[Ficlet] Phone Number

Phone Number

Phone Number

by

Jung Minrin (@reddsky_10)

transformed from Idwinaya

SNSD Sooyoung || DBSK Changmin || Mysterious Boy

Romance, Family, Friendship

Previous

Traffic Jam || Express

Note :

Makasih banyak buat dzikrilla yang udah ingetin aku buat nglanjutin fic ini, hoho ^^

Dan buat readers yang kangen dengan fic ini, aku persembahkan lanjutannya untuk kalian semua🙂

Hope you enjoy it, guys ^^

***

“Kau pilih saja sesukamu, Soo,” ucap Changmin dengan nada pasrah pada dongsaeng-nya, Sooyoung. Bagaimana tidak pasrah. Malam itu, ia terpaksa menuruti permintaan dongsaeng-nya yang merengek minta dibelikan ponsel baru, karena ponselnya terjatuh (dan retak pula!) ketika ia naik kereta maglev tadi pagi.

Changmin tahu betul seluk beluk Sooyoung. Ia kenal betul, tipe seorang Choi Sooyoung. Jadi, Changmin sudah bisa menebak model ponsel seperti apa yang akan diminta oleh Sooyoung. Yang pasti, jenis ponsel terbaru dengan fitur terlengkap dan tercanggih. Dan yang pasti termahal.

Oh, Shim Changmin, bersiaplah untuk kehilangan separuh gajimu malam ini~

Sooyoung mengercutkan bibirnya kesal. Ia sadar, bahwa Oppa-nya itu tidak benar-benar tulus untuk membantunya. “Baiklah,” balasnya ketus. Lagipula, Sooyoung bisa protes apa? Kalau terlalu banyak protes, bisa-bisa, Oppa-nya malah tidak bersedia membelikannya ponsel baru.

Bukannya Sooyoung tak mampu. Gajinya sebagai desainer lebih dari cukup untuk berganti ponsel setiap hari. Hanya saja, ia merasa terlalu jengkel untuk mengeluarkan sedikit uangnya untuk membeli ponsel baru.

Bagaimana tidak. Sooyoung benar-benar merasa bahwa hari itu adalah hari tersial dalam hidupnya. Ya, ia memang bertemu dengan namja pujaan hatinya itu di kereta maglev, tapi ia lupa menanyakan namanya. Saat hendak mengejar namja itu, ponsel Sooyoung justru terjatuh di stasiun (terinjak pula!) dan Sooyoung tak sempat mengambilnya, karena pintu kereta maglev sudah tertutup kembali.

Sungguh sial, bukan?

Maka dari itu, Sooyoung tak ingin harinya semakin sial lagi. Dan justru melampiaskan segala kekesalannya pada Oppa-nya yang sesungguhnya, tak bersalah itu.

“Kalau begitu, kau langsung bicara saja pada shop assistant-nya,” kata Changmin. “Aku ingin berkeliling sebentar. Nanti, aku akan segera kembali,” jelasnya.

Sooyoung menghela nafas keras-keras. “Baik!” serunya.

Changmin pun berlalu meninggalkan Sooyoung di salah satu toko gadget di pusat perbelanjaan terbesar di Tokyo.

Sooyoung melangkah malas ke arah toko gadget tersebut, menghampiri salah satu meja kosong.

“Selamat malam, Nona. Ada yang bisa saya bantu?” sapa seorang shop assistant yang menunjukkan senyuman khas lima jari.

Sooyoung tersenyum kecil. “Aku ingin membeli sebuah ponsel,” jelasnya singkat.

“Ponsel?” gumam si shop assistant. “Anda menginginkan jenis ponsel seperti apa?”

Sooyoung melihat rak kaca dibalik tubuh sang shop assistant yang memajang beberapa jenis ponsel terbaru yang nampak elegant. “Hm, aku menginginkan ponsel terbaru. Bisakah kau menunjukkan jenis-jenisnya?” balas Sooyoung.

Sang shop assistant kembali tersenyum manis. “Baiklah. Saya akan menunjukkannya pada Anda. Silakan ditunggu,” ucapnya lembut.

Sooyoung mengangguk. Ia pun duduk di atas kursi yang telah disediakan. Diedarkannya pandangan ke sekelilingnya. Nampak banyak orang yang juga berada dalam toko tersebut, sedang melakukan transaksi atau membicarakan tentang gadget-gadget  terbaru.

Sooyoung nyaris melompat dari duduknya, ketika menyadari seseorang yang juga berada di dalam toko tersebut, tak asing lagi di matanya. Sosok yang bisa membuatnya gila. Sosok yang telah membuatnya jatuh cinta, hanya dengan 2 kali pertemuan.

Namja itu…

Namja yang ditemuinya di tengah kemacetan Tokyo…

Namja yang ditemuinya di dalam kereta maglev…

Namja itu sedang berada di depan matanya…

Untuk yang ketiga kalinya.

