Sherlock Holmes Academy – [Chap’3] The Key (Baekhyun Cont’)

Image

Author: Park JeByung

Tittle: Sherlock Holmes Academy –

Rating: T.

Genre: Mystery, Romance, Friendship, Garing

Lengt: Series

Cast: Choi Sooyoung, Park Chanyeol, Kang Jiyoung, Baro, Kris Wu, Byun Baekhyun, Xi Luhan

Other Cast: Kim Jonghyun, Krystal Jung, Bae Suzy, Lee Taemin and other(find by yourself)

Annyeong! author jebyung kembali!🙂 Mian kalau chapter yang ini kurang memuaskan dan typo bertebaran dimana mana._. Selamat membaca^o^

Still Sooyoung POV

Baru saja aku ingin mengelak, tibatiba Suzy berkicau,

“Dia? Hahaha dia? Yeojachingumu? Hahahaha, maldo andwe!” Ia tertawa diikuti semuanya. Wajahku memanas, pertama kalinya. Aku berdiri dan meninggalkan ruang makan tanpa menyentuh makanan sedikit pun. Tadi pagi aku hanya memakan roti sepotong sisa kemarin malam.

“Sooyoung-aah!” Seru Jiyoung. Namun ku hiraukan dan berjalan emm-sedikit berlari  menuju lorong asrama dan berpapasan dengan Hwang Songsaenim.

“Kau sudah selesai makan? Kenapa baju mu kotor begitu?” Tanya nya. Aku menghela nafas berat bersusah payah berbicara.

“Sudah.” Aku berbohong. “Tadi temanku-” kenapa aku malah bilang teman? Seharusnya kukatakan musuh saja, “tidak sengaja-“ sebenarnya mereka sengaja! “menumpahkan jus ke arahku.”

“Ah, begitu ya, kalau begitu cepat ganti baju mu, jus akan membuat rambut dan badanmu lengket, palli palli, mandi saja sekalian ne?” Ujarnya lalu tersenyum. Guru yang ramah.

“Ne, songsaenim. Gamsahamnida.” Aku membungkuk lalu berlari ke lift dan menekan tombol nya. Lalu lift terbuka dan segera kumasuki lift itu. Hingga aku sampai di lantai kamarku. Dan berlari sampai di depan pintu kamar, kurogoh sakuku dan mengambil kunci kamar. Drrrtt…Drrrrttt.. handphone-ku bergetar panjang, panggilan masuk.

Kang Jiyoung Call’ seraya aku membuka pintu, aku mengangkat telepon dari Jiyoung.

“Yeobseo?”

“Yya! Sooyoung! Eoddiga?” suaranya terdengar sedang mengunyah makanan.

“Aku di kamar, aku mau ganti baju dan mandi. Aku makan di kamar saja.” Jawabku sambil memilih milih baju yang akan kupakai.

“aigoo, mereka benar benar keterlaluan. Lain kali akan kubunuh mereka.” Aku tertawa pelan, sikap kekanak kanakan dan dewasa Jiyoung itu berubah ubah.

“Sudalah lupakan. Kau kesini kan sehabis makan? Jangan lama lama ne?”

“Ahh, kau takut ya sendiri di kamar?” Tentu tidak.

“Tentu saja tidak Jiyoung-ah. Sudahya, aku mandi dulu annyeong.” Aku memutuskan sambungan telpon. Aku sudah memilih sweater putih bergambar panda dan shortjeans hitam. Tentu saja. Lalu berjalan ke kamar mandi dan memulai mandi. Benar saja, rambutku benar benar lengket sekarang, kubasuh berkali kali hingga akhirnya tidak terlalu klengket lalu keramas.

-SKIP-

45 menit berlalu. Aku sudah mandi dan berpakaian. Lalu aku memasukkan baju kotorku ke keranjang baju kotor. Lalu membuka pintu kamar mandi.

Kuilihat Jiyoung, Chanyeol, Baro, Kris, dan Luhan sunbae sedang duduk duduk santai di ruang tamu. Mereka melihatku keluar dari kamar mandi dan menatap khawatir.

“Gwenchanna? Kau belum makan dari pagi, jadi kubawakan ramen dari kantin kolam renang.” Kata Jiyoung lalu memberikan Mangkok ramen padaku.

