[Oneshot] Happy New Year, Cho Kyuhyun…

Happy New Year, Cho Kyuhyun

Title : Happy New Year, Cho Kyuhyun…

Author : Isaac Sachii (@dina_issika)

Cast :

–          Cho Kyuhyun

–          Choi Sooyoung

–          Shim Changmin

–          Choi Siwon

–          Cho Ahra

–          Kim Taeyeon

Length : Oneshot

Rating : G

Genre : Romance, Friendship, Family, Sad

Note : I write this fic to celebrate New Year. For readers, happy reading all!!

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

 

Apa yang akan terjadi pada malam pergantian tahun seorang Cho Kyuhyun,

ketika surat-surat misterius dari Choi Sooyoung mulai menghantui kehidupannya?

 

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

23 Desember 2012

TOK. TOK. TOK.

Cho Kyuhyun—namja tampan yang sedang duduk di balik meja kerja sambil mengecek dokumen itu—mendongakkan kepalanya, mengalihkan pandangannya dari dokumennya ke pintu ruang kerjanya. “Masuklah.”, perintah Kyuhyun.

CKLEK

Pintu ruang kerja Kyuhyun terbuka secara perlahan dan menunjukkan sosok yeoja bertubuh mungil. “Annyeong, Sajangnim.”, sapa yeoja bertubuh mungil itu—Kim Taeyeon.

“Annyeong.”, balas Kyuhyun. “Ada apa, Sekretaris Kim?”, tanya Kyuhyun pada sekretarisnya itu.

Taeyeon melangkah mendekat ke meja kerja Kyuhyun sambil membawa setumpuk dokumen dan sebuah amplop. “Ada beberapa dokumen yang harus Anda tandatangani Sajangnim.”, ucap Taeyeon, saat sudah tiba di depan meja kerja Kyuhyun. Diserahkannya dokumen yang ia maksud.

Kyuhyun mengangguk mengerti, lalu menerima tumpukan dokumen tersebut. “Bukankah dokumen ini juga harus ditandatangani Presdir Cho?”, tanya Kyuhyun memastikan.

Well, sesungguhnya Presdir Cho yang dimaksudnya adalah ayah kandungnya sendiri. Meski begitu, Kyuhyun tetap harus menghormati ayahnya sebagai seorang Presdir, selama mereka berada di kantor.

“Ne, Sajangnim.”, jawab Taeyeon.

Kyuhyun menghela nafas. “Kalau begitu, biar aku saja yang mengantarkannya langsung ke Presdir Cho. Kebetulan, aku juga ada keperluan dengan Presdir.”, balas Kyuhyun. “Lagipula, ini sudah malam. Jadi, sebaiknya kau pulang saja.”, imbuhnya.

Taeyeon nampak ragu. “B-baiklah, Sajangnim.”, balas Taeyeon akhirnya. “Ah, iya Sajangnim. Ada surat untuk Anda.”, kata Taeyeon sambil menyerahkan amplop yang tadi dibawanya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit. “Dari siapa?”, tanya Kyuhyun heran.

“Maaf, saya kurang tahu, Sajangnim.”, ucap Taeyeon. “Sesungguhnya, saya hendak menyerahkan surat itu sejak tadi pagi. Namun, Anda masih sibuk dengan berbagai rapat bersama dewan direksi.”, jelas Taeyeon.

“Ne, gwaenchana.” Kyuhyun mengangguk mengerti, sambil tetap menatap ke arah amplop tersebut.

“Saya permisi dulu, Sajangnim. Annyeong.”, pamit Taeyeon.

Kyuhyun mendongak, lalu tersenyum ke arah Taeyeon. “Ne. Hati-hatilah, Sekretaris Kim.”, balas Kyuhyun ramah.

Taeyeon pun melangkah mundur, keluar dari ruang kerja Kyuhyun.

Sementara itu, Kyuhyun masih memandangi amplop tersebut. Surat tersebut memang ditujukan untuknya, nama dan alamatnya sangat jelas. Hanya saja, ada yang janggal pada surat tersebut.

Tak ada keterangan dari sang pengirim.

Kyuhyun yang penasaran pun, akhirnya memutuskan untuk membuka amplop tersebut dan segera membaca suratnya.

Sebelum sempat membaca keseluruhan surat tersebut, ada kalimat yang membuatnya tercengang.

Choi Sooyoung

Kyuhyun sama sekali tak menduga kalau surat tersebut dari Sooyoung. Kyuhyun penasaran, kenapa Sooyoung menulis surat ini untuknya. Jadi, Kyuhyun pun memperhatikan surat tersebut dengan seksama dari kalimat pertama.

