Sherlock Holmes Academy – [Chap’1] Baekhyun Mystery

Image

Author: Park JeByung

Tiltle: Sherlock Holmes Academy –

Rating: T.

Genre: Mystery, Romance, Friendship, Garing

Lengt: Series

Cast: Choi Sooyoung, Park Chanyeol, Kang Jiyoung, Baro, Kris Wu, Byun Baekhyun

Other Cast: Kim Jonghyun, Krystal Jung, Bae Suzy, Lee Taemin and other(find by yourself)

 

 

Annyeong Hasseyo^^ Author Jebyung membawakan ff pertama disini, mian kalau banyak typo dan kata kata yang tidak jelas, mianhae *bow* mian juga poster nya jelek, author laptop satu laginya rusak, jadi edit nya di laptop 1lagi dan terpaksa memakai paint:( Semoga kalian suka dengan ff ini. 

 

 

Auhtor POV

 

Sherlock Holmes Academy adalah sebuah gelar sekolah yang diberikan oleh presiden negara tersebut. Sekolah sekaligus asrama ternama di negara tersebut dengan letaknya yang jauh dari pusat Ibu Kota, bisa dibilang Asrama sekolah ini terletak di dekat gunung Havley(?) /author ngarang nama gunung nya/ yang jauh dari kota.

Sebulan 2 kali mereka akan mengunjungi pusat kota di dekat sana untuk membeli beberapa kebutuhan di asrama dan sekedar untuk bermain-main. Murid-murid disana pergi dengan bus sekolah. Meski sekolah ini sediki terpencil, asrama sekolah ini termasuk sekolah mewah dan nyaman dengan fasilitas yang mewah juga.

Asrama ini memiliki 3 bangunan besar berbentuk persegi diimana bagian Selatan terletak gerbang besar. Bagian utara adalah tempat mereka belajar, kelas kelas elit luas dan nyaman. Dibagian Timur adalah asrama yeoja-namja tinggal. 1 kamar berisikan 2 orang. Dan bagian Barat untuk asrama para guru dan staff-staff sekolah dan asrama, juga disanalah ruang makan semua murid dari kelas 7 sampai 13. Bangunan bangunan ni sangat kuat dan kokoh. Bangunan besar dengar 7 lantai, karena begitu tinggi sekolah memfasilitasi lift dan tangga biasa untuk semua kalangan(?)

Di bagian luar, tepatnya di tengah tengah asrama, bagian timur dalam terdapat sungai yang terhubung dengan bagian luar, sungai ini cukup besar. Dan bersebelahan dengan itu terdapat kebun besar dengan tanaman obat, sayur, buah, dll. Juga ada peternakan kecil dimana terdapat 5 kuda, 13 domba dan 10 sapi.  Di bagian utara terdapat lapangan luas serbaguna. Di bagian Barat terdapat pepustakaan besar bertingkat. Dan tepat di tengah tengah asrama itu terdapat taman dan labirin. Di tengah tengah labirin terdapat air mancur.

 

Choi Sooyoung. Seorang yeoja penyendiri yang tidak suka di ganggu. Ia duduk di bangku kelas 10 jurusan Sejarah. Bersama dengan sahabat nya, Kang Jiyoung yang juga seorang perpustakawan di sana.

 

Suatu hari, kelas mereka di kejutkan dengan kedatangan 3 murid baru. Saat mereka memasuki kelas, semua yeoja di kelas 10 sejarah terkesiap dan langsung histeris. Sementara para namja hanya mengeluarkan nafas berat tanpa minat.

 

Sooyoung POV

 

“kyaaa!!” Kelas ku langsung ricuh ketika kedatangan murid baru entah darimana. Dengan tenang aku masih membaca novel ‘Sherlock Holmes’ yang sangat kusukai. Hingga akhir nya wali kelas kami, Kim Songsaenim menenangkan kelas dan meminta perhatian, mau tak mau ku luruskan pandanganku kedepan dengan malas.

“Jadi,” Ohya ia selalu menggantungkan kalimat nya lalu meneruskan kembali ucapannya, “Kita kedatangan murid baru. Mereka berasal dari Kanada. Baiklah, silahkan kalian perkenalkan diri kalian masing masing.”

Kutatap satu persatu namja itu. Mereka tinggi, sangat tinggi dan oke, kussimpulkan yang berdiri di tengah tidak terlalu tinggi. Apa spesialnya 3 namja ini? Huh menganggu.

