Stolen Cat [Chapter 2]

Stolen Cat3

Title : Stolen Cat • Author : Winterchan • Genre : Romance, College-Life •
Length : Chapter • Rating : PG

Main Characters : Choi Sooyoung, Luhan.

Other Casts : Kwon Yuri, Oh Sehun, the rest of EXO and GG members.

Disclaimer : The plot is purely mine.

Summary : A story about Luhan’s college life. His life becomes different when he is accused has stolen a girl’s cat.

Note : The fic is also posted on my personal blog.

•••

Jam masih menunjukkan pukul 04.30 PM tapi nampaknya langit terlihat 2 jam lebih malam, langit memang sedang mendung kala itu. Seorang lelaki berambut semi pink tengah berjalan gusar, takut hujan deras turun tiba-tiba. Namun apa yang ditakutkan olehnya ahirnya terjadi juga, hujan tiba-tiba turun dengan derasnya.

Ia berdecak sebal, merutuki dirinya sendiri mengapa ia sampai lupa membawa payung. Terlanjur sudah, dengan berat ia berlari menerobos hujan menuju rumahnya.

Ia kembali berdecak sebal, menyesal mengapa rumahnya terletak di sebuah komplek yang mengharuskannya berjalan lebih jauh lagi untuk benar-benar sampai ke rumahnya. Sialnya lagi, rumahnya itu masih sekian ratus meter lagi dari tempat yang ia pijak kini.

Setelah melalui rintangan yang menurutnya berat, penuh perjuangan, dan melelahkan itu akhirnya ia sampai di rumah tercintanya.

Lelaki itu membuka ranselnya, mengutak-atik isinya, mencari sebuah benda kecil yang fungsinya untuk membuka pintu. Cukup memakan waktu lama untuk menemukan kunci rumahnya yang memang berukuran mungil itu. Baru saja ia berniat membuka pintu di depannya sampai ia dikagetkan sesuatu,

“Miaw!” Lelaki itu hampir terjungkal kebelakang, kaget. Makhluk yang ia ketahui bernama kucing itu meloncat kearahnya, untung saja tidak sampai mencakar.

Ia menggendong kucing itu, lalu menatapnya lekat-lekat. “Kau siapa?” Pertanyaan bodoh meluncur begitu saja dari mulutnya.

“Namaku Luhan,” ucapnya lagi memperkenalkan diri. Oke mengajak berkenalan seekor kucing benar-benar hal bodoh. Jika saja orang yang melakukannya masih berumur 5 tahun mungkin masih bisa ditolerir.

“Miaw.” Kucing itu tidak bisa memberi tanggapan lain selain mengeong.

Luhan mengangkat bahunya sebelum benar-benar masuk ke dalam rumahnya. “Baiklah kucing, aku akan mandi terlebih dulu, lihat badanku basah kuyup. Kau..” Luhan menunjuk sang kucing “..diam dan tunggu disini!”

Setelah selesai dan dalam keadaan rapi, ia kembali ke tempat dimana si kucing berada. “Emm kucing, siapa namamu?” tanyanya bodoh. “Miaw!”

“Siapa majikanmu? Kenapa kau bisa ada di depan rumahku tadi?”

“Miaww!”

Luhan berfikir sejenak, “Oke sepertinya IQ ku turun dan aku menjadi bodoh telah mengajak berbicara seekor kucing. Ini pasti efek kehujanan tadi.”

•••

Pagi itu menjadi awal dari kesibukan lagi setelah libur yang lumayan panjang, semua mahasiswa kembali ke rutinitas mereka, menempuh ilmu di sebuah kampus. Semua orang memulai harinya dengan semangat, well, tidak semua orang sih, karena tampaknya ada seorang gadis tengah meraung-raung tidak jelas di pagi yang indah ini.

“Huaaa Yul, dia hilang lagi…”

“Ck menangis tidak usah keras-keras,” Yuri memperingati, “Kau membuat keributan tahu!”

Sooyoung menghentikan raungannya, “Lagian kau sih, kenapa bisa sampai hilang lagi? Salahkan dirimu sendiri.”