Annyeong, Cho Kyuhyun

Hm, masihkah kau mengingatku? Kuharap kau tidak melupakanku ^^

Sepertinya, sudah lama sekali, kita tidak saling bertemu, ya? Aku jadi penasaran dengan dirimua saat ini. Semoga saja, kau tak berubah dari Cho Kyuhyun yang kukenal dulu. Semoga saja, kau tetaplah menjadi Cho Kyuhyun, si maniak game yang evil itu.

Eh, tapi kudengar, sekarang kau sudah berhasil menduduki jabatan yang kau idamkan selama ini, eoh? Kau benar-benar menjadi CEO Cho Enterprises? Wow, chukkae, Kyu😀

Eh, mianhae. Apakah aku masih boleh memanggilmu Kyu? Maksudku bu~

Ah, lupakan saja~

Aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa aku sangat merindukanmu. Aku juga ingin bertemu denganmu. Tapi aku tak tahu, apakah waktu masih mengijinkan kita untuk bertemu?

P. S. Bukankah sekarang sudah musim dingin, ya? Sekali-sekali, cobalah keluar dan bermain dengan salju😀

Salam Rindu,

 

Choi Sooyoung

Kyuhyun termenung. Ia merenungi setiap kata, kalimat yang diungkapkan Sooyoung melalui surat yang ditulisnya itu.

Mungkin, Sooyoung memang meninggalkannya, tapi yeoja itu seolah tak pernah melupakan satu pun tentang dirinya. Termasuk masalah musim dingin itu.

Kyuhyun pun menoleh ke jendela besar ruang kerjanya.

Oh, salju sudah turun.

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

24 Desember 2012

“Ini adalah sebuah rekor untuk Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun menoleh ke arah sahabat dekatnya—Shim Changmin—yang duduk tepat disampingnya. Ia mengernyit. “Apa maksudmu?”, tanyanya bingung.

“Well, selama ini, kau tak pernah keluar di saat musim dingin, kecuali saat sekolah atau bekerja.”, jelas Changmin. “Jadi, jelaskan padaku, kenapa kau keluar kali ini?”, tanya Changmin menyelidik.

Kyuhyun tertawa kecil. “Aku hanya ingin menemanimu keluar untuk membeli hadiah untuk keponakanmu.”, tegas Kyuhyun.

Changmin mendengus pelan. “Aku tak percaya. Pasti ada sesuatu.”, duga Changmin, sambil melemparkan tatapan curiga pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Kalau kau tetap penasaran, aku akan memberitahukannya padamu.”, balas Kyuhyun.

Changmin langsung memasang pendengarannya baik-baik, bersiap mendengar penjelasan Kyuhyun.

“Sooyoung. Sooyoung-lah alasanku kali ini.”, jawab Kyuhyun mantap.

Changmin membeku. Detik berikutnya, wajahnya seolah mengeras, setelah mendengar nama ‘Sooyoung’ meluncur dari mulut sahabatnya itu. “Yeoja itu lagi?”, desisnya.

“C-changmin? Ada apa denganmu?”, tanya Kyuhyun takut-takut.

Changmin bangkit dari duduknya. “Kau masih berhubungan dengan yeoja itu?”, tanya Changmin geram.

“Ani. Hanya saja, dia mengirimiku sebuah surat.”, jawab Kyuhyun dengan suara yang gemetaran.

Changmin menggertak kesal. “Dengar, Kyu. Kau benar-benar harus melupakannya atau kau hanya akan menderita karenanya.”, kata Changmin mengingatkan.

“Tapi, kurasa dia berniat baik kali ini, Min. Jadi, tak seharusnya, kita berprasangka buruk padanya.”, elak Kyuhyun.

Changmin menghentakkan kakinya ke atas tanah. “Dia mengirimkan surat, bukan? Ada alamat pengirimnya, kan?”, tanya Changmin.

Kyuhyun tertunduk. “Sayangnya tidak, Min.”

Changmin mendesah berat. “Nah, kan? Sebenarnya, dia hanya ingin mempermainkanmu, Kyu.”, tegas Changmin.

“Tap—”

“Cukup, Kyu.”, sela Changmin cepat. “Dengar, Kyu. Aku tak peduli dengan alasanmu kali ini. Pemikiranku tentang yeoja itu tak akan bisa diubah.”, jelas Changmin. “Jadi, jangan bilang aku tak pernah mengingatkanmu, kalau kau terluka lagi karenanya.”, desis Changmin tajam.

Kyuhyun bimbang. Ia tak tahu harus memilih siapa. Changmin atau Sooyoung.

