[Twoshot] Addicted to You – Chapter 2

Addicted to You poster

Title                 : Addicted To You

Author             : Winterchan

Genre              : Romance, School-life, fluff

Length             : Twoshot

Rating             : PG-13 (maybe ._.v)

Main Cast        : Choi Sooyoung, Oh Sehun

Other Cast       : Minho dan segenap teman-teman (?)

Disclaimer       : Ini adalah ff pertama yang berani aku publish. Semua casts nya milik Tuhan tapi ide cerita, plot, dan alur semuanya berasal dari otak jenius aku (?)

Note : Maaf ya dari awal ga dikasih summarynya jadi mungkin agak membingungkan ceritanya, aku gabisa bikin summary u,u #curcol
Dan maaf juga di chapter sebelumnya aku nulis “Length” nya Oneshot, padahal harusnya Twoshot, aku lupa ngedit u,u
Fyi, ff ini udah pernah aku post di blog aku😀
Dan special thanks buat admin yang udah ngepost ff absurd aku J

Soooo, ini dia last chapternya. Check it out😀

Enjoy Reading J

***

Pukul 22.30

Sooyoung berguling diatas kasurnya. Entahlah matanya sulit sekali tertutup. Pikirannya masih melayang ke kejadian beberapa jam yang lalu. Memikirkannya membuat perutnya dipenuhi kupu-kupu terbang. Ting! pesan masuk. Siapa yang mengirim sms semalam ini ya? Pikirnya lalu segera mengambil handphonenya yg tergeletak di nakas.

To : Sooyoung-Noona❤

Hey Nuna apa kau sudah tidur? Aku tidak bisa tidur T.T

Fr : 088882333345

Sooyoung tertawa kecil, dia tau pasti pesan ini dari Sehun. Sooyoung segera menyimpan nomor Sehun dan membalas pesannya.

To : Oh Sehun

Sehun? Aku juga tidak bisa tidur

Fr : Sooyoung-Noona❤

Beep! Pesan masuk. Sehun tersenyum lebar mengetahui Sooyoung membalasnya. Dengan cepat ia mengetik balasan untuk Sooyoung.

To : Sooyoung-Noona❤

Bagaimana nuna bisa tahu kalau ini aku? Nuna  juga tidak bisa tidur? Itu berarti tandanya kita jodoh😀

Fr : Oh Sehun

Ting! Sooyoung membuka pesan Sehun dan membalasnya.

To : Oh Sehun

Tentu saja aku tahu. Huh? Jodoh? Ckck -_- Oya kenapa kau bisa tau nomorku?

Fr : Sooyoung-Noona❤

Ting! Sms masuk lagi.

To : Sooyoung-Noona❤

Nuna, kurasa tidak ada yang  tidak ku tau tentangmu. Aku tau semua tentangmu😀 Bahkan aku tahu Luhan-hyung. Hehe😀

Fr : Oh Sehun

Sooyoung terdiam. Berpikir. Bagaimana bisa dia tau semua tentangnya. Bahkan perihal Luhan pun dia tahu. Seingatnya, dia tidak pernah memberi tahu Sehun tentang Luhan. Wah, Sehun benar-benar! Sooyoung akhirnya membalas lagi.

To : Oh Sehun

Baiklah kau memang tau segala tentangku, tapi aku akan mengetesmu lagi. Coba sebutkan berapa kali aku makan dalam sehari?

Fr : Sooyoung-Noona❤

Ting! Beberapa saat kemudian datanglah balasan dari Sehun.

To : Sooyoung-Noona❤

8 kali kan?

