[Twoshot] Addicted to You – Chapter 1

Addicted to You poster

Title                 : Addicted to You (1/2)

Author             : Winterchan

Genre              : Romance, School-life, fluff

Length             : Oneshot

Rating             : PG-13 (maybe ._.v)

Main Cast        : Choi Sooyoung, Oh Sehun

Other Cast       : Find it by yourself

Disclaimer       : Ini adalah ff pertama yang berani aku publish. Semua castsnya milik Tuhan. Tapi ide cerita, plot, dan alur semuanya berasal dari otak jenius aku (?)😀
Soooo ini dia first chapnya. Check it out😀

Enjoy Reading J

***

“Hai nuna,” Sapa Sehun riang. Huh dia lagi. Ucapnya dalam hati.

“Hai,” jawab Sooyoung tanpa menoleh.

“Bagaimana tidurmu tadi malam? Apa kau memimpikanku?” Celoteh Sehun sambil mensejajarkan langkahnya dengan Sooyoung.

Sooyoung hanya mendengus. “Tidak,” jawabnya singkat lalu pergi meninggalkan Sehun menuju kelasnya. Sehun hanya bengong ditempatnya berdiri. Ia mengedikkan bahunya lalu berbalik menuju kelasnya sendiri.

Awal dari kedekatan mereka, well, bukan kedekatan sih, karena tampaknya Sooyoung lebih terlihat acuh tak acuh. Kita balik lagi, awal kedekatan mereka yaitu melakukan duet piano untuk perayaan ulang tahun sekolah yang ke-100 dan semenjak itu, Sehun jadi sering mengikuti Sooyoung kemanapun ia pergi. Sooyoung? Tentu saja dia risih, pasalnya perayaan ulang tahun dilaksanakan 4 bulan yang lalu. Dan Sehun mengikutinya selama itu. Bukan waktu yang sebentar tentunya.

***

Di kelas, Sooyoung hanya duduk memperhatikan guru botak di depannya berceloteh. Entahlah pelajaran Kimia kali ini terasa membosankan. Ia akhirnya menoleh ke jendela di sebelahnya, melihat kearah lapangan, rupanya siswa kelas 10-2 sedang olahraga. Disana, Sooyoung melihatnya, Sehun sedang istirahat dari aktivitas olahraganya. Sehun yang selama ini selalu mengikutinya kemana dia pergi, selama bukan di jam pelajaran tentunya.

Sehun menoleh ke lantai atas dan melihat Sooyoung sedang menatapnya, lalu melambaikan tangan kearah Sooyoung seraya tersenyum. Sooyoung hanya membuang muka dan berpura-pura tak melihatnya.

“Nona Choi, ada masalah?” Tanya Lee seonsaengnim. Sooyoung terkejut.

“Eh?”

“Apa ada masalah? Jika tidak, perhatikan pelajaran dengan baik,”

“Baik, Seonsangnim,” Sigh, akhirnya Sooyoung kembali fokus pada pelajaran.

***

Bel istirahat akhirnya berbunyi, Sooyoung melangkahkan kakinya menuju kantin, sendiri. Ya, sendiri. Bukan berarti dia adalah seorang murid Nerd yang pendiam dan menggunakan kacamata tebal, hanya saja Sooyoung suka ketenangan.

“Hai Nuna,” sapa Sehun seraya mensejajarkan langkahnya dengan Sooyoung.

“Aku lapar ayo ke kantin,” Sehun menarik tangan Sooyoung, sedangkan Sooyoung mengikutinya dengan malas. Mereka akhirnya duduk tempat kosong.

“Kau tunggu disini, aku akan memesan makanan dulu,” ucap Sehun, lalu bergegas memesan makanan.

Sooyoung mendesah, seisi kantin mulai memperhatikannya. Dia tidak suka keramaian. Oh ayolah Sehun termasuk cukup populer di sekolahnya, dia tampan, baik, pintar, kaya pula. Pantas saja Sooyoung diperhatikan oleh seisi kantin.

Sehun kembali membawa 2 porsi makanan kesukaan Sooyoung. Oh bahkan namja ini tahu makanan favorit Sooyoung. Sepertinya kemampuan stalking Sehun lumayan juga. Mereka memakan makanannya dengan diam. Sampai Sehun membuka suaranya.

“Hey Nuna, apa aku tampan? Apa kau suka namja tampan?” Pertanyaan bodoh itu meluncur begitu saja dari mulut Sehun.