“Baiklah, kalau begitu. Aku akan berbelanja sendiri. Annyeong.”, ucap Changmin ketus, lalu melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terduduk di atas bangku taman.

Kyuhyun hanya bisa menatap punggung Changmin yang semakin menjauh. Batinnya terusik. Salahkah?

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

25 Desember 2012

Suara dering ponsel membangunkan Kyuhyun yang masih terlelap di atas ranjang empuknya di hari Natal itu. Kyuhyun mencoba membuka matanya dengan perlahan. Tangan kanannya  Tangan kanannya meraba-raba ke meja nakas di samping ranjangnya. Diraihnya ponselnya dan segera menjawab panggilan masuk itu.

“Yoboseyo?”,sapa Kyuhun dengan suara serak, sambil mengucek matanya perlahan.

“Cho Kyuhyun! Kemana saja kau semalam? Kenapa tidak datang ke rumah, hah?!”, cerocos sebuah suara—yang dikenali Kyuhyun sebagai suara Umma-nya.

Kyuhyun mendesah berat. “Mian, Umma. Aku merasa kurang enak badan saja.”, jawab Kyuhyun, masih dengan suara seraknya. “Kemarin, saat aku kembali ke apartemen, aku merasa terlalu lelah, sehingga aku langsung tertidur, tanpa sempat memberi kabar pada kalian.”, jelas Kyuhyun.

“Aigo, Kyunnie.”, celetuk Ny. Cho—Umma Kyuhyun. “Kenapa tak bilang dari tadi saja?”, tanya Ny. Cho terdengar begitu menyesal. “Jadi, apa kau masih sakit?”, tanya Ny. Cho khawatir.

Kyuhyun menyentuh dahinya. “Aniyo, Umma. Hanya merasa lemas saja.”, jawab Kyuhyun.

“Baiklah, kalau begitu. Biar Umma menyuruh Noona-mu untuk kesana, ne? Supaya ada yang merawatmu.”, kata Ny. Cho.

Kyuhyun menghela nafas. “Terserah Umma saja.”, balas Kyuhyun pasrah.

“Arrasseo, Kyu. Ahra akan segera  sampai di apartemenmu.”, ucap Ny. Cho. “Jagalah dirimu baik-baik, Baby Kyunnie. Annyeong.”

KLIK!

YAKS!

Kyuhyun berjingkat ketika menyadari panggilan aneh yang diucapkan Umma-nya untuk dirinya itu. Ia merasa geli ketika Umma-nya memanggilnya begitu, apalagi dengan nada anehnya itu. Begitu menjijikkan, bagi Kyuhyun.

Mungkin, akan terasa berbeda kalau Sooyoung yang mengucapkannya?

Eh?

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

“Noona menemukan surat ini di depan pintu apartemenmu, Kyu.”

Kyuhyun mendongak menatap Noona-nya—Cho Ahra—yang menghampirinya sambil membawa beberapa bahan makanan. Kyuhyun mengernyit, lalu menerima amplop yang ditunjukkan Ahra. “Dari siapa, Noona?”, tanya Kyuhyun.

Ahra melenggang menuju dapur, meninggalkan Kyuhyun yang terduduk di ruang makan. “Mana kutahu, Kyu. Baca saja sendiri.”, balas Ahra asal.

Kyuhyun mendengus pelan, karena sikap Noona-nya itu. Ia pun membaca keterangan di amplop tersebut. Lagi-lagi, ia mendapat surat tanpa keterangan dari sang pengirim. Mungkinkah surat ini dari Sooyoung?

Kyuhyun pun memutuskan untuk segera membuka amplopnya dan membaca surat tersebut.

Annyeong, Cho Kyuhyun…

Hm, bukankah hari ini adalah hari Natal? Jadi, bagaimana hari Natalmu kali ini? Menyenangkan? Kuharap, Natalmu tahun ini menyenangkan.

Sudahkah kau membuat permintaan semalam?

Well, aku mempunyai banyak permintaan tahun ini. Aku ingin sekali menonton pertandingan L.A. Lakers. Kau tahu, Oppa-ku masih saja melarangku untuk menonton pertandingannya, entah untuk alasan apa😦 Tapi, aku berharap, Oppa-ku mau mengijinkanku n.n Aku juga ingin mendapatkan biola baru. Kau tahu, biola lamaku sudah rusak u.u

Tapi, ada satu hal yang paling penting dari semua permintaanku tahun ini. Jadi, kalau saja, Tuhan tidak mengabulkan permintaan-permintaanku tadi, maka jika permintaanku yang satu ini dikabulkan, maka aku akan sangat senang.

 Aku hanya ingin kau bahagia, Kyuhyun. Itu saja.