Namja itu sedang terduduk, sambil memainkan ponselnya. Sesekali, kepalanya terdongak, seolah ingin melihat keadaan sekitarnya.

Hingga akhirnya, namja itu pun menoleh, tepat ke arah Sooyoung berada. Ia nampak sama terkejutnya seperti Sooyoung. Tapi raut keterkejutannya itu mendadak berubah menjadi raut penuh kebahagiaan.

Namja itu tersenyum pada Sooyoung.

Membuat Sooyoung semakin salah tingkah.

Namja itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Sooyoung. “Kita bertemu lagi.” Bukan pertanyaan, melainkan sebuah pernyataan yang menyiratkan kelegaan.

“I-iya,” balas Sooyoung gugup. Ia tertunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang mungkin sudah merah seperti kepiting rebus.

Namja itu pun terduduk di kursi di samping Sooyoung. “Sedang apa disini?” tanya namja itu ramah.

Sooyoung mengangkat wajahnya. “Um, sedang ingin membeli ponsel,” jawab Sooyoung.

“Ponsel?” Namja itu nampak terkejut. “Sepertinya, tadi pagi, saat aku bertemu denganmu, kau masih membawa ponselmu,” komentarnya.

Sooyoung meringis, lalu terkekeh pelan. “Nah, itu dia,” celetuknya. “Tadi saat aku hendak turun, ponselku terjatuh dan terinjak oleh orang-orang,” jelasnya bohong.

Tentu saja, Sooyoung berbohong. Ponselnya terjatuh bukan saat ia hendak turun, kan? Melainkan saat Sooyoung hendak mengejar namja itu.

Konyol, kalau Sooyoung mengakui hal bodoh itu >,<

Namja itu tertawa mendengar penuturan Sooyoung. “Dasar!” cibirnya di sela-sela tawanya yang renyah.

Sooyoung berusaha menahan malunya.

“Tapi, tak apa, lagipula, itu adalah pengalaman pertamamu naik kereta maglev, kan?” tanya namja itu lembut.

“I-iya,” balas Sooyoung.

“Setidaknya, hal itu bisa membuatmu semakin waspada. Jadi, jika kau ingin naik kereta maglev lagi, kau perlu berhati-hati,” jelas namja itu bijak.

Sooyoung tersenyum Hatinya merasa sedikit lebih tenang.

“Kau tak trauma dengan kereta maglev, hanya karena kejadian itu, kan?” tanya namja itu.

Sooyoung menggeleng kuat-kuat. ‘Tentu tidak. Asal aku bisa mendapat kesempatan bertemu denganmu lagi,‘ batinnya senang.

“Syukurlah kalau begitu,” ucap namja itu lega. Entah atas alasan apa, dia terlihat begitu lega.

“Hm, bagaimana denganmu? Sedang apa disini?” tanya Sooyoung.

Namja itu nampak kikuk. Ia menggaruk tengkuknya canggung. “Hm, bagaimana, ya?” gumamnya. “Hm, begini. Jadi, aku…”

Sooyoung memiringkan kepalanya. Ia heran, kenapa namja di hadapannya itu seolah kehabisan kata-kata.

“Em, lebih mudahnya, aku bertugas disini,” jelas namja itu, akhirnya.

“Bertugas disini?” Sooyoung mengernyit tak mengerti.

“Begitulah. Seperti tugas seorang manager,” jawab namja itu. Ia pun terkekeh pelan.

Sooyoung mengangguk mengerti. “Oh, manager,” gumamnya. “Wah, pekerjaanmu keren sekali. Pasti ponselmu berganti tiap hari, ya?” tebak Sooyoung asal.

Namja itu tertawa renyah. “Tidak juga. Aku bukan tipe orang seperti itu, kok,” balas namja itu rendah hati.

“Nona,” panggil seseorang.

Shop assistant  itu sudah kembali, menginterupsi perbincangan antara Sooyoung dan namja itu.

“Ne?” Sooyoung menoleh ke arah sang shop assistant.

“Ini ponsel-ponselnya,” kata sang shop assistant. “Ah, Tuan.” Tiba-tiba, sang shop assistant tersenyum dan membungkukkan badannya, begitu menyadari keberadaan namja yang duduk di samping Sooyoung.

Namja itu tersenyum tipis. “Baiklah. Kurasa, aku harus membiarkanmu memilih ponselmu sendiri,” jelasnya. “Aku tak ingin dianggap sedang melakukan promosi,” guraunya.

Tidak apa-apa, sekalipun kau ada disini,‘ batin Sooyoung.

“Aku pergi dulu,” ucap namja itu. “Sampai ketemu lagi,” pamitnya, lantas berlalu pergi.

