Its You

 

Title : Its You

Author : Daisy

Genre : Romance, a bit Humor, a bit School life

Rating : General

Length : Oneshot

Main Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Cho Kyuhyun

Other Cast :

  • Shim Changmin
  • Im Yoona
  • SJ Members

Heyya~

This is the new author + admin here🙂

Daisy imnida /bows/

Fict ini udh pernah ku publish di WP pribadiku.

Inspirasi? nggak ada ._.v

alright, gamau banyak nulis kkk~

Happy Reading~

___

“Besok pertunjukan drama musikalmu yang terakhir?”

“Hmm..” Hening. Di lain tempat, keduanya sama-sama sibuk di pikiran masing-masing.

“Kau akan datang?” tanya Kyuhyun.

“Ke drama musikalmu?”

“Bukan, ke rumah sakit. Tentu saja drama musikal, Choi Sooyoung. Tapi sepertinya kau juga harus mampir ke rumah sakit untuk memeriksakan ingatanmu.”

“Hei, ingatanku masih sangat baik!”

“Siapa tahu kau memerlukannya, sebentar lagi kan ujian akhir. Aku tidak ingin itu gagal hanya karena kau….lupa? Apalagi melupakan semua yang sudah aku ajarkan,”

“Oh tenang saja Kyuhyun, setidaknya di dalam otakku masih sanggup memuat cukup banyak tempat untuk para idol baru.”

Sooyoung mengulum senyum membayangkan ekspresi Kyuhyun yang sangat disayangkan tidak bisa ia lihat. Helaan napas panjang Kyuhyun terdengar, seolah melepaskan beban berat yang ia rasakan.

“Terserah kau saja, tapi aku hanya ingin kau lulus dengan nilai baik dan tidak mengecewakan orang tuamu.”

Sooyoung termenung mendengar jawaban yang dilontarkan kekasihnya itu, sama sekali di luar dugaannya.

Ia mengira pria itu akan bercuap tentang betapa pentingnya ujiannya saat ini, dan akan menyuruhnya menghapus memori tidak penting, seperti idol-idol dan sebagainya.

“Kau kenapa?” tanya Sooyoung. Lagi-lagi terdengar helaan napas.

“Tidak ada.” jawab Kyuhyun singkat.

Sooyoung sebetulnya tahu apa yang sedang dirasakan pria itu. Lelah dan muak akan segala aktivitas padatnya yang seolah tidak pernah usai. Sooyoung sendiri pernah berpikir, menebak lebih tepatnya, jika Kyuhyun beranggapan bahwa bergabung dengan Super Junior adalah kesalahan terbesarnya.

Namun ia tidak pernah berani mengutarakan kepada Kyuhyun. Bukan karena takut jika asumsinya itu benar, namun ia lebih takut jika asumsinya itu lebih menguatkan asumsi Kyuhyun yang mungkin bisa saja lebih parah dari asumsinya itu.

Sooyoung ingin Kyuhyun bercerita kepadanya, agar ia bisa melepaskan penatnya. Namun ia tahu, Kyuhyun bukanlah orang yang suka mengeluh, bahkan mungkin kepada keluarganya sendiri.

Kyuhyun, ia yakin, lebih suka melarikan dirinya dari segala kepenatan dengan bermain game.

“Kau sudah makan?” tanya Sooyoung kemudian.

“Hmm, sedikit. Kau?”

“Sedikit? Astaga, Cho Kyuhyun. Berapa kali aku bilang padamu kalau kau harus makan dengan benar dan teratur?” Kyuhyun tertawa kecil.

“Kenapa tertawa?” Sooyoung mengerutkan dahinya.

“Hmm, tidak. Aku hanya.. Yah.. Aku ternyata merindukan omelanmu. Oh, aku harus pergi sekarang, jangan lupa belajar.”

“Ya! Kau..” telepon terputus.

Sooyoung menghela napas berat.

“Aku juga rindu sindiranmu.” gumamnya lirih.

Sudah lama ia tidak bertemu dengan Kyuhyun, entahlah ia tidak bisa mengingat dengan jelas berapa lama.

Sooyoung mendengus.

“Sepertinya memang aku harus ke rumah sakit, karena bahkan aku tidak ingat kapan terakhir kali bertemu dengannya.” Matanya tiba-tiba memanas, di sudut matanya berkumpul titik-titik air.

“Tidak! Tidak! Choi Sooyoung kau harus belajar, kau tahu besok ada try out ujian negara kan? Semangat!” ujarnya yang lebih ditujukan pada dirinya sendiri.

Sooyoung kembali mengambil buku latihannya dan pensil mekaniknya, berusaha memfokuskan pikiran pada hal yang lebih penting walau sesekali pikirannya kembali melayang pada namja yang sangat disayanginya itu.

_____

April, 8.