Jadi, kumohon berbahagialah, Cho Kyuhyun

 

Salam Sayang,

 

Choi Sooyoung

Kyuhyun mendesah lega. Ia merasa senang ketika membaca bahwa surat itu berasal dari Sooyoung.

Ada sesuatu yang menggetarkan hatinya setelah membaca surat itu. Benarkah Sooyoung hanya ingin agar Kyuhyun bahagia? Berarti, pemikiran Changmin selama ini atas Sooyoung adalah salah? Yeoja itu adalah yeoja yang baik.

Tapi, yang membuat Kyuhyun heran, kenapa Sooyoung meninggalkannya waktu itu? Padahal, bagi Kyuhyun, kebahagiaan terbesarnya selama ini adalah ketika ia bisa bersama Sooyoung. Mungkinkah, kalau ada kebahagiaan yang lebih indah daripada sekedar bersama Sooyoung?

Entahlah. Kyuhyun tak mengerti akan hal itu.

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

26 Desember 2012

“Tumben sekali, kau tak pergi dengan Changmin.”

Kyuhyun menoleh ke arah dapur rumah keluarga Cho. Dilihatnya, Umma dan Noona-nya yang sedang sibuk memasak di dapur. “Ani, Umma.”, balas Kyuhyun ringan.

“Aneh sekali.”, gumam Ny. Cho. “Apakah kalian sedang bertengkar?”, tanya Ny. Cho memastikan.

Kyuhyun mendesah berat. “Mwolla, Umma.”, balas Kyuhyun sambil mengangkat bahunya.

Ny. Cho mendecak sebal. “Bagaimana bisa kau malah tak tahu?”, tanyanya heran.

“Sepertinya, Changmin sedang kesal padaku.”, jawab Kyuhyun lesu.

“Eh? Kesal?” Ny. Cho terdengar tak percaya. “Waeyo, Kyu?”

Kyuhyun termenung. Ia memikirkan cara untuk menyampaikan masalah ini pada Umma-nya. “Dia kesal karena Sooyoung.”, jawab Kyuhyun, akhirnya.

Ny. Cho terdiam sejenak, lalu berjalan mendekati Kyuhyun. “Sooyoung?”

“Ne, Umma.”, jawab Kyuhyun. “Sudah dua kali, aku menerima surat dari Sooyoung.”, jelas Kyuhyun.

Ny. Cho mengernyit, setengah tidak percaya dengan kenyataan ini.

Ahra yang masih berada di dapur pun memutuskan untuk keluar, menghampiri Kyuhyun. “Jadi, surat yang kuberikan padamu kemarin juga surat dari Sooyoung?”, tanya Ahra memastikan.

“Ne, Noona.” Kyuhyun mengangguk.

Keadaan menjadi hening seketika.

“Sooyoung adalah yeoja yang baik, Nak.” Suara lembut Ny. Cho memecah keheningan. “Mungkin, dia memang meninggalkanmu tanpa alasan. Tapi, Umma rasa, dia memiliki alasan yang belum bisa dia jelaskan padamu.”, ucap Ny. Cho berargumen.

Ahra pun mengangguk, menyetujui ucapan Umma-nya itu.

Kyuhyun tertunduk. Semoga saja begitu.

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

27 Desember 2012

“Annyeong, Presdir Cho.”

Presdir Cho yang sedang membaca laporan di tangannya itu pun mendongak ke arah Kyuhyun—CEO sekaligus putra bungsunya. “Ah, Kyu. Kau sudah datang. Duduklah.”, ucap Presdir Cho lembut.

Kyuhyun tersenyum tipis, lalu duduk di kursi yang ditunjuk Presdir Cho.

Presdir Cho tersenyum. “Hari ini, tak perlu seformal itu, Kyu. Anggap saja, kita sedang berada di rumah.”, kata Presdir Cho. “Ada sesuatu yang ingin Appa katakan padamu.”

Kyuhyun mengangguk mengerti. “Ada apa, Appa?”, tanya Kyuhyun.

“Tahun depan, kita akan mengadakan kerja sama lagi dengan Choi Corporation.”, kata Presdir Cho.

Kyuhyun tercekat. Ia tak menduga, kalau akhir-akhir ini, ia harus sering berhubungan dengan keluarga Choi. Ia hanya berharap ia tak berhubungan dengan Choi Sooyoung atau—

“Kali ini, kau sebagai CEO perusahaan, kutunjuk secara langsung untuk menangani proyek kerja sama ini, Kyu.”, lanjut Presdir Cho.

GULP

Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah.