“Entahlah, kemarin aku sedang jalan-jalan dan duduk sebentar di sebuah bangku, aku sangat yakin saat itu dia duduk disebelahku, tapi saat aku menoleh tiba-tiba saja kucing itu sudah tidak ada.” adu Sooyoung, “Aku berniat mencarinya saat itu, tapi hujan tiba-tiba turun dengan sangat deras dan aku tidak membawa payung, jadi aku langsung pulang.”

Yuri mendengus, “Lalu sekarang bagaimana?” Sooyoung menggeleng lemas.

•••

Tak jauh dari bangku dimana Sooyoung dan Yuri berada, terdapat sekumpulan namja tengah menyantap sarapan paginya dengan bising.

Luhan baru saja datang, lekas ia menghampiri sobat-sobatnya yang sudah berada disana sejak beberapa saat yang lalu.

“Hey!”

“A-yo Luhan! Wussup?” sapa Chanyeol, namja tinggi yang dari tadi membuat kebisingan.

“Tunggu Luhan, apa itu?” tanya Kai, namja yang duduk disebelah Chanyeol menunjuk kearah sesuatu yang digendong Luhan. “Kau tidak bisa lihat? Ini kucing.”

Kai mendengus, “Ya ya aku tahu. Maksudku untuk apa kau bawa makh–”

“APA? Kucing? Hey jauhkan benda itu dariku!” teriak Kyungsoo histeris. Namja ini memang phobia dengan makhluk berbulu itu.

Seulas senyum terukir di wajah Luhan, tidak, smirk tepatnya. Sejurus kemudian Luhan datang mendekati Kyungsoo lalu menyodorkan sang kucing tepat di depan wajahnya. “Hey kubilang jauhkan dariku, bodoh!” teriaknya lalu ngacir ke belakang Suho.

Chanyeol terbahak keras, “HAHAHAHA ini hanya seekor kucing, Kyung! Tapi kenapa reaksimu seperti melihat sadako?” Diikuti gelak dari sisanya akhirnya Kyungsoo jadi bulan-bulanan saat itu.

“Baiklah Luhan, bisa kau jelaskan darimana makhluk itu berasal?” pertanyaan dari Kai seolah menginterogasi. “Dan sejak kapan kau memiliki hewan itu? Tidak bisakah memelihara hewan yang lebih jantan?”

“Ya seperti anjing buldog, kan keren,” ucap Chanyeol menambahi.

“Aku tidak menyangka kau segemulai itu, Lu.”

“Kau–”

“Cukup! Biarkan aku bicara dulu!” Potong Luhan, “Aku menemukannya di depan rumahku. Mana aku tahu ini milik siapa.”

“Kenapa kau tidak mengembalikannya?” tanya Chanyeol. Luhan mendengus sebal, “Kalau aku tahu pemiliknya sudah kuberikan dari kemarin, bodoh.”

Sehun yang sedari tadi membungkam mulutnya tengah berfikir keras kala itu. Sepertinya aku pernah melihat kucing ini, tapi dimana ya?

Kai mengelus kucing itu, “Jadi nanti akan kau apakan kucing ini?” tanya Kai. “Ah benar juga.”

Sementara Sehun masih berusaha mengingat-ingat, “Ah hyung sebenarnya aku pernah melihat kucing ini.”

“Benarkah? Milik siapa ini?”

“Sepertinya ini milik seseorang yang–“ ucapan Sehun terpotong ketika seseorang menggebrak meja mereka secara brutal membuat hampir seisi kantin terjungkal kaget. Termasuk Sehun.

“YA! Kau!” ia menatap tajam Luhan. “Itu milikku, tahu!” Ternyata Choi Sooyoung, ia buru-buru menghampiri Luhan ketika melihat Lulu ada di tangannya.

Luhan mengangkat sebelah alisnya, “Benarkah?”

“Jangan banyak bicara! Berikan padaku!” titah Sooyoung. “Dasar pencuri!” Mata Luhan melebar seketika mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Sooyoung. “Apa kau bilang?”

Sehun menyenggol lengan Luhan pelan, “Hyung, tadi aku baru saja mau memberitahumu, hewan itu memang miliknya.”

