[Ficlet] Express

ExpressTitle : Express

Author : Idwinaya (@reddsky_10)

Cast :

SNSD Sooyoung

DBSK Changmin

Length : Ficlet

Rating : G

Genre : Romance, Friendship, Family, Fluff

Author Note : I’m back! Sesuai janjiku, aku bawa lanjutan ff Traffic Jam, nih😀

Happy reading all!

***

“Kau benar-benar tega padaku, Oppa.”, desis Sooyoung pada Oppa-nya―Shim Changmin―dalam bahasa Korea. Sooyoung lebih terbiasa menggunakan bahasa Korea untuk berkomunikasi dengan Oppa atau keluarganya.

Changmin menghela nafas panjang. “Aniyo, Soo.”, balas Changmin dalam bahasa Korea juga. Ia bingung, bagaimana harus menyikapi dongsaeng-nya yang manja ini. “Aku tak mungkin mengantarmu ke butikmu, karena jalan kita tidak searah, Soo. Kalau aku harus mengantarmu, maka aku juga harus memutar dan itu memakan waktu yang sangat lama. Belum lagi, kalau aku harus terjebak macet.”, celoteh Changmin panjang lebar.

Sooyoung berdecak sebal. Ia sudah hafal dengan celotehan Changmin yang diucapkannya sepanjang waktu, hingga pagi itu. “Arrasseo.”, balasnya kesal.

“Begini saja, Soo. Nanti, aku akan menjemputmu dan kita akan mampir ke penjual dorayaki favoritmu itu.”, bujuk Changmin.

“Jinjja?” Sooyoung terbelalak tak percaya.

“Ne.” Changmin mengangguk mantap. Ia tahu betul, kalau dongsaeng-nya itu adalah seorang food monster seperti dirinya. “Kau beli berapapun akan kubayar, Soo.”

Senyuman lebar terukir di wajah Sooyoung. “Arrasseo, arrasseo.”, balasnya semangat. “Annyeong, Oppa. Aku berangkat dulu!”, pamit Sooyoung, lalu meninggalkan Changmin yang masih berdiri di samping mobil.

“Kau masih ingat dengan instruksiku tadi kan, Soo?”, teriak Changmin.

“Ne, Oppa!”, balas Sooyoung dengan berteriak juga. Sooyoung terus berlari kecil ke dalam stasiun kereta.

Ya. Saat ini, Sooyoung berada di stasiun kereta untuk berangkat ke kantornya.

Ah, bukankah kalian masih ingat dengan insiden kemarin, saat ban mobil Sooyoung bocor?

Nah, karena itulah, hari ini Sooyoung tak bisa berangkat ke butiknya dengan mobil pribadinya. Sesungguhnya, ia sudah merajuk pada Changmin supaya diantar ke butiknya. Tapi, butik Sooyoung dan kantor Changmin mengambil arah yang sangat berbeda. Jadi, akan membutuhkan waktu yang sangat lama, jika Changmin harus mengantar Sooyoung terlebih dahulu.

Tapi, karena bujukan Changmin, akhirnya Sooyoung sepakat untuk naik kereta saja. Toh, kereta itu juga bergerak lebih cepat. Ditambah lagi, nanti ia akan ditraktir dorayaki favoritnya.

Sooyoung mencari peron 2, sesuai yang diinstruksikan oleh Changmin. Sooyoung nyaris mati bosan dengan celotehan Changmin yang selalu mengulang-ulang instruksi tata cara untuk naik kereta.

Oh, ayolah. Sooyoung sudah dewasa dan ini bukanlah pertama kalinya ia pergi ke stasiun untuk naik kereta, meskipun jarang.

Akhirnya, Sooyoung sudah tiba di peron 2 yang dimaksud Oppa-nya. Beberapa orang nampak masih menunggu kedatangan kereta. “Syukurlah. Aku tidak terlambat.”, ucap Sooyoung lega, sambil mengelus dadanya. Tangannya sesekali memainkan ponsel yang ada di dalam genggamannya.

TIN… TIN…

Terdengar suara kereta yang mendekat. Sooyoung pun melongokkan kepalanya dan mendapati kereta yang mendekat ke arahnya. Beberapa orang bersiap untuk menyambut kehadiran kereta.