“Kau tidak keberatan kan, Kyu?”, tanya Presdir Cho memastikan.

Kyuhyun memaksakan sebuah senyuman. “Tentu saja, Appa. Ini adalah tugasku.”, jawab Kyuhyun mantap.

Presdir Cho mendesah lega mendengar jawaban putranya itu. “Kalau begitu, besok kau bisa langsung menemui perwakilan dari Choi Corporation.”, ucap Presdir Cho.

Kyuhyun berdebar. “Nuguya, Appa?”, tanya Kyuhyun cemas.

“Choi Siwon.”

Oh, sosok yang dikhawatirkan Kyuhyun itu pun muncul kembali.

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

28 Desember 2012

“Annyeong, Tn. Choi.”

Siwon tersenyum membalas sapaan dari Kyuhyun yang baru saja tiba di restaurant tempat mereka berjanji untuk saling bertemu. “Ne. Annyeong, Kyu.”, balas Siwon ramah. “Oh iya, tak perlu sekaku itu, Kyu. Maksudku, kau bisa memanggilku Hyung saja. Bukankah kau sudah terbiasa dengan panggilan itu?”

Kyuhyun tersenyum canggung. “Arrasseo, Hyung.”

“Pada pertemuan kali ini, aku tak ingin langsung membahas proyek kita. Aku hanya ingin bersantai. Lagipula, perjalanan dari New York ke Seoul cukup melelahkan.”, kata Siwon.

Kyuhyun mengangguk mengerti.

“Bagaimana kabarmu, Kyu? Aku sudah lama tak mendengar kabar darimu. Kabar terakhir yang kudengar, adalah saat kau diangkat menjadi CEO.”, tutur Siwon.

“Lumayan, Hyung.”, jawab Kyuhyun mencoba terdengar ramah.

Well, bagi Kyuhyun, menghadapi Siwon bukanlah perkara mudah. Siwon memang sosok yang ramah dan mudah akrab dengan orang lain. Jadi, disitulah letak masalahnya. Sama seperti ketika ia menghadapi Sooyoung. Baginya, Sooyoung dan Siwon memiliki charisma yang tak mudah ditolak begitu saja.

Wajar saja, Siwon kan, kakak kandung Sooyoung.

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

29 Desember 2012

“Kudengar, kau harus bekerja sama lagi dengan Choi Corporation, ya?”

Kyuhyun menatap Changmin yang berdiri di sampingnya. Well, Changmin sudah bersedia mengajaknya bicara. Hanya saja, Changmin masih bersikap dingin padanya. “Begitulah.”

Changmin mendesah pelan. “Sepertinya, hidupmu tak bisa terlalu jauh dari keluarga Choi, eoh?”, tebak Changmin dengan nada bercanda.

“Sepertinya, keluarga Choi memiliki magnet tersendiri untuk menarikku.”, gumam Kyuhyun.

Changmin tertawa kecil. “Apa kau tak mencoba mencari tahu tentang Sooyoung dari Siwon? Maksudku, dia kakak kandungnya, kan?”, tanya Changmin mengusulkan.

“Well, aku belum bertanya lebih jauh mengenai kehidupan Siwon saat ini.”, jawab Kyuhyun. “Lagipula, kau tahu sendiri kan, kalau Sooyoung tak terlalu dekat dengan Siwon?”

Changmin mengangguk mengerti. “Tapi, Siwon sama sekali tak membahas mengenai hubunganmu dengan Sooyoung?”, tanya Changmin.

Kyuhyun terdiam. “Tidak.”

Changmin menghela nafas panjang. “Well, sepertinya Sooyoung sudah menjelaskan sesuatu pada Oppa-nya.”, duga Changmin. “Hanya saja, kita tak tahu, apa yang sudah dijelaskan Sooyoung pada Siwon. Apalagi, Siwon bersikap ambigu. Ia bersikap terlalu tenang untuk ukuran seorang Oppa yang begitu menginginkan kau menjadi adik iparnya. Ia juga bersikap terlalu tenang untuk ukuran seorang Oppa yang mendengar ‘alasan’ dibalik putusnya hubunganmu dengan Sooyoung. Kenapa dia tak kesal padamu ya, Kyu?”, cerocos Changmin panjang lebar.

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.

“Well, sebenarnya aku masih punya satu teori lagi.”, cetus Changmin. “Mungkin saja, Sooyoung mengatakan pada Oppa-nya bahwa hubungan kalian baik-baik saja.”, gumam Changmin.

Kyuhyun tercekat. Well, aku juga berharap begitu.

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

30 Desember 2012

“Hei, Kyu!”