Fr : Oh Sehun

Jadi dia tau? Sial. Dia tahu aibku. Ck, anak ini memang ajaib.

~~~~~~~

The next day in the morning

Sooyoung keluar dari rumahnya, bersiapa berangkat sekolah seperti biasa. Saat tiba-tiba ia terkejut melihat Sehun ada di depan rumahnya sambil tersenyum bodoh.

“Pagi, nuna,” sapa Sehun. Sooyoung terkejut. Lalu kembali masuk ke rumah dan menutup pintunya kembali. Kenapa dia disini? Pikir Sooyoung. Sehun yang berada diluar menatap heran kearah pintu, kenapa Sooyoung-nuna tidak jadi keluar?

Minho yang saat itu akan berangkat sekolah, menatap heran kearah Sooyoung. Kenapa kakaknya itu tak kunjung berangkat.

“Nuna, kenapa masih disitu? Tadi katanya mau berangkat sekarang?” tanya Minho.

“Umm..”

“Memang ada siapa di luar?” ucap Minho seraya menengok lewat jendela. “Oh ada Sehun,” ucap Minho tersenyum jahil.

“Minggir, Minho mau lewat,” usir Minho. Lalu Minho membuka pintu dan masih terlihat Sehun sedang menunggu di depan rumah Sooyoung.

“Sehun? Cari Sooyoung? Sooyoung ada di dalam,” ujarnya memberi tahu Sehun. Sooyoung melotot.  “Kalian mau berangkat bersama kan?” Tanya Minho seraya tersenyum penuh arti.

Akhirnya Sooyoung keluar dari rumahnya, lalu memukul bahu Minho sekilas dan berjalan duluan ke arah gerbang. Sooyoung tersenyum tipis kearah Sehun dan berjalan pelan. Setiap ia melihat Sehun, perutnya akan mulai terasa aneh lagi. Rupanya kupu-kupu di perutnya belum pergi juga.

“Pagi nuna, ayo berangkat,” ajak Sehun lalu menggandeng tangannya. Sooyoung menengok kanan kiri. Dimana motornya?

“Aku tidak ingin naik motor hari ini, aku ingin naik bus bersamamu nuna,” ucap Sehun seprti membaca pikiran Sooyoung.

“Oh,” Sooyoung hanya mengangguk. Mereka sampai di halte dan menunggu bus datang. Tak lama, bus akhirnya datang. Sehun dan Sooyoung segera naik ke bus, dan duduk di bangku paling belakang.

“Nuna, bagaimana tidurmu semalam? Apa kau memimpikan aku?” tanya Sehun riang.

“Tidak,” jawab Sooyoung.

“Yaah,” Sehun cemberut. “Kenapa kau tidak pernah memimpikan aku? Padahal aku selalu memimpikanmu setiap malam,” ucap Sehun manyun. Anak ini jujur sekali. Pikir Sooyoung.

“Aku juga tidak tau. Lalu bagaimana rupaku dimimpimu?” tanya Sooyoung.

“Kau selalu cantik seperti biasa,” jawab Sehun jujur. Pipi Sooyoung mulai memanas, dia memegang pipinya segera. Ugh, sepertinya kupu-kupu ini memang bersarang diperutku.

****

Istirahat

Sehun dan Sooyoung kembali duduk di tempat biasa mereka. Tentunya dengan paksaan Sehun. Sehun mengeluarkan kotak bekalnya, dan memakannya bersama Sooyoung.

“Umm, Sehun-ah.”

“Hmm,”

“Umm, itu.. Kenapa kau selalu mengikutiku?” tanya Sooyoung hati-hati. Sehun terdiam.

“Dan kenapa kau baik sekali padaku?” tanya Sooyoung lagi. Sehun akhirnya menjawab.

“Aku tidak akan mengikutimu jika aku tidak menyukaimu.” Jawaban singkat Sehun membuat hati Sooyoung terasa mencelos. Lagi-lagi kupu-kupu yang ada diperutnya kembali berterbangan. Sepertinya dia tipe anak yang sangat jujur.

****

Pagi hari

Sooyoung keluar dari rumahnya. Dia melirik ke kiri dan kanan. Dimana anak itu? Biasanya dia sudah ada di depan. Sooyoung mengedikkan bahunya. Mungkin dia ingin berangkat sendiri. Pikirnya.

Sooyoung sampai ke sekolah, namun Sehun tak kunjung menemuinya, biasanya ia akan ada di depan gerbang dan menyapanya seperti biasa.