Sooyoung terbangun dengan peluh yang menetes deras dan napas terengah-engah. Sejenak kemudian baru ia tersadar bahwa ia mengalami mimpi buruk. Ia menoleh, melihat jam beker yang ia letakkan di meja sebelah tempat tidurnya.

Masih pukul 5 pagi.

Sooyoung kembali berbaring, mencoba memejamkan matanya, namun gagal. Benaknya masih dipenuhi mimpi buruk yang telah membangunkannya. Bermimpi tentang orang yang dikasihinya, dan insiden yang hampir merenggut nyawanya beberapa tahun lalu.

“Hanya mimpi Choi Sooyoung… Jangan berlebihan.” gumamnya, namun hatinya berkata lain.

Ia mengambil ponselnya, menekan beberapa deret angka yang sudah dihafalnya, hampir ditekannya tombol dial jika tidak mengingat ini masih dini hari.

“Mungkin dia sekarang sedang bersiap-siap latihan terakhir, atau masih tidur. Kalau aku membangunkannya hanya karena mimpi buruk, aku yakin itu akan jadi bahan sindiran untukku selama setahun ke depan. Hmm.. Baiklah, aku baik-baik saja.”

Karena matanya tidak bisa diajak berkompromi lagi untuk kembali tidur, jadi sekarang ia memilih untuk bangun, pergi ke dapur, membuat segelas minuman hangat, dan kembali menekuni soal-soal latihannya.

____

Sooyoung mengerjakan soal-soal try-outnya dengan setengah hati. Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres, dan itu menyangkut pada kekasihnya, Cho Kyuhyun.

Ia meletakkan pensilnya, masih ada setengah soal yang belum ia kerjakan, padahal waktu tinggal setengah jam lagi.

“Choi Sooyoung, kau tidak bisa seperti ini.” bisiknya pada diri sendiri.

Ia memejamkan matanya, membayangkan wajah Kyuhyun yang tersenyum sinis kepadanya dan berkata,

“Hanya karena mimpi buruk nilaimu turun? Ckckck tidak kusangka aku mempunyai kekasih yang sangat menyedihkan,” Sooyoung membuka matanya, sinar matanya menyala seolah ada bara api di dalamnya.

Ia tidak ingin disindir lagi. Ia tidak ingin membuat malu dirinya sendiri, dan juga Cho Kyuhyun.

Maka sekarang ia kembali mengambil pensilnya dan mengerjakan sisa soalnya dengan konsentrasi penuh.

____

“Huh akhirnya selesai juga…” ujar Yoona.

Sooyoung tidak merespon, ia sedang membuka twitternya untuk mengetahui berita terbaru. Sedikit terkejut ia mendapati update terbaru dari orang yang sedari pagi mengganggu pikiran dan konsentrasinya.

@GaemGyu: 미안합니다.. 미안해요

via Twitter for iPhone

‘Kenapa dengan orang ini? Apa maksudnya meminta maaf?’ tanya Sooyoung dalam hatinya.

“Hei, Sooyoung. Kau sudah dengar kalau Hyun…”

Ribut-ribut yang terjadi di luar kelas berhasil merintangi Yoona untuk melanjutkan kalimatnya.

“Ada apa sih di luar ribut-ribut..” gumam Sooyoung kesal.

Dan tertangkaplah oleh indera pendengarannya tentang berita yang ia takutkan.

“Sudah dengar,” ujar seorang siswi yang kelasnya di sebelah Sooyoung.

Yoona dan Sooyoung berpandangan, keduanya diam untuk mendengarkan lanjutan kalimat gadis itu.

“Kyuhyun kecelakaan! Tadi pagi sewaktu dia…”

Telinga Sooyoung tidak lagi mendengar apa yang dikatakan gadis itu, seluruh inderanya mati, menyambut kabar yang baru saja ia dengar. Guncangan dari Yoona berhasil menyadarkannya.

“Choi Sooyoung! Kau ini kenapa tiba-tiba terdiam? Kau tidak kerasukan atau… Hei! Kau mau kemana? Kita masih ada pelajaran setelah ini!”

Ekspresi Yoona menunjukkan keheranan yang amat sangat melihat Sooyoung terburu-buru membereskan peralatan sekolahnya.

“Pulang, bilang pada Mr. Kim kalau aku sedang tidak enak badan, oke?”

“Tapi.. Hei! Lalu aku harus cerita pada siapa? Hei aku kan mau dengar pendapatmu soal Kyuhyun!” teriak Yoona ketika Sooyoung berlari keluar kelas.

Sooyoung tidak mengacuhkannya, pikirannya hanya terfokus pada satu hal, kondisi Cho Kyuhyun.

Sooyoung sangat kalut, mimpi buruknya seolah sebagai pertanda. Ia tidak ingin kehilangannya, tidak setelah ia kehilangan sekian orang.