“Yya, Sooyoung-aa!” Jiyoung menyikut lenganku. Dia sebangku denganku.

“mwo?” tanyaku mulai menatapnya. Aku yakin dia akan membicarakan namja namja itu.

“Kau lihat? Mereka sangat tampan, iya tidak?” dia sangat antusias rupanya, sama seperti yang lain.

“Ani. Mereka biasa saja. Jangan ajak aku bicara jika tidak penting.” Jiyoung mendesis lalu kembali menatap mereka, yaampun, temanku yang satu ini sudah mulai tergila-gila. Hih.

Kulirik kedepan dan mendapati 1 namja tinggi yang sedang memperkenalkan diri tengah menatapku. Cish, apaansih namja itu.

“annyeong hasseyo, Park Chanyeol Imnida, Bangapseumnida.” Suara nya benar benar berat dan ngebass. Lalu dilanjutkan dengan namja disebelah nya yang kukatakan tadi, dia tidak terlalu tinggi.

“Annyeong hasseyo! Baro imnida!! Bangapseumnida.” Kusimpulkan dia namja yang akan membuat gadduh dikelas atas keceriaannya. Yeoja yeoja disini langsung membalas dengan teriakan teriakkan kecil yang terdengar jelas ditelingaku. “Yya, Sooyoung, dia benar benar tampan dan imut.” Jiyoung brujar sambil menyenggol nyenggol lenganku lagi. Ku berikan tatapan sinis dan akhir nya dia cemberut dan kembali menghadap kedepan.

“Annyeong Hasseyo. Kris Wu imnida. Bangapseumnida.” Suara namja terakhri ini hampir sama dengan yang pertama, namun kesan bass nya menurutku cocok dengan namja yang pertama tadi engh- siapa? Chan-Chanyeol ya? Itulah siapapun.

“Nah baiklah, kalian bertiga duduk di depan 2 yeoja itu,”ANDWE! Kim songsaenim menunjuk bangku didepanku dan Jiyoung. Aku membulatkan mata dan melirik kearah Jiyoung yang kini ber-Oh ria. “Dan salah satu dari kalian duduk di belakang 2 yeoja itu bersama namja yang memakai kacamata.” Jelas songsaenim. Aku merosot di bangkuku. Selama ini jika kakiku pegal biasa nya aku menjulurkan kakiku kedepan keatas kursi itu. Tapi sekarang di tempati       namja yang bernama Chanyeol itu. Aish. Dan ia duduk bersama Baro. Sementara kuloihat Kris berjalan dan duduk di kursi belakangku. Selama ini tidak ada yang mau duduk bersama namja berkacamata di belakangku karena ia culun dan pemalu. Dia hanya berbicara padaku di saat saat tertentu dan memilih diam jika aku sedang bersama Jiyoung. Tentu saja, siapalagi temanku selain Jiyoung?

Pelajaran pun dimulai, tentu saja aku semangat karena pelajaran pertama adalah Sejarah.

-SKIP-

 

Ku regangkan otot ototku di saat bel istirahat berbunyi, benar benar pegal. Aku sempat mengantuk di pelajaran Ipa Biologi. Karena aku sama sekali tidak tertarik dengan pelajaran itu, sangat mudah karena aku sering membaca-baca buku buku biologi di perpustakaan, setidaknya itulah yang kulakukan selama 3 tahun berada disini. Menjelajahi setiap buku yang ada diperpustakaan.

Aku memasukan buku-buku yang ada di meja ke dalam tas. Dan, “ANNYEONG!”

“huaa!” teriakku saat mendapati Baro yang menyembulkan kepalanya tepat di mukaku saat aku berbalik. Aku menjadi pusat perhatian. Aku berdeham lalu semua kembali ke posisi masing masing kecuali Baro yang kini terkekeh iseng.

“haha, mianhae, kau benar benar terkejut ya?” Tanyanya mulai mundur dan duduk seperti semula namun menghadap kearas kami. Chanyeol pun ikut ikutan.

“Tentu saja bbabo.” Jawabku ketus dan mulai membuka halaman buku Sherlock Holmes yang akan kubaca.

“Siapa nama kalian?” Kulirik Baro dan Chanyeol bergantian. Lalu kembali fokus ke bacaanku.

“Kang Jiyoung imnida! Bangapta Baro-ya, Chanyeol-ah!” Kini sahabatku yang menjawab dengan riang. Ia mulai menyenggol nyenggol lenganku lagi membuatku risih.