Istirahat. Sehun juga tak menjemput Sooyoung di depan kelasnya untuk makan bekal bersama lagi. Sooyoung heran. Ia merasa ada yang hilang jika anak itu tak di sebelahnya. Sooyoung menggelengkan kepalanya menepis pikirannya jauh-jauh. Seharusnya dia senang karena Sehun tak mengganggunya kali ini. Tapi entahlah mungkin sudah terbiasa dengan kehadiran Sehun. Akhirnya karena penasaran, Sooyoung pergi ke kelas Sehun.

“Umm, permisi. Apa kau tahu Sehun dimana?” tanya Sooyoung pada Krystal, salah satu murid kelas 10-2.

“Oh, dia absen hari ini karena sakit,” jawab Krystal.

“Terima kasih,” ucap Sooyoung. “Sama-sama eonni.”

Sooyoung melenggang pergi ke kantin untuk mengisi perutnya. Dia makan sendiri kali ini. Ugh, rasanya benar-benar aneh jika makan tanpa Sehun. Sooyoung sebenarnya ingin sekali pergi ke rumah Sehun untuk menjenguknya. Tapi rasa gengsinya mengalahkan keinginannya. Lagi pula ia tak tahu rumah Sehun dimana. Sooyoung merutuki kebodohannya. Bagaimana mungkin Sehun bisa tau segala tentangnya. sedangkan Sooyoung, bahkan rumah Sehun pun ia tak tahu dimana.

Akhirnya Sooyoung memtuskan untuk mengirim pesan pada Sehun.

To : Oh Sehun

Sehun-ah, kudengar kau sakit. Kau sakit apa? Istirahatlah dengan benar. Disini benar-benar aneh tanpamu.

Fr : Sooyoung-noona❤

Dirumah, Sehun tersenyum lebar. Karena kali ini Sooyoung yang mengiriminya pesan duluan. Karena biasanya Sehunlah yang selalu mengirim pesan duluan.

To : Sooyoung noona❤

Aku demam noona T.T Hehe kau rindu padaku ya?😀

Fr : Oh Sehun

Sooyoung tertawa geli melihat balasan Sehun.

***

Esok paginya

“Hai nuna,” sapa Sehun di depan rumahnya. Sooyoung tersenyum.

“Kau sudah sehat? Kenapa tidak istirahat saja di rumah? Kalau kau sakit lagi bagaimana?” ucap Sooyoung.

“Jika aku di rumah justru aku akan tambah sakit, karena di rumah tidak ada kau,” jawab Sehun cemberut.

Pulang Sekolah

“Nuna, kakakku memberi tiket bioskop, aku tidak tau harus menontonnya dengan siapa,” ucap Sehun.

“Lalu?” tanya Sooyoung bingung. Sehun nyengir. Oh, Sooyoung mengerti sekarang.

“Aku tidak bisa malam ini,” lanjut Sooyoung.

“Hey ayolah nunaa, aku butuh hiburan setelah terkurung di kamar selama seharian penuh,” rajuk Sehun.

“Tapi..”

“Tidak ada tapi-tapian kau harus mau,” Ucap Sehun. Lalu segera menarik Sooyoung menuju halte bus untuk pulang. Sooyoung mendengus. Ingin sekali Sooyoung melapor ke Komnas Ham atas tindakan pemaksaan Sehun. Tapi itu benar-benar konyol.

***

Di depan rumah Sooyoung.

“Sudah, sekarang masuk. Aku akan menjemputmu jam umm…” ucapnya seraya melirik jam tangannya “Jam 5 sore. Jadi kita bisa jalan-jalan dulu,” lanjutnya.

“Iya iya, sudah sana pulang,” titah Sooyoung sambil mendorong tubuh Sehun.

***

Jam 5 sore

Beep Beep! Ah itu pasti Sehun.

“Eomma, Minho! Soo pergi yaa!” teriak Sooyoung.

“Kalian mau kencan ya?” tanya Minho seraya tersenyum jahil. Sooyoung melempar bantal ke wajah Minho, dan tepat sasaran. “Ya!” Minho teriak dan melemparkan bantal itu kembali, namun terlamat bantalnya meluncur bebas kearah pintu, karena Sooyoung sudah keluar dan menutup pintunya.

“Sudah siap? Ayo naik!” ucap Sehun. Sooyoung segera duduk di jok belakang motor Sehun.

“Pegangan yang kuat ya!” ujarnya. Dan ngeeeeng, Sehun menggasnya tiba-tiba membuat Sooyoung terpaksa memeluk Sehun. Sooyoung tanpa sadar tersenyum dibalik syal yang dipakainya, ia benar-benar menyukai ketika seperti ini.