Keretanya sudah berhenti tepat di peron 2. Pintu kereta terbuka dan beberapa orang keluar dari dalam kereta. Mereka keluar dengan rapi. Begitu pula orang-orang yang hendak masuk ke dalam kereta. Sooyoung pun masuk ke dalam sesuai urutannya, hingga akhirnya, ia berada di dalam kereta dengan nyaman.

Sayangnya, tempat duduk di dalam keret sudah penuh. Jadi, Sooyoung dan beberapa orang lainnya terpaksa berdiri.

“Permisi.”, sapa seseorang, sambil mencolek pundak Sooyoung.

Sooyoung menoleh dan mendapati seorang laki-laki duduk di belakangnya. “Iya?” Tapi mendadak, tubuh Sooyoung membeku. Laki-laki yang menyapanya itu adalah laki-laki yang ditemuinya di tepi jalan kemarin. “K-kau?”, gumamnya gugup.

“Lho? Kau kan, yang bertemu denganku di tepi jalan itu, kan?”, tanya laki-laki itu heran.

“Kau masih ingat?”, tanya Sooyoung tak percaya.

Laki-laki itu tersenyum. “Siapa yang bisa melupakan gadis menyenangkan sepertimu?”, tanyanya lembut.

Sooyoung tersipu malu. “Kau naik kereta juga?”, tanya Sooyoung, berusaha menyembunyikan perasaan malunya.

“Begitulah. Hari ini, aku harus cepat.”, jawab lelaki itu.

Sooyoung mengangguk mengerti.

Tiba-tiba, laki-laki itu bangkit dari duduknya. “Lebih baik, kau duduk disini saja. Rasanya sungguh tidak sopan saat melihat seorang gadis di hadapanku justru berdiri, sementara aku terduduk disini.”, jelas lelaki itu, lalu menarik Sooyoung dengan lembut untuk duduk di tempatnya tadi.

Sooyoung tersenyum kecil. “Arigatou gozaimasu.”, ucapnya sambil tertunduk sopan.

Lelaki itu tersenyum simpul. “Bagaimana denganmu? Kenapa kau naik kereta hari ini?”, tanya laki-laki itu.

Sooyoung mendengus pelan. Ia agak kesal, ketika harus mengingat kejadian saat ban mobilnya bocor, tepat setelah ia berpisah dengan lelaki itu. “Kemarin, setelah kau pergi, dan setelah aku menghabiskan dorayakiku, aku baru sadar kalau ban mobilku bocor.”, jelas Sooyoung. “Menyebalkan sekali, bukan?”

Laki-laki itu tertawa renyah. “Kau tidak berangkat dengan kakakmu? Kau punya kakak, bukan?”, tanya lelaki itu.

“Memang. Hanya saja, tempat bekerja kami berjauhan dan tidak searah. Aku kasihan padanya, jika harus mengantarku terlebih dahulu, maka ia bisa terlambat tiba di kantornya.”, jelas Sooyoung.

TIN… TIN…

Kereta kembali berbunyi, tanda bahwa kereta akan segera berhenti di pemberhentian selanjutnya.

“Wah, cepat sekali, ya?”, gumam Sooyoung takjub.

“Tentu saja. Namanya saja kereta express.”, timpal lelaki itu. “Kau turun disini?”, tanyanya.

“Tidak. Aku turun di pemberhentian setelah ini.”, jelas Sooyoung.

“Oh.” Laki-laki itu mengangguk mengerti. “Sayang sekali, aku harus turun disini. Padahal, aku masih ingin melanjutkan perbincangan menarik kita.”, ucapnya.

“Eh?”

Lelaki itu tersenyum. “Sudah, ya? Aku harus segera turun, sebelum pintunya tertutup.”, pamitnya, lalu berjalan menjauhi Sooyoung.

Entah kenapa, ada perasaan yang hampa ketika lelaki itu menjauhi Sooyoung. Sooyoung selalu merasa nyaman setiap berbincang dengan lelaki itu. Padahal, ia bahkan belum tahu namanya.

Ah! Sepertinya, Sooyoung harus menanyakan namanya!

Sooyoung bangkit dari duduknya, lalu mengikuti langkah lelaki itu. Tapi, kaki-kaki lelaki itu sangat panjang, sehingga langkahnya juga jauh lebih lebar, membuat Sooyoung kesulitan mengejarnya. Lelaki itu sudah keluar dari kereta, saat Sooyoung baru hendak mencapai pintu kereta.