“Gomawo.”

“Mereka keterlaluan, kau harus melaporkannya pada guru.” Saat aku duduk si samping Jiyoung, Luhan sunbae berkicau.

“Tidak usah. Biarkan saja, nanti mereka diam sendiri kok.” Jawabku sambil melahap ramen.

“Keunde     “ Saat ia akan berbicara lagi, aku berkata duluan, “Jangan balas kekejian dengan kekejian lagi.” Ia mengangguk pasrah. Baro berguling guling di karpet ruang tengah sambil membaca komik Conan milikku. Kris melihat lihat novel novel serta komikku di rak buku, dan Chanyeol bermain main dengan Tab-ku dan Jiyoung. Luhan sunbae memainkan handphone nya dan Jiyoung menonton TV, kami sibuk dengan urusan masing masing.

“Sooyoung-aa, minta nomor mu.” Ujar Luhan Sunbae, karena aku sedang makan dan malas, jadi kuberikan sajahandphoneku padanya untuk mengecek sendiri. Kulirik jam ddi dinding menunjukkan pukul 4 sore. Sementara Baekhyun belum ada kabar. Anak itu menghilang tibatiba secara misterius. Aku selesai makan.

“hey, ayo kita cari pintu yang terkunci yang dimak    tunggu dulu! Sepertinya aku mengerti kata kata di surat tadi!” Tibatiba muncul ide di kepalaku, pintu perpustakaan yang kucurigai!

“Jadi?” Semua menatapku penasaran.

“Pintu yang diperpustakaan!” Seruku, semua yang mendengar itu tercengang.

“Ba..Bagaimana jika dia benar benar diculik hantu?” Jiyoung mulai.

“Oh ayolah! DI dunia ini tidak ada hantu!” Balasku, “Kita minta kunci itu ke kepala sekolah lalu membukanya? Eotthe?” Semua terlihat ragu. “Jebbal, tidak ada salahnya mencoba?”

“Nggg, Baiklah. Kaja.” Chanyeol membuka mulut duluan, mereka mengangguk ragu lalu berdiiri dan memakai alas kaki masing masing dan keluar pintu. Jiyoung lagi yang mengunci pintu.

Kami berjalan sedikit berlari menuju lift..

-SKIP-

Sampai di ruang kepala sekolah, aku mengetuk pintu dan di bukalah pintu menampakkan wajah Kepala Sekolah yang tampak cemas. Kami bertanya tanya akan hal itu.

“Annyeong Hasseyo, Permisi, bolehkkah kami meminjam kunci pintu perpustakaan yang di gembokk itu?” Tanyaku was was. Kepala Sekolah terlihat sangat terkejut lalu mengajak kami masuk ke ruangannya.

“Jadi      kalian mau meminjam kunci nya?” Tanyanya terdengar ragu. Kami mengangguk serempak. Ia tampak berpikir sejenak lalu kembali berbicara, “tapi saya tidak punya kuncinya, hanya punya petunjuk dimana kunci itu berada.” Kami melongo. Maldo Andwe.

“Baiklah, kalau begitu, tolong beritahu kami, sepertinya teman kami yang hilang berada di tempat itu!” Ia kembali terkejut.

“Jadi kalian teman Baekhyun? Bagus! Ini petunjuknya!” Ia bersemangat setelah aku berkata tadi. Ia memberikanku selembar kertas tua yang kuyakini belum pernah dibuka sama sekali hingga berdebu dan rapuh.  Kubuka kertas itu dengan hati hati. Petunjuknya mengatakan,

‘1. Pohon leluhur pencakar langit’

‘2. Abu-abu dan tenang’

‘3. Burung keji’

‘4. Chen’

Kami bertatap-tatap, semua terlihat bingung dan sedikit takut dengan nama yang terpampang, “CHEN” Kepala Sekolah yang ikut nimbrung membaca petunjuk tampak risau. Aku menebak nebak maksud dari petunjuk tersebut. Dan     ! Aku mengerti sekarang.