“Hah tapi dia bilang aku pencuri! Sembarangan sekali,” ucap Luhan membela diri. “Sudahlah Hyung, ini hanya masalah sepele. Berikan sajalah” “Sepele darimana? Ini menyangkut harga diriku tahu!”

–Luhan POV–

Sial, sembarangan sekali yeoja ini, mengataiku pencuri. Aku tampan! Maksudku tampangku bahkan tidak ada jahat-jahatnya sama sekali. Tapi kenapa yeoja ini menyebalkan sekali?

Tadinya akan langsung kuberikan hewan itu, tapi melihat tingkahnya saja membuatku kesal setengah mati, apa tidak bisa ia memintanya secara baik-baik?

“Hey bodoh, berikan itu padaku dan segeralah bertaubat! Mencuri bukanlah perbuatan terpuji.” Suara menyebalkan itu kembali terdengar, merusak pendengaran saja.

“Berhenti memanggilku pencuri, dan akan kuberikan kucing ini padamu,” ucapku. “Tidak usah mengelak, sekali pencuri tetap pencuri!”

Benarkan, yeoja ini memang menyebalkan.

Sejurus kemudian entah bagaimana hewan yang sejak tadi kugendong sudah berpindah ke tangannya. Aku menarik nafasku dalam, “Dengar, aku bukan pencuri atau semacamnya. Kucing milikmu lah yang tiba-tiba ada di rumahku.”

“Bohong! Modus semacam itu sudah terlalu basi. Masih untung kau tidak kulaporkan ke kantor polisi.” Sial yeoja ini!

Kenapa dia semena-mena sekali? Lama-lama emosiku memuncak juga, “Hey dengar ya, mungkin kucingmu itu tidak betah tinggal denganmu! Jelas saja, majikannya seperti nenek lampir begitu,” ucapku meluap-luap. Hah!

–Author POV–

Sooyoung menatap Luhan tajam. Jika saja tatapan bisa membunuh, mungkin Luhan hanya tinggal nama saja sejak tadi.

“Kau!” ucapnya seraya mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Luhan. “Apa?” tantang Luhan. “Sebaiknya kau mengaku! Atau kau benar-benar ingin kulaporkan?”

“Hey kau ini keras kepala sekali sih, sudah kubilang aku bukan pencuri, bodoh!”

“EHEM!” Yuri berdehem keras, membuat seluruh pasang mata menatap kearahnya. Ia hanya bisa tersenyum canggung. “Soo, jangan buat keributan disini. Ayo kita ke kelas,” bisik Yuri pelan. Rupanya dari tadi ia memang hanya bisa diam menatap sahabatnya tengah beradu mulut.

“Tapi Yul, urusanku dengan namja pencuri ini belum selesai.”

“Sudah kubilang aku bukan–“ sebelum Luhan melawan, Yuri sudah menarik Sooyoung keluar dari kantin. Luhan menghembuskan nafasnya kasar, ia benar-benar heran, ternyata ada ya perempuan seperti dia?

Ia menatap kearah teman-temannya yang juga tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit didefinisikan. “Apa?” tanya Luhan risih.

“Woah perempuan tadi benar-benar keren.” Chanyeol berkomentar.

“Ia bahkan sempat menggebrak meja tadi,” tambah Baekhyun. Sementara Luhan menatap kearah teman-temannya tidak percaya. Yang seperti itu dibilang keren? Yaampun.

“Tunggu aku tidak tahu siapa dia, sepertinya aku baru melihatnya,” gumam Kai.

“Namanya Sooyoung, Choi Sooyoung.” Ucap Sehun. “Hah perempuan seperi dia punya nama juga?” ucap Luhan meremehkan.

“Hmm tapi dia manis juga,” gumam Kai. “Apa? Manis? Oh God, Kai pergilah ke dokter dan periksakan kesehatanmu.”

“Choi Sooyoung, namanya bagus,” gumam Chanyeol seraya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Diamlah! Jangan sebut namanya di depanku, telingaku bisa infeksi.” Perintah Luhan, mendengar namanya saja ia sudah merinding.