Ternyata, antrian penumpang yang hendak keluar kereta sudah habis, sehingga saatnya para penumpang untuk masuk ke dalam kereta. Jelas saja, Sooyoung kesulitan untuk menerjang arus itu, sehingga ia harus berdesakan dengan beberapa orang yang rata-rata postur tubuhnya lebih besar darinya.

KLUTUK~ (bahasa apa ini? -_-“)

Sooyoung merasa ada sesuatu yang terlepas dari genggaman tangannya.

Ponselnya!

KRETEK~

Terdengar suara benda yang retak. Antrian orang yang hendak masuk sudah habis, dan pintu langsung tertutup, sebelum Sooyoung berhasil keluar dari dalam kereta. Dilihatnya ponselnya yang tergeletak mengenaskan tepat di depan pintu kereta. Layarnya juga sudah retak.

Saat kereta mulai berjalan pelan, Sooyoung masih meratapi nasib ponselnya itu. Berniat untuk menanyakan lelaki yang ditemuinya tadi, ternyata ia harus tertimpa sial untuk kedua kalinya.

Ponselnya hancur.

Ah, sepertinya apa yang diucapkan laki-laki itu memang benar. Kereta itu adalah kereta express, kereta yang cepat. Jadi, semuanya harus berjalan dengan secepat mungkin.

Secepat Sooyoung bertemu lagi dengan lelaki itu. Dan secepat Sooyoung kehilangan lelaki itu.

END

***

Sebenernya, aku harus nulis END atau TBC, sih? Jadi, bingung *garuk-garuk kepala*

Yah, menurutku sih, cerita ini bersekuel, bukannya bersambung (bahasa apa ini?  -_-“) Jadi, lebih baik, aku tulis END aja, ya?

Mian, buat yang udah terlanjur penasaran sama sosok cowok yang bakalan jadi pasangannya Sooyoung. Aku emang belum berniat munculin namanya, biar tetep jadi misterius. Mungkin, rahasianya baru kebongkar di sekuel terakhirnya, hohoho~

Jadi, kalian masih boleh vote lagi, kok. Dari data yang udah aku kumpulin dari berbagai komentar di 3 blog berbeda, ada 2 kandidat terkuat. Hayo, siapa, hayo? *kedip-kedip mata* Hohoho~

Dan buat dzikrilla yang waktu itu udah kasih usul supaya Changmin jadi Oppa-nya Soo, jeongmal gomawo. Jujur aja, sebelumnya, aku udah kepikiran Siwon. Tapi ternyata seru juga, kalo Changmin yang jadi Oppa-nya Soo. Aku baru keinget kalau mereka mirip dalam hal hobi makan *digetok* Dan kalian pasti bertanya-tanya kenapa marga mereka bisa beda? Alasan yang klise sih, tapi baru aku jelasin di sekuel terakhirnya u.u

Oiya, aku juga baru nyadar, kalau aku ngelakuin kesalahan terbesar di Traffic Jam.

Kenapa?

Soalnya, percakapan yang dilakuin Sooyoung sama si cowok itu kan pake bahasa Jepang, tapi aku malah pake istilah Oppa. Akhirnya, aku perbaiki disini, dan menggantinya jadi istilah Kakak. Jeongmal mianhae, readers *deep bow*

Well, aku rasa, cukup sekian, cuap-cuap yang aku sampaikan ^^

As usual, don’t forget to leave your comment😀

See you in the sequel of this story🙂

P.S. Sekedar bocoran, judul sekuelnya adalah Phone Number. Have any idea about it?😄

4 thoughts on “[Ficlet] Express

  1. Febryza February 6, 2013 / 11:09 AM

    Changmin jadi oppanya soo unnie? Well setipe sih mereka hahaha..
    Ah masih misterius ya cowok yg ketemu sama soo unnienya ..

  2. kyusoowon February 8, 2013 / 7:09 AM

    semoga ponsel’a soo ditemuin laki2 misterius itu…cepat buat lg chingu

  3. Elisa SHania Yoonaddict February 25, 2013 / 11:12 PM

    Igh penasarann abiez. .Duh authornya kog setiap bikin ff ,pendek-pendek yach..pdhal bgus lo ff nya🙂

    Aku pilih Sehun ..Luhan jg boleh kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s