“Kau tampan. Aku suka seseorang yang seumuran denganku,” Jawabnya untuk masing masing pertanyaan. Senyum Sehun menghilang mendengar jawaban terakhir.

“Yaah, sayang ya umurku dibawahmu, tapi tidak apa, aku kan tampan.” Ujarnya seraya nyengir

Sooyoung tersenyum kecut. Sebenarnya Sooyoung hanya merasa awkward diperhatikan banyak orang selama mereka makan, tentu saja ia merasa risih.

***

The Next Day

Pagi itu, Sooyoung melangkahkan kakinya menuju halte bis, siap untuk pergi ke LE High School yang notabene sekolah paling ternama di Seoul. Bukan. Bukan berarti Sooyoung adalah siswi miskin yang bisa masuk ke sekolah dengan bantuan beasiswa. Hanya saja Sooyoung lebih suka jika naik bis.

Hari yang cerah, rupanya sekarang musim semi. Musim yang katanya romantis. Ugh, romantis? Itu bagi yang sedang dilanda asmara. Tapi tidak bagi Sooyoung. Pasalnya mantan kekasihnya, Luhan pergi meninggalkannya ke luar negeri untuk melanjutkan studi, tepat sehari sebelum Luhan pergi, dia memutuskannya. Kejadian itu sudah 1 tahun yang lalu, tepat di Musim Semi. Setelah Luhan pergi Sooyoung kembali menjadi pendiam seperti dulu, sebelum akhirnya Luhan datang ke kehidapannya.

Sooyoung  mendesah, musim semi mengingatkannya ke kejadian satu tahun lalu. Tak lama bus datang, Sooyoung masuk dan memilih jok paling belakang. Sooyoung melihat keluar jendela, kembali mengingat namja bernama Luhan. Sebenarnya Sooyoung bukan tipe orang yang mudah menangis apalagi hanya karena namja, terbukti ketika Luhan meminta putus dia hanya tersenyum pahit, dan tidak menangis sama sekali. Hanya saja ia kembali ingat kejadian di masa lalu dimana ia dan Luhan selalu berangkat sekolah menggunakan bis sekalipun Luhan memiliki segudang mobil. “Agar kita bisa lebih lama menghabiskan waktu berdua,” ucapnya kala itu.

Sooyoung segera menepis pikirannya itu. Tak terasa bus yang Sooyoung naiki sudah berhenti di depan sekolah. Sooyoung turun dari bus. Baru saja Sooyoung memasuki gerbang, tiba-tiba ia sudah dikagetkan oleh namja yang tidak asing baginya.

“Hey!” Sooyoung hampir terjengkang.

“Kau mengagetkanku,” ujar Sooyoung.

“Ayo kuantar ke kelas,” ucapnya seraya menggandeng tangan Sooyoung. Sooyoung merasa risih. Dengan perlahan ia melepaskan gandengan Sehun. Tapi nampaknya Sehun tidak peduli, ia kembali menarik tangan Sooyoung dan berjalan menuju kelas Sooyoung. Sooyoung hanya mendesah pasrah.

***

Istirahat

            Sooyoung berjalan keluar kelas dan menoleh ke kanan kiri berjaga-jaga jika nanti tiba-tiba ada Sehun, dan berniat untuk kabur(?) dari Sehun. Tapi harapannya sirna seketika setelah melihat Sehun sedang tersenyum kearahnya. Sehun tampaknya sudah standby di depan kelas Sooyoung ketika bel istirahat baru dibunyikan.

“Hey, aku membawa bekal untuk makan siang untuk kita berdua,” ucap Sehun menggebu-gebu. “Ayo!” ajaknya seraya menarik tangan Sooyoung. Mereka duduk di tempat biasa.

“Nah ini untukmu, dan ini untukku,” ucapnya seraya memberi Sooyoung kotak bekal yang dibawanya dari rumah. Sooyoung menerimanya, bagaimanapun tidak enak jika harus menolak pemberian seseorang.

“Ayo dibuka!” titah Sehun. Mereka akhirnya membuak kotak bekal tersebut. Dan Sooyoung tercengang melihat isinya. Makanan di depannya jelas makanan kesukaannya, dan tampilannya benar-benar menggugah selera. Mereka mulai memakannya.

“Bagaimana? Enak tidak?” Sehun bertanya dengan mulut penuh makanan.

“Hmm, ini enak sekali,” jawab Sooyoung jujur seraya tersenyum tulus. Sehun yang mendengarnya seketika tersenyum cerah. Memangnya apa yang tidak enak bagi Sooyoung?