“yya! Berhenti menyenggolkan tanganmu.” Ucapku meliriknya lalu kembali pada bukuku, “Choi Sooyoung imnida. Kuharap kalian tidak mengangguku lebih dari ini.” Aku masih fokus terhadap buku yang sedang kubaca hingga akhir nya seseorang menarik buku bacaanku, “yya!” pekikku. Ternayta Chanyeol yang mengambilnya.

“Sherlock Holmes?!” Ia membaca sampul novel tebal itu, “Kau suka Sherlock Holmes? Daebakk! Aku juga sangat suka Sherlock Holmes! Yakan Baro, Kris?” tak kusangka ternyata mereka bertiga menyukai Novel itu.

“Ne, Lupin juga kami suka, tapi lebih ke Sherlock Holmes. Bahkan waktu kami masih diisekolah yang dulu kami membuat kelompok atau geng ‘Murid Holmes’” Lanjut Baro antusias, aku pun mulai sedikit antusias terhadap mereka. Aku Baru pertama kali menemukan orang yang suka Sherlock Holmes selain diriku sendiri.

“Jinjja? Daebak.” Kutarik kembali bukuku tanpa menleh dan fokus pada buku itu.

“Temanmu memang dingin seperti ini huh?” samar samar kudengar Baro bertanya pada yang kuyakinni itu Jiyoung.

“Ne, dia memang seperti itu.” Kudengar Jiyoung menjawab. “Dia tidak memiliki teman” gumam Jiyoung yang terdengar sampai telingakku karena telingaku ini sangat sensitif pada suara sekecil apapun.

Teng tong. Bel masuk kelas. Aku ingin cepat cepat mengakhiri pelajaran dan pergi ke perpustakaan.

Kini Jung songsaenim datang. Ia mengajar pelajaran Musik. Jadi kami semua disuruh masuk ke ruang musik. Kami mengambil alat-alat musik yang kami bisa, dan yang sama sekali tidak bisa akan menyanyi.

Aku memilih biola. Kulihat Jiyoung sudah berada ditempat duduk piano. Eh? Chanyeol bermain gitar ya? Kris bermain flute, Baro bermain gitar sama seperti Chanyeol dan      mana anak kacamata itu? Ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru kelas.

“Jiyoung-aa, mana anak kacamata itu?” Bisikku pada Jiyoung yang mulai bermain main dengan piano nya.

“Eh? Bukankah dia biasanya bermain biola juga seperti     hah? Mana anak itu?” oh ayolah Jiyoung, tadikan sudah kukatakan. Dia baru sadar sekarang rupanya. “Songsaenim! Anak berkacamata    eng maksudku, Byun Baekhyun tidak ada!” jiyoung berseru pada songsaenim yang sedang mengatur ngatur tempat formasi.

“Eh? Anak culun    ekhem, maksud songsaenim Byun Baekhyun ekhem ekhem tidak ada?!.” Ia berdeham, Baekhyun benar benar terkenal dengan julukan anak kacamata dan culun rupanya.

“Songsaenim! Ayo kita cari dia!” Kulihat anak anak lain mulai berseru. Aku menatap Jiyoung dengan pandangan sepertinya-ada-yang-tidak-beres. Lalu ia mengangguk anggukan kepalanya. Semua murid mulai nerhamburan keluar kelas musik. Aku mulai berpikir dimana biasanya tempat anak  itu pergi, namun yang kuingat dia selalu duduk di belakang dan tidak pergi kemana-mana. Kecuali jika aku akan pergi ke kantin maka dia akan ikut pergi juga. Anak itu hanya berkomunikasi denganku dan tidak dengan yang lain.

Kuraih ponselku dan mencari kontak  byun Baekhyun dan menelfonnya. Namun handphone nya tidak aktif. Hih, kemana anak itu? Aku berjalan bersama Jiyoung dan terus menatap kesana kemari sambil berpikir. Kurasa dia juga pernah ikut bersamaku ke suatu tempat, tapi dimana     Perpustakaan!

“Jiyoung-ah, perpustakaan.”Ujarku . Lalu dengan sigap ia menarik tanganku dan berlari dengan kencang, Lariku ini sangat aneh, aku benar benar tidak suka berlari dan bahkan nilai olahragaku adalah nilai paling terburuk diantara yang lain. Semua nilaiku sempurna kecuali mata pelajaran itu. Menyebalkan.