“Choi Sooyoung?” panggil seseorang.

Itu suara yang Sooyoung kenal, namun sudah lama ia tidak mendengarnya.

Sooyoung menoleh, mendapati seorang pria yang sangat ia kenal walaupun kini warna rambutnya telah berubah.

“Shim Changmin?” tanya Sooyoung lirih seolah tidak percaya.

Ya, Changmin adalah kekasihnya yang pertama, yang dua tahun lalu meninggalkannya ke luar negeri untuk mengejar mimpinya sendiri, dan kini sedang berdiri di hadapannya.

“Aku baru saja mau masuk ke dalam untuk mencarimu, bagaimana kabarmu?” tanya Changmin sambil tersenyum, senyum yang dulu sering mencairkan hati dingin Sooyoung.

“A..Aku.. baik.. Yah kau tahu “baik”nya seorang siswi kelas tiga yang akan menghadapi ujian akhir.” Changmin tertawa kecil.

“Kau tidak berubah. Cara bicaramu itu.” Ujar Changmin. Sooyoung tersenyum kecil.

“Kau kenapa di sini? Bukannya kau juga akan menghadapi ujian akhir?” tanya Sooyoung.

“Ckckck.. Aku sekarang sudah jadi mahasiswa.. Belum sih, tapi setidaknya aku sudah diterima di sebuah universitas. Kau tahu, sistem pendidikan di sana lebih cepat daripada di sini. Tapi yah dengan otak jeniusku..” Sooyoung mendengus.

“Kau tidak berubah, tingkat percaya diri yang, bisa aku katakan, overdosis. Kau bisa mati karenanya.” Changmin tersenyum lebar. Sooyoung menggelengkan kepalanya.

Ya, ia tidak tahu apakah suatu kebetulan atau apa tetapi ternyata Changmin dan Kyuhyun mempunyai persamaan, kenarsisan yang overdosis.

Tiba-tiba Sooyoung terpaku karena satu kata, Kyuhyun.

“Changmin-ah, aku harus pergi, sampai bertemu lagi.” Ujarnya dan ia segera berlalu namun Changmin menarik tangannya.

“Kau mau kemana? Kenapa sepertinya buru-buru sekali? Mau aku antar?” tanya Changmin heran. Sooyoung melepaskan tangan Changmin dan menggeleng.

“Terima kasih, tapi tidak usah.”

Sooyoung menyetop taksi dengan tergesa dan kemudian baru ia sadar, ia sendiri tidak tahu kemana ia akan pergi. Sooyoung menepuk dahinya.

“Astaga… Choi Sooyoung, kau bodoh! Kemana mereka membawanya?” tanyanya pada sendiri.

Terlintas di benaknya, Asan Hospital. Entah dari mana asal nama rumah sakit yang seketika muncul di otaknya. Sooyoung segera mengutarakan tujuannya pada sopir taksi.

Benar dugaannya jika Kyuhyun dibawa ke sana, karena di depan rumah sakit itu banyak kerumunan orang, yang ia duga pastilah mereka penggemar Kyuhyun.

Sooyoung mendesah.

“Bagaimana caraku masuk dengan kerumunan seperti ini..”

Ia mencari jalan memutar, sampai kemudian dering ponsel menyadarkannya. Sooyoung bergegas mengambil ponsel dari saku tasnya.

Kyuhyun is calling..

Sooyoung tertawa kecil, sebegitu kalutnya kah dia sampai melupakan fakta bahwa sekarang sudah ada teknologi canggih bernama telepon genggam?

“Hmm? Ada apa?” tanya Sooyoung datar, ia tidak ingin Kyuhyun tahu bahwa dia khawatir, tidak, dia bahkan sangat sangat khawatir.

“Emm.. Sekolahmu sudah selesai?” tanya Kyuhyun.

Dari suaranya, Sooyoung tahu setidaknya tidak ada luka parah yang didapat Kyuhyun sehingga sekarang ia bisa menelepon Sooyoung. Refleks, Sooyoung menghembuskan napas lega.

“Belum, ada apa?” tanya Sooyoung lagi.

“Aku hanya mau mengabarimu, kalau nanti kau mendengar suatu berita yang berkaitan denganku, kau tahu aku baik-baik saja jadi kau tidak perlu cemas.”

Sooyoung mendengus.

“Kau kira aku mau capek-capek mencemaskanmu?”

Lagi-lagi itu tindakan dan ucapan refleksnya.

Padahal sebenarnya ia ingin bertanya, bagaimana kabarnya, apa ia terluka? Parahkah lukanya? Dimana dia sekarang? Apa yang dia lakukan?

Kyuhyun ikut mendengus.

“Ya sudah, aku rugi telah berharap kau mencemaskanku.” ujar Kyuhyun.