“Aku tau!” Seruku membuat seluruh mata menatapku. “Pohon leluhur pencakar langit adalah pohon tua yang sudah ada sejak lama dan tinggi, abu-abu dan tenang maksud nya abu abu itu istilah untuk kabut tebal dan tenang itu kurasa sepi, Burung keji adalah burung pemakan bangkai dan Chen       kuburan.” Jelasku. Semua bergidik ngeri. “Jadi maksudnya, kunci itu berada di kuburan Chen yang dekat dengan pohon tua yang tinggi.”

“Tunggu! Kuburan itu sudah lama tidak di kunjungi dan berada tidak jauh dari sini, 10 meter berjalan ke Barat, maka kalian akan menemukan kuburan lama tersebut. Semoga beruntung. Minta satpam menemani kalian ok. Saya tidak mau kalian kenapa kenapa. Sampai Jumpa!” Kepala sekolah mengusir paksa kami dari ruangannya.

“Jadi       Kita harus ke kuburan?” tanya Jiyoung takut. Semua mengangguk lemah.

“Ayolah, masa kalian takut dengan kuburan dan orang mati? Burung pemakan bangkai kan hanya memakan bangkai dan bukan kita yang masih hidup seperti ini. Kaja.” Aku mendorong semua nya agar berjalan lebih cepat.

Hingga kami sampai di gerbang Asrama kami da bertemu dengan beberapa satpam.

“Jeogiyo, Bisakah beberapa dari ahjussi mengantar kami ke kuburan lama? Jebbal, kami sudah meminta izin pada kepala sekolah.” Kataku pada mereka. Wajah mereka memberitahu bahwa mereka enggan mengantar.

“Keunde, apa yang akan kalian lakukan  kesana?” Tanya salah satu satpam.

“Mencari kunci ruangan diperpustakaan.” Jawabku enteng. Semua bergidik.

“Baiklah, tapi ahjussi mengantarkan sampai depan pintu pemakaman saja ne?” ujar salah satu satpam.

“Arrasseo!” Jawabku setuju. “EH?!” Semua menatapku tidak percaya.

Dalam perjalanan kesana semua terlihat gelisah. Kecuali aku yang dengan santai berjalan.

“Sooyoung kau yakin?” Tanya Luhan sunbae meyakinkan. Aku mengangguk. Ia menghela nafas takut.

“Ayolah, kalian bilang kalian tidak percaya hal mistis?” Tanyaku. Mereka pengecut.

“Tapikan ini beda!” Jiyoung bersuara.

“Jiyoung-ah, percaya padaku.” Aku mengepalkan tangan Jiyoung dan menyemangatinya. Ia menghela nafas berat lalu menjawab, “kami percaya padamu.” Disetujui anggukan yang lain

Sampailah kami di gerbang makam tua itu, satpam asrama membukakan gerbang itu dan mempersilahkan kami masuk. Aku sedikit ragu karena disini kabut nya benar benar tebal. Dan sunyi juga mulai gelap. Aku memegang tangan Jiyoung dan meyakinkannya. Ia menagngguk dan ada yang memegang tangan sebelahku       oh dia, Chanyeol.

“Kau beranikan?” Tanyaku dengan nada meremehkan.

“Tentu saja!” Serunya. Baro berada di sebelah Jiyoung dan Kris juga Luhan sunbae berjalan di belakang. Kulihat satpam mengacungkan jempol padaku.

“Kau sungguh berani nak.” Pujinya. Lalu kami masuk ke makam itu, terkadang aku tidak segaja menginjak lumpur yang membuat kakiku tersangkut , sementara Chanyeol membantuku mengeluarkannya. Kami hanya dibantu penerangan lampu handphone kami. Suara burung berkoak koak membuat kuburan tua ini benar benar seram.

“Kyaa!” Kurasa Jiyoung terjungkal kedepan. Baro membantunya berdiri semenatara aku melihat apa yang membuat Jiyoung jatuh, akar pohon. Ku lirik ke sebelah kanan ternyata pohon tinggi itu disini. Kuedarkan lagi dan menemukan makam Chen. Aku menarik Chanyeol ke makam itu sementar Jiyoung bersama Baro diam untuk duduk sebentar di tempat menunggu kami.