Sedetik kemudian Kai baru teringat sesuatu, “Tunggu, kau tahu darimana Sehun?”

“Aku pernah bertemu dengannya di sekitar mall, waktu itu hewan peliharannya juga hilang,” jelas Sehun.

Luhan menjentikkan jarinya, “Nah nah benarkan, berarti wanita itu yang ceroboh. Enak saja dia menyalahkanku, mengataiku pencuri lagi, kurang ajar!”

•••

Sooyoung tengah memakan rotinya brutal, beradu mulut dengan namja itu cukup menguras tenaganya. Sementara Yuri menatapnya prihatin.

“Soo, kau sudah mengahbiskan sekitar 6 bungkus roti.” Ucap Yuri mengingatkan. Sooyoung nampak tak peduli, ia kembali membuka bungkus selanjutnya dan kembali memakannya brutal. “Jangan lupa hitung yang ini, ini yang ke 7.”

–Sooyoung POV–

“Soo, sebenarnya kalau aku boleh memberi pendapat, aku rasa Luhan tidak bersalah,” ujar Yuri. Aku meliriknya sekilas, “Luhan? Maksudmu lelaki menyebalkan tadi?” Aku bahkan baru tau namanya Luhan, sebenarnya aku tidak peduli dia siapa, yang aku tahu dia itu pencuri!

Yuri menghela nafasnya, “Iya.” Aku menatapnya sebal, “Jadi kau membelanya?”

“Bukan seperti itu, Soo. Maksudku kau seharusnya berterima kasih dia telah menemukan kucingmu. Coba kalau dia tidak menemukannya dan membawanya kesini..” Yuri menggantung kalimatnya, “Kau bahkan mungkin tidak akan tau kabarnya sama sekali.”

Aku menghembuskan nafasku kasar, jadi Yuri benar-benar membelanya. “Dia itu pencuri Yul! Kan sudah kubilang, Lulu tiba-tiba menghilang sesaat setelah aku memalingkan pandanganku.”

Yuri terlihat frustasi, “Haish kau keras kepala sekali sih Soo,” ucap Yuri, “Ya! Kalau sampai ia balas dendam padamu bagaimana? Kau sih mencari masalah.” Aigoo Yul, aku jadi ragu kalau kau sahabatku atau bukan, dari tadi ia membela namja itu terus.

“Dengan senang hati akan kuladeni, Yul.”

“Benar ya?” “Yap!” ucapku mantap.

•••

–Author POV–

Kelas tengah berlangsung, Luhan menumpukan dagunya di tangannya, menatap malas kearah dosen yang tengah berkoar-koar. Ia benar-benar tidak tau apa yang sebenarnya si botak itu tengah bicarakan.

Pikirannya melayang ke kejadian kemarin yang benar-benar membuatnya kesal setengah mati. Ia tengah memikirkan cara agar yeoja yang mengatainya kemarin menyesali perbuatannya dan menarik kembali ucapannya yang semena-mena.

Pletakk, tanpa Luhan sadari sang dosen dari tadi menatapnya, mengetahui bahwa Luhan tidak memperhatikannya. Lalu dengan sadis melempar tutup spidol yang sedari tadi dipegangnya.

–Luhan POV–

Pletakk. Adaww siapa yang dengan kurang ajar menimpukku dengan tutup spidol sialan ini?

“Luhan! Kalau kau tidak berniat untuk belajar, lebih baik keluar!” titah dosen di depanku. Sial, jadi si botak ini yang melemparku. Berani sekali dia, kalau saja dia bukan dosenku, sudah kubotaki kepala dia yang memang sudah botak itu!

“Luhan kau dengar tidak? Keluar!” Akhirnya dengan hati super jengkel aku melangkahkan kaki keluar. Aku rasa semua orang tengah menatapku, entah menatapku dengan pandangan seperti apa.

Oke oke aku baru sadar, bahwa si dosen botak itu memang terkenal killer. Dan aku dengan beraninya tidak memperhatikan si botak, dan imbasnya sekarang aku dikeluarkan dari kelas. Terlebih lagi, si botak itu memang terkenal memiliki mata elang nya yang berbahaya. Pantas saja semua orang di kelas jadi serius belajar begitu.