“Eh Cho Kyuhyun.” Panggil Sooyoung terburu-buru sebelum Kyuhyun memutuskan teleponnya.

“Hm?”

Sooyoung menghela napas.

“Maaf..” gumamnya.

“Apa? Kau bilang apa? Maaf? Kenapa? Kau sudah sadar kalau ternyata kesala..”

“Maaf atas semuanya.” potong Sooyoung lalu memutuskan teleponnya.

Kyuhyun memandangi ponselnya sambil tersenyum.

“Kyuhyun sudah gila.” Gumam Yesung pada Ryeowook yang disambut dengan lemparan sandal oleh Kyuhyun yang tepat mengenai muka Yesung (.__.)

“CHO KYUHYUN!!!”

_____

Dering ponsel Sooyoung berbunyi, menandakan ada panggilan masuk.

“Yeoboseyo?”

“Sooyoung-ah, kau tidak ada kegiatan lagi kan? Aku sekarang sedang menunggumu, datanglah ke tempat biasa kita janji dalam waktu 30 menit. Tidak ada toleransi.”

Sooyoung baru membuka mulutnya untuk menolak, namun Yoona sudah menutup teleponnya.

“Yang benar saja..” desah Sooyoung kesal, sahabatnya itu terkadang sangat menyebalkan seperti sekarang, memaksanya pergi di hari liburnya yang tenang.

To: Yoona

Aku tidak mau pergi

Sooyoung mengirim sebuah pesan ke Yoona. Dan tak sampai dua menit, ponsel Sooyoung kembali bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk.

From: Yoona

oh~ ku mohon Nona Choi,aku ingin melihat SJ recording hari ini dan aku ingin KAU menemaniku. Kau sahabatku yang paling baik kan?

Sooyoung tau ada nada ancaman dipesan tersebut walaupun banyak kata yang seolah memuji-muji dirinya.

Sambil mengumpat, Sooyoung mengganti bajunya.

____

“Tunggu disini,aku ingin membeli minuman untuk kita. Awas jangan beranjak kemanapun! Aku tidak mau kehilangan tempat strategis untuk melihat Kyuhyun.”

Sooyoung memutar bola matanya sebagai jawaban.ia memandang ke sekeliling, banyak sekali fans yang datang.

Sooyoung tidak yakin kondisi Kyuhyun pasca kecelakaan kemarin sudah cukup kuat untuk syuting hari ini. Tapi ia lebih tidak yakin kalau Kyuhyun tidak datang.

Matanya sempat menangkap siluet Yesung dan Ryeowook, namun tidak ada tanda-tanda kehadiran Kyuhyun.

”Apa dia terluka parah?”tanyanya pelan.

Ia menepis pikiran itu kalau Kyuhyun terluka parah, SM Entertainment pasti akan mengundur acara recording ini.

“Hei! Aku tidak menyangka bisa bertemu disini, nona Choi.”ujar sebuah suara. Sooyoung menoleh dan mendapati seseorang pria jangkung yang dikenalnya.

“Shim Changmin? Kau… Kenapa bisa ada disini?” Changmin tersenyum lebar.

“Untuk bertemu denganmu?” Sooyoung memutar bola matanya.

“Kau..”

Histeria fans mengalihkan perhatian Sooyoung, ia mencari-cari dimana sumber histeria tersebut. Ternyata fans-fans itu berteriak karena seorang Cho Kyuhyun, yang memang ia tunggu, sudah datang.

Dilihat sekilas, Kyuhyun seperti tidak mengalami cedera serius, hanya saja gaya jalannya terlihat sedikit pincang. Dari yang terlihat, sepertinya Kyuhyun hanya mengalami memar, mungkin itu yang menyebabkan jalannya menjadi pincang.

Sooyoung menghela napas lega, tidak sadar bahwa Changmin terus memperhatikan tingkah lakunya. Changmin menengadahkan kepalanya, tersenyum miris pada dirinya sendiri.

“Eh? Shim Changmin?” Yoona menatap Changmin heran yang dibalas dengan senyuman oleh Changmin.

“Annyeong, Yoona-ya, kau tidak berubah.” Yoona tersenyum.

“Hei Im Yoona, kau tidak sadar ya dia sudah meledekmu? Dia bilang kau tidak berubah, artinya kau tidak bertambah cantik atau mungkin kau masih sama kekanak-kanakannya dengan 2 tahun yang lalu.”ujar Sooyoung.

“YA! Kau.. Choi Sooyoung! Kemari kau!”

Sooyoung tertawa, bersembunyi dibalik punggung Changmin untuk menghindari cakaran Yoona.

Sepasang mata elang menatap ke arah mereka dengan tajam, aura di sekelilingnya berubah menjadi sangat kelam dan berbahaya. Seolah ingin mencabik-cabik tubuh seseorang.