Sampailah kami di depan perpustakaan yang tinggi menjulang. Tempat seharihariku setiap pulang sekolah. Biasanya aku akan membaca dilantai paling atas dimana lantai itu terdapat taman kecil dengan tempat duduk temapt duduk yang hannya dihuni olehku seorang karena jarang ada yang datang ke perpustakaan kecuali jika disuruh mengambil buku oleh songsaenim. Perpustakaan ini memiliki 5 lantai diamna dinding dindingnya terdapat rak buku yang tinggi dan berbaris baris. Buku buku itulah yang menemaniku setiap harinya.  Beruntung disini ada lift, jadi aku tak usah susah susah berolahraga setiap hari naik turun tangga.

“Kau cari dilantai 2 dan kucari dilantai 1, kalau tidak ada cari sampai keatas.” Jiyoung berujar lalu berlalu mulai mencari. Karena hanya ke lantai 2, aku putuskan naik keatas dengan tangga saja.

Aku menaiki tangga perlahan lahan sambil mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru perpustakkaan lantai 1, tidak ada tanda tanda manusia selain Jiyoung disana. Sampailah aku dilantai 2, suasana terang remang remang dan sepi. Aku sama sekali tidak takut karena tidak percaya akan hal mistis. Itu semua hanya hal bohong dan tidak masuk akal.

Mulai dari lorong paling ujung sebelah kanan. Disana terdapat buku buku biologi yang aku sudah baca semua di rak itu. Kulihat lorong itu sepi dan kosong. Lalu lorong ke2, disanapun sepi, lorong 3? Juga sepi, Lorong ke4? Sama saja hingga lorong terakhir, yaitu lorong ke14, tetap sepi. Aku berbalik arah dan berjalan menuju tangga bermaksud untuk naik ke lantai 3.

“Sooyoung-ah! Kau menemukan dia?” Seruan Jiyoung terdengar menggema di seeluruh perpustakaan yang kosong dan besar ini.

“Ani! Eopseo!” Balasku, “Kau dilantai berapa?”

“Lantai 3! Kau naik saja ke lantai 4!” Aish, baru saja aku mau naik tangga, ternayat dia berada di lantai 3 rupanya. Drrrt…Drrrtt.. Handphone ku bergetar panjang, tanda panggilan masuk. Kulirik ke layar dan terpampang nomor tidak dikenal.

“Yeobseo? Nuguya? Kututup.”Kataku mengangkat telepon tanpa basa basi karena aku tidak suka jika ada panggilan tidak dikenal masuk.

“yya! Jangan dulu ditutup! Ini Chanyeol!” Hah? Chanyeol? Sejak kapan dia punya nomorku?

“Kau tau nomor ku dari siapa huh?”

“Dari wali kelas. Kami mencari kau dan Jiyoung bodoh! Kenapa kalian juga ikut menghilang? Kami sudah berkumpul di kelas membahas hilang nya Baekhyun. Seluruh staff dan teman teman sudah mencari keseluruh tempat disini namun dia tidak ada! Cepat kembali! Neo Eoddiya?”

“Berhentilah berbicara panjang lebar!” Pekikku. “Seluruh ruangan? Buktinya tidak ada yang datang ke perpustakaan selain aku dan Jiyoung! Aku sedang diperpustakaan. Sampaikan pada wali kelas. Dan beritahu aku nanti apa pembahasan tentang Baekhyun itu jika sudah selesai. Aku sibuk. Kututup.” Tanpa aba aba aku langsung menutup telepon dan mendengar pekikkan keras khas Chanyeol. “YYA!”

Aku berjalan ke ujung lorong pertama menuju pintu lift, dan kutekan tombol naik lalu pintu terbuka. Aku masuk kedalam dan menekan tombo lantai 4. Pintu tertutup dan membawaku keatas. Lalu pintu terbuka lagi. Lantai 4 lebih terang dari lantai 2, disini tempat buku buku sejarah dan novel fiksi/fantasi. Aku menyusuri setiap lorong namun tak ada siapa siapa. Ku pandangi pintu Di dinding ujung lorong kanan dengan aneh, dari dulu sampai sekarang pintu itu terkunci dan digembok hingga tak ada yang bisa masuk kesana. Hanya ruangan itu yang aku tidak tau dalamnya karena sampai sekrang kulihat tidak ada orang yang mendekati pintu itu. Desas desus mengatakan kalau pintu itu tempat penyimpanan arwah, hantu dan lain lain. Sungguh tidak logis. Ku dekati pintu tersebut dan menyentuh gagang pintu yang     hei! Gagang ini terasa sedikit hangat dan ada bekas tangan manusia di gagang ini, seharusnya gagang ini berdebu karena belum ada yang memegang gagang itu sebelumnya dan mendekati pintu itu selain aku.