Kami mengarahkan senter ke nisan Chen. Bertulis,

‘Tempat Peristirahatan abadi’ dengan tulisan besar terpampang nama asli nya dan nama panggilannya. Namun saat kami mencari di makam itu, kunci nya tidak ada.

“Tidak ada kuncinya,”Ucap suara yang kuyakini Kris. Aku mulai mengingat ngingat dan     aku tau! Pasti dibawah tanah di dekat nisan nya. Aku mulai menggali sedikit,

“Apa yang kau lakukan?” pekik Chanyeol kaget, ia masih memegang tangan kiri ku sementara tangan kanan ku menggali. Dapat! Eh? Ada buku harian yang cukup lusuh dan tebal. Sangat tebal. Bahkan hampir kukira novel.

“Dapat!” Seruku. Semua girang. Saat kami berjalan kembali mendekati Jiyoung, aku merasa ada panggilan memanggil namaku untuk kembali ke makam Chen. Kurasa dia kesepian. Entah dorongan apa aku kembali ke makam Chen, dengan Chanyeol yang masih memegangku.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kembali?” Dia bingung. Aku terus menarik nya sampai ke makam lagi. Aku mulai bergumam sendiri.

“Chen-ah, naneun, Choi Sooyoung. Gomawo telah memberikan kunci nya dan kuambil juga buku hariannya. Aku tau kau sangat kesepian disana.” Aku bergumam kecil tapi kurasa Chanyeol bisa mendengar nya. Entah kenapa aku bisa mendengar lewat pikiranku balasan Chen, ‘gomawo telah mengunjungiku. Temanmu selamat. Seseorang menguncinya di dalam. Aku benar benar berterima kasih.’

“Tidak, akulah yang berterima kasih. Kuharap kau tenang disana, aku akan mengunjungimu lagi. Sampai jumpa. Annyeong.” Aku beranjak dan berjalan menjauh dari makamnya. ‘Annyeong, gomawo’  samar samar aku mendengar bisikan itu, kulirik kebelakang dan mendapati bayangan namja tampan dengan senyum yang manis. Dan tibatiba bayangan itu menghilang. Sudahlah, kau berhayal Choi Sooyoung. Lalu aku dan Chanyeol berjalan menuju gerbang.

“Kau bicara pada Chen?” Bisik Chanyeol saat kami sampai di gerbang, aku melihat Jiyoung yang menangis terisak. Ntah kenapa.

“Begitulah. Aku yakin dia kesepian. Sampai disekolah ayo kita baca buku harian itu.” Ujarku lalu menarikknya lebih cepat menuju mereka yang tengah menunggu kami.

“Sooyoung-aa! Yya! Kau membuatku khawatir! Aku kira hiiks, Kau dan hiks, Chanyeol tidak akan kembali. Kenapa kau lama disana hah? Huaaa,” Ia berhambur ke arahku memelukku. Yaampun sahabatku benar benar seperti anak kecil.

“Mana mungkin, kaja.”

“Kalian benar benar berani! Ahjussi benar benar salut pada kalian! Chukkae!” Seru satpam yang mengantar kami lalu kami kembali menuju sekolah. Jam menunjukkan pukul setengah 6 sore.

“Jadi     kita menolong Baekhyun sekarang?” Tanya Kris. Karena tidak ada waktu lagi sebelum makan malam, kami bergegas menuju perpustakaan lantai 4. Sampailah kami.

Aku memasukkan kunci itu kelubang gembok namun tidak bisa, eotteokhae? Ah! Geser! Aku masih  bingung dengan kata kata itu. Iseng iseng aku membuka buku harian Chen tepat di lembar kata arti ‘ geser’ tertulis disana ‘Geser : Rak Buku’

Luhan sunbae yang ikut membaca buku harian itu bergegas menggeser rak buku sedikit bersama bantuan yang lain. Kulihat di bawah ujung rak buku yang tergeser ada cekungan lantai dan terdapat kunci. Aku mengambil nya dan mencoba membuka gembok dengan kunci itu. Cocok!! Gembok itu terbuka, para namja membuka rantai besar yang leilit di genmbok tu. Tinggal pintu. Kucoba memakai kunci yang kami temukan di kuburan Chen. Jebbal. Krek! Pintu terbuka. Hawa dingin menyambut kami. Beda dengan diluar yang begitu panas tapi tidak panas panas juga sih karena sudah sore.