“Aku membuatnya sendiri jam 4 pagi, dengan bantuan Eomma-ku,”

“Eomma-ku bahkan bertanya-tanya kenapa aku rela membangunkannya jam 4 pagi hanya untuk membuat ini dan Eomma semakin curiga karena aku membuat 2 bekal,” curhat Sehun.

Sooyoung terdiam, ternyata anak ini niat sekali membuatkannya bekal. Ia sedikit tersentuh.

“Tidak heran, makannya bekalmu enak sekali,” ucap Sooyoung antusias. Well Sooyoung memang selalu antusias kalau menyangkut makanan.

“Waaah, aku tidak menyangka kau akan menyukainya,” Sehun semakin senang.

***

The Next Day

            “Sehun, kau dipanggil Jung Seonsaengnim, kau disuruh ke ruang guru,” ucap Krystal, teman sekelasnya.

“Oh? Baiklah,” Sehun melenggang pergi menuju ruang guru.

Tok tok tok, Sehun mengetuk pintu di depannya.

“Masuk,” ucap Jung seonsaengnim dari dalam. Sehun masuk ke dalam dan membungkuk sopan.

“Begini, boleh seonsaeng meminta bantuan?” tanya Jung seonsaengnim. Sehun mengangguk pelan. Mana mungkin dia menolak gurunya sendiri kan?

“Sebenarnya saya sudah meminta bantuan anak Osis lain, tapi mereka semua sibuk..” Jung Seonsaeng melanjutkan

“Ruangan perpustakaan baru saja dirnovasi, sementara buku-buku masih berantakan…” Sehun mulai tau kemana arah pembicaraan Jung seonsaegnim.

“Jadi kau tidak keberatan kan?” tanya Jung seonsaeng

“Tentu saja tidak, seonsaengnim,” jawab Sehun sopan.

“Kau boleh melakukannya, saat jam pulang sekolah,” ucap Jung seonsaeng. Sehun membungkuk dan berbalik menuju pintu, saat terdengar lagi suara Jung seonsang,

“Kau bisa meminta bantuan temanmu,” ujarnya seraya tersenyum. Sehun tersenyum dan kembali membungkuk dan keluar dari ruangan tersebut.

***

Jam Pulang

“Oh iya, hampir saja lupa, aku ditugaskan untuk membereskan buku di perpustakaan kan,” ujarnya seraya menepuk jidatnya sendiri.

“Tapi, aku mau minta bantuan siapa? Enak saja aku mengerjakannya sendiri badanku bisa pegal-pegal nanti, tapi Baekhyun dan Kai sudah pulang,” Sehun berpikir keras.

“Aha! Sooyoung nuna sepertinya belum pulang.” Dengan langkah riang, Sehun berjalan menuju kelas 12-5, kelas Sooyoung. Dugaannya tepat, Sooyoung masih membereskan bukunya, Sooyoung memang selalu pulang lebih terlambat dibanding teman-temannya.

“Hey, nuna!” ucapnya mengagetkan Sooyoung. Sooyoung kaget setengah mati, pasalnya suasana kelasnya benar-benar sepi sampai Sehun datang. Kenapa dia tiba-tiba disini? Apa dia manusia? Jangan-jangan hantu. Tunggu apa dia menapakkan kakinya? Pikirnya ngelantur. Mana ada hantu di siang bolong. Sooyoung menepis pikirannya.

“Hey nuna, kau melamun?” tanya Sehun sambil mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Sooyoung.

“Eh?”

“Hey nuna, bantu aku membereskan buku di perpustakaan,” ajak Sehun dengan memelas.

“Kenapa harus aku? Ajak saja temanmu yang lain,” ujarnya acuh tak acuh.

“Semua temanku sudah pulang. Ayolah nunaa,” wajah Sehun semakin memelas.

Ugh, Sooyoung tidak tahan melihat wajah memelas Sehun, yang menurutnya sangat menggemaskan itu. Akhirnya Sooyoung menyerah.

“Baiklah.”

Sehun menggandeng tangan Sooyoung dan menariknya menuju perpustakaan. Kali ini Sooyoung tidak mencoba melepaskan tangan Sehun. Entahlah mungkin sudah terbiasa dengan kehadiran Sehun, atau ada alasan lain eh?

Cklek, pintu perpustakaan terbuka. Banyak buku yang berantakan, untunglah rak-rak nya tidak berantakan, sepertinya sudah ada yang merapikan raknya terlebih dulu.