“Kyuhyun-ah, kau melihat apa? Kita harus recording sekarang. Ayo, cepat.” ujar Ryeowook lalu menggandeng Kyuhyun menaiki stage.

Kyuhyun tidak menjawab, tapi ia mengalihkan pandangannya. Otaknya sibuk berpikir, bagaimana cara menghakimi gadis itu. Sampai kemudian teriakan fans yang mengelu-elukan namanya menyadarkannya untuk kembali bersikap professional. Ia melempar senyum pada fans yang membuat mereka berteriak semakin histeris.

Kau berhutang penjelasan padaku,Choi Sooyoung.

___

“Kau tahu, kukira Changmin masih menyukaimu.” Ujar Yoona di telepon pada malam harinya.

“Tidak lucu.” Jawab Sooyoung malas-malasan.

“Aku serius, aku lebih peka daripada kau. Dan tatapannya ketika menatapmu masih sama seperti 2 tahun yang lalu.”

“Kau mengada-ada. Dia saja bilang padaku kalau dia sudah mempunyai kekasih di Amerika.” Ujar Sooyoung kesal. Yoona mengabaikannya dan justru bertanya,

“Kalau dia memintamu kembali padanya, apa kau akan menerimanya?” Sooyoung tercekat.

Changmin adalah salah satu orang dari sedikit orang yang berhasil sedikit mencairkan hatinya.

“Aku…..kau lupa aku sudah mempunyai Hyunjoo? Bagaimanapun dia adalah kekasihku.” Yoona tertawa.

“Jujur saja, aku lebih suka kau dengan Changmin daripada dengan manusia yang tidak jelas bernama Hyunjoo ini. Kau bahkan tidak pernah mengenalkanku padanya.”

Sooyoung sedang mencari alasan ketika terdengar sebuah bunyi menandakan ada ada pesan masuk.

“Eh ada telepon masuk! Mungkin dari orangtuaku. Sudah ya.” Tutup Sooyoung berbohong.

Sooyoung mendecak kesal, terkadang ia merasa kewalahan dengan tuduhan-tuduhan atau tebakan-tebakan Yoona.

From: Kyuhyun

Sepertinya kau bersenang-senang hari ini,sementara kekasihmu sedang terluka.

Dahi Sooyoung berkerut membaca pesan dari Kyuhyun.

“Kenapa lagi orang ini?” gumamnya heran. Sooyoung memilih untuk mengabaikannya. Tak lama kemudian kembali ada pesan masuk.

From: Kyuhyun

Kau terlalu sibuk dengan kekasih barumu sampai-sampai tidak membalas pesanku, Choi Sooyoung?

Sooyoung mendecak kesal dan langsung menekan tombol dial pada nomor Kyuhyun.

”Apa maksudmu?” tanyanya langsung setelah telepon diangkat. Terjadi jeda sejenak sampai kemudian terdengar suara berat Kyuhyun.

“Apa?”

“Jangan bertele-tele, aku tidak mengerti maksud pesanmu.” Kyuhyun tertawa sinis.

“Lain kali, jika aku boleh menyarankan, kalau ingin berkencan dengan selingkuhanmu, Choi Sooyoung, jangan lakukan itu tepat dibawah hidungku. Lakukan tanpa sepengetahuanku.”

“Selingkuhan?! Jangan bicara sembarangan!” Hening lagi.

“Pria itu tampan juga, walaupun aku masih jauh lebih tampan.”

“Aku benar-benar tidak mengerti, pria siapa?”

“Pria yang hari ini kau ajak berkencan ditempat recording. Kalau kau ingin meminta pu-”

“YA! YA! BUKANKAH AKU SUDAH PERNAH BILANG PADAMU JANGAN PERNAH UCAPKAN LIMA HURUF MEMATIKAN ITU?!” Kyuhyun tidak menjawab.

Sooyoung menghela napas

“Pria itu….”

“Aku harus pergi.” Potong Kyuhyun langsung menutup teleponnya.

“Demi tuhan, Cho Kyuhyun kau tahu kau menybalkan!”

Sooyoung membanting ponselnya ke ranjang. Tapi sedetik kemudian diambilnya lagi. Diketikkannya kalimat-kalimat penjelasan, namun dihapusnya lagi.

“Terserah kau sajalah Cho Kyuhyun.” Sooyoung menghela napas.

____

Sooyoung menimang-nimang ponselnya dengan bimbang. Sudah dua hari Kyuhyun tidak menghubunginya, mengirim pesan pun tidak. Ia mencoba mengabaikannya sebelumnya, tapi lama-kelamaan ia merasa tidak tenang. Ia tahu, walaupun bukan kesalahannya tapi kemungkinan Kyuhyun marah adalah karena dirinya.