“Baekhyun-ah?” Kata pertama yang kuucapkan saat memasuki ruangan itu. Aku merambat di dinding dan menemukan tombol lampu, lalu menyalakannya.

Luar biasa, ini labolatorium! Kulihat ada pintu lagi, karena aku sangat yakin Baekhyun disana, kucoba membuka pintu itu dan ternyata pintu itu tidak terkunci dan terang, namun sangat sangat dingin sekitar -5 derajat celcius. Kuedarkan pandangan dan kudapati namja yang terkulai lemas di lantai. BAEKHYUN!!

“Baekhyun! Baekhyun-ah!!” Teriakku berlari menghampiri Baekhyun. Semua mendengar teriakanku lalu berlari ke arahku. Aku menggoyang goyangkan tubuh Baekhyun, bibirnya sudah berwarna ungu, dia kedinginan. Tanpa pikir panjang aku memeluknya agar dia mendapat sedikit kehangatan. “baekhyun-ah!”

“S    Sooyoung ah?” Aku mendengar bisikan parau dari mulutnya. Aku menjauhkannya dan memegang kepalanya. “Dingiin.”

“Baekhyun-ah! Syukurlah kau masih hidup!” Kurasa mukaku memanas dan mengeluarkan air mata. Dia, Dia adalah namja pertama yang mengajakku bicara saat pertama masuk sekolah ini, dia yang menghiburku, dia yang menemaniku hingga akhirnya aku berteman dengan Jiyoung. Aku benar benar senang menemukannya. Ia menghapus air mataku yang mengalir.

“Uljima,” Satu kata terakhir sebelum ia kembali menutup mata, aku kaget dan langsung memeriksa detak nadi di tangannya, dia masih hidup. Syukurlah.

“Cepat, kita bawa dia ke UKS!!” Seru Luhan sunbae. Chanyeol menarik Baekhyun dariku dan membopongnya di punggung. Dia namja kuat. Siapapun yang mengurung Baekhyun, taakkan ku ampuni orangnya. Aku mengunci kembali pintu bersama Luhan sunbae dan menyusul mereka yang tengah berlari menuju UKS.

Penjaga UKS, Choi Jinri yang merupakan saudaraku langsung membantu Baekhyun ditidurkan di ranjang UKS dan menyelimutinya dengan selimut tebal lalu memasang pemanas ruangan yang membuat kami kepanasan.

“Tunggu disini, kubawakan Sup rumput laut dan nasi.” Ia meninggalkan kami dan berjalan keluar UKS.

SOOYOUNG POV END

Chanyeol POV

Akusempat kesal menatap Sooyoung yang memeluk tubuh Baekhyun. Aish. Sekarang saat Baekhyun tidur di UKS, kulihat Sooyoung tertidur memegang tangan Baekhyun. Ia benar benar menyayangi namja ini. Ternyata Kris, Luhan Sunbae, dan Baro sudah tertidur di sofa UKS, sepertinya mereka kecapean karena seharian berlari kesana kemari.

“Chanyeol-ah waeyo? Kau tidak tidur? Kau cemburu ya melihat mereka?” Jiyoung menggodaku membuat mukaku merah.

“A..Ani!” Elakku.

“Geotjimal. Tenanglah, dia dan Baekhyun sahabat saja, Baekhyun orang pertama ayng menyapa Sooyoung dan menemaninya selama ia tidak punya teman. Dari dulu Sooyoung itu selalu sendiri, tanpa Baekhyun, Sooyoung benar benar akan terpuruk. Dia sebenarnya tampan jika tidak memakai kacamata.” Ia menghampiri Baekhyun yang tertidur dengan kacamata dan melepas kacamatanya. Harus ku akui, dia memang tampan jika tidak memakai kacamata.

“Hemm..” Aku bergumam.

“Sudahya, aku mau tidur, hoaaahhm. Benar benar lelah.” Ucapnya sambil menguap lalu dengan cepat terlelap disebelah Baro. Mereka cocok.

Tak lama kemudian, Choi songsaenim datang membawa sup rumput laut dan Nasi. Ia membangunkan Baekhyun.