Kyuhyun meringis ke arah Changmin yang langsung merangkul pundaknya. “Hai, Min.”, balas Kyuhyun.

Changmin baru menyadari kalau ada orang lain yang bersama Kyuhyun. Ada Siwon juga disana. “A-annyeong, Hyung.”, sapa Changmin pada Siwon.

“Annyeong, Min.”, balas Siwon sambil menunjukkan dimple smile-nya yang menawan itu. “Kau ada perlu dengan Kyuhyun?”, tanya Siwon memastikan.

‘Ah, tidak, Hyung. Hanya ingin menyapanya.”, balas Changmin canggung.

Siwon mengangguk mengerti. “Well, aku tak menduga, kalau aku bertemu denganmu lagi, Min. Kudengar, kau sibuk meneruskan kuliahmu, ya?”, tanya Siwon ramah.

“Ne, Hyung.” Changmin mengangguk. “Oh ya, Hyung. Sooyoung tak ikut kemari?”, tanya Changmin.

Kyuhyun tersentak kaget. Ia tak menduga, kalau sahabatnya itu berani mengajukan pertanyaan semacam itu.

“Tidak.”, jawab Siwon singkat, lalu menoleh ke arah Kyuhyun. “Kyu, aku sudah mendengar dari Sooyoung mengenai hubungan kalian.”, kata Siwon pada Kyuhyun. “Awalnya, aku juga tak bisa memahami ini, Kyu. Tapi, aku sadar kalau ini adalah jalan yang terbaik bagi kalian.”, ucap Siwon.

Kyuhyun dan Changmin mengernyit tak mengerti.

“Lantas, kenapa Sooyoung masih mengirimi Kyuhyun surat? Apa dia hanya ingin mempermainakan Kyuhyun?”, tanya Changmin.

Siwon tertunduk. “Well, ada sebagian dalam diri Sooyoung yang tak bisa aku pahami. Mungkin, ini adalah salah satunya.”, jawab Siwon lesu. “Sepertinya, ia hanya ingin menjalin hubungan yang baik denganmu, Kyu.”

Changmin menggeram. “Seharusnya Sooyoung tahu bahwa Kyuhyun begitu mencintainya dan tidak meninggalkan Kyuhyun tanpa alasan yang jelas seperti ini.”, tegas Changmin. “Tapi, kenapa dia justru mengirim surat untuk Kyuhyun kalau itu hanya membuat Kyuhyun tertekan? Bahkan, dalam surat itu pun Sooyoung sama sekali tak menjelaskan alasannya meninggalkan Kyuhyun.”, cerocos Changmin. “Sooyoung hanya mempermainkan hati Kyuhyun.”

Siwon menghela nafas panjang. “Dengar. Aku sudah mendengar alasan dari Sooyoung. Jadi, kukira, biarkan waktu yang membiarkan kalian semua mengetahuinya.”, ucap Siwon. “Dan satu hal yang perlu kalian tahu, Sooyoung tak akan pernah mempermainkan hati orang. Terutama Kyuhyun.”, imbuhnya.

Seketika, pernyataan Siwon membuat Kyuhyun membeku.

Happy New Year, Cho Kyuhyun…

31 Desember 2012

“Surat lagi?”

Kyuhyun mengernyit saat melihat sebuah amplop di depan pintu apartemennya. Ia pun mengambil amplop tersebut sebelum masuk ke dalam apartemennya. Sesampainya di dalam, Kyuhyun pun mulai membuka amplop tersebut dan membaca surat itu.

Annyeong, Cho Kyuhyun…

Aku minta maaf, kalau aku agak lama dalam menulis surat untukmu.

Oh ya, bukankah malam ini adalah malam tahun baru? Jadi, apa saja yang sudah kau persiapkan untuk menghadapi tahun baru 2013 ini, Kyuhyun?

Well, aku punya banyak harapan di tahun 2013 ini. Satu hal yang sangat kuharapkan adalah aku ingin bertemu denganmu lagi, Kyu. Tapi aku tak yakin, apakah Tuhan mengijinkan kita untuk bertemu lagi?

Tapi, kalaupun aku tak bertemu denganmu, aku hanya berharap agar kau berbahagia, Kyu. Sama seperti harapanku di hari Natal.

Sekali lagi, kumohon padamu, Kyu. Berbahagialah, dengan atau tanpa diriku.

 

Salam Sayang,

 

Choi Sooyoung

Kyuhyun merasa tersentuh dengan surat itu.

Namun, di satu sisi, Kyuhyun masih tak mengerti dengan ini semua. Apalagi, ditambah dengan pernyataan Siwon kemarin yang menyatakan bahwa perpisahan ini adalah yang terbaik bagi dirinya dan Sooyoung. Tapi, benarkah? Dan kenapa?

