsung ribut sama thr yg belum samasekali gue sentuh -_- habis itu sekolah deh *ini curhat oke*
      Tunggu aja ya😉 btw thanks for reading!😀

  2. Nadra August 12, 2013 / 7:35 PM

    OMO perangnya ada lagi
    Bakalan gak selesai-selesainya kalo kayak gini

    Aigoo itu guru galak amat ya????
    Merinding saya #Apacoba

    Next part ditunggu ^^
    Annyeong
    Fighting

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:11 PM

      Ini semacem perang dunia ketiga ngahaha
      Kalo gurunya kagak galak kurang greget mhahaha (?)
      Oke, thanks for reading btw😀

  3. nina August 12, 2013 / 8:04 PM

    next di tunggu,….
    Sehun, bik deh……
    Luhan, lama2 bikin kesel juga

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:12 PM

      Iya sehun kan patjar tertjinta❤
      Oke, thanks for reading😉

  4. shin hyun young August 12, 2013 / 8:14 PM

    yoohuuu…. kyanya perangnya bakal makin rame nih…
    next…

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:13 PM

      Yuhuuu
      Oke thanks for reading😀

  5. Anna Choi August 12, 2013 / 8:21 PM

    gapapa kok authornya alay asal alaynya nggak nular aja ke readersnya wkwk
    ffnya lanjutannya ditunggu😀
    mereka sama2 evil satu sama lain sama2 saling benci juga
    awas lo yaa benci bisa jadi cinta wkwk
    tetep semangat chinguu!!! /sorak-sorak bareng soo-eonni/

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:15 PM

      /tularin alay/ muahaha
      Iya noh awas mitos benci jadi cinta itu biasanya manjur(?)
      Oke😉 /ikutan sorak-sorak/
      Btw thanks for reading!😀

      • Anna Choi August 15, 2013 / 5:09 PM

        /tangkis alaynya/ bweekkk :p
        bener itu kekeke~
        ur welcome🙂

  6. armeliahr August 12, 2013 / 8:25 PM

    Ya ampun Soo eon sama Luhan oppa berantem mulu-_- so cweet banget sih Sehun ngasih minum ke Soo eon :3 *cubit pipi author* *tangan digigit author* :p lanjutin ya eonnie,jangan lama lama ! Fighting !😀

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:19 PM

      Kalo kagak berantem kurang greget(?)
      Iya adaw sehun soswit /colek sehun/
      /kecubit/ adaw author dicubit-cubit /aegyo/ mhahaha
      Tunggu aja ya😉 thanks for reading anyway😀

  7. nhi August 12, 2013 / 8:29 PM

    ff nya bagus kasihan soo d hukum

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:20 PM

      Poor sooyoung /pukpuk sooyoung/
      Oke makasih udah baca😀

  8. yeni swisty August 12, 2013 / 8:32 PM

    Ini mah kaga alay thor, tpi gokil😀 B)
    Kurasa Perang dunia ke 3 bakal berlanjut #apaancoba #abaikan
    Keren (y),
    Lanjut Thor, klo bisa buat yg lebih gokil lagi ya thor #plak #abaikan😀

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:23 PM

      Eh beneran gokil? ._.V
      Mhaha selamatkan diru dulu deh ya kalo ada perang dunia ketiga ._.
      Makasih😀
      Tunggu aja ya. Btw thanks for reading!😀

  9. elissone August 12, 2013 / 10:01 PM

    SooHan udah kayak kucing sama anjing aja , kerjanya berantem mulu-__-
    Next part ditunggu!!