“Kau, tidak tidur seperti teman temanmu?” Tanyanya padaku yang tengah duduk disebelah Sooyoung.

“Ani.” Jawabku singkat. Baekhyun bangun dan tibatiba Sooyoung juga ikut bangun.

“yya, Sooyoung kau saja yang menyuapi namja ini. Aku mau ganti baju dan bergegas pulang. Kuserahkan kunci ini, jaga baik baik. Akan kuberitahu Kepala sekolah dan yang lainnya agar kau bisa menginap di UKS bersama namja ini, kau juga sudah belajar kedokteran dar bukukan? Baiklah kutinggal. Annyeong.” Ia menyerahkan kunci pada Sooyoung yang masih mengucek ngucek matanya.

“Ne eonni. Annyeong. Minta liburkan aku sehari pada kepsek, jebbal.” Kudengar Sooyoung memelas pada Choi songsaenim.

“Arraso, akan kubilang kau menjaga anak itu. Sampai jumpa.” Iapun meninggalkan kami dan menutup pintu UKS. Ia mulai bangkit dan mengambil sup rumput laut dan nasi.

“Baekhyun-ah, kau belum sarapan dan makan siang kan? Ayo makan, sup ini akan menghangatkanmu.” Ia menyuapkan sesendok nasi dan rumput laut. Kulihat mereka bercanda tanpa memperdulikanku.

“Sooyoung, kau juga belum makan, kau hanya baru makan ramen kan?” Aku bertanya seraya menatap makanan yang banyak itu. Kulihat baekhyun terkejut dengan ucapanku.

“Ah aku ingat. Hey sekarang jam 7 malam, cepat kalian makan malam dan kembali ke kamar, aku akan menjaga nya disini.” Ujarnya. Dia lebih mementingkan orang lain dari pada dirina sendiri.

“Tidak, aku juga akan berjaga disini!” Elakku membuatnya kaget. “jinjja?” Ia memastikan.

“Jinjja. Kalau begitu akan kubawakan makan malam untukmu disini. Tunggu ya.” Aku berjalan menuju sofa yang ditidurin mereka dengan pulas.

“yya! Baro, Kris, Luhan Sunbae, Jiuoung ireona!” Seruku membangunkan mereka seketika.

“Wae?” Tanya Baro. Diikuti anggukan yang lain yang masih setengah sadar.

“Sudah jam 7, ayo makan. Aku akan berjaga disini malam ini bersama Sooyoung.” Kataku menarik Baro dan Kris bangun.

“Aku ikut!” Seru Jiyoung. “Aku juga aku juga!” Seru semua. Aigoo.

“Baiklah,ayo ambil makan kesini dan ambil satu untuk Sooyoung.” Kami lalu keluar dari UKS.

Chanyeol POV End

Baekhyun POV

“baekhyun-ah, kenapa kau berada disana?” Tanya Sooyoung padaku seraya menyuapkan satu sendok sup rumput laut dan nasi.

“Ceritanya panjang, nanti saja nanti malam.” Jawabku sambil mengunyah makanan. Kulihat Jiyoung dan 3 namja baru dan 1 namja yang ku tebak sunbae kami pergi keluar. Sooyoung duduk di kursi tepat disebelah aku yang berbaring. Energi ku sudah mulai kembali.

“Baiklah kalau begitu,” Ia menjawab tetapi tibatiba ia memegang kepalanya dengan gusar.

“Sooyoung, wae?” Tanyaku panik bangkit dari kasur dan memegang kepalanya. Mukanya begitu pucat.

“Ani, ani, nan gwenchanna.” Tibatiba teringat kata kata namja bersuara berat, ‘Sooyoung, kau juga belum makan, kau hanya baru makan ramen kan’

“Kau belum makan?” dia terdiam menatapku lalu menggeleng. “makan saja punyaku.”

“Ani, gomawo. Chanyeol akan membawakan makanan untukku. Kau makan dulu saja.” Dia memasukan sesendok nasi dan sup lagi kedalam mulutku. Hening. Itulah yang kami rasakan. Belum ada yang membuka mulut sampai akhirnya Jiyoung dan  yang lain datang membawa makanan.