Daripada berdiri seperti idiot di depan kelas begini, lebih baik aku ke kantin. Baru saja aku mengangkat kakiku. Si dosen botak itu berteriak dari dalam,

“Siapa yang mengizinkanmu pergi Luhan? Diam disitu dan angkat satu kakimu, lalu silangkan kedua tanganmu dan jewer masing-masing kupingmu!”

Sungguh menyeramkan, bagaimana dia tahu kalau aku mau pergi? Dia berada di dalam, aku berada di luar. Apa dia memiliki kemampuan membaca pikiran? Atau…

Tiba-tiba saja imajinasiku berkelana liar tentang si dosen itu ternyata bukanlah manusia, melainkan semacam makhluk dari dimensi lain yang menyamar sebagai manusia.

Memikirkannya membuatku merinding sendiri, hiii aku jadi tidak yakin dia manusia sungguhan atau bukan.

“Cepat kerjakan!” Teriaknya lagi dengan suara menyebalkannya itu. “Baik, Seonsaengnim.”

Dengan malas aku melakukan apa yang dosen itu suruh. Ah aku terlihat bodoh. Ini semua gara-gara si yeoja sialan itu sih! Kalau saja dia tidak menyebalkan, mungkin aku tidak akan berakhir seperti ini. Tunggu kenapa menyalahkan dia, Lu? Entahlah tiba-tiba saja aku ingin menyalahkan dia. Suruh siapa dia menyebalkan begitu.

Eh eh benarkan ini semua salahnya? Kalau saja tadi aku tidak memikirkannya aku tidak akan dihukum begini, tunggu! Bukan memikirkan dia seperti orang yang sedang kasmaran atau dimabuk cinta atau apalah itu. Maksudku memikirkan dia bagaimana caranya agar dia menyesal telah mencari masalah denganku.

Ugh, berdiri dengan pose seperti ini selama sekitar 1 jam membuatku cukup pegal. Tidak, bukan cukup, tapi benar-benar pegal. Dan sialnya, aku harus melakukan ini sampai istirahat tiba. Aku tidak akan coba-coba untuk kabur dari hukuman ini, lebih baik seperti ini daripada ketahuan oleh si botak dan dengan sadisnya dia akan menambah hukumanku, seperti berlari mengitari lapangan sebanyak sekian kali, lalu membersihkan toilet baik wanita maupun pria. Sial, dia kira aku office boy?

“Prok, prok, prok.” Terdengar sebuah tepuk tangan dari arah lorong sebelah kananku, terdengar dari caranya bertepuk tangan, sepertinya ia sedang mengejekku.

“Lihat lihat, who do we have here? Pfft!”

Kutengokkan kepalaku kesamping, walau sebenarnya itu agak sulit karena poseku kini. Oh shit! Kenapa perempuan gila itu yang muncul? Membuatku ingin pulang kampung saja, hah!

“Mau apa kau?” tanyaku malas.

“Ya ampun kasihan, sedang dihukum ya adik manis?” Kulihat ia sedang menahan tawanya.

“Apa maumu?” Sungguh aku sedang malas meladeninya saat ini! Ia terlihat mengusap dagunya dengan jari telunjuknya. Aku memutar bola mataku malas.

“Dengar, sebaiknya jangan mencari gara-gara denganku!”

“Umm kau dikeluarkan gara-gara apa? Tidak memperhatikan pelajaran dengan baik ya? Kau sih pikirannya hanya ada barang curian saja,” Ia tak mepedulikan perkataanku. Nah kan dia yang duluan mencari gara-gara denganku.

Aku menatapnya sengit, “Kau yang memulai, Choi Sooyoung.”

Ia melirik jamnya sekilas. “Aku harus pergi, lain kali perhatikan pelajaran dengan baik ya.” Setelah itu ia melangkahkan kakinya menjauh dari tempatku. Tapi kemudian ia berhenti dan berbalik.