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:24 PM

      Behahah kan biar greget (?)
      Oke😉 thanks for reading!😀

  10. Choi HanRa August 12, 2013 / 10:03 PM

    akhirnya FF ini ada part 3 nya ^^
    senang bener waktu liat nih ff udh di publish ^^
    apa lagi perang dunia ke 3 antara sooyoung sama luhan makin membara xD
    ditunggu part 4 nya ya thor ^^

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:28 PM

      Hehehehe ‘-‘ ternyata ada yg nungguin ff nista ini :’) /terhura/
      Awas ada perang! Selamatkan diri! /rusuh/
      Oke tunggu aja ya😉 thanks for reading!😀

  11. epanda August 12, 2013 / 10:57 PM

    lanjut🙂

  12. miss_sooyoungster August 13, 2013 / 2:40 PM

    Akhirnya muncullll
    makasihhhh bnyk…cepet di post nya..
    haha
    next~

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:30 PM

      Hehehe ‘-‘
      Oke tungguin aja ne? Btw thanks for reading!🙂

  13. vamysoo August 13, 2013 / 3:08 PM

    akhirnya ni FF nongol :3 soohan sweet banget,, ada soohun-nya juga😀

    next thor !!

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:32 PM

      Hehehe ‘-‘
      Iyanih ada soohun nya, dikit tapi ‘-‘
      Sipoke, thanks for reading!😀

  14. wufanneey August 13, 2013 / 4:37 PM

    hahaha soohan lawak banget lah, mereka berantem ga liat tempat dan waktu, dihukum tau rasa deh :p
    sehun baik ya sama sooyoungie, jangan2 tumbuh benih-benih cinta tuh… ehehe.

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:34 PM

      Behahahah ‘-‘
      Iyanih mhaha. Ya bisa jadi tuh h3h3h3 ‘-‘
      Thanks for reading ya!😀

  15. kenianurasha August 13, 2013 / 7:37 PM

    bentar lagi bakal ada perang nih kayaknya kwkwkwk
    halah soohan hukumannya habis pasti saling kangen tuh
    next chap update soon ya thor^^

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:36 PM

      Iya, ayo selamatkan diri (?)
      Wakwak bisa jadi tuh /colekin sooyoung/ /toelin luhan/ (?)
      Oke, thanks for reading😉

  16. annisahika August 14, 2013 / 6:41 AM

    ah pendek masa? ‘-‘
    sumvah demiapa ini sooyoung ngeselin bingiit ><
    oh ya. update soon yaa :3

    • WINTERCHAN August 14, 2013 / 7:56 AM

      Pendek ya? Mhehehe
      Mhehehe kan sekali kali sooyoung ngeselin gitu ._.V
      Okeee😉 makasih udah baca😀

  17. safira faisal August 14, 2013 / 9:44 PM

    yuhuuu akhirnya update jugaa /nyalain petasan/
    Chap ini keren ko, gak alay. Justru aku sukanya sama ff yang cast nya pada berantem diawal gituu, ditunggu chap 4nya ^^

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:38 PM

      Yuhuuu /ikutan main petasan/
      Samaan! Gue juga suka yg kucing-anjing gitu loo(?)
      Oke’-‘ thanks for reading😀

  18. annisarizki August 15, 2013 / 7:03 AM

    Waw.. Perang mulu Sooyoung sama Luhan..
    Si Sehun so sweet amat ya?? hhe
    Next part nya di tunggu lho…🙂

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 2:40 PM

      Awas ada perang! Selamatkan diri! (?) /author rusuh/
      Iya dumse, kan sehun patjar tertjinta❤
      Sipoke😉 btw thanks for reading😀

  19. thelittleshikshin August 15, 2013 / 7:41 PM

    kepala batu banget si mereka berdua ini-_-

    gak ada yg mau ngalah:| kocak tapi haha
    ditunggu chapter ke 4 thor! xD

    • WINTERCHAN August 15, 2013 / 7:44 PM

      Wakwak biar greget (?)
      Sip tunggu aja ne😉 makasih udah baca😀

  20. stania windana August 24, 2013 / 3:18 PM

    daebakk thor,lanjutin donk thor … ^^

  21. liliknisa June 5, 2014 / 2:08 AM

    ya ampun berantem mulu haha
    tapi itu yang bikin seru ^^
    ditunggu part selanjutnya

  22. mrn June 6, 2014 / 12:23 PM

    Kalo nyata lucu kali yaaaa😀

  23. Rifqoh Wafiyyah June 25, 2014 / 11:18 PM

    perang dimlai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s