“Makanan datang!!” Seru mereka. Membawa banyak makanan dan minuman. Makanan ku sudah habis karena dari tadi Sooyoung menyuapiku rajin(?) Dia beranjak menuju mereka yang sibuk membawa makanan dan kulihat mereka datang emh maksudku Sooyoung dan 1 namja tinggi datang membawa makanan menuju ruangan tempat aku dirawat diUKS.

Sooyoung duduk di kursi dekat pintu dengan meja yang cukup tinggi bersama 1 namja yang kulihat tadi dan mulai menyantapnya bersama.

“Baekhyun-ah, kau mau?” Tanya Sooyoung berjalan mendekatiku menyodorkan sepotong daging bakar. Aku menggeleng. “Ayolah, daging akan menguatkanmu, ayo makan.” Aku menyerah dan akhirnya memakan daging itu. “Ohiya kau belum minum.” Dia mengambil botol air mineral besar dan menyodorkannya padaku.

“Sudahlah kau makan lagi saja, nanti kau sakit seperti ku.” Ia mengangguk lalu kembali makan. Kulihat namja disebelah nya menatapku tidak suka. Aku sudah sering di seperti itukan. Sooyoung pun begitu, Jiyoung tidaksih karena dia pandai bergaul.

Mereka pun akhirnya selesai makan. Tibatiba Jiyoung dan namja namja datang ke kamar UKS ku.

“Kau sudah mendingan Baekhyun?” Tanya Jiyoung memegang dahiku.

“Tentu saja.” Jawabku. Ia terkekeh lalu duduk di samping ranjangku dan memainkan handphone nya.

“Hei, kau masih ingat nama kami bertiga?” 1 namja yang sepantaran denganku bertanya.

“Ani, aku lupa hehe.”

“Naneun Baro imnida, dia Chanyeol-“oh namja yang bersama Sooyoung itu Chanyeol namanya. “Dia Kris.” Yaya, aku ingat tadi pagi Kris duduk disebelahku.

“Dan aku Luhan, dari kelas 11 Sejarah! Salam kenal” Ia membungkuk lalu tersenyum, aku hanya bisa tersenyum. Cukup senang rasanya mendapat teman baru. Terutama namja.

“Ohya, Baekhyun ayo ceritakan apa yang terjadi padamu.” Sooyoung berjalan mendekat lalu duduk disebelah Jiyoung.

“Begini, tadi saat aku hendak mengikuti kalian keruang musik, seseorang membekapku dari belakang dan membiusku. Bangun bangun aku sudah berada di tempat itu. Dan kalian mendapat suratkah? Kalau iya, itu dariku. Ada celah kecil di ruangan tempat kalian menemukanku, aku memanggil seorang hoobae kelas 7 dan memberikan surat itu padanya lalu dia menyampaikan pada kalian kan?” Mereka mengangguk, “Karena aku kehabisan akal jadi aku menulis dengan cat minyak disana yang berwarna merah. Setelah itu tak seoranngpun kunjung datang, jadi aku menemukan ular hijau dilabolatorium itu dan membuat surat lalu melingkarkannya di ular itu, aku membebaskannya keluar berharap ada orang yang membaca itu. Kira kira siapa ya?”

“Itu aku, aku yang menemukannya di taman.” Sooyoung menjawab. Syukurlah dia yang menemukan. “Hey, kira kira kau melihat siapa orang yang membekapmu?” tanyanya.

“Entahlah, kurasa seorang namja bertubuh tinggi dan bersuara berat. Aku sempat memukul kepalanya dan merasakan ia memiliki kumis! Dan juga seperti memakai topi.” Jawabku mengingat ngingat. Mereka menatap satu sama lain.

Saat aku hendak berbicara tibatiba, BRAK! Suara pintu dibanting keras membuat kami terlonjak kaget.

“Byun Baekhyun!”             