Sooyoung tak membalas apa-apa. Ia nampak kecewa.

Lagi-lagi, Sooyoung lupa menanyakan namanya atau nomor ponselnya!

Sial!

Ah, tapi setidaknya, ia mendapat banyak informasi malam itu. Ia tahu pekerjaan namja itu, sehingga ia tak perlu merasa kesulitan untuk mencarinya lagi nanti.

Sooyoung pun menoleh ke arah sang shop assistant. “Maaf, tapi pria yang tadi itu atasanmu, bukan?” tanya Sooyoung sopan.

“Ah, Tuan yang tadi itu?”

“Benar.”

“Begitulah. Beliau adalah salah satu keturunan dari pemilik toko ini. Keluarganya memang terkenal dan kaya,” jelas si shop assistant.

Sooyoung memasang telinganya baik-baik. Seolah, tak jengah menantikan celotehan shop assistant di hadapannya itu.

“Hanya saja, diantara mereka, hanya beliau yang tidak tertarik untuk ikut terjun dalam bisnis ini,” jelas shop assistant itu. “Padahal, kemampuannya tidak boleh diremehkan. Beliau juga orang yang ramah dan perhatian pada seluruh karyawan disini. Termasuk dengan berkunjung kemari adalah salah satu kegiatan rutinnya,” lanjutnya.

“Jadi, dia tidak benar-benar bekerja disini?” tanya Sooyoung.

“Sayangnya tidak.”

“Bisakah kau memberi tahu aku namanya?” mohon Sooyoung.

“Nama beliau?”

“Tentu saja. Siapa lagi?” balas Sooyoung.

“Ah, maaf. Saya tidak tahu, Nona,” ucap sang shop assistant.

“Lho? Bagaimana bisa? Kau kan, karyawannya,” protes Sooyoung.

“Memang benar. Tapi, namanya memang dirahasiakan dari para karyawan, kecuali untuk para senior,” jelas si shop assistant.

Sooyoung mengumpat pelan. Lagi-lagi, ia merasa dibodohi oleh takdir yang terus mempermainkannya.

“Tapi, saya tahu nama keluarga mereka,” sela sang shop assistant.

Sooyoung pun memperhatikan sang shop assistant.

“Nama keluarga mereka adalah Wu.”

END

It doesn’t end here, absolutely ^^

Kisah pencarian Sooyoung masih berlanjut di sequel selanjutnya.

Nah, loh. Diatas udah aku sebutin nama marganya. Bisa nebak?😄

Tenang aja. Aku adil, kok. Yang jadi namjanya itu adalah yang dapat voting terbanyak. Ingat, aku minta voting nggak cuma di blog ini. Tapi di 3 blog. Jadi, aku akumulasi semuanya ^^

Sequel selanjutnya berjudul Wedding Day (last sequel) Have any idea about it?🙂

Sequelnya bakalan lebih seru dan lebih mengejutkan. So, tetep dibaca, ya ^^

Love,

Jung Minrin

P.S. I just tell you the name of the man’s family. Not the name of the man. Remember that, guys 😉

11 thoughts on “[Ficlet] Phone Number

  1. @Sung_SooAe April 29, 2013 / 9:22 PM

    annyeong Reader baru…. Wah penasaran banget sumpah Thor.. Ah itu kris ya??? aduh… ditunggu selalu lah,,😀

    • idwinaya April 29, 2013 / 9:33 PM

      Selamat datang, chingu ^^
      Kris? Hm, entahlah. Ditunggu saja lanjutannya, haha😄
      Gomawo udah baca, yaa🙂

  2. Febryza April 29, 2013 / 11:53 PM

    Wu? Kris wu? Wu yifan? Lol
    They’re same person right? Oooh kyaaa sookris..

    • idwinaya May 1, 2013 / 10:31 AM

      Hm, benarkah Kris? Haha😄
      Tunggu saja kelanjutannya🙂

  3. mithaaa April 30, 2013 / 3:37 PM

    Jangan jangan itu kris ya..? Semakin penasaran dengan nya

    • idwinaya May 1, 2013 / 8:40 AM

      Hm, siapa, ya?
      Tunggu aja kelanjutannya🙂

  4. sooshidae May 3, 2013 / 1:12 PM

    annyeong, sookris shipper here._.

    aku mau sookris thor *puppy eyes*

    ditunggu lanjutannya^____^

  5. rara nabila putri May 8, 2013 / 11:11 AM

    penasaran banget lanjutin donk ff nya di tunggu ya thor !!!!

  6. sooyoung-ah May 21, 2013 / 3:43 PM

    kerennn
    lanjutannya mana thor? ditunggu-tunggu nih^^

  7. Daninta August 13, 2013 / 10:48 AM

    Yeees akhirnya SooKris , penasaran ama cerita selanjutnya
    ditunggu ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s