“Ah satu lagi, selamat menjalani hukuman, Lu.” Ia tersenyum manis padaku, tidak, lebih tepatnya tersenyum yang dimanis-maniskan sebelum akhirnya benar-benar menghilang dari hadapanku.

Aku mengepalkan tanganku, sungguh aku ingin memberinya pelajaran. Kenapa di dunia ini ada perempuan sepertia dia? Dia adalah wanita terakhir yang ingin kutemui di dunia ini.

Ugh.

I Hate You, Choi Sooyoung.

–To be continued­–

Taraaa, gimana chapter 2 nya? Masih sama ancurnya? Kependekan? Wakakak maap author lagi males bikin yang panjang-panjang(?)

Gimana gimana? Udah kerasa belum aura perangnya? Kalo kata author mah udah ._. Atau belum? ._.V wakak

Well the story hasn’t begun yet. So yeah wait until the 3rd chapter is published.

Bye bye /throws love/ ♥

38 thoughts on “Stolen Cat [Chapter 2]

  1. elissone August 3, 2013 / 8:27 PM

    Akhirnya keluar jg chapternya!!
    Syoo keras kepala banget yak-_-
    Ditunggu next chapter!

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 11:57 AM

      Iya tau tuh wakakak ._.
      Oke😉 thanks for reading!😀

  2. ieta August 3, 2013 / 9:15 PM

    ya ampun soo pdhlkn dia yg ceroboh malah nuduh luhan pencuri hahah…
    perang segera dimulai nih hahaha
    next.ny ditunggu thor😀

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 11:59 AM

      Tau tuh dasar Sooyoung wakakak /kicked/
      Oke😉 thanks for reading!😀

  3. epanda August 3, 2013 / 9:19 PM

    lanjuuut!😀

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 11:59 AM

      Okee😉 thanks for reading!😀

  4. kenianurasha August 3, 2013 / 9:31 PM

    Soo ngeyel bgt kwkwk
    Akhirnya di post juga!^^
    Lanjut ya thor^^

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 12:00 PM

      Tau tuh wakwak ._.
      Sip oke😉 thanks for reading!😀

  5. safira faisal August 3, 2013 / 10:22 PM

    akhirnya chap 2nya keluar jugaa^^
    aku kira lulu itu luhan looh xD wkwk
    seruu nih, chap 3 nyaa jangan lama2 ya? ^^

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 12:01 PM

      Heheh yeee (?)
      mahahaha ._.
      sip oke😉 thanks for reading!😀

  6. wufanneey August 4, 2013 / 11:21 AM

    watir banget hidupnya luhan, hahaha… pulang kehujanan, nemu kucing, tiba-tiba aja disangka pencuri, saolooh…
    sooyoung juga sama watirnya sih, itu kucing udah ngilang dua kali, nggak betah kali sama majikan, itu kucing genit demennya sama cowok (tunjuk sehun luhan) >,
    xixixi..
    tapi ceritanya makin imut aja ini,
    ditunggu perang dunia ke lima nya (?)

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 12:03 PM

      Wakakak kesian luhan #PrayforLuhan #LuhanPastiKuat #LuhanBeSeterong ‘-‘)9
      Tau jeh kucingnya jomblo kali wakak ._.
      Adaw makasih😀
      Okeee😉 thanks for reading!😀

  7. shafaaazamzammm August 4, 2013 / 1:04 PM

    wuaah, akhirnya dipost juga chapter 2 nya =D keren thor, sooyoung bener bener keras kepala ya._. Lanjutin thor! Daebakk!!😀

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 1:16 PM

      wakwakwakz iya tau tuh ._.V
      oke😉 thanks for reading!😀

  8. syaffinhumaira August 4, 2013 / 4:16 PM

    akhirnya keluar juga nih ff, sooyoung ini udah tau ada namja cakep cute cantik (?) dibilang pencuri ._.
    nice ff thor, lanjutin ya kutunggu🙂

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 10:13 PM

      Tau jeh dasar Sooyoung bahahaha
      Oke😉 thanks for reading!🙂

  9. miss_sooyoungster August 4, 2013 / 7:38 PM

    bagusss…
    bagusss…
    aduhh..ini udah lama banget ditunggu2
    kenapa baru2 ini di post…
    T_T
    aq harap, chapter 3 nya cepet di post..
    gak sabaran inii… (-_-“)
    pliss…

    yaahh..pokoknya daebakk lah….!!!
    sep (y)