Sooyoung membulatkan tekadnya untuk menelepon Kyuhyun.

Tidak diangkat.

Ia mencoba lagi beberapa kali, tapi hasilnya tetap saja sama.

Sedikit kesal Sooyoung mengirimkan pesan yang berisi penjelasan tentang Changmin. Tidak memakan waktu lama sampai ponsen Sooyoung berbunyi menandakan pesan masuk.

From: Kyuhyun

Terserah. Aku akan tinggal di Taiwan dalam waktu yang lama. Selamat bersenang-senang dengan Shim Changmin.

Sooyoung menelepon Kyuhyun langsung setelah ia membaca balasan dari Kyuhyun.

Tidak aktif.

Ia mencoba menelepon lagi, tapi tetap sama saja, tidak aktif.

Dugaannya, sekarang Cho Kyuhyun sedang dalam perjalanan menuju Taiwan.

Sooyoung menatap keluar jendela.

Haruskah begini? Ia dan Kyuhyun sudah lama tidak betemu, dan kini Kyuhyun akan pergi dalam waktu yang lama. Haruskah mereka berpisah dengan cara seperti ini?

Tidak!

Sooyoung bergegas mengemasi barang-barang yang mungkin ia butuhkan. Berbekal sebuah tas ransel besar, uang yang tersimpan ditabungannya dan nekat, ia pergi meninggalkan rumah.

“Kau mau kemana?” Sooyoung terlonjak, ia berbalik dan lagi-lagi ia bertemu Changmin.

“Shim Changmin, aku bisa membunuhmu saat ini juga kalau kau terus menerus mengagetkanku dan membuntutiku.”

“Choi Sooyoung, maafkan aku, karena aku tidak bermaksud mengagetkanmu atau bahkan membuntutimu.”jawab Changmin

“Kau mau kemana?” Tanya Changmin untuk kedua kalinya.

“Err.. aku hanya…”

“Berniat menyusul Cho Kyuhyun ke Taiwan?” tebak Changmin.

Sooyoung terpana.

Bagaimana bisa Changmin yang baru bertemu dua hari dengannya bisa menebak rencananya dengan jitu?

Sooyoung tertawa gugup

“Bi.. bicara apa kau.. haha ada-ada saja..” Changmin tidak tertawa, ia justru menatap Sooyoung tajam.

“Kau tidak bisa membohongiku, Sooyoung-ah. Matamu tidak bisa berbohong.”

Sooyoung terdiam.

“Masuklah,” ujar Sooyoung

“Kita bercerita di dalam saja.” Imbuhnya lagi.

Sooyoung tidak tau kenapa ia menyuruh Changmin masuk rumah, bukankah ia seharusnya ke airport untuk mengejar Kyuhyun ke Taiwan? Tapi ia lebih membutuhkan sebuah nasehat untuk keadaannya saat ini.

“Bagaimana kau bisa menebak hal yang mustahil seperti itu?” Tanya Sooyoung ketika mereka berdua sudah duduk. Changmin tersenyum.

“Aku kembali ke sini bukan tanpa alasan, aku ingin kita kembali seperti dulu.. Jadi menurutmu, apakah aku, yang seperti ini, akan melewatkan setitik saja dari tingkah lakumu?”

“Aku..”

“Aku mendukung hubunganmu dengannya.” Lagi-lagi Sooyoung terpana.

“Apa saja yang membuat hidupmu bahagia, aku akan mendukungnya.”

Sooyoung terpaku, lalu tersenyum, senyuman termanis yang bisa ia berikan kepada seseorang yang pernah menjadi belahan hatinya.

“Aku tidak tahu harus berkata apa, maaf… dan… terima kasih..”

“Tidak masalah, Sooyoung. Jadi, kembali ke rencanamu tadi, kau ingin ke Taiwan?” Sooyoung mengangguk.

“Bukankah kau masih sekolah? Apalagi kau akan menghadapi ujian akhir.”

Sooyoung mendesah.

“Aku tahu, tapi..”

“Aku akan membantumu.” Potong Changmin membuat Sooyoung terperangah.

“Kau tidak percaya? Aku akan mencarikanmu tiket pesawat sekarang juga, kau akan berangkat besok dini hari, dan akan kembali ke Korea pada sore harinya. Sementara aku, di sini akan mengurus ijin tidak masukmu juga mungkin Yoona yang agak merepotkan. Oh, Yoona tidak tahu tentang kau dan Kyuhyun kan? Karena kalau tahu pasti akan sangat merepotkan bagimu.”

Sooyoung tersenyum menyeringai.

“Begitulah, walau terkadang aku hampir ketahuan. Mm.. Apa aku tidak terlalu merepotkanmu?” Changmin menatap Sooyoung lembut.

“Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu. Lagipula aku sudah memutuskan untuk kembali ke Amerika besok lusa.”