Mereka sampai ketempat tujuan dan segera masuk kedalam mall. Sehun dan Sooyoung berjalan-jalan tidak jelas sampai terdengar suara.

Kruyuk.

Sehun menoleh kearah Sooyoung.

“Kau lapar?” tanya Sehun.

“Hehe, iya,” jawab Sooyoung pelan.

“Hahaha, aigoo. Seharusnya kau bilang daritadi saja, ckck.” Kata Sehun “Kita makan dulu saja,” ajak Sehun lalu segera menarik Sooyoung ke restaurant. Mereka akhirnya mencari tempat duduk dekat jendela, dan memesan makanan. Tak lama, makanan segera datang.

“Kau lahap sekali,” ucap Sehun.

“Tentu saja, aku belum makan dari siang, tahu!” ucapnya dengan mulut yang dipenuhi makanan.

“Makan pelan-pelan, kau bisa tersedak nanti,” ucap Sehun mengingatkan.

“Uhuk uhuk.”

“Nah benarkan,” ucap Sehun menahan tawanya. Sooyoung menatapnya sebal. Sehun segera memberinya minum.

***

Setelah makan, mereka memasuki gedung bioskop.

“Sehun-ah, tunggu. Tiket film itu bukan film horor kan?” tanya Sooyoung takut-takut.

“Hehe jika bukan film horor, tidak akan seru nuna,” jawabnya seraya nyengir.

“Apa? Jadi itu horor? Oh tidak,” ucap Sooyoung berlebihan.

“Sudah ayo masuk.” Sehun segera menarik Sooyoung. Sooyoung pasrah.

Di dalam bioskop

“Ya! Sehun-ah kenapa kau tidak bilang filmnya horor. Lihat ceritanya seram sekali,” ucap Sooyoung bergidik.

“Kau bisa memelukku jika takut,” jawab Sehun disertai cengirannya.

“Sudah kuduga, tujuanmu memang modus kan?!” Tanyanya sebal. Tiba-tiba JENG JENG. Hantunya keluar dari sumur.

“Aaaa,” Sooyoung menjerit tertahan dan memeluk Sehun tiba-tiba. Sehun nyengir lebar.

“Lihat! Adegannya sadis begitu. Apa kau tidak takut?!” tanya Sooyoung masih dengan memeluk lengan Sehun.

“Jika aku takut juga, lalu kau akan memeluk siapa nantinya?” jawab Sehun dengan pertanyaan. Jawaban Sehun membuat pipi Sooyoung memanas seketika.

***

Sehun dan Sooyoung sudah keluar dari gedung bioskop dan melangkahkan kaki menuju tempat parkir saat tiba-tiba indera penglihatan Sooyoung menangkap sesuatu yang tidak asing baginya, ia terpaku.

Luhan.

Dia disana. Bersama perempuan yang tidak Sooyoung kenal. Kenapa Luhan disini? Perempuan disampingnya. Siapa dia? Sehun mengikuti arah mata Sooyoung. Ia pun terdiam, Sehun tahu dia siapa.

Dia. Luhan.

Sepertinya dia melupakanku dengan mudah. Ucap Sooyoung dalam hati.

Sooyoung dan Sehun akhirnya melanjutkan berjalan dan segera pulang. Sehun mengantarkannya sampai di depan rumah Sooyoung. Sooyoung segera turun dari motor.

“Nuna.”

“Umm sepertinya kau masih memikirkan Luhan. Apa Nuna masih menyukainya?” tanya Sehun.

“Tidak. Aku tidak boleh larut dalam masa lalu, bukan?” jawab Sooyoung seraya tersenyum. Sehun menghela nafas lega.

“Yasudah sana masuk,” titah Sehun.

“Hmm,”

“Nuna, tunggu!”

Cup! Sehun mencium pipinya sekilas.

“Segera tidur dan mimpikan aku ya, jaljayo.” Ucap Sehun. Sooyoung mengangguk dan segera masuk ke dalam rumah.

“Aku pulaang.” Teriak Sooyoung lalu segera masuk ke kamarnya. Minho dan Eommanya hanya menatap heran.

Di dalam kamar, Sooyoung masih memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu. Sehun menciumnya lagi. Lagi-lagi anak itu membuat kupu-kupu terbang di perut Sooyoung. Ia memegang pipinya yang kian memerah. Hoho someone’s blushing. Aneh, bahkan Sooyoung tak memikirkan Luhan sama sekali. Hoho, someone has moved on.

***

Baru saja Sooyoung dan Sehun sampai di sekolah, seorang perempuan datang menghampiri Sehun dan mengaitkan tangannya di lengan Sehun.