Mereka mulai membereskan buku, mulai dari memisahkan kategori bukunya, hingga menyusunnya di rak. Ugh, pekerjaan yang melelahkan. Tapi tidak bagi Sehun, tentu dia tidak akan merasa lelah selama ada Sooyoung disampingnya.

“Haah,” Sooyoung melenguh kelelahan.

“Hei, kenapa kau terlihat seperti biasa saja? Tidak lelah sama sekali?” Tanya Sooyoung. Pasalnya membereskan beratus-ratus buku bukan pekerjaan mudah bukan?

“Asal kau ada bersamaku, aku tidak merasa lelah sama sekali,” ucap Sehun seraya nyengir.

“Huh.” Sooyoung mendengus. “Jadi sebenarnya kau mengajakku kesini sekalian modus kan?”

“Bisa dibilang begitu,” jawab Sehun jujur. “Sudah selesai semua, sebaiknya kita pulang,” ajak Sehun, lalu segera berdiri. Sooyoung pun berdiri dan berjalan keluar perpustakaan. Sooyoung mendongak menatap langit.

“Eh? Sudah gelap?” ucapnya bingung. “Memangnya sekarang jam berapa?” Tanyanya heran. Sehun menyusul keluar seraya mengunci pintu perpustakaan.

“Loh, sudah gelap?” Tanya Sehun bingung, kemudian melirik jam tangannya “Pukul 18.30.”

“Huh? Berarti lama sekali kita di ruang perpustakaan,” ujar Sooyoung.

“Ayo kita pulang sebelum semakin gelap,” ucap Sehun lalu menarik kembali tangan Sooyoung. Mereka melangkahkan kakinya menuju gerbang depan. Syukurlah gerbangnya belum ditutup.

“Kau pulang bersamaku saja,” ucap Sehun.

“Umm aku minta jemput Minho saja,” jawab Sooyoung. Lalu dengan lincah jarinya menari diatas handphonenya. Ting! SMS masuk. Sooyoung membuka balasan dari Minho,

To : Sooyoung-noona

Maaf nuna, aku sedang di rumah Jinki-hyung. Tapi nuna sedang bersama Sehun kan? Pulang bersama Sehun saja😀 hehe maaf ya nuna. Ingat jangan pulang naik bus, sudah malam.

Fr: Minho-saeng

Sooyoung mendesah, lalu menoleh kearah Sehun dengan ragu.

“Umm…”

“Kenapa? Minho hyung tidak bisa ya? Sudah pulang bersamaku saja.”

“Tidak perlu, aku bisa naik bus,” tolak Sooyoung.

“Naik bus malam hari berbahaya nuna,” “Lagipula jika kau bertemu hantu bagaimana?” ucap Sehun konyol.

Sehun menaiki motornya. Sooyoung menatap ragu. Sehun pun menggerakkan matanya kearah jok belakang. Sooyoung akhirnya naik ke jok belakang.

“Pegangan yang erat ya nuna,” Sehun langsung menggas motornya tiba-tiba, membuat Sooyoung terjengkang dan dengan terpaksa memeluk Sehun. Sehun tersenyum lebar. Tampaknya Sehun sudah tumbuh besar sekarang.

Malam ini begitu dingin, membuat Sooyoung semakin mengeratkan pelukannya.

Hangat.

Malam yang begitu menusuk tampaknya tak dirasakan lagi oleh Sooyoung maupun Sehun, dua-duanya sama-sama menikmati kehangatan yang entah datang darimana. Sehun perlu berterimakasih pada cuaca dingin malam ini eh?

Tanpa sadar Sooyoung tersenyum. Karena punggung Sehun terlalu nyaman, akhirnya Sooyoung tertidur. Motor Sehun berhenti di depan rumah Sooyoung, mereka sudah sampai tapi tampaknya Sooyoung masih belum beranjak dari tempatnya.

“Nuna,” Sehun mengernyit. kenapa dia tidak bergerak?

“Nuna,” panggilnya sekali lagi. Oh Sooyoung tertidur. Sehun tersenyum simpul.

“Nuna, bangun,” ucap Sehun pelan. Sooyoung mulai bergerak

“Huh kenapa aku bisa tertidur?” tanya Sooyoung pada dirinya sendiri. Sooyoung akhirnya beranjak dari motor Sehun dengan mata yang setengah terbuka.