    • WINTERCHAN August 4, 2013 / 10:16 PM

      Makasih😀
      Aduh kelamaan ya? Doh siapa sih authornya, wakaka. Ampuni author ;A;
      Oke😉 tapi ga janji cepet yaa, kan authornya pamalesan/?
      Hehe tunggu aja ne😉 btw thanks for reading!🙂

  10. Nadra August 5, 2013 / 12:50 AM

    Assa perang ketiga akan dimulai, kira-kira bagaimana?? akankah lebih parah dari tadi

    ckckck emang soo eonni batu, udah dibilangin juga (?) #apacoba

    next part ditunggu
    Maaf telat komen ya!!

    • WINTERCHAN August 5, 2013 / 4:15 AM

      Yeeeee (?)
      Wkwk tau jeh Sooyoung ._.
      Oke😉 ngga, ngga telat kok😉
      Btw thanks for reading😀

  11. Youngie August 5, 2013 / 7:57 AM

    waaaahh.. keras kepala soo udah level berapa tuh ya??
    lanjuuut

    • WINTERCHAN August 5, 2013 / 8:37 AM

      udah level 10 kali wakz
      oke😉 thanks for reading!😀

  12. shin hyun young August 5, 2013 / 12:07 PM

    ngakak sumpah..
    soo nya krs kpla bgt, lulu nya lucu..
    next..

    • WINTERCHAN August 5, 2013 / 12:11 PM

      heheheheh ._.V
      oke next nya ditunggu aja dulu ya😉
      thanks for reading! ‘-‘

  13. Choi HanRa August 6, 2013 / 7:13 AM

    yeayyy akhirnya keluar juga part 2 nya ^^
    Si soo disitu jail banget ngejek luhan+tuduh luhan sebagai pencuri xD
    Luhan juga xD
    sumpah nie ff bikin ngakak thor ^^

    Next chap ditunggu ^^

    • WINTERCHAN August 6, 2013 / 12:45 PM

      Hehehe horeee (?)
      tau jeh Soo mah jail mulu ._.
      oke😉 thanks for reading!😀

  14. leeyeoji August 6, 2013 / 9:35 PM

    Wah…. Aku suka FF kamu . Bagus banget .😀

  15. Youngii August 6, 2013 / 11:53 PM

    huaaah soohan couple…
    Daebakk Chingu…!!!
    Next…..🙂

    • WINTERCHAN August 7, 2013 / 2:02 PM

      Hehe makasih ._.
      Sipoke ditunggu aja ya😉

  16. annisahika August 14, 2013 / 6:29 AM

    Ayo wassup mameen! *ketularanchanyeol
    yuri baik banget masa mau temenan ama sooyoung ck, kalo aku sih udah gabetah kali *plak
    ini dia yang aku suka dari sooyoung eonni. karakter dia bisa masuk diperan apaaja #ProudSooyoung😀
    mau terbang(?) ke next chapter dulu ah :3

    • WINTERCHAN August 14, 2013 / 7:22 AM

      Yuri sahabat teladan (?)
      Iya dumse, sooyoung gitu B)
      Sok mangga dipersilahkan😀

  17. liliknisa June 5, 2014 / 1:56 AM

    keren tambah seru
    lanjut jangan lama-lama ^^

  18. mrn June 6, 2014 / 12:18 PM

    Percintaan yg manis hahaaa

  19. Rifqoh Wafiyyah June 25, 2014 / 11:03 PM

    kesan prtma yang menjengkelkan….😀

    • winterchan June 25, 2014 / 11:55 PM

      Thanks for reading and leaving a comment🙂

  20. choisooxxdpa July 30, 2014 / 11:09 PM

    “Oh shit”😄 wakwakwak ngakak thor hahahaha😀 btw kerenn! Jjang~

    • winterchan July 31, 2014 / 6:24 PM

      Hahaha Makasih, silahkan lanjut baca😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s