“Oppa! Lama tidak jumpa.”

“Jiyoung? Kenapa kau disini?” tanya Sehun bingung.

“Aku disini karena rindu padamu, Oppa!” jawabnya centil.

“Ya! Lepaskan, aku harus masuk ke kelas.” Sehun melepaskan tangan Jiyoung.

“Kalau begitu kita bisa kesana bersama-sama, karena aku sekelas denganmu.” Ucapnya riang.

Sooyoung merasa menjadi obat nyamuk, akhirnya karena kesal ia melenggang pergi meninggalkan Sehun dan Jiyoung. “Nuna,” panggil Sehun. Namun Sooyoung sudah berjalan menuju kelasnya.

Sooyoung menghentakkan kakinya kesal, entah kenapa ia merasa kesal pada perempuan bernama Jiyoung tadi. Di kelas pun ia tidak memperhatikan pelajaran, hanya memikirkan perempuan tadi. Ugh, benar-benar menjengkelkan. Apalagi memikirkan Sehun dan Jiyoung berada di kelas yang sama membuatnya semakin jengkel.

***

Sooyoung melangkahkan kakinya menuju kantin saat ia melihat Sehun sedang bermain basket bersama teman setimnya, ia duduk di bangku taman dan memperhatikan Sehun dengan menopang dagunya. Sooyoung baru menyadari ternyata Sehun sangat tampan. Sooyoung tersenyum. Namun senyumnya memudar saat melihat Jiyoung menghampiri Sehun, memberikan handuk dan minum. Melihat itu, Sooyoung memilih pergi dari tempatnya duduk. Sehun melihat Sooyoung pergi. Ia mendesah.

***

Pulang Sekolah

Sehun sedang menunggu Sooyoung di gerbang sekolahnya saat tiba-tiba Jiyoung datang.

“Oppa! Ayo pulang bersama,” ajak Jiyoung.

“Umm, kau sendiri saja, aku masih ada urusan.”

“Aku bisa menunggumu,”

Sooyoung berjalan menuju gerbang tanpa menoleh sedikitpun pada Sehun. Sehun melihatnya.

“Nuna!” panggil Sehun. Namun Sooyoung tetap berjalan seperti biasa.

“Oh jadi urusanmu bersama wanita itu ya?” tunjuk Jiyoung pada Sooyoung. Sehun berlari mencari Sooyoung, tapi tampaknya gadis itu sudah naik ke bus. Ia menghela nafasnya.

***

Malam pukul 19.30

To : Sooyoung noona❤

Nuna, kau marah?

From : Oh Sehun.

Sooyoung tidak membalas pesan Sehun. Entahlah dia sedang kesal. Minho yang melihat Sooyoung cemberut pun penasaran.

“Kenapa wajahmu ditekuk begitu? Kau kenapa? Bertengkar dengan Sehun?” cerocos Minho.

“Diamlah!” titah Sooyoung lalu segera masuk ke kamarnya.

Hpnya bergetar kembali.

To : Sooyoung noona❤

Nuna aku ada di taman dekat rumah mu, ayo keluar😀

From : Oh Sehun

Sooyoung memakai jaketnya lalu keluar menuju taman dan mencari Sehun. Sehun melambaikan tangannya kearah Sooyoung sambil tersenyum. Ia segera menemui Sehun.

“Duduklah.” Suruh Sehun. Sooyoung duduk di sebelah Sehun.

“Kau marah nuna?” tanya Sehun.

“Tidak.”

“Mengenai Jiyoung, sebenarnya dia temanku sewaktu SMP, dia selalu mengikutiku dan mengejar-ngejarku, makannya sifatnya memang menyebalkan seperti itu.”

“Kau persis seperti dirinya, Sehun.”

“Memangnya aku menyebalkan?” Sehun cemberut. Namun dia lega, karena sepertinya Sooyoung sudah tidak marah.

“Tentu saja, kau juga selalu mengikutiku persis sepertinya.” Sehun semakin cemberut.

“Tadi Jiyoung menembakku,” curhat Sehun.

“Lalu kau jawab apa?”

“Nuna pasti sudah tau jawabannya.” Mereka kembali terdiam beberapa saat.

“Sehun-ah aku ingin tau. Kau.. menyukaiku sejak kapan?”

“Cinta bisa datang kapan saja,”

“Tapi aku lebih tua darimu,” ucap Sooyoung pelan.

“Umur hanya angka nuna,” jawab Sehun. Sooyoung tersenyum. Mereka terdiam lagi sampai suara Sehun memecahkan keheningan.

“Nuna,”

“Hmm,”