“Umm, Sehun-ah.”

“Hmm.”

“Terima kasih telah mengantarku sampai rumah,” ucap Sooyoung tulus. Sehun tersenyum.

“Masuklah, sepertinya nuna sudah mengantuk.” Suruh Sehun pelan. Sooyoung mengangguk kikuk. “Baiklah, kau hati-hati di jalan,” Sooyoung berbalik dan berjalan menuju gerbang rumahnya.

“Umm Nuna!” panggil Sehun. Sooyoung berbalik kearah Sehun.

Cup! Sehun mencium sekilas pipi Sooyoung. Sooyoung melebarkan matanya. Apa ia barusan menciumku?

“Sekarang masuklah,” suruh Sehun. Sooyoung berbalik sambil menundukkan kepalanya, lalu berjalan pelan seraya memegang pipinya yang memanas. Huh someone’s blushing eh?

Sehun akhirnya melajukan motornya lagi setelah Sooyoung benar-benar masuk ke dalam rumahnya. Di dalam rumah, Sooyoung langsung disambut adiknya, Minho.

“Cie, diantar Sehun,” goda Minho. Sooyoung memukul bahunya keras. Bagaimana pun juga Minholah yang membuat dia berakhir dengan Sehun yang mengantarnya sampai rumah. Sooyoung langsung masuk ke kamarnya. Entahlah jantungnya berdetak sangat keras.

***

To Be Continued.

Soooo how’s the first chapter? *nervous*
Gimana? Gimana? Nggak jelek kan? Cuman ancur doang kan ya? *lol sama aja
Dan maaf posternya absurd gitu T.T
Dan bagi yang udah baca comment ya J

16 thoughts on “[Twoshot] Addicted to You – Chapter 1

  1. Kirei May 18, 2013 / 6:47 PM

    keren~
    wajib lanjut…….!!!!!!

  2. Choi Je Kyung May 19, 2013 / 7:28 AM

    Aa,
    Lanjut chingu,
    ff mu bgus chingu, apalagi couplex, akh menggemaskan🙂

  3. Anna Choi May 19, 2013 / 10:29 AM

    wajib dilanjut author!!!
    ceritanya bikin penasaran
    beneran ditunggu loo
    semangat author^^ !!!

  4. Amelinda Amda May 19, 2013 / 4:27 PM

    Ceritanya kerenn (y)
    Sehun romantis bnget😀

    Next part.y jngan lama” yaa thor😉

  5. Hika May 20, 2013 / 9:54 PM

    posternya bagus ko’, good-looking (y)
    sebenernya nih alurnya pasaran. tp krn karakter tokoh yg kuat, nih ff jd mnarik🙂
    childish nya sehun kentara bgt :3

  6. Yukifishy May 23, 2013 / 8:25 PM

    Seneng liat Sehun ngejr cinta soo. .

  7. Ananta May 27, 2013 / 8:57 PM

    Omoo sehun oppa, magnae cedal nya exo wkwkwk
    Ga kebayang muka unyu nya sehun oppa yg lg suka sama soo eon🙂
    Lanjut author

  8. Oh Thehun June 2, 2013 / 12:56 PM

    Hwaaa daebakk min

  9. Daninta June 29, 2013 / 1:59 AM

    Sehun nya romantis banget ,
    Cerita nya bagus . Daebak !!

  10. Sssyooo October 14, 2013 / 6:45 PM

    Hahaha .. Dasar sehun oppa ..

  11. Varash Kim October 5, 2014 / 10:39 PM

    Demi apa aku mimisan /? kagak ding..
    ini terlalu sweeet oh aku diabetes :v
    sehun bisa ga lebih childish lagi…aku jadi pengen ngigit kamu :3
    Btw…ff ini trlalu manis..silahkan campur dgn tropicana slim :v

  12. leka November 17, 2014 / 5:26 PM

    waaaaaaaahhh daebak
    ff nya bagus thor

  13. kyura December 23, 2014 / 8:08 PM

    Kayak’y soo udah mulai suka tuhh ama sehun😍

  14. wiiaawiyu April 18, 2015 / 6:14 PM

    Aku baru baru ini menggemari soohun😀 akkk aku suka.. sehun main cium aja, ciee soo nya malu malu😀

  15. SonElf July 1, 2015 / 11:46 PM

    ciaelah sehun sama tante2 *peace nunna*

  16. choyunz February 4, 2016 / 3:11 PM

    cie yang semangat ngedekatin sooyoung^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s