Aku makin penasaran dengan pintu ini dan mulai mengtuak ngatik gagang nya yang digembok dengan rantai. Lalu berpikir sejenak, mana mungkin pintu yang dirantai dengan kuat dan digembok dimasuki orang? Dan saat aku mulai mengetuk ngetuk pintu    ha! Ada yang memegang pundakku.

 

TBC

 

 

 

Gimana readers? Aduh maaf ya kalau garing, author bingung hehe, RCL please. Gamsahamnida, annyeong.~ :-*

20 thoughts on “Sherlock Holmes Academy – [Chap’1] Baekhyun Mystery

  1. sooyoungster August 9, 2013 / 5:27 PM

    wow daebak author..
    memang penuh dgn misteri..
    update ya author..

  2. yeni swisty August 9, 2013 / 5:48 PM

    Keren thor (y)
    Lanjut ^^

  3. WINTERCHAN August 9, 2013 / 8:48 PM

    Author-nim sumpah ini plotnya keren banget! Penjelasan awal tentang keadaan sekolahnya juga jelas, jadi bisa ngebayangin gimana bangunannya.
    Jarang ada ff plotnya kaya gini, keren ah😀
    Aduh itu yang di akhir-akhir rada horror gimana gitu ya/?
    udah ada part 2 nya, lanjut baca ah. Capcussss

  4. kenianurasha August 9, 2013 / 11:39 PM

    keren bangeeeeeetttt..
    sekolahnya ya ampunn..
    baekie ngapain nih ngilang segala…

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:17 PM

      haaah makasiih aku emang keren! /salah tanggap/
      gomawo udah komen^^

  5. Kyuyoung baekhyun August 10, 2013 / 12:03 AM

    Hadeh, kenapa baekhyun yang hilang?? Baekhyun kemana tuh? Jangan2 di rumahku lagi xD

    • JeByung-JeSoo December 11, 2013 / 5:19 PM

      bisa jadi:|wkwkwk
      haha gomawo udah komen chingu!^^

  6. Nadra August 11, 2013 / 10:21 AM

    Wah keren
    Lanjut ya thor

    Next part ditunggu
    Mian telat komen

  7. Choi_Reni407 August 12, 2013 / 9:40 AM

    Daebaaak..
    Ff yg penuh dgn misteri nih..
    Next

  8. annisahika August 12, 2013 / 12:19 PM

    bagus nih ceritanya gapasaran. harus duterusin sampe end nih. fighting!
    review dikit ya~ coba diperhatiin soal penempatan tanda bacanya. usahakan jangan sampe ada banyak koma dalam satu kalimat. sama perbendaharaan katanya coba diperluas lagi deh. pasti lebih interesting.
    overall, suka banget sama jalan ceritanya yang lucu & mengejutkan.
    keep it up ^^

    • shafaaazamzammm August 12, 2013 / 5:24 PM

      gomawo atas saran nya^^ aku gaterlalu bisa milih kata, karena aku masih kecil. hoho ._.

      • annisahika August 13, 2013 / 7:36 AM

        kecil gabisa jadi alasan loh.. ayo semangat ‘-‘)9

      • shafaaazamzammm August 13, 2013 / 9:24 AM

        baiklah *bow* akan kuusahakan’-‘ fighting!!!’o’)9 eh maaf chap 5 nya agak lama, author lagi sakit😦

  9. wufanneey September 26, 2013 / 6:42 PM

    shafaaa hai! aku ikut baca ffnya ya, dan karena udah sampai part 7, aku langsung next ke p[art selanjutnya aja deh… haha

  10. rifqoh wafiyyah January 24, 2014 / 9:25 AM

    Daebak thor…:)
    Keren…. (Y),itu siapa yng nepuk pndak soo unnie??

  11. septiyana ragmah February 19, 2016 / 10:38 PM

    lanjutinn dong siapa tuh yg nepuk pundak sooyoung
    bbbtpi skali² bkin ff shinee ama sooyoung dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s