“Apa? Cepat sekali?”

“Aku perlu menyembuhkan patah hatiku, Soo.” Ujar Changmin sambil mengacak-acak rambut Sooyoung.

“Yak! Jangan merusak rambutku, Shim Changmin!” Changmin tertawa.

“Jarang-jarang aku bisa mengerjaimu. Baiklah, sekarang aku akan membelikanmu tiket, bisa aku pinjam paspor dan kartu identitasmu? Bagus. Oh, tidak. Aku tidak memerlukan uangmu, Soo. Nanti aku telepon pukul berapa kau akan berangkat besok. Dan aku juga akan mengantarmu.” Ujar Changmin panjang lebar sembari jalan ke pintu.

“Aku tidak tahu bagaimana harus membalasnya, tapi terima kasih untuk semuanya.” Ucap Sooyoung.

Don’t mention it, Miss Choi. Bye.”

_____

“Hei, Soo! Lakukan yang terbaik!” seru Changmin ketika Sooyoung memasuki airport.

Sooyoung membalasnya dengan senyum dan melambaikan tangannya. Sooyoung sudah menyiapkan semuanya, semua kata yang akan dia ucapkan, apa yang akan dia lakukan sesampainya di Taiwan nanti.

Setibanya di Taoyuan International Airport, ia menaiki taksi, dan dengan kalimat mandarin terpatah-patah yang ia susun tadi malam, ia berhasil meminta supir taksi mengantarnya ke tempat tujuannya.

Sedikit terkejut mendapati adanya beberapa fans yang sudah bersiap di depan gedung apartemen SJ pada pagi-pagi buta.

Dengan langkah tenang seolah pemilik salah satu apartemen, Sooyoung melenggang memasukinya. Berbekal info yang ia dapat, ia tahu dengan tepat dimana letak lantai SJ tinggal.

Sooyoung memencet bel, yang tidak beberapa lama langsung dibukakan.

“Sooyoung-ah? Astaga! Kenapa kau bisa di sini? Ya tuhan, ayo masuk dulu.” Ryeowook menggandeng tangan Sooyoung dan mendudukkannya di sofa.

“Kau mau minum apa?” Tanya Ryeowook.

“Tidak perlu, Oppa. Terima kasih, aku hanya ingin bicara dengan..”

“Kyuhyun kan? Dia masih tidur, begitu juga dengan yang lain.”

“Ah.. Kalau begitu..”

“Tunggu di sini, akan aku bangunkan.”

“Eh, Oppa… Tidak u…” tapi Ryeowook sudah pergi. Ryeowook membuka kamar Kyuhyun dan Vincent dengan hati-hati.

“Kyuhyun, bangun!” panggilnya sambil mengguncang-guncang badan Kyuhyun, Kyuhyun hanya menjawab dengan gumaman tidak jelas. Setelahnya Kyuhyun justru menarik Ryeowook lalu merangkulnya di tempat tidur.

“Astaga, Kyuhyun! Ada Sooyoung, cepat bangun!”

“Tidak lucu, Hyung.” Jawab Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun, aku serius, Choi Sooyoung sedang menunggumu di ruang tengah.” Mata Kyuhyun terbuka dan langsung bangkit.

“Benarkah? Kalau kau bohong, aku akan membunuhmu.” Ryeowook mengangkat tangannya membentuk tanda V dan mengangguk cepat. Kyuhyun bergegas keluar kamar.

“Yak! Kyuhyun-ah! Setidaknya kau harus mencuci mukamu dulu!” teriak Ryeowook tapi sia-sia.

“Ah sudahlah..”

Kyuhyun terkejut, benar-benar terkejut mendapati Sooyoung di hadapannya di Taiwan.

“Bodoh.. Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Kyuhyun. Sooyoung menentang tatapan tajam Kyuhyun.

“Menurutmu apa? Berlibur sebelum ujian akhir? Lalu menemuimu di tengah liburanku yang menyenangkan?” Tanya Sooyoung sarkastis.

“Kau ini seharusnya berada di sekolah, kenapa kau..”

“Untuk menyusulmu.” Potong Sooyoung.

“Menyu..sulku?” Sooyoung menghela napas.

“Changmin, memang pernah menjadi kekasihku, sebelum kau, tapi bukankah sekarang kau yang bersamaku?” Tanya Sooyoung retoris.

“Kau.. Kau ke sini hanya ingin mengatakan hal itu?”

“Karena kau bukan tipe orang yang mudah diyakinkan hanya dengan mengirimkan pesan singkat. Jadi aku datang ke sini. Lagi pula aku tidak akan bisa konsentrasi belajar kalau kau bertingkah seperti ini, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun tidak menjawab, sedikit terkejut dengan kenekatan yang dipilih kekasihnya yang masih berumur belasan tahun itu.