Kyuhyun bersandar pada dinding apartemennya. Well, kalau perpisahan ini memang yang terbaik bagi dia dan Sooyoung, maka ia tak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia hanya bisa berdoa satu hal.

Berbahagialah, Choi Sooyoung…

 

1 Januari 2013

“Selamat Tahun Baru!!!”

Kyuhyun hanya menatap malas ke arah keluarganya yang nampak bersenang-senang pagi itu. Ia masih merasa kalut karena surat yang dikirimkan Sooyoung semalam.

TING! TONG!

Bel pintu rumah keluarga Cho berbunyi. Sontak, semua orang terdiam.

“Biar aku saja yang membukanya.”, celetuk Kyuhyun yang langsung terlonjak dari duduknya, menuju pintu utama. Setibanya, Kyuhyun langsung membuka pintu.

CKLEK

Namun tak ada orang disana. Hanya saja, ada sesuatu yang tergeletak di atas lantai. Ada amplop coklat berukuran besar yang tertulis Seoul International Hospital. Kyuhyun mengernyit tak mengerti, tapi ia tetap mengambil amplop tersebut.

Siapa yang sakit, batin Kyuhyun tak mengerti.

Dibukanya amplop tersebut dan Kyuhyun menemuka kertas yang tak asing lagi di matanya. Kertas yang biasa digunakan Sooyoung untuk menulis surat untuknya. Dibukanya kertas tersebut dan mulai membaca isinya.

Annyeong, Cho Kyuhyun…

Sekarang sudah tahun baru, kan? Well, aku ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru, Kyu😀

Kurasa, ini adalah surat terakhir yang bisa kutulis untukmu. Selama ini, aku minta maaf kalau aku tak bisa menjelaskan segalanya padamu, tentang kenapa aku meninggalkanmu waktu itu. Aku bingung merangkai kata yang tepat dan aku juga tak ingin mengejutkanmu dengan alasanku.

Kau bisa menemukan alasanku meninggalkanmu pada berkas-berkas yang ada dalam amplop, Kyu. Kurasa, seluruh berkas itu bisa menjelaskan segalanya. Kalau kau tak mengerti, kau bisa bertanya langsung pada Oppa-ku. Kuyakin, dia mau menjelaskannya padamu.

Kalau kau sudah membaca alasanku, kuharap kau tak pernah membenciku karena tak pernah mengatakan hal ini padamu, Kyu. Kuharap, kau bisa mengerti dan menerima keputusan ini.

Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku sangat mencintaimu, sehingga aku tak ingin menyakitimu dan membebanimu dengan diriku ini, Kyu. Jadi, inilah sebabnya pada surat sebelumnya, aku menegaskan padamu, agar kau berbahagia, Kyu. Kumohon, di tahun yang baru ini, kau bisa melanjutkan kehidupanmu seperti dulu dengan rasa bahagia.

Akhir kata, sekali lagi kuucapka,

HAPPY NEW YEAR, CHO KYUHYUN

START YOUR NEW HAPPY LIFE

Cium Sayang Selamanya,

 

Choi Sooyoung

Kyuhyun merasakan ketakutan yang langsung melingkupi dirinya. Ia khawatir jika sesuatu terjadi pada Sooyoung. Kyuhyun pun segera mengambil berkas-berkas yang dimaksud Sooyoung dan membacanya. Kyuhyun membaca berkas tersebut dengan cepat dan terdapat kalimat-kalimat penting yang langsung menohoknya.

Choi Sooyoung dinyatakan positif mengidap Kanker Darah stadium akhir.

 

Choi Sooyoung mulai mengikuti kemoterapi dan radioterapi sejak tanggal 3 Maret 2011.

 

Choi Sooyoung dinyatakan meninggal pada tanggal 28 November 2012.

“S-sooyoung?” Kyuhyun tak menduga semua ini. Kyuhyun tak menyangka kalau Sooyoung tengah mengidap penyakit parah dan berjuang seorang diri. Kyuhyun tak bisa menerima kenyataan bahwa kini, Choi Sooyoung telah tiada.

Air mata mulai bergulir di pipi Kyuhyun. Ia mendekap kertas-kertas yang baru saja dibacanya itu dengan erat. Ini menjadi hadiah tahun baru yang paling menyakitkan baginya. Meskipun Sooyoung berulang kali menegaskan bahwa ia begitu mencintai Kyuhyun, tapi Kyuhyun merasa itu semua tidak.

Semuanya terasa tidak cukup, karena Sooyoung tak ada di sampingnya.