TBC

wuah, eotthe? Kurang memuaskankah?😐 kalau kurang memuaskan itu karena author Jebyung masih junior /pukpuk/ /ekhem/ gomawo untuk membaca ffku ini^^ Keep RCL please, dont be silent reader! muah:-*

23 thoughts on “Sherlock Holmes Academy – [Chap’3] The Key (Baekhyun Cont’)

  1. yeni swisty August 10, 2013 / 6:19 PM

    Aigoo, thor ini keren thor😀
    klo bisa buat yang lebih misterius lagi biar lebih seru #senyum evil #Abaikan😀😉
    Lanjut thor, Fighting😉

  2. shafaaazamzammm August 10, 2013 / 6:31 PM

    baik akan author usahakan^o^ ntar author liat conan dulu biar dapet ide misterius kekeke~ gomawo udah komen:)

  3. Kyuyoung baekhyun August 10, 2013 / 7:19 PM

    Untung baekhyun udah ketemu. Siapa sih yang ngurung baekhyun? Gua hajar nanti! #emosi

    • shafaaazamzammm August 10, 2013 / 8:05 PM

      siapakah diaa? tunggu aja kelanjutannya mungkin akan author ungkapkan disana(?)

  4. WINTERCHAN August 10, 2013 / 10:16 PM

    Udah ada part 3nya yuhuuu(?)
    Woah Author update ffnya cepet banget ya hehe, saranghae! (?)
    Akhirnya baekhyun ketemu, patjar owe ketemu aaaa /histeris/ /cium baekhyun/ /bawa pulang baekhyun/ /ditendang/
    Sumpah penasaran siapa yang berani-beraninya culik patjar guee, ceburin empang baru tau rasa noh /eh
    Author, suka banget deh sama ffnya, misteri-misteri gitu.
    Chapter 4 nya ditunggu ya, fighting😀

    • shafaaazamzammm August 11, 2013 / 11:02 AM

      gomawoo~ chinguumakasih udah setia mantengin ff author :”) chap 4 nya di publish hari ini^o^ horeee /plakk/

  5. Anna Choi August 10, 2013 / 10:20 PM

    itu sapa lagi thor?? lee sooman? psy? pak satpam? kepala sekolah? bapaknya baekhyun? authornya? /ngawur tak karuan/
    mianhae. /bow/
    authornya suka bikin penasaran xD
    next chapnya beneran ditunggu

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:23 PM

      kl sooman ahjussi kayaknya gamungkin banget deh?._. author author!! /duh gua ngarep masuk ke ff/ >w<
      gomawo udah komen^^

  6. elissone August 10, 2013 / 11:11 PM

    Siapa tuh yang manggil??!
    Lanjut!!

  7. Choi HanRa August 10, 2013 / 11:41 PM

    siapa yah yang culik baekhyun ?
    jadi penasaran …
    makin lama nih FF bikin pensaran,serun, and makin keren b^^d
    ditunggu part 3 nya ya ^^

  8. kyuyoung138 August 11, 2013 / 8:52 AM

    Aigoo, ff nya bikin penasaran…
    Next chap,,,!

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:36 PM

      haha penasaran aja atau bangettt? /abaikan/
      oke gomawo udah komen^^

  9. kenianurasha August 11, 2013 / 10:51 AM

    tambah keren ffnya!!
    kira2 siapa ya yg ngunciin baekie? ._.
    next chap update soon ya hehehe

  10. Nadra August 11, 2013 / 11:35 AM

    kkkkkkk soo eonni sama baekhyun kaya pacaran ya???
    Aishh…… siapa yang ngurung baekhyun

    next part ditunggu
    maaf telat komen

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:45 PM

      iyaappss bener~
      aku juga telat bales._. gomawo udah komen^^

  11. Choi_Reni407 August 12, 2013 / 10:13 AM

    Oh jd begitu ceritanyaa.. Makin seru.. Next

  12. annisahika August 12, 2013 / 1:30 PM

    makin seru ah langsung terbang(?) ke next part aja :3

  13. Youngie August 14, 2013 / 9:32 PM

    mian thor, aku baru komen part ini..
    soalnya aku ngebut nih bacanya dari awal…
    ceritanya asik banget..

  14. rifqoh wafiyyah January 24, 2014 / 10:05 AM

    Kya..!!,itu spa itu spa?? Yng dobrak pintu??
    Keren..:D,jdi sdih pas tau mkam chen jrng di dtngin…:(
    Ksihan…,akhir’a baeki oppa ditmkan..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s