Because now, in my eyes, i just see you, it’s just you..” imbuh Sooyoung

Kyuhyun tersenyum.

“Aku percaya.. Aku percaya padamu, Choi Sooyoung.”

“Baguslah kalau kau percaya, Cho Kyuhyun.” Kyuhyun bergerak mendekati Sooyoung, memeluknya hangat.

Sooyoung mengeratkan pelukannya. Membenamkan kepalanya di dada Kyuhyun yang bidang, mencium wangi kiwi yang dirindukannya. Kyuhyun menngelus rambut dan pundak Sooyoung dengan sayang. Mencium puncak kepalanya.

Kyuhyun melonggarkan pelukannya dan menangkup wajah kekasihnya yang kecil itu sambil tersenyum hangat.

I love you, Sooyoung-ah.” Sooyoung tersipu.

“Ah.. Eunhyuk-ah, hug me..”

Kyuhyun dan Sooyoung menoleh, mendapati pasangan Eunhyuk dan Dongae berpelukan dengan masih berpiyama.

“Eunhyuk-ah, give me a kiss?” Pinta Donghae manja.

Kyuhyun hendak melempar bantal sofa, namun seseorang telah melemparnya dari arah berlawanan.

“Kalian sungguh keterlaluan Eunhyuk-ah, Donghae-ya..” ujar Sungmin.

“Padahal kan setelah ini bakal ada adegan menarik seperti di drama-drama. benar-benar keterlaluan.” Imbuh Ryeowook.

“Oh, maafkan aku. Kyuhyun, lanjutkan saja adegan yang tertunda, penonton masih setia menunggu.” Ujar Donghae.

“Lee Dongghae!!!”

____

“Maaf, aku tidak bias mengantarmu ke bandara. Kabari aku jika sudah sampai di Korea. Nanti aku telepon. Jangan lupa belajar, ingat semua yang sudah aku ajarkan, Choi Sooyoung.”

“Dimengerti, Cho Kyuhyun. Kau juga jaga dirimu. Jangan makan sembarangan. Lihat, baru sebentar di Taiwan, tapi perutmu sudah penuh lemak.” Ujar Sooyoung lalu langsung kabur melihat tatapan iblis Kyuhyun.

“Ya! Choi Sooyoung!”

____

13 thoughts on “Its You

  1. idwinaya May 1, 2013 / 10:56 AM

    Unnie, kau mempermainkan perasaanku, haha😄
    Tadi kirain Kyuhyun bakalan kenapa-napa :3
    Dan Changmin, daebakk! Aku semakin jatuh cinta padamu, Oppa :’D
    Endingnya juga ngakak, tuh. Sepertinya, Kyuhyun emang nggak senasib sama Sooyoung dan Changmin, ya? Kyuhyun gampang gendut, sih. Hehe :p
    Keep writing, unnie!

    • daisy☮ May 1, 2013 / 11:16 AM

      /mehrong/ :p
      gampang bgt pipi aja tembem ga nahan kkk xD

  2. syoolove May 1, 2013 / 12:09 PM

    Kyu oppa ngambek nya bikin parah aja..
    sampe Soo harus nyusul ke Taiwan…hehehe

  3. Choi Je Kyung May 19, 2013 / 8:18 AM

    Haha,
    Eunhae couple mengganggu ajah nih, aku setuju dengan minwook couple pdhal sbentar lg bkal dpat tontonan gratis😛

    Lanjut dengan ff kyuyoung yg lain chingu🙂

  4. VhivhiKnightKyuYoungShipper May 19, 2013 / 8:43 PM

    Daebakk aku suka. Ya ampunn itu eunhae couple perusak suasana aja deh -,- di tunggu ff kyuyoung yg lain nya

  5. EdraRybelvi May 20, 2013 / 9:46 PM

    Woah..
    So romantic (ʃƪ‾̴̴͡͡⌣‾̴̴͡͡)
    Suka banget cerita yg kayak gini. Sifat kyu berasa real banget.

    Daebak ((y)ˆ⌣’)(y)

  6. Arvina ELFishy July 31, 2013 / 1:10 AM

    g nahan…nampol bgt! kt2ny,setting ny. pas! daebak aq sk ff mu ini. apalagi dgn perbedaan usia kyuyoung dmn soo msh skolah dan kyu udah kerja sbg entertain. aq suka bgt bgt bgt… adakah sequel?

    please sequel dunx … gomawo O(∩_∩)O
    ♥ⓚⓨⓤⓨⓞⓤⓝⓖ♥

  7. rifqoh wafiyyah August 3, 2013 / 12:17 AM

    Daebak thor…:)
    So sweet..:),eunhae kocak abiss….

  8. nazha June 18, 2014 / 6:38 PM

    Seru thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s