THE END

Huwee T_T Saya nangis, karena kenapa ff ini berujung seperti ini?

Well, saya memang sudah merancang plot yang sedemikian rupa. Saya pikir, saya bisa melakukan eksekusi yang baik. Tapi kenyataannya, hasilnya malah hancur begini. Saya juga udah males ngedit, karena setiap kali saya ngedit, yang ada saya malah makin frustasi dan pingin ganti ff ini lagi. Jadi, mian kalo banyak typo *bow*

Rasanya, pas nulis, otak saya agak kacau, ya? Makanya, kata yang mengalir malah nggak jelas begini. Rasanya, ini adalah karya saya yang hancur dari segi tata bahasanya u.u

Tapi, saya tetep minta review dari readers, yaa?

Dan akhir kata, saya ucapkan

HAPPY NEW YEAR!!!

LET’S START OUR NEW HAPPY LIFE😀

17 thoughts on “[Oneshot] Happy New Year, Cho Kyuhyun…

  1. Febryza January 1, 2013 / 12:03 PM

    Jadi alasannya soo unnie ninggalin kyu oppa itu karena soo unnie sakit keras dan meninggal huweeee andwaeee….
    Ffnya bagus kok author cuma emang sad ending aja sih

    • idwinaya January 1, 2013 / 10:01 PM

      Iya, nih. Kasihan Kyu ditinggal Soo T.T
      Okesip, gomawo udah baca n comment, yaa ^^

  2. hanhyema January 22, 2013 / 9:52 AM

    Hampir mirip dengan heaven forest. I think. But u got new plot without japanese movie like heaven forest. Keep writing yah, aku hanya mencoba kembali melihat movie itu. Tapi yang kamu suguhkan berbeda. Lo? Kisah Sooyoung berbeda sama karakter gadis di sana. Tapi akhirnya meninggal juga. #Pletak

    Ya sudahlah. I hope to read your another story again.

  3. Sistasookyu February 22, 2013 / 10:38 PM

    Annyeong~
    Huaaa sad ending😦
    Soo ninggalin Kyu karna Soo pnya pnyakit. Poor kyu~
    di tunggu ff kyuyoung laennya😀

  4. sungsooae April 6, 2013 / 11:07 PM

    why sad ending? tp gpp dink masih tetep keren😀

  5. Changyoung May 19, 2013 / 12:17 AM

    aaaaaa nangislah saya ini T^T good one T^T)b

    • idwinaya May 19, 2013 / 7:51 AM

      Aku kasih tisu, nih…
      Gomawo udah baca, ne😉

  6. Hika May 25, 2013 / 2:13 PM

    sad-ending T.T

  7. CherrfulPurple June 16, 2013 / 10:14 PM

    Huwaaaaaaaaaaaa (˘̩̩̩.˘̩ƪ) Sedih bangeeeeeeettttt thoooorrrr!!! Aku sampe nangis. Aku pikir sooyoung bakalan ketemu sama kyuhyun di tahun baru nanti. Ternyata, ternyata, ternyata, (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)
    Author sukses bikin aku nyesek, sedih dan nangis bacanya, apalagi bagian akhirnya.
    Ditunggu ff Kyuyoung lainnya ya. Jangan yang sedih2 lagi ya thor (•ˆ⌣ˆ•)

  8. Daninta August 13, 2013 / 10:08 AM

    ff nya sukses bikin saya nangis😥
    jadi surat yang dikirimin sooyoung buat kyuhyun itu dibuat sebelum sooyoung meninggal ya ? huaaaa jadi nangis😥
    ff yang bagus🙂

  9. Falah Irtikharah September 22, 2013 / 9:57 PM

    Sad end😦

  10. vg October 6, 2013 / 10:20 PM

    Sedih banget thor T.T
    Bacanya ampe nangis

  11. sparkyuster December 7, 2013 / 10:36 AM

    Jd ini sad ending.
    Huahhhhh saya baca nya sampe nangis..
    Saya kira bakalan happy end,eh malah tau nya sad end😥

  12. SooYoung~ December 29, 2013 / 3:10 PM

    Huwaa, thor.. Aku nangis bacanya ..
    Bagus thor

  13. tyasyasyaaas December 14, 2014 / 6:22 AM

    hueee daebaaaak T.T

  14. Rika_Cho January 8, 2015 / 10:32 PM

    Wait, jadi sebenernya siapa yang naroh surat-surat itu? O.o
    Apa Siwon? Kurir? Atau lainnya?
    Masalahnya, kenapa surat-surat itu dikirimkan secara bergilir setelah Soo pergi? Hadoh, prustasi gue :’v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s