“Aku ingin menanyakan sesuatu,” Sehun memutar tubuhnya menghadap Sooyoung.

“Apa?”

“Sebenarnya dari dulu inilah yang ingin aku tanyakan…”

“Entah ini terlambat atau aku terlalu cepat, aku tidak bisa menahannya lagi, aku hanya ingin bertanya…” Sehun menarik nafas dalam-dalam.

“Nuna, apa kau mau menjadi pacarku?”

“Tidak Sehun-ah. Kurasa kau tepat pada waktunya.”

Senyum Sehun merekah. Ia memeluk Sooyoung dengan bahagia. Malam yang menusuk sepertinya tidak dirasakan lagi oleh mereka “Aku menjadi lebih banyak bicara gara-gara kau, Sehun.” Sehun tersenyum dan mengeratkan pelukannya.

Aku tau ini akan terjadi. Sooyoung noona milikku

Aku bahagia.

END.

Haha gimana? Tambah ancur? Ending nya gaje banget? Atau kurang greget? Aku ngerasa kayanya ceritanya ga nyambung sama judulnya ya? Hehe abis aku gatau harus ngasih judul apa. Mana posternya absurd gitu lagi u,u

Oya makasih buat yang udah baca ff aneh ini😀
Jangan lupa commentnya ya \(^-^)/

18 thoughts on “[Twoshot] Addicted to You – Chapter 2

  1. @Sung_SooAe May 20, 2013 / 1:50 PM

    kg kok thor bagus…😀 ditunggu karya lainya ya😀

  2. dinaalifa May 20, 2013 / 3:06 PM

    jiahhh~soohun nya keren
    maaf baru komen disini🙂
    ditunggu ff sooyoung pairing lainnya chingu😀

  3. MeydaaWK May 20, 2013 / 3:34 PM

    wihiii… agak blushing2 sendiri bacanya😄
    yah, tapi menurutku end-nya kurang gereget, kurang puaslah -__- btw gak apa2 lah, storynya bagus ^^
    maaf komennya cuma di part 2-nya .__.

  4. Hika May 20, 2013 / 10:05 PM

    bagus” (y)
    butuh sequel buat ngejelasin cara stalk nya sehun🙂

  5. Choi Je Kyung May 21, 2013 / 2:22 PM

    Bgus kok, hanya sja alurx yg kecepatan, terus endingx aku kurang greget >__<v
    Sequel dong, atau gak ff sooyoung yg lain ajah chingu,
    Ditunggu loh😀

  6. sookris May 21, 2013 / 8:28 PM

    baca ff nya sambil senyum2 sendiri masa:3 ditunggu ff sooyoung lainnya, sookris kalo bisa(?) #maksa

    keep writing!^^

  7. vamygirls May 23, 2013 / 11:49 AM

    Thor tanggung jawab !!
    gue ikutan blushing nih😀
    buat FF Soo-EXO pairing lagi ya author kece :3

  8. wufanneey May 24, 2013 / 10:56 AM

    manis banget deh si sehun ini, tapi kenapa ga ada kiss scene nya? dia terlalu polos kali yak /plak/
    ayo buat Soo-EXO pair lagi!

  9. Sssyooo October 14, 2013 / 7:07 PM

    Sehun nya polos bgt .. Tapi, aku suka ..

  10. Varash Kim October 5, 2014 / 10:46 PM

    Aku bener bener ngefly baca ff ini…
    ceritanya ringan tapi manis…
    kesannya juga ga dewasa dewasa amat..
    ahhh I Joha❤

  11. leka November 17, 2014 / 5:49 PM

    pokoknya jempol deh buat nih ff
    semangat thor buat ff yang lain nya
    di tunggu karya baru nya

  12. kyura December 23, 2014 / 8:31 PM

    Happy ending,, kirain luhan bakalan datang tukk hancurin smua’y..

  13. vinachoisy January 5, 2015 / 8:02 PM

    ffnya keren. aku jadi suka couple ini: 3

  14. wiiaawiyu April 18, 2015 / 6:27 PM

    Ahh ending nya kurang greget nih.. masa gak ada adegan kissing nya..*eh?
    Hahah becanda😀
    Eh engga deng, aku emang ngarep pas mereka jadian trus mereka kissing😀

  15. yuki-chan April 23, 2015 / 9:31 PM

    Hihi. Nice

  16. choyunz February 4, 2016 / 3:11 PM

    duh kok terasa ngegantung ya?😀 tapi gak papa lah ceritanya udah bagus. dan kalo bisa buat